Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 43. Hello, Daddy!


__ADS_3

Di sebuah supermarket yang terletak di kota Sitka, Hans sedang membeli beberapa camilan untuk sang ibu hamil. Semenjak hamil, nafsu makan Helena bertambah pesat, sehingga stok camilan harus selalu penuh.


Hans mengambil salah satu camilan keripik kentang favorit Helena. Saat akan mendorong troli barangnya, dia merasa ada orang yang sengaja menahannya. Hans menolehkan wajahnya dan terkejut melihat Jasmine dan Evan yang berdiri di depan trolinya.


"J-Jasmine?" seru Hans tak percaya.


"Hai, Hans. Lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?" sapa Jasmine sambil tersenyum manis.


"A-aku baik. Apa yang kau lakukan di sini?" ucap Hans sedikit gugup.


"Aku sedang berlibur bersama Evan. Lalu, apa yang kau lakukan di Alaska? Bukankah kau kuliah di California?" tanya Jasmine dengan nada memancing.


"Emm... Aku sedang berlibur dengan temanku. Kalau begitu selamat berlibur ya. Aku pergi dulu karena temanku sudah menungguku," ucap Hans sambil membalikkan badan dan menarik trolinya.


Deg...


"Mau lari ke mana adik iparku sayang?" ucap Axel dengan wajah menyeringai.


Hans meneguk salivanya kasar, seakan dia sedang berhadapan dengan iblis berwajah tampan tapi mematikan.


"Sekarang katakan! Di mana kau menyembunyikan istriku?" tanya Axel.


Saat ini mereka berada di sebuah cafe yang terletak di dalam supermarket tersebut.


"Istri yang mana?" Hans balas bertanya.


Plak!!!


Jasmine memukul kepala Hans bagian belakang.


"Auhh...," ringis Hans.


Evan hanya bisa diam melihat Hans yang sedang diinterogasi oleh Alvaro bersaudara.


"Jawab yang benar!" bentak Jasmine.


Hans mendengus kesal.


"Sudah benar. Bukannya Kak Axel punya wanita lain dan saat ini dia sedang mengandung anaknya?" ucap Hans ketus.


Axel memelototkan matanya.


"Wanitaku hanya satu, yaitu istriku, Helena. Foto dan video yang dilihat oleh Helena itu bohong. Itu semua hasil editan. Aku tidak pernah mengkhianati kakakmu," ucap Axel sambil menahan marah.


"Oh, benarkah?" sahut Hans dengan ekspresi wajahnya yang membuat Axel naik darah.


"Tentu. Kami pria Alvaro hanya akan setia pada satu wanita saja. Cepat katakan di mana istri dan calon anakku sekarang!" bentak Axel geram.


Hans melebarkan matanya.


"Dari mana Kak Axel tahu jika Kak Helena saat ini sedang hamil?" tanya Hans.


"Ikatan batin kami kuat," jawab Axel.


"Apa kau tidak percaya padaku? Jika aku tidak mencintai Helena, aku tidak mungkin mencarinya sampai mengerahkan semua anak buah keluarga Alvaro. Bahkan Opa Alex meminta bantuan Grandpa Zibber untuk mengerahkan anggota Red Dragon. Kau perlu bukti apalagi?" ucap Axel.


Hans menghela napas panjang.


"Aku bukannya tidak percaya pada kakak. Aku hanya tidak ingin Kak Helena sakit hati lagi, karena itu bisa mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang calon keponakan-keponakanku," ucap Hans.


Axel dan Jasmine membulatkan mata mereka.


"Apa calon anakku kembar?" tanya Axel tak percaya.


"Maksudmu, kita akan mempunyai dua orang keponakan, Hans?" tanya Jasmine.


Hans mengangguk.


"Bukan dua tapi tiga calon keponakan sekaligus," jawab Hans.


Axel bahagia sekali saat mengetahui Helena mengandung tiga Axel junior, para calon keturunan Alvaro. Axel menitikkan air mata bahagia. Jasmine memeluk kakaknya dengan penuh sayang.


"Aku mohon Hans, antarkan aku pada Helena. Aku sangat merindukannya," mohon Axel.


"Tunggu apalagi. Kita berangkat sekarang," sahut Hans.

__ADS_1


Hans segera membawa Axel, Jasmine dan Evan menuju mansion Granny Martha.


"Ada denganmu, sayang? Mengapa kau menangis?" tanya Granny Martha khawatir saat melihat Helena menangis.


"Helena sangat merindukan Axel, Granny. Helena ingin sekali bertemu dengan Axel. Rasa rindu ini semakin besar," jawab Helena sambil terisak.


Granny Martha tersenyum.


"Anak-anakmu pasti merindukan ayah mereka. Mereka pasti ingin berada di dekat ayah mereka. Kembalilah sayang pada suamimu demi anak-anakmu," tutur Granny Martha.


"Helena masih takut Granny. Helena takut kecewa dan sakit hati lagi, saat harus menerima wanita lain mengandung anak suami Helena. Itu sakit sekali Granny," ucap Helena.


