
..."Sepanjang hidup bersamamu...
...Kesetiaanku tulus untukmu...
...Hingga akhir waktu kaulah cintaku...
...Cintaku......
...Sepanjang hidup seiring waktu...
...Aku bersyukur atas hadirmu...
...Kini dan selamanya aku milikmu...
...Yakini hatiku"...
^^^~Maher Zain~^^^
Mansion keluarga Alvaro terlihat sangat indah, terutama pada bagian tamannya yang sudah disulap seperti surga dengan hamparan bunga berwarna-warni. Acara akad nikah Evan dan Jasmine hanya dihadiri oleh para anggota keluarga, serta orang-orang terdekat. Nyonya Aline dan Helena berada di ruangan tempat Jasmine bersiap. Jasmine tampil sangat anggun bak bidadari dengan berwarna putih dan riasan natural. Khusus untuk acara akad, Jasmine menggunakan jilbab dan tersemat tiara di atasnya.
Tuan Zayn tidak bisa membendung air matanya saat masuk ke dalam ruangan itu.
"Rasanya Papa tidak sanggup untuk melepasmu, putri kecil Papa," ucap Tuan Zayn sambil memeluk putrinya.
Ruangan itu langsung diselimuti dengan perasaan haru yang membuncah. Axel beserta Triplets A ikut masuk dan mereka langsung mengerubungi Jasmine.
"Aunty cantik cekali," puji Arsyila.
"Terima kasih sayang. Cilla juga cantik sekali seperti putri. Arka dan Arsha juga tampan sekali seperti pangeran. Uh... Aunty jadi gemas pengen cubit pipi kalian. Sini, cium aunty dulu," ucap Jasmine.
Triplets A pun langsung berjinjit dan mencium Jasmine secara bergantian. Tuan Vero memberitahu jika Keluarga Sahir sudah datang. Tuan Zayn dan Nyonya Aline segera keluar untuk menyambut kedatangan keluarga calon besan mereka. Jantung Jasmine berdetak semakin tak karuan, sampai tangannya mengeluarkan keringat dingin karena gugup.
"Bedoalah supaya kau merasa lebih tenang. Aku dulu juga merasakan hal sama, aku sangat gugup saat kakakmu akan melafalkan ijab qabul," ucap Helena sambil tersenyum.
Jasmine mengangguk sambil tersenyum.
Di tempat dilakukannya akad nikah, Evan terlihat sangat tampan dengan baju pengantin berwarna putih beserta kopyahnya. Evan langsung menempati kursinya. Tuan Zayn, penghulu serta dua orang saksi nikah juga sudah duduk di tempatnya. Evan menjabat tangan Tuan Zayn, dan dengan satu tarikan napas Evan berhasil mengucapkan ijab qabulnya.
Selesai dibacakan doa, Axel segera menjemput Jasmine bersama Triplets A. Semua mata tertuju pada sang mempelai wanita yang berjalan dengan anggunnya dan tiga anak kembar yang sangat menggemaskan berjalan di depannya sebagai pengiring pengantin. Evan tak bisa membendung air mata bahagia bercampur haru, saat melihat wanita yang sudah resmi menjadi istrinya berjalan ke arahnya.
Axel menyatukan tangan Evan dan Jasmine seraya berkata, "Aku titip adik kesayanganku. Bahagiakan dia dan jangan pernah kau sakiti hatinya."
"Aku berjanji, Kak," ucap Evan.
Jasmine langsung mencium punggung tangan kanan suaminya, dan Evan meletakkan tangan kirinya di atas kepala Jasmine sambil melafalkan doa. Kemudian, Evan mencium kening Jasmine dengan penuh cinta.
"Sekarang kita menjadi *partner*, *my sunshine*," lirih Evan.
"Kau benar, mari kita menjadi *partner* yang terbaik untuk rumah tangga kita, *my king*," balas Jasmine.
Keduanya saling berpandangan penuh cinta. Semua anggota keluarga saling mengucapkan selamat, dan tak sedikit yang memberikan pelukan kasih sayang, termasuk Tuan Alex dan Tuan Kareem.
"Sekarang kita sudah menjadi keluarga, Kareem," ucap Tuan Alex.
Tuan Kareem mengangguk. "Aku tidak menyangka akan bersaudara dengan orang yang selalu aku anggap sebagai musuhku."
Tuan Alex terkekeh, begitu juga dengan Tuan Kareem sambil menghapus air matanya.
Pesta pernikahan Evan dan Jasmine di gelar dengan mewah di hotel A1. Evan dan Jasmine tampil bak raja dan ratu dengan nuansa gaun pengantin putih rancangan Nyonya Aline. Evan dan Jasmine sengaja memilih warna putih untuk hari bersejarah mereka, karena warna putih melambangkan kesucian. Tuan Zayn dan Tuan Farhan telah mengundang semua kolega mereka. Bahkan keluarga besar Morris juga hadir bersama sepasang pengantin baru mereka, Pangeran Aaron dan Azzura.
"*Congratulation, my beloved sister*. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu," ucap Azzura sambil memeluk Jasmine.
__ADS_1
"Terima kasih, sista," ucap Jasmine.
"Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua," ucap Pangeran Aaron.
"Terima kasih, Pangeran. Aku juga mengucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku doakan semoga pernikahan kalian langgeng dan selalu dilimpahi dengan kebahagiaan," ujar Evan.
"Aku sudah membawakan kado spesial untukmu, sista. Aku meminta pelayan untuk meletakkannya langsung di kamar penganti kalian. Kau harus dan wajib memakainya nanti supaya malam pertamamu semakin *hot*," bisik Azzura.
Jasmine melebarkan matanya dan kedua pipinya bersemu merah. Azzura tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi sahabatnya itu.
