Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 67. Berbuka Puasa


__ADS_3

Axel dan Helena tiba di kota kelahiran keduanya, yaitu Paris. Kali ini Axel hanya berdua saja dengan Helena, karena William dan Irene harus berangkat ke Jerman untuk menghadiri rapat dengan klien, menggantikan Axel.


"Xel, aku haus," ucap Helena saat keduanya berada di bandara Charles de Gaulle.


"Baiklah, kita cari tempat duduk," sahut Axel.


Keduanya menuju sebuah tempat duduk yang berada di area bandara.


"Duduklah."


"Kau mau minum apa, El?" tanya Axel.


"Aku ingin minum orange juice yang dijual di sana," jawab Helena sambil menunjuk sebuah tempat yang menjual minuman.


"Kau tunggu di sini, aku belikan dulu," ucap Axel.


Helena hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Selamat siang Tuan. Mau pesan apa?" tanya sang penjual.


"Orange juice 2," jawab Axel.


"Baiklah, silakan ditunggu sebentar," ucap penjual itu.


Axel hanya mengangguk. Sambil menunggu pesanannya, Axel membuka ponselnya. Axel membalas pesan yang dikirimkan oleh William.


"Permisi, Tuan."


Seorang wanita tiba-tiba menyentuh lengan Axel. Dengan cepat, Axel segera menarik tangannya. Axel memberikan tatapan dingin pada wanita cantik dengan pakaian mini dan terkesan seksi yang berdiri di sampingnya. Seketika perut Axel merasa mual dan sekuat tenaga dia menahannya.


"Tampan sekali, meskipun wajahnya terlihat dingin," batin wanita itu dengan mata berbinar.


"Lancang! Beraninya kau menyentuhku!" ucap Axel ketus.


Wanita itu sedikit tersentak.


"Aku minta maaf Tuan. Apa aku boleh minta tolong padamu? Bolehkah aku berjalan berdampingan denganmu. Karena aku merasa tidak nyaman dengan pandangan para pria itu," ucap wanita itu sambil melihat beberapa orang pria yang menatapnya dengan tatapan nakal.


"Kalau tidak ingin mendapat tatapan seperti itu seharusnya kau menggunakan pakaian yang layak untuk dipakai," sahut Axel.


Tak lama kemudian minuman pesanan Axel sudah siap.


"Ini Tuan pesanan, Anda," ucap sang penjual.


Axel menerima minuman itu dan memberikan beberapa lembar mata uang euro pada penjual itu. Axel hendak pergi namun wanita itu menahannya.


"Apa tidak ada rasa belas kasihanmu pada seorang wanita sepertiku? Aku mohon bantulah aku," ucap wanita itu memelas.


"Tidak!" jawab Axel singkat.


"Apa?" seru wanita itu.


"Menjaga perasaan istriku jauh lebih penting bagiku," ucap Axel.


Axel segera melangkah pergi menuju tempat Helena, dan meninggalkan wanita itu begitu saja.


"Dasar pria sombong! Baru kali ini ada pria yang bersikap arogan seperti itu padaku," gerutu wanita itu sambil menghentakkan kakinya.


Axel mempercepat langkahnya saat melihat ada seorang pria berdiri di samping Helena. Jiwa suami posesifnya langsung meronta.


"El," seru Axel.


"Akhirnya kau kembali. Kenalkan Xel ini adalah Pedro. Pedro adalah sopir Daddy yang dikirimkan untuk menjemput kita," ucap Helena.


Axel tersenyum simpul.


"Tuan Axel," sapa Pedro.


"Terima kasih Pedro, karena telah menjemput kami tepat waktu," ucap Axel sopan.


Pedro hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Sayang, kita minumnya di dalam mobil saja ya," ajak Axel.


"Baiklah, Xel," jawab Helena.


Pedro membawa barang-barang milik Axel dan Helena menuju mobil. Sedangkan Axel membantu Helena berdiri dengan perlahan. Axel berjalan keluar dari bandara sambil terus memeluk pinggang Helena.


