Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 57. Merindukanmu


__ADS_3

Suasana malam hari ini di kota Berlin sangat ramai dengan gemerlap lampu di seluruh penjuru kota. Menandakan bahwa saatnya kehidupan malam untuk bangkit. Pemandangan malam hari di kota besar ini tak kalah indahnya dengan pemandangan saat siang hari. Club dan bar saling berlomba untuk menyajikan kesenangan bagi para pelanggan.


Meskipun tidak sedang berada di sebuah club, tempat yang saat ini dihadiri oleh Aiden juga tak kalah meriah. Aiden menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh salah satu kliennya. Dengan dentuman musik yang cukup keras yang diciptakan oleh salah satu DJ ternama, menandakan bahwa pesta berlangsung dengan sangat meriah dan luar biasa.


Hampir semua orang berdansa dan bergoyang ria, sedangkan Aiden hanya berdiri di salah satu sudut ruangan dengan segelas wine di tangannya. Aiden sedang tidak berminat untuk berpesta, namun dia hanya ingin menghormati sang tuan rumah yang telah mengundangnya.


"Apa kau tidak menyukai pestanya, Aiden?" tanya seorang wanita cantik yang datang bersamanya.


"Suka, Cassandra," jawab Aiden singkat.


"Tapi mengapa kau tidak bersemangat sayang? Ayo kita ikut berdansa bersama mereka," ajak Cassandra.


"Kau saja yang berdansa. Aku sedang tidak berminat," jawab Aiden.


"Ayolah sayang. Aku ingin berdansa denganmu. Kita bersenang-senang malam ini. Seperti yang selalu kita lakukan dulu, sayang," ucap Cassandra sedikit memaksa.


Cassandra bergelayutan manja pada lengan Aiden. Aiden melepaskan Cassandra yang terus menempel pada dirinya dan memberikan tatapan tajamnya.


"Sudah kukatakan, aku sedang tidak berminat. Dan kata "kita" itu hanya masa lalu," ucap Aiden dingin.


Cassandra sedikit terkejut mendapatkan tatapan sedingin itu pada Aiden. Cassandra adalah mantan pacar Aiden. Wanita yang pertama kali disentuh oleh Aiden. Karena Cassandralah Aiden menjadi seorang cassanova. Cassandra meninggalkan Aiden dan pergi bersama pria lain yang dianggaplah lebih matang dan mapan. Dan sekarang Cassandra kembali untuk mengejarnya dan berusaha untuk mendapatkan hati Aiden lagi.


"Sebaiknya kau bergabung dengan teman-temanmu itu," ucap Aiden sambil menunjuk kumpulan wanita yang duduk di dekat meja bar.


"Baiklah. Sepertinya moodmu sedang tidak baik sayang. Kamu tenangkan dirimu dulu. Aku akan pergi menyapa teman-temanku dulu," ucap Cassandra, lalu melangkah pergi meninggalkan Aiden.


"Hai, girls!" sapa Cassandra yang sedang berjalan dengan anggunnya memamerkan tubuh seksi dan kaki jenjangnya.


"Oh, hai Cassandra, my bestie," sapa Demy, sahabat Cassandra.


Keduanya saling berpelukan dan memberikan ciuman di pipi kiri dan kanan.


"Kapan kau kembali dari kegiatan travelling panasmu itu, Casey? Apa kau sudah mulai bosan mencicipi berbagai macam es loli dengan size yang berbeda-beda?" tanya Demy dengan nada menggoda.


"Well. Dua hari yang lalu aku tiba di Jerman. Ya, mungkin kau benar, Demy. Aku sedang lelah berpetualang," jawab Cassandra sambil tertawa pelan.


"Aku senang sekali bisa bertemu denganmu Demy dan juga kalian semua girls. Kalian semua terlihat luar biasa setelah beberapa tahun kita tidak berjumpa," ucap Cassandra dengan senyum fake nya.


"Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan dirimu yang selalu tampil sempurna dan memukau, Casey," sahut Demy.


Cassandra pura-pura tersenyum malu.


"Aku melihatmu datang ke tempat ini bersama Aiden. Apa kalian kembali bersama?" tanya Demy penasaran.


Cassandra memberikan senyumannya.


"Seperti yang kalian lihat sekarang. Yah, kami memang kembali bersama. Aiden selalu tergila-gila dengan permainanku di atas ranjang dan pastinya aku selalu membuat dia ketagihan," ucap Cassandra sambil tersenyum.


"Bukan hanya itu girls. Aiden juga sudah melamarku dan tak lama lagi kami akan menikah," ujar Cassandra sombong sambil memamerkan cincin bertabur berlian di jari manis tangan kirinya.

__ADS_1


Teman-teman Cassandra menutup mulut mereka tak percaya. Kemudian mereka memberikan ucapan selamat dengan berbagai senyuman yang berbeda. Ada yang tulus merasa senang, namun ada juga yang merasa iri karena Cassandra bisa mendapatkan pria sesempurna Aiden. Pria yang sempurna fisiknya, dompetnya, dan terutama keperkasaan dan kehebatannya di atas ranjang.