Granny Martha memeluk Helena dan berusaha menenangkannya. Setelah cukup lama menangis, mata Helena lelah. Helena tertidur sambil memeluk foto Axel.


Mobil Hans tiba di depan mansion. Hans mengajak Axel beserta Jasmine dan Evan masuk ke dalam mansion.


"Hans. Mengapa kau baru pulang?" sapa Granny Martha.


"Iya Granny, maaf Hans keluarnya terlalu lama," jawab Hans.


Granny Martha terkejut saat Hans membawa rombongan pulang ke mansion. Pandangan mata Granny Martha berpusat pada wajah Axel. Granny Martha menyunggingkan senyumnya di wajah cantik yang tak pernah luntur meskipun usianya tidak muda lagi.


"Jadi pria ini cucu menantu Granny, Hans?" tanya Granny Martha.


Axel mengembangkan senyumannya.


"Benar Granny. Kenalkan ini Kak Axel, suami Kak Helena. Dan mereka berdua adalah Jasmine, adiknya Kak Axel dan Evan, kekasihnya. Dan kalian, kenalkan ini Granny Martha, adik dari ibunya Mommy," terang Hans.


"Selamat malam Nyonya Martha, senang bisa bertemu dengan Anda," ucap Axel sambil mengulurkan tangannya.


Granny Martha menyambut uluran tangan Axel.


"Selamat malam Axel. Panggil Granny saja," ucap Granny Martha ramah.


"Sepertinya ikatan batin kalian sangat kuat. Istri dan calon anak-anakmu sangat merindukanmu, Nak. Helena terus saja menangis sejak tadi," ujar Granny Martha.


Axel membelalakkan matanya. Axel sudah tidak sabar bertemu dengan Helena.


"Apa kau boleh menemui istriku, Granny?" tanya Axel sopan.


"Tentu saja, Nak. Hans, antarkan Axel ke kamar Helena," seru Granny Martha.


Axel berjalan menaiki tangga mengikuti langkah Hans. Sedangkan Granny Martha mengantarkan Jasmine dan Evan ke kamar mereka masing-masing.


Hans dan Axel tiba di depan kamar Helena.


"Ini kamar Kak Helena, maksudku kamar kalian. Kakak mandi dan bersih-bersih dulu ya, sebelum mendekati Kak Helena. Aku tidak mau kuman yang kakak bawa dari luar akan menganggu kesehatan para calon keponakanku," ucap Hans.


"Siap uncle yang protective," jawab Axel sambil memutar bola matanya.


Hans mendengus kesal. Axel tersenyum melihatnya.


"Terima kasih banyak ya Hans, karena telah menjaga Helena dan calon triple kami dengan baik," ucap Axel tulus.


"Sama-sama, Kak. Kak Axel janji ya jangan pernah menyakiti hati Kak Helena lagi. Kak Helena sangat mencintai Kak Axel," ucap Hans serius.


"Kakak janji. Kakak akan selalu membahagiakan kakakmu dan anak-anak kami," ucap Axel.


Hans dan Axel berpelukan layaknya kakak dan adik. Hans segera turun dan membantu Granny Martha.


Axel membuka pintu, dan masuk dengan perlahan. Mata Axel berbinar saat melihat Helena yang tidur di atas ranjang. Axel berjalan mendekati ranjang dan duduk di pingging ranjang. Ditatapnya wajah cantik Helena dengan bekas air mata yang mengalir dari pelupuk mata Helena. Axel menghapus sisa air mata itu. Axel mengambil bingkai foto yang dipeluk Helena.


"Gitu main kabur-kaburan, El. Sekarang kau sangat merindukanku, kan?" ucap Axel pelan sambil terkekah.


Axel segera bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Axel segera membersihkan tubuhnya, mengikuti perkataan Hans tadi. Selesai mandi, Axel mengambil baju dari dalam koper yang sudah diantarkan Hans ke kamarnya. Axel melaksanakan ibadah sholatnya. Dalam doanya Axel mengucapkan rasa syukurnya karena Tuhan telah mempertemukannya dengan istrinya, Helena.


Axel mendudukkan tubuhnya di samping Helena. Tangannya meraba dan mengelus perut Helena yang sedikit membuncit.


"Assalamualaikum, anak-anak Daddy. Daddy bahagia sekali karena kalian telah hadir di dalam perut. Apa kalian merindukan Daddy, sayang? Daddy sudah sangat merindukan kalian. Kalian tidak boleh nakal dan merepotkan Mommy ya," monolog Axel kemudian mencium perut Helena.


Helena menggeliatkan tubuhnya karena geli. Axel tersenyum. Axel membaringkan tubuhnya di samping Helena, dan menarik Helena ke dalam pelukannya. Terlihat sekali Helena sangat nyaman berada di dalam pelukan Axel dan tidurnya semakin lelap. Seketika rasa mual yang Axel rasakan sebelumnya langsung menghilang. Axel mengikuti Helena memasuki alam mimpinya.