"Selamat ya sayang. Akhirnya kalian berada di ujung penantian. Semoga kalian selalu bahagia," ucap Emily dengan perut buncitnya.
"Terima kasih, kakak. Selamat juga atas kehamilan kedua kakak. Akhirnya Kak Aiden berhasil membuat tubuh kakak mengembang lagi," balas Jasmine.
"Ya harap maklum, anacondanya terlalu ganas," lirih Emily yang membuat Jasmine tak bisa menahan tawanya.
"Selamat ya *princess*, akhirnya *sold out* juga. Aku merasa kehilangan dua orang adik perempuan sekaligus, karena kalian berdua sudah diklaim oleh kedua pria ini," ucap Aiden dengan wajah sedihnya.
"Hooh, jangan melow seperti itu Kak. Kami akan tetap menjadi adik perempuan kakak," ujar Jasmine sambil tersenyum.
Pesta berlangsung dengan sangat meriah. Para wanita lajang langsung berkerumun saat Jasmine dan Evan akan melempar buket bunga. Mereka berebut untuk mendapatkannya. Dan ternyata, buket bunga itu jatuh ke tangan Helena yang sontak membuat semua orang terkejut, terutama Axel.
"Apa maksudmu, El? Mengapa kau yang mendapatkan buket bunga itu? Jangan bilang kalau kau ingin menikah lagi? Tidak akan kubiarkan," ucap Axel tak terima.
Helena memutar bola matanya. "Ayolah, Xel. Buang jauh-jauh pikiran burukmu itu."
"Buket ini bukan untukku, tapi untuk adikku," ucap Helena sambil tersenyum nakal.
"Semua orang sudah tahu jika aku ini jomlo, dan tidak perlu Kakak perjelas lagi," ucap Hans kesal.
"Aku kan juga ingin melihat adik kesayanganku ini memiliki pasangan," sahut Helena.
Hans tidak mempedulikannya dan melanjutkan menikmati es krimnya.
"Coba kau buka matamu lebar-lebar, ada banyak gadis cantik yang masih lajang di sini. Apa tidak ada satupun yang membuatmu tertarik?" tanya Helena.
Hans hanya mengangkat kedua bahunya sambil terus menyuapkan es krim ke dalam mulutnya.
"Di sana ada Selma, adik sepupu Evan yang cantik. Apa kau tak tertarik padanya?" tanya Helena penasaran.
Hans membuang napasnya kasar, lalu menoleh ke arah Helena. "Gadis itu sudah menjadi incaran double D. Lihatlah Kak, mereka berdua sedang berusaha menarik perhatian Selma."
Hans menunjukkan kelakuan Darren dan Darrel yang sedang berusaha menarik perhatian Selma. Helena melebarkan matanya.
"Wow, luar biasa. Aku yakin Pipi dan Mimi akan dibuat pusing dengan kelakuan dua anak kembar mereka," ucap Helena sambil terkekeh.
"Atau mungkin kau lebih suka gadis asli Indonesia. Andara, sepupunya Jasmine sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun."
Hans langsung tersedak.
"Uhukk... Uhukk..."
__ADS_1
"Apa kakak mau aku masuk ke dalam mulut singa?" bentak Hans.
"Dia bukan wanita anggun, tapi singa betina. Dia itu membenci pria bule. Bahkan Darren dan Darrel saja dimusuhi olehnya."
"Apa itu benar?" tanya Helena.
"Kalau kakak tidak percaya, tanya saja pada double D," jawab Hans.
Helena menatap Hans dengan tatapan curiga. "Apa kau sudah mempunyai kekasih di Amerika? Dan kau sengaja menyembunyikan hubungan kalian."
"Nope, kakakku sayang. Tak ada wanita dari ras manapun yang aku kencani. Waktu dan pikiranku saat ini masih aku gunakan untuk fokus dengan penemuan software terbaruku. Sudah jangan bahas wanita lagi, aku malas Kak," jawab Hans.
Helena mendengus kesal. "Daddy, Mommy. Sepertinya kalian harus memeriksakan putra kalian ini. Siapa tahu dia tidak normal? Dari sekian banyak gadis cantik di sini, tidak ada satupun yang membuatnya tertarik," adu Helena.
"Apa benar itu, Son?" tanya Tuan Narendra.
"Apaan sih, Kak? Jangan dengarkan ucapan Kak Helena, Dad. Aku masih normal," ucap Hans.
"Kalau begitu buktikan. Daddy tidak pernah melihatmu dekat dengan gadis manapun, selain Jasmine dan Azzura," ucap Tuan Narendra.
Hans menghela napas panjang.
"Aku ini sangat selektif, Daddy. Aku tidak mau dengan gadis yang mainstream. Aku mempunyai standart yang tinggi. Aku ingin gadis yang langka, bukan hanya modal cantik saja, tapi juga pintar kalau bisa mengimbangi kecerdasan otakku. Selain itu rajin beribadah dan pastinya sayang kepada Daddy dan Mommy," ucap Hans dengan sombongnya.
"Luar biasa sekali. Berharap itu boleh adikku, tapi tidak boleh sombong," ujar Helena.
"Hehe... Kan hanya sedikit, Kak," sahut Hans.
"Terserah kau saja. Tapi jangan terlalu lama, Daddy tidak mau ada keturunan Hermawan yang menjadi bujang lapuk," ujar Tuan Narendra.
"Daddy tenang saja. Kalau sudah waktunya nanti Hans akan membawakan calon menantu untuk Daddy dan Mommy," jawab Hans.
Hans segera pergi untuk mengambil es krim lagi, karena otaknya mulai memanas gara-gara meladeni ocehan kakaknya, Helena.
**Bersambung** ....
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel author lainnya:
**1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU**
**2. I'm The Unstoppable Queen**
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