Aiden masih setia dengan diamnya. Meskipun jaraknya dengan Cassandra cukup jauh, Aiden bisa mengetahui jika saat ini Cassandra sedang membual di hadapan teman-temannya. Aiden mendengus kesal. Dia terpaksa datang ke pesta bersama Cassandra, karena permintaan ayah Cassandra yang sedikit memohon.


Tanpa sengaja kedua mata Aiden melihat sosok wanita yang selalu dia rindukan.


"Emily," gumam Aiden.


Wanita itu memakai dress berwarna putih dengan rambut panjang yang digerai. Wanita itu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan pesta. Aiden segera meletakkan gelasnya dan mengejar wanita yang diduganya sebagai Emily itu.


Saat berada di lorong bangunan itu Aiden melihat wanita itu semakin menjauh.


"Emily!" panggil Aiden.


Wanita itu semakin mempercepat langkahnya dan sedikit berlari. Aiden terus mengejarnya. Karena kurang fokus, Aiden tanpa sengaja menabrak pelayan yang sedang membawa minuman.


Pyarrr... (terdengar suara gelas yang pecah)


"Maafkan, aku tidak sengaja. Ini untuk mengganti kerugianmu," ucap Aiden sambil memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan itu.


Aiden terus mencari keberadaan wanita itu. Dan sorot matanya menemukan sosok wanita berdaun putih berdiri menghadap ke taman. Aiden segera menghampirinya.


"Emily," panggil Aiden sambil menarik lengan wanita itu dan menghadap padanya.


"Auh...," pekik wanita itu sedikit kaget.


"Maaf Nona. Saya pikir Anda adalah teman saya. Sekali lagi maaf," ucap Aiden.


Aiden segera meninggalkan wanita itu.


"T-tidak apa-apa Tuan," ucap wanita itu sambil memaksakan senyumannya.


Aiden mengedarkan pandangannya ke penjuru tempat itu, namun orang dia cari tidak ada.


"Aiden sayang. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Cassandra.


Saat melihat Aiden keluar dari ruangan pesta, Cassandra langsung mengejarnya.


"Aku hanya mencari udara segar. Sebaiknya kita pulang sekarang," jawab Aiden.


"Apa kau yakin? Pestanya kan belum selesai," ucap Cassandra.


"Kalau kau masih ingin berada di sini, silakan. Aku mau pulang," ucap Aiden dingin.


"Tidak. Aku ikut pulang denganmu. Dan kita bisa bersenang-senang berdua nantinya," sahut Cassandra dengan wajah riangnya.


Aiden mengantarkan Cassandra sampai di depan mansion keluarga Cassandra.


"Mengapa kita pulang ke sini, sayang? Aku pikir kau akan membawaku ke apartemenmu atau ke hotel mewah, lalu kita akan menikmati malam yang indah ini," ucap Cassandra dengan manja.

__ADS_1


Dengan beraninya Cassandra mengarahkan tangannya mengelus paha Aiden dan hendak menyentuh anaconda Aiden. Aiden segera menepis tangan Cassandra dengan kasar membuat Cassandra tersentak.


"Aku sudah bilang. Aku sudah tidak tertarik padamu, j****g! Jaga sikapmu!" bentak Aiden dengan tatapan mata dingin.


"Keluar dari mobilku sekarang juga! Aku tidak ingin berlama-lama di sini," perintah Aiden.


"Tapi?" tolak Cassandra.


"Jangan sampai aku bersikap kasar padamu. Kau keluar sendiri atau aku akan menarikmu keluar dengan paksa!" ancam Aiden.


"Ingat Aiden perusahaan Daddyku bekerja sama dengan perusahaan keluarga Morris, termasuk dengan Red Dragon," ucap Cassandra tak terima.


"Aku tidak peduli. Kalau perlu saat ini juga aku batalkan semua hubungan kerja sama itu," sahut Aiden.


Cassandra pun keluar dari mobil Aiden dengan wajah kesalnya. Aiden segera melajukan mobilnya pergi dari mansion itu menuju apartemen pribadinya.


Aiden duduk di tepi ranjangnya, tempat dia mengoyak mahkota Emily untuk pertama kalinya. Aiden meneguk sebotol vodca.


"Kau di mana, Em? Aku sangat merindukanmu. Bukan hanya tubuhmu, tapi dirimu sepenuhnya," gumam Aiden dengan mata yang mulai memerah.


Tiba-tiba Aiden merasakan rasa sakit di dada bagian kirinya. Aiden segera meletakkan botol vodcanya di atas nakas, lalu naik ke atas ranjang.


"Aarrggghh!! Mengapa dadaku sakit sekali? Apa yang terjadi padaku, Tuhan?" pekik Aiden sambil meringkuk di atas ranjang.


Semakin lama Aiden merasakan dadanya semakin sakit. Aiden bahkan sampai mengeluarkan air mata. Terdengar suara rintihan kesakitan dari bibir Aiden. Tak lama kemudian, Aiden tak sadarkan diri.


Bersambung ....


...*****...


Apa yang sebenarnya terjadi dengan Aiden ya???😱


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2