"Ternyata pria sombong itu sangat romantis. Wanita itu pasti sangat beruntung bisa mendapatkan pria tampan dan penyayang seperti itu. Seandainya aku berada di posisinya, aku pasti menjadi wanita yang paling bahagia," gumam wanita cantik tadi sambil tersenyum.


Axel melepas jasnya dan meletakkannya di kursi samping depan yang berada di samping Pedro.


"Pedro, segera bakar jas ini saat tiba di mansion!" perintah Axel.


"Baik, Tuan," jawab Pedro tanpa bertanya lebih lanjut.


"Ada apa, Xel? Mengapa kau ingin membakarnya?" tanya Helena tak mengerti.


"Tadi ada seorang wanita dengan lancangnya menyentuh lengan bajuku. Aku tidak mau ada bekas wanita lain melekat di tubuhku," jawab Axel.


Helena langsung memeluk lengan suaminya. Sebenarnya Helena tadi melihat saat ada seorang wanita cantik menghampiri suaminya, dan sempat membuatnya cemburu. Namun saat melihat sikap tegas Axel, hati Helena menjadi tenang.


"Suamiku," bisik Helena.


Axel langsung mengarahkan pandangannya ke wajah cantik Helena.


"Je vous aime (Aku mencintamu)," ucap Helena pelan.


Axel tersenyum.

__ADS_1


"Je t'aime aussi mon cher (Aku juga mencintaimu sayang)," balas Axel.


Axel mengecup bibir Helena dan membuat Helena tersipu malu. Pedro tersenyum sambil pandangannya fokus ke depan.


"Berarti nanti malam boleh ya jenguk baby tripet? X-Lo merindukan L-Na," ucap Axel.


Helena mengangguk malu. Axel memeluknya semakin erat.


Mobil mereka pun memasuki mansion keluarga Hermawan.


"Assalamualaikum," ucap Axel dan Helena.


"Waalaikumsalam," terdengar jawaban yang dilontarkan dengan penuh semangat.


"Kakak! Kakak ipar!" seru Jasmine.


"Jasmine?!" seru Axel.


"Sejak kapan kau berada di Paris adik iparku sayang?" tanya Helena.


"Kemarin. Dan bukan hanya aku, tapi keluarga besar Alvaro juga berada di sini sekarang," ucap Jasmine dengan penuh semangat.


Axel dan Helena membulatkan mata mereka. Keduanya sangat terkejut. Jasmine membawa mereka ke ruang keluarga. Dan benar apa yang dikatakan oleh Jasmine jika keluarga besar Alvaro saat ini telah berada di mansion Hermawan.


"Selamat datang putri dan menantu Daddy," ucap Tuan Narendra menyambut kedatangan mereka.


Axel dan Helena langsung salim dan memeluk Tuan Narendra. Dan secara bergantian mereka melakukan hal yang sama pada anggota keluarga yang lain.


"Mengapa kalian tidak memberitahu kami jika kalian mau datang ke sini?" tanya Axel pada keluarganya.


"Kami memang sengaja ingin memberikan kejutan pada kalian," jawab Tuan Alex.


"Yah, kalian telah berhasil membuat kami terkejut," sahut Axel sambil terkekeh.


"Tiga hari lagi, adikmu akan diwisuda. Jadi kami semua datang untuk menghadirinya. Dan kami putuskan untuk singgah ke Paris dan mengunjungi keluarga besar Hermawan terlebih dahulu. Grandpa Haris dan Grandma Sasmintha akan tiba hari ini dari Amerika. Pengobatan Grandpa Haris berjalan dengan baik," terang Nyonya Aline.


"Alhamdulillah, akhirnya Grandpa dan Grandma bisa berkumpul kembali dengan kita," ucap Helena.


"Benar sayang. Mimi juga sangat bahagia, akhirnya Grandpa sembuh. Bagaimana dengan kandunganmu sayang? Kau tidak mengalami masalah kan?" tanya Nyonya Dea.


"Alhamdulillah baik Mi. Hanya sering merasa cepat lelah. Mungkin karena yang berada di dalam sini ada tiga ya," jawab Helena sambil tersenyum.


"Benar sayang. Dulu saat Mimi hamil double D juga seperti itu, Mimi mudah sekali lelah. Berbeda dengan saat Mimi hamil si bungsu Deffan, Mimi masih bisa menikmati kehamilan Mimi dengan beraktivitas di butik," ucap Nyonya Dea.


