Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 52 (Permen Kapas Bengkak)


__ADS_3

"Nayya Franda Putra!"


Gelegar suara Axel yang memekakkan telinga diiringi dengan tatapan tajamnya ke arah wanita cantik yang sedang berdiri di tengah pintu. Seakan dia ingin mencabik-cabiknya sampai tak bersisa.


Glek!!!


"Kak Axel."


Ucap Nayya dengan bibir bergetar karena takut. Nayya berdecak pelan saat menatap ke bawah.


"Oh, ****! Bodoh sekali kau, Nayya. Bisa-bisanya aku tadi lupa mengganti pakaianku sebelum datang ke sini. Aku lupa jika sang dewa penghancur yang merangkap jabatan sebagai dewa kematian telah datang," batin Nayya.


"Jadi seperti ini kelakuan dan penampilanmu selama tinggal di Amerika. Aku benar-benar menyesal karena dulu ikut membantumu untuk meluluhkan hati Om Arya dan Aunty Nayla agar mengijinkanmu kuliah di Amerika," ucap Axel dengan wajah dinginnya.


Nayya Franda Putra adalah putri pertama dari pasangan Arya dan Nayla. Arya adalah asisten pribadi Tuan Zayn yang menikah dengan Nayla, sepupu dari Tuan Zayn (@Menikahi Ayah Dari Anak GeniusKu).


"Ti-tidak seperti itu, Kak. Jangan salah paham, aku bisa jelaskan," elak Nayya sambil berjalan mendekati Axel.


"Apalagi yang ingin kau jelaskan, Nay? Kali ini aku sependapat dengan Kak Axel. Bisa-bisanya kau berpakaian seperti ini," ucap Jasmine dengan wajah menahan marah.


Nayya langsung terdiam. Para penguasa hutan rimba telah bersatu. Sedangkan David dan Shane tercengang melihat perdebatan yang terjadi di hadapan mereka.


"Sepertinya Keluarga Jasmine adalah keluarga para executor, David," bisik Shane.


"Kau benar, Shane. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Sepertinya kita terjebak di tengah medan pertempuran mereka," sahut David.


"Ada apa suamiku? Mengapa kau berteriak?" tanya Helena yang baru saja tiba bersama Baby Triplets.


"Ya ampun Nayya, apa yang terjadi padamu?" Helena sangat terkejut melihat penampilan adik sepupu suaminya itu.


"Hai, Kak Helen dan Baby Triplets," sapa Nayya sambil mengumbar senyumnya.


"Aunty Nay. Ada apa dengan rambutmu?" tanya Arsyilla.


"Oh, ini gaya terbaru Aunty sayang. Bagaimana menurut kalian? Bagus kan?" ucap Nayya dengan bangganya.


Baby Triplets menggeleng secara bersamaan, membuat senyum Nayya luntur. Axel menatap sengit ke arah David dan Shane yang sejak tadi tanpa henti menatap ke arah Nayya. Kedua pria itu langsung berdehem lalu memalingkan wajah ke arah yang lain.


"Sayang, tolong ambilkan selimut atau sarung untuk menutupi tubuh Nayya. Aku tidak suka melihat bajunya yang tak layak itu," ucap Axel.


"Ayolah Kak, ini masih layak untuk dipakai kok," protes Nayya.


"Baiklah. Istriku sayang, jangan ambilkan selimut atau sarung untuknya."


Senyum Nayya langsung mengembang di bibir tipisnya. Axel menyeringai.


"Tapi ambilkan mukena, sekalian bisa menutupi tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki."


"Kak Axel!" teriak Nayya dengan manjanya.


"Sekarang juga, aku akan mengirimmu pulang ke Indonesia dan memindahkan kuliahmu di sana," bentak Axel.


"Tidak, Kak. Aku mohon, aku masih ingin kuliah di sini. Please, Kak! Jangan pulangkan aku ke Indonesia, Kak Axel," mohon Nayya.

__ADS_1


"Kau!"


Helena langsung menggenggam tangan Axel agar emosinya yang sedang melambung tinggi perlahan-lahan turun.


"Baiklah. Aku beri waktu kurang dari satu kali dua puluh empat jam, perbaiki gaya berpakaianmu yang seperti gelandangan ini dan juga kembalikan warna asli rambutmu," perintah Axel.


"Mengapa rambutku juga? Ini kan bagus, Kak. Saat ini sedang tren. Dengan gaya rambut seperti ini membuatku menjadi gadis kue yang manis," cicit Nayya sambil bersikap sok imut.


"Bagus dari mananya aunty? Kepala aunty itu seperti permen kapas yang membengkak," ucap Arkana sinis.


"Bahahahahaha...." David tidak bisa menahan tawanya.


Nayya langsung menoleh. Betapa terkejutnya dia bertemu lagi dengan musuhnya berebut kue redvelvet tadi.


"Kau?!"


