Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Extra Part 5. Happiness


__ADS_3

Reymond dan Heidi kembali ke mansion dengan wajah penuh kebahagiaan. Reymond tiada henti mengumbar senyumannya, mengingat momen indah yang telah dia dan Heidi lakukan selama di apartemen.


"Apa kau tidak takut gigimu jadi kering, Rey? Lama-lama kau seperti orang yang tidak waras," celetuk Axel.


Reymond semakin melebarkan senyumannya.


"Aku memang sudah tidak waras. Surga dunia memang luar biasa ya Axel," sahut Reymond dengan kedua tangannya menyangga kapalanya dan tersenyum sok imut.


Axel jadi merinding melihatnya.


"Sudah Rey, jangan terus menerus senyum seperti itu. Keluarga Alvaro sudah siap untuk berangkat," seru Heidi sedikit kesal melihat tingkah suaminya itu.


Reymond langsung berhenti tersenyum.


"Memangnya kalian mau ke mana?" tanya Reymond kepada Axel bingung.


"Kami mau berangkat ke Jerman, lalu ke Perancis. Jasmine akan menempati apartemennya, dan Evan juga akan kembali ke Indonesia. Kami tidak mungkin terus menerus menunggui pengantin baru yang tidak waras sepertimu," jawab Axel.


"Kenapa secepat itu? Aku kan masih merindukan Baby Triplets," ucap Reymond sedih.


"Kau kan sudah bisa buat sendiri. Sana lebih rajin lagi buatnya biar cepat jadi," sahut Axel.


"Xel," seru Helena sambil melotot.


Axel langsung terdiam. Reymond menatap istrinya dan tersenyum. Heidi langsung mencubit perut suaminya dengan wajah merona. Keluarga Alvaro pun akhirnya berpamitan kepada Tuan Calland dan keluarga. Sedangkan kedua orang tua Reymond sudah kembali ke Indonesia.


"Terima kasih banyak Tuan dan Nyonya Calland atas kebaikan hati kalian karena telah menjamu kami dengan baik, selama kami tinggal di sini," ucap Tuan Zayn.


"Sama-sama Tuan Alvaro. Kami juga merasa senang kalian berkenan tinggal di sini. Kalian hati-hati dan semoga selalu sehat dan selamat sampai tujuan," ucap Tuan Calland.


Tuan Zayn dan Tuan berjabat tangan.


"Baby Triplets, Uncle pasti akan merindukan kalian. Terutama si cantik Cilla," ucap Reymond dengan raut wajah sedih.


Reymond pun mencium Baby Triplets bergantian. Keluarga Alvaro pun meninggalkan mansion keluarga Calland menuju apartemen Jasmine.


"Kami pamit dulu ya sayang. Jaga dirimu baik-baik dan tetap fokus belajar. Tidak perlu memikirkan si Evan. Biarkan dia fokus bekerja dan belajar mencari nafkah sendiri," ucap Tuan Zayn.


Jasmine dan Evan tersenyum mendengar penuturan Tuan Zayn.


"Papa tidak perlu khawatir. Jasmine janji tidak akan mengecewakan Papa dan kalian semua," ucap Jasmine sambil memeluk ayahnya.


"Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami ya. Mama akan selalu mengirimkan doa untukmu, sayang. Kalau uang, itu tugas Papamu untuk mengirimkannya," ucap Nyonya Aline sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih, Mama," ucap Jasmine sambil memeluk dan mencium pipi ibunya.


Jasmine juga memeluk Axel dan Helena secara bergantian, lalu mencium Baby Triplets. Jasmine pun mendekati Evan.


"Kamu harus selalu jaga diri dan hatimu baik-baik selama di sini. Jangan sampai telat makan dan jangan sampai sakit. Jika sedang tidak sibuk aku akan menghubungimu. Dan nantinya aku akan menyempatkan waktu untuk mengunjungimu," ucap Evan lembut.


Jasmine mengangguk dan tersenyum.


"Tentu saja. Kau juga harus menjaga diri dan hatimu baik-baik selama di sana," ucap Jasmine.


Mereka pun berpisah. Evan pulang kembali ke Indonesia untuk belajar memimpin salah satu cabang perusahaan milik Keluarga Sahir. Tuan Zayn, Nyonya Aline, Axel, Helena dan Baby Triplets terbang ke Jerman untuk menjenguk adik Irene, Abigail. Mereka juga berkunjung ke kediaman Keluarga Morris.