"Bagaimana kalau nanti kita periksakan kandunganmu sayang? Mommy ingin sekali melihat ketiga cucu Mommy, meskipun hanya dari layar monitor," ucap Nyonya Charlotte.


"Charlotte benar. Kami juga ingin melihat baby triplet," sahut Nyonya Savira.


Axel dan Helena tersenyum.


"Baiklah. Nanti saat Grandpa dan Grandma tiba, kita semua pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan baby triplet," ucap Axel.


Keluarga besar Alvaro dan Hermawan sangat antusias sekali saat menyaksikan ketiga bayi Axel dan Helena yang bergerak aktif melalui layar monitor saat dokter kandungan sedang melakukan USG. Nyonya Savira memeluk suaminya sambil menangis haru. Mereka sudah tidak sabar menunggu ketiga bayi itu lahir dan meramaikan mansion mereka. Dokter mengatakan jika Helena dan baby triplet kondisinya sangat baik.


Saat ini mereka sudah kembali ke mansion Hermawan.


"Axel, perusahaan kita akan melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan elektronik terbesar di Eropa, XD Electronic. Mereka sudah mengirimkan perwakilan perusahaan untuk melakukan pertemuan dengan kita. Karena ini termasuk kerja sama bisnis berskala besar. Kedua perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar," terang Tuan Vero.


"Apa kau sebagai CEO Alvaro Group bisa mewakili perusahaan kita dan menghadiri pertemuan itu? Dan perlu kau tahu, yang mewakili perusahaan XD Electronic adalah putri dari pemilik perusahaan tersebut," tanya Tuan Vero.


"Kalau begitu aku membutuhkan keberadaan William dan Irene di sampingku. Kapan pertemuan itu akan dilakukan Pi?" tanya Axel.


"Dua hari lagi di sebuah restoran yang terletak di hotel MZ," jawab Tuan Vero.


"Baiklah. Aku akan meminta William dan Irene untuk segera datang ke Paris," sahut Axel.


Axel memijat pelipis kepalanya. Dia kesal sekali karena istrinya sedang dikerubungi para wanita. Axel membutuhkan Helena sekarang.


"Apa kau sakit?" tanya Tuan Zayn pelan.


"Hanya sedikit pusing saja, Pa. Nanti juga sembuh," jawab Axel.


"Sudah berapa hari puasa?" tanya Tuan Zayn lagi dengan nada menggoda.


Axel tersenyum.


"Sejak tiba di Madrid, Spanyol, aku puasa," jawab Axel sambil tersenyum.


Tuan Zayn segera berdiri dan menuju ruang keluarga.


"Selamat malam para wanita cantik. Berhubung ini sudah malam, sebaiknya acara mengobrolnya dilanjutkan lagi besok ya. Kasihan ibu hamilnya pasti lelah," ucap Tuan Zayn.


"Duh calon Opa yang protektif," ketus Jasmine.


"Jangan mengatai Papamu seperti itu, Nak. Apa yang Papamu katakan memang benar. Biarkan Helena istirahat sekarang," ucap Nyonya Aline.


"Sudah Helena sebaiknya kau ke kamar dan beristirahat," ucap Nyonya Savira.


"Baik Oma," jawab Helena.


Helena pun segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


"Helena, sebaiknya kau segera bawa suamimu ke kamar sebelum sakit kepalanya bertambah parah karena terlalu lama berpuasa," bisik Tuan Zayn.


Wajah Helena seketika merona karena malu. Helena menganggukkan kepalanya.


"Kau langsung ke kamar saja. Biar Papa yang memanggil Axel," ucap Tuan Zayn lagi.


"Baik, Pa," jawab Helena.

__ADS_1


Helena segera masuk ke dalam kamarnya dan mengganti bajunya dengan baju dinas malamnya. Tuan Zayn mendekati putranya.


"Axel, segera ke kamar. Istrimu sudah menunggumu," bisik Tuan Zayn.


Wajah Axel langsung sumringah.