"Kak Jasmine, mengapa pria ini ada di sini?" tanya Nayya.


"Dia temanku dan Evan. Namanya David," jawab Jasmine. "Apa kalian saling mengenal?"


"Tidak!" jawab David dan Nayya bersamaan.


Keduanya saling menatap dengan sengit.


"Kompak sekali," sindir Hans.


"Kami tidak sengaja bertemu di toko kue tadi. Dan gara-gara wanita ini, aku kehilangan kue relvelvet yang ingin kuberikan kepada Jasmine," ucap David kesal.


"Jadi kau kalah berdebat dengannya," ejek Hans.


"Bukannya kalah, tapi aku hanya mengalah kepada wanita hamil yang sedang ngidam ini," ucap David sambil menunjuk ke arah Nayya.


"Apa?! Hamil?!"


"Nayya!" teriak Axel dan Jasmine.


"Tu-tunggu, Kak. Biar aku jelaskan dulu," ucap Nayya sambil tersenyum.


Nayya menatap ke arah David dengan wajah marahnya. "Dasar pria menyebalkan. Gara-gara mulut busukmu itu, kau telah membuatku terperosok ke dalam masalah yang lebih dalam lagi."


Nayya meletakkan kue yang dibawanya ke atas meja.


"Begini Kak. Sebenarnya aku membeli kue ini untuk Kak Jasmine yang sedang hamil. Kue ini kan kesukaan Kak Jasmine. Aku memang mengatakan kepada pemilik toko jika kue ini untuk wanita hamil yang sedang ngidam, yaitu Kak Jasmine. Bukan aku. Aku masih bersih dan suci, Kak. Percayalah," terang Nayya dengan wajah gugupnya.


Axel dan Jasmine memicingkan mata mereka. Nayya tiada henti menelan salivanya dengan kasar.


Jasmine mendengus kesal. "Sebaiknya kau ganti bajumu sekarang. Ikut aku ke kamar!" perintah Jasmine.


Nayya tak berani membantah lagi. Dia tidak ingin dipulangkan ke Indonesia. Kedua orang tuanya pasti akan semakin protektif padanya dan melarangnya untuk kuliah di luar negeri lagi. Kuliah di Amerika adalah cita-cita Nayya sejak dulu. Jasmine mengambil blouse dan jeans panjang dari dalam lemari dan memberikannya kepada Nayya.


"Sepertinya kakak belum pernah memakainya ya. Apa kakak tidak sayang?" tanya Nayya.


"Aku memang belum pernah memakainya. Tapi, aku lebih sayang dan tidak rela jika banyak mata setan yang melihat keindahan tubuhmu Nay. Dan aku juga akan menemanimu ke salon nanti untuk mengembalikan keindahan rambutmu," jawab Jasmine lembut sambil mengusap kepada Nayya.

__ADS_1


Nayya terharu. "Terima kasih ya, Kak. Aku janji tidak akan membuat kalian marah dan kecewa lagi. Aku masih ingin menyelesaikan kuliahku, Kak."


Jasmine mengangguk sambil tersenyum. Setelah Nayya selesai berganti baju, keduanya segera kembali ke ruang tamu. David dan Shane pun segera berpamitan. David merasa lega akhirnya masalah diantara mereka telah berakhir.


"Lalu apa rencana kita untuk membalas perbuatan wanita jahat itu?" tanya Hans.


"Mark!"


"Ya, Tuan." Mark segera menghadap.


"Bagaimana dengan para baj*ng*n itu?" tanya Axel.


"Mereka berada di tangan kita, Tuan. Dan pastinya mereka tidak akan bisa kabur karena aku sudah membuat mereka kesulitan untuk berjalan," lapor Mark sambil tersenyum.


Axel tersenyum puas. Evan mendapatkan pesan di ponselnya, lalu menyunggingkan bibirnya.


"Michelle mengajak untuk bertemu besok siang. Tuan Tompson ingin bertemu langsung dengan CEO Javander Architecture," ucap Evan.


"Bagus. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran kepada wanita gatal itu," ujar Jasmine dengan wajah penuh kebencian.


"Tidak sayang. Kau tidak perlu ikut campur. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian bertiga," tolak Evan.


"Tapi aku dan kedua bayi kita tidak akan tenang sebelum membalas perbuatannya," protes Jasmine.


"Evan benar, Jasmine. Kali ini kau tidak perlu turun tangan sendiri. Biarkan kami yang bertindak. Kau cukup mengamati dari jauh dan menikmati hasilnya. Benarkan Hans?" ujar Axel.


"Yups. Jadi, cabang perusahaan mana yang ingin Kak Axel runtuhkan?" Hans menunjukkan seringaiannya.


"Yang pasti memiliki keuntungan cukup besar," jawab Axel. "Ini akan peringatan kecil bagi mereka yang telah berani mengusik Keluarga Alvaro."


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author lainnya:


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2