Emily senang sekali bisa berjumpa dengan Helena dan Baby Triplets. Saat asyik bercengkerama dengan Helena, Emily mengalami kontraksi. Aiden dan keluarga Morris langsung membawa Emily ke rumah sakit. Dokter Samantha yang menjadi dokter pribadi Emily, langsung menanganinya.


"Bayi kalian sudah tidak sabar ingin lahir ke dunia," ucap dokter Samantha. "Aku sarankan Emily melahirkan secara cesar, karena sebelumnya Emily sudah melakukan operasi untuk mengeluarkan salah satu bayi kembar kalian."


"Lakukan yang terbaik Samantha. Kau harus memastikan istri dan anakku sehat dan selamat," sahut Aiden dengan wajah cemasnya.


Dokter Samantha mengangguk. Pihak rumah sakit segera menyiapkan ruang operasi. Emily segera dibawa masuk ke ruang operasi, dan Aiden dengan setia menemaninya. Tuan Arnold dan Nyonya Daisy terus memanjatkan doa untuk keselamatan menantu dan calon cucu mereka. Mereka juga sudah menghubungi orang tua Emily.


"Kau tidak perlu takut cintaku. Aku akan selalu mendampingimu," ucap Aiden lembut saat melihat Emily yang terus meringis kesakitan karena kontraksi yang dia rasakan semakin sering muncul.


Emily tersenyum.


Dokter Samantha bersama tim medisnya segera melakukan tindakan operasi. Selama operasi berlangsung, Aiden terus membaca doa dan membisikkan ke telinga istrinya. Dan akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi dengan kerasnya.


"Oeekkk... oeekkk."


Aiden langsung mengangkat wajahnya.


"Selamat anak kalian lahir dengan sehat dan selamat, berjenis kelamin laki-laki dan sangat tampan," ucap dokter Samantha.


"Terima kasih Tuhan. Akhirnya keluarga kita lengkap, my love. Terima kasih banyak kau telah memberikan bayi yang tampan untukku," ucap Aiden, lalu mencium kening Emily sambil menangis.


Emily juga ikut menangis bahagia bercampur haru. Tuan dan Nyonya Morris terus mengucap syukur atas kelahiran cucu pertama mereka. Tuan Andrew dan istrinya sudah tiba di rumah sakit. Setelah dilakukan observasi, Emily dan bayinya dipindahkan ke ruang rawat VVIP.


"Tampan sekali cucu Grandpa, benar-benar mewarisi ketampanan Grandpa Arnold," ucap Tuan Arnold dengan bangganya.


"Tidak mungkinlah. Ketampanannya dia warisi dari aku, Dad," ucap Aiden tak terima.


"Bagus. Lalu kau mendapatkan ketampanan itu warisan dari siapa?" sahut Tuan Arnold.


"Tentu saja dari keluarga Morris," jawab Aiden sambil cengengesan.

__ADS_1


"Sudah jangan ribut. Apa kalian tidak malu dengan besan dan mertua kalian? Bahkan Axel dan Helena juga harus melihat pertengkaran kalian yang tidak bermanfaat itu," ucap Nyonya Daisy.


Axel dan Helena tersenyum geli melihat tingkah Aiden dan ayahnya.


"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya Helena.


"Tentu saja," sahut Aiden.


"Angelo Oliver Morris."


"Hello, Baby Angelo," panggil semua yang ada di sana.


"Selamat Aiden dan Emily, kebahagiaan kalian semakin lengkap dengan kehadiran Baby Angelo," ucap Helena.


"Terima kasih, Helen," ucap Emily sambil tersenyum bahagia.


Aiden dan Emily sangat bahagia dengan kehadiran Baby Angelo di tengah rumah tangga mereka. Kebahagiaan juga dirasakan oleh Keluarga Morris dan keluarga besar Emily.


Axel dan Helena segera pulang ke mansion Alvaro karena merindukan Baby Triplets. Dua hari kemudian mereka membawa Baby Triplets terbang ke Paris, Perancis untuk bertemu dengan Grandpa Narendra dan Grandma Charlotte. Setelah menghabiskan waktu selama dua minggu, keluarga Alvaro kembali ke Indonesia.


Tunggu kelanjutan ceritanya di Season 2.


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2