"Terima kasih Papa. Papa memang yang terbaik," ucap Axel sambil mengacungkan dua jari jempolnya.


Dengan langkah seribu, Axel segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.


"Sayang," panggil Axel.


"Ya, suamiku," sahut Helena yang keluar dari walk in closet dengan balutan baju saringan tahunya.


Glek!!!


Axel menelan salivanya kasar.


Helena berjalan ke arah Axel dengan anggunnya. Saat Helena berada tepat di hadapannya, Axel langsung menarik tubuh Helena ke dalam pelukannya.


"Kau terlihat sangat cantik dan benar-benar menggoda, El," bisik Axel sambil memberikan gigitan kecil di daun telinga Helena.


"Emmhh... Xel," lenguh Helena.


Axel langsung me****t bibir ranum Helena dengan lembut. Semakin lama ciumannya semakin dalam, lidah keduanya pun saling menyesap dan beradu. Axel menurunkan bibirnya dan mengeksplor leher jenjang Helena.


"Eemmhh... Aahhh," terdengar suara d*****n Helena.


Dengan tidak sabar Axel membuka baju haram Helena dengan kasar.


"Xel!" protes Helena.


"Tenang saja, El. Aku akan menggantinya dengan yang lebih banyak lagi," sahut Axel.


Axel menuntun Helena naik ke atas ranjang dan merebahkannya, dengan posisi kaki Helena yang masih menggantung. Dengan rakusnya Axel memainkan kedua squisy Helena dengan meremas dan ******* choco chipnya secara bergantian, membuat Helena terus mendesah.


Axel segera melepas bajunya dan mengeluarkan X-Lo yang sudah bangkit dari tidur lamanya. Dengan cepat Axel menyingkirkan segitiga bermuda Helena yang menjadi penghalang terakhirnya.


Axel mengangkat kedua kaki Helena dan membukanya lebar. Dengan posisi berdiri di pinggir ranjang, Axel mempertemukan X-Lo dan L-Na.


"Aahhh... Akhirnya aku buka puasa," lirih Axel saat X-Lo menerobos masuk ke dalam bibir L-Na.


Dengan perlahan Axel bergerak maju mundur cantik.


"Ssstt... Ahhh..., Xel," lenguh Helena.


Semakin lama, Axel semakin menambah ritme gerakannya sehingga membuat kamar kedap suara mereka dipenuhi dengan suara d*****n dan e****n dari bibir keduanya.


"Eemmhhh... Xel, faster. Aku ingin...." pinta Helena.


Axel semakin cepat memompa, hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan dan mendapatkan bersama-sama.


"Aaahhh....," teriak Axel dan Helena bersamaan.


"Terima kasih, El. Ini nikmat sekali," ucap Axel sesaat setelah dia menjatuhkan tubuh penuh peluhnya di samping Helena.


Helena tersenyum bahagia. Axel benar-benar memperlakukannya dengan lembut.


"Mau lanjut ronde kedua, Xel?" tanya Helena menggoda.


Axel langsung bangun.


"Apa kau tidak lelah, El?" tanya Axel.


"Satu ronde lagi aku masih sanggup. Biarkan aku yang memimpin sebentar," jawab Helena.


Axel segera membantu Helena bangun dan keduanya naik ke atas ranjang. Axel menyandarkan tubuhnya di dashboard ranjang dan Helena langsung duduk di atas pangkuannya. Ronde kedua pun dimulai. Axel benar-benar bahagia malam ini mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari istri tercintanya.


...*****...


Seorang wanita dengan pakaian konservatif berjalan memasuki sebuah kamar hotel dengan membawa beberapa berkas di tangannya.


"Ini Nona Heidi, berkas yang Anda minta. Di dalamnya berisi informasi tentang Tuan Axello Zyan Alvaro, CEO Alvaro Group," ucap wanita itu kepada atasannya.


Atasannya, Heidi, pun menerima berkas itu dan membukanya.


"Pria ini?" pekik Heidi.


"Jadi pria tampan ini adalah seorang Alvaro. Sangat menarik! Kita akan berjumpa lagi pria sombong yang tampan," ucap Heidi sambil mengembangkan senyumannya.


Bersambung .....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2