Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 65. I'm Yours


__ADS_3

Aiden dan Emily tiba di kamar pengantin yang super mewah yang telah dihias sedemikian rupa. Nyonya Daisy sendiri yang telah mengatur segalanya, baik dalam memilih hotel beserta dekorasi kamar pengantinnya. Aiden menggendong istrinya ala bridal style, kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan posisi Emily yang berada di pangkuannya.


Aiden tanpa henti memandangi wajah cantik istrinya, sehingga membuat Emily tersipu malu.


"Aiden. Aku mohon jangan terus memandangiku seperti itu," ucap Emily sambil menunduk malu.


Aiden tersenyum dan mengangkat dagu Emily.


"Salah siapa kau terlihat semakin cantik dan membuatku ingin terus memandangimu. Lagi pula kita sekarang sudah menjadi suami istri, my love. Mulai sekarang hanya dirimu wanita yang akan selalu aku pandangi dengan penuh cinta seperti ini," ucap Aiden.


Blush... (Pipi Emily semakin merona)


"Aku mencintaimu, Emily," ucap Aiden.


Emily melebarkan kedua matanya.


"Jujur dari dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku mencintaimu, sangat."


"Aku minta maaf. Seharusnya aku mengatakannya sejak dulu. Seharusnya aku tahu jika saat itu aku sangat menginginkanmu. Bukan hanya tubuhmu, tapi dirimu sepenuhnya karena aku telah jatuh cinta padamu, Emily," ungkap Aiden.


Emily meneteskan air mata bahagia bercampur haru.


"Aku juga mencintaimu, Aiden," ucap Emily dan memeluk Aiden.


Aiden mengurai pelukan mereka, dengan lembut dia mencium bibir Emily. Semakin lama ciumannya semakin dalam sehingga membangkitkan sang king anaconda yang telah lama tidur.


Aiden melepaskan tautan bibir mereka.


"Sebaiknya kita membersihkan diri sekarang. Aku akan membantumu dan memanjakanmu, istriku, Nyonya Aiden Morris," ucap Aiden.


Emily tersenyum. Dia sudah pasrah dengan apapun yang akan dilakukan oleh pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.


Aiden membantu membukakan gaun Emily, kemudian membuka pakaiannya sendiri. Dengan perlahan Aiden membersihkan tubuh Emily. Aiden menggosok tubuh istrinya dengan lembut, tanpa berbuat mesum sedikitpun.


Selesai dengan ritual kamar mandi, Aiden menggendong tubuh Emily yang hanya berbalut jubah mandi ke dalam kamar. Kemudian, dia membantu mengeringkan rambut Emily. Hati Emily benar-benar bahagia mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya.


Aiden membuka lemari baju mereka, dan seketika kedua matanya terbelalak karena semua baju yang disiapkan oleh ibunya untuk Emily adalah baju haram yang mirip saringan tahu. Bukannya Aiden tidak suka, sangat suka malah. Tapi dia berusaha untuk tidak menyentuh Emily malam ini, mengingat belum lama ini Emily kehilangan satu bayi mereka. Aiden tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan bayi dalam perutnya.


"Ada apa Aiden?" tanya Emily yang melihat suaminya diam membatu.


Emily pun berdiri dan berjalan menghampiri suaminya.


"Ti-tidak apa-apa, my love. Hanya saja semua baju yang ada seperti ini semua," jawab Aiden sambil tersenyum kaku.


Emily membulatkan kedua matanya.


"Akan aku pesankan baju yang lain. Tunggu sebentar ya," ucap Aiden.


"Tidak perlu. Aku tidak masalah memakai baju seperti ini," sahut Emily sambil memilih satu lingerie berwarna hitam.


"Kau tidak masalah, Em. Tapi aku dan anacondaku yang berada dalam masalah," batin Aiden sambil memaksakan senyumannya.


Emily membuka jubah mandinya lalu memakai baju haram itu tepat di depan Aiden. Tiada hentinya, Aiden menelan salivanya dengan kasar. Dengan tubuh yang sedikit berisi dan perut sedikit membuncit membuat Emily terlihat semakin seksi dan sangat menggoda.


Aiden memalingkan wajahnya yang mulai memerah dengan mengambil piyama tidurnya dari dalam lemari. Emily naik ke atas ranjang dan bersandar di headboard. Aiden ikut naik dan duduk di hadapannya. Dengan pelan Aiden meletakkan kedua kaki Emily di atas pahanya.


Emily tersentak saat Aiden memijat kakinya dengan pelan.