Helena menggeliatkan tubuhnya. Hidungnya menghirup aroma khas yang sangat dia rindukan. Helena membuka matanya perlahan. Helena melihat dada bidang dari baju yang terbuka dan lengan kokoh yang sangat dia kenali sedang memeluknya. Helena tersenyum.


"Apa serindu ini kalian sama Daddy? Sampai-sampai Mommy bermimpi ada Daddy bersama kita sekarang," gumam Helena.

__ADS_1


"Meskipun ini hanya mimpi, Mommy bahagia sekali sayang bisa berada dipelukan Daddy kalian. Mommy tidak ingin bangun dari mimpi indah ini," celoceh Helena.


Helena memejamkan matanya lagi. Axel tersenyum mendengar ucapan Helena yang mengira jika dirinya sedang bermimpi. Axel mendekatkan wajah mereka.


"Kau sedang tidak bermimpi, El," ucap Axel.


Helena membuka matanya dan melihat wajah tampan Axel yang tersenyum. Dengan lembut Axel menempelkan bibir mereka dan m*****tnya perlahan. Helena terkejut, namun di detik berikutnya dia memejamkan mata dan ikut larut dalam sensasi c****n mereka.


Axel melepaskan tautan bibir mereka, saat merasakan si X-Lo sedang meronta-ronta di bawah sana. Keduanya mengatur napas mereka yang sedikit terengah.


"Aku merindukanmu, El," ucap Axel.


Helena menatap Axel lekat. Kemudian Helena duduk secara perlahan. Axel pun ikut duduk.


"Lalu bagaimana dengan Putri?" tanya Helena.


"Semua yang kau lihat, baik foto maupun video yang Putri tunjukkan padamu semuanya bohong. Semua hasil editan. Pria yang ada di dalam foto dan video itu bukan aku. Dan satu hal lagi yang harus kamu tahu, hanya kamu satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh. Satu-satunya wanita yang boleh mengandung para calon anakku yang akan menjadi penerus keluarga Alvaro," jawab Axel lembut dengan tangannya mengelus perut Helena.


"K-kau sudah mengetahuinya?" tanya Helena sambil melebarkan matanya.


"Tentu saja, sayang. Karena penderitaanmu aku yang merasakannya, El. Aku mual, aku muntah. Aku tidak enak makan. Aku maunya selalu berada di dekat kamu, karena kamu dan triple adalah obat penghilang mualku," ucap Axel.


"Kau mengalami couvade syndrom?" tanya Helena tak percaya.


Axel tersenyum sambil mengangguk.


"Aku adalah keturunan Papa Zayn. Dan apa yang Papa alami saat Mama hamil dulu, menurun padaku. Makanya aku tahu jika kamu sedang mengandung buah cinta kita, El," jawab Axel.


Helena meneteskan air mata bahagia. Hatinya berbunga-bunga. Helena naik ke atas pangkuan Axel dan memeluknya.


"Aku merindukanmu, Xel. Anak-anak kita juga merindukanmu," ucap Helena.


Helena menarik satu tangan Axel dan menyentuh perutnya.


"Hello, Daddy!" ucap Helena sambil tersenyum.


Axel tersenyum bahagia, namun dia merasa tersiksa di tubuh bagian bawahnya. Axel mengurai pelukan mereka.


"El. Kau sudah membuat X-Lo meronta-ronta dan mengamuk. X-Lo merindukan L-Na" ucap Axel dengan wajah memelas.


Helena tersenyum malu.


"Pelan-pelan ya, Xel. Kan ada triple di sini," ucap Helena sambil mengelus perutnya.


Axel mengangkat tubuh Helena dan merebahkannya dengan perlahan.


"Aku pastikan akan melakukannya dengan pelan sayang," ucap Axel lalu menc**m bibir Helena.


Axel dan Helena segera menapaki surga kenimatan mereka. Tak butuh waktu lama, kain yang menempel di tubuh mereka sudah terhempas dan berserakan di lantai.


"Hello, kids. Daddy akan mengunjungi kalian," ucap Axel sambil menc**t perut Helena.


Setelah berpisah cukup lama, akhirnya X-Lo dan L-Na berjumpa kembali. Beruntung kamar mereka kedap suara, sehingga suara e*****n dan d*****n mereka yang bersahutan tak terdengar sampai luar kamar. Axel menepati ucapannya. Axel melakukannya dengan perlahan dan hati-hati sampai keduanya mendapatkan puncak kenikmatan. Axel menggulingkan tubuhnya yang bersimbah keringat di samping Helena.


"Terima kasih, sayang," ucap Axel sambil mengecup kening Helena.


"Terima kasih kembali, sayang," ucap Helena dengan senyum penuh kebahagiaan.


...🌹🌹🌹...


Adem ya... sebentar. Abang Axel sudah mulai membuatnya menghangat ya...🤩🤩🤣


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2