"Apa yang kau lakukan, Aiden?" tanya Emily.


"Aku tahu kakimu pasti sakit. Aku akan memijatnya. Kau nikmati saja," jawab Aiden.


Emily benar-benar tidak percaya jika seorang Aiden, sang mafia yang terkenal kejam bisa bersikap selembut ini.


"Berapa banyak wanita yang....," ucapan Emily terpotong.


"Hanya satu, yaitu dirimu. Aku bersikap lembut hanya padamu, Em, kecuali pada Mommy dan Azzura. Tidak ada wanita lain, dan tak kan pernah ada wanita lain lagi. Aku hanya memiliki satu wanita dalam hidupku dan menjadi ratu dalam hatiku, yaitu dirimu," jawab Aiden panjang.


Hati Emily menghangat.

__ADS_1


"Kau harus tahu Em. Aku tidak bisa menyentuh wanita lain lagi, setelah kita menghabiskan malam yang tak terlupakan itu," ucap Aiden.


Emily menyerngitkan dahinya, terlihat raut wajah tidak percaya.


"Aku serius dan aku berkata jujur. Semenjak aku menyentuhmu pertama kali, di dalam otakku hanya ada dirimu yang terus menari-nari. Di dalam telingaku hanya mendengar suara-suara seksimu saat berada di bawah kuasaku. Aku berusaha mengenyahkan semua itu dan memungkiri jika aku sudah jatuh pada pesonamu."


"Beberapa kali aku menyewa wanita, dan tidak ada satupun dari mereka yang aku sentuh. Anacondaku bahkan tidak bereaksi sama sekali. Tapi, pada saat aku membayangkan percintaan kita, dia langsung bangkit dengan ponggahnya," terang Aiden tanpa menghentikan pijatannya.


"Lalu apa yang kau lakukan? Bukankah kau seorang hyper yang pastinya membutuhkan pelepasan?" tanya Emily.


"Tentu saja dengan bermain solo sambil membayangkan dirimu, my love," jawab Aiden sambil tersenyum malu.


Emily membulatkan matanya. Dalam hati dia salut sekali pada Aiden yang bisa menahan itu semua, mengingat Aiden adalah seorang cassanova dan player.


Emily menarik kedua kakinya dan mendekat ke arah Aiden.


"Kalau begitu malam ini aku akan memuaskanmu, suamiku," ucap Emily sambil tersenyum.


"Aku tahu kamu pasti akan memuaskanku. Tapi tidak malam ini, my love," sahut Aiden.


Emily terkejut.


"Mengapa? Bukankah malam ini adalah malam pengantin kita? Atau? Kau sudah tidak menginginkanku karena tubuhku tak sebagus seperti sebelum aku hamil?" tanya Emily sedih.


Aiden tersenyum. Aiden menyentil dahi Emily pelan.


"Buanglah pikiran jelekmu itu. Siapa bilang aku tidak menginginkanmu lagi? Asal kau tahu my love, saat ini kau terlihat jauh lebih seksi dan lebih menggiurkan dari sebelumnya. Ingin rasanya aku menerkam dan melahapmu saat ini juga," ucap Aiden.


"Lalu?" sahut Emily.


"Aku tidak ingin menyakitimu dan bayi kita, my love. Kesehatan dan keselamatan kalian adalah yang terpenting dalam hidupku saat ini. Setelah kepergian Angela, maksudku bayi kita yang lain, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian," tutur Aiden.


Emily sangat terharu.


"Angela adalah nama yang bagus dan cantik, secantik malaikat kecil kita," ucap Emily sambil tersenyum.


"Apa kau?" tanya Aiden.


Emily mengangguk.


"Ya. Angela datang ke dalam mimpiku. Dia sangat cantik. Dia mewarisi wajahmu, dan hanya hidung juga bibirnya yang mirip denganku. Angela yang meyakinkanku untuk menerimamu. Kedua anak kita ingin melihat kita bersama dan memberikan mereka orang tua yang utuh," cerita Emily sambil meneteskan air mata.


Aiden memeluk Emily dan mengecup pucuk kepala Emily.


"Terima kasih Angela sayang. Sekarang Daddy dan Mommy sudah bersama dan takkan terpisahkan lagi," lirih Aiden sambil menangis bahagia.


Aiden merebahkan tubuh Emily dan menyelimutinya.


"Tidurlah, my love. Istirahatkan tubuhmu. Aku akan memelukmu," ucap Aiden.


Emily pun menurut. Emily memang merasakan tubuhnya sangatlah lelah, terutama efek kehamilannya yang sering membuatnya mudah lelah dan mengantuk. Keduanya pun tidur dengan saling berpelukan.


Saat tengah malam, tiba-tiba Emily terbangun dan tidak merasakan pelukan Aiden. Emily melihat ke samping dan tidak melihat keberadaan Aiden. Emily duduk dengan perlahan.


"Aiden ke mana?" gumam Emily.


Emily mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi dan mendengar Aiden sedang berbicara dengan suara samar. Emily segera bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi. Emily membuka pintu kamar mandi itu secara perlahan.


"Ssttt.... Ahhh... Emily....Oh...."


Emily terkejut melihat Aiden dengan tubuh polosnya dengan bermain solo sambil terus menyebut namanya di bawah guyuran air shower. Emily menutup mulutnya tak percaya.


"Mengapa kau menahannya saat bersamaku Aiden?" gumam Emily.


Emily tidak tega melihat suaminya dengan kondisi seperti itu. Emily segera melepas bajunya, lalu masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.


Aiden tersentak saat ada yang memeluk tubuhnya dan ada tangan yang memegang anacondanya serta mengurutnya dengan perlahan.


"Apa yang kau lakukan, Em?" tanya Aiden saat membalikkan badannya.

__ADS_1


"Mari kita lakukan ritual malam pengantin kita, suamiku," jawab Emily.


"Tapi, aku tidak ingin menyakiti kalian," sahut Aiden.


"Aku dan bayi kita baik-baik saja. Percayalah. Asal kau melakukannya dengan pelan. Dan aku juga sangat merindukan dan menginginkanmu, Aiden," ucap Emily.


Emily mengalungkan kedua tangannya di leher Aiden, lalu bibirnya mencium bibir Aiden. Aiden pun sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Aiden segera mengangkat tubuh Emily dan kedua kaki Emily melingkar di pinggang seksinya.


Aiden membawa Emily kembali ke atas ranjang. Dan pergulatan panas pun terjadi.


"Aahhh.... Nikmatnya. Akhirnya king anaconda pulang ke sarangnya," lenguh Aiden.


Aiden melakukannya dengan pelan sampai keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama-sama. Aiden menjatuhkan tubuhnya di samping Emily.


"Terima kasih, my love," ucap Aiden sambil mencium kening Emily.


Emily hanya tersenyum. Rasa lelah yang semula dia rasakan serasa menguap. Emily segera bangun dan duduk di pangkuan Aiden.


"Kita lanjut ke ronde selanjutnya honey," ucap Emily dengan wajah nakalnya.


"Apa kau yakin, my love?" tanya Aiden.


"Tentu saja honey. Aku yang memimpin sekarang," jawab Emily.


"I'm yours, my love," ucap Aiden sambil tersenyum.


Dan pergulatan panas pun berlanjut, dengan posisi Emily yang memimpin. Aiden benar-benar dibuat tak berdaya oleh setiap sentuhan dan gerakan yang Emily lakukan. Pergulatan itu pun diakhiri dengan lenguhan keras dari bibir keduanya saat mendapatkan puncak kenikmatan mereka yang kedua.


Emily menjatuhkan tubuhnya di atas dada Aiden.


"Kau sangat luar biasa, my love. Kau adalah canduku," ucap Aiden.


Tak terasa Emily tertidur di atas tubuh Aiden.


Dengan perlahan, Aiden mengangkat dan memindahkan tubuh Emily agar mendapatkan posisi tidur yang nyaman. Aiden menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, lalu merebahkan tubuhnya di samping Emily.


"Aku berjanji Emily, aku akan mencintaimu seumur hidupku sampai Tuhan memanggilku kembali. I love you with no any doubts, it's because a true love comes on you," ucap Aiden.


Aiden tidur sambil memeluk tubuh polos Emily dari balik selmut.


...*****...


Di kamar Presidential suite yang lain, Pangeran Aaron dengan wajah datar dan dinginnya sedang berhadapan dengan orang nomor satu di Kerajaan Monarc, yaitu Raja Jasper, yang tak lain adalah ayah kandung dari Pangeran Aaron.


"Ada kepentingan apa sampai Yang Mulia jauh-jauh datang ke sini untuk menemui saya?" tanya Pangeran Aaron dingin.


Bersambung ...


...🌹🌹🌹...


Author mohon maaf baru bisa update 1 hari 1 episode karena kondisi tubuh yang masih belum stabil. Author ucapkan terima kasih banyak kepada readers sekalian yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita dari novel ini.🙏🙏🥰


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2