Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chaper 80. Makcomlang


__ADS_3

"Jadi kau seorang dokter?" tanya Heidi saat keduanya berada dalam lift.


Pada pertemuan singkat mereka sebelumnya di Jerman, Reymond dan Heidi tidak sempat mengenal lebih jauh satu sama lain.


"Ya, aku seorang dokter dan bekerja di rumah sakit ini, rumah sakit milik Helena," jawab Reymond.


Heidi melebarkan matanya.


"Jadi rumah sakit besar ini milik Helena," ucap Heidi.


"Helena adalah pemilik rumah sakit ini bersama dokter Narita, adik dari nenek Axel. Helena dulunya juga seorang dokter biasa yang bekerja di rumah sakit ini sama sepertiku. Lalu Axel membeli 50% saham rumah sakit ini atas nama Helena. Pria posesif itu tidak ingin aku terus berusaha mendekati istrinya," terang Reymond sambil tertawa pelan.


Heidi menyerngitkan dahinya.


"Apa kau menyukai Helena?" tanya Heidi penasaran.


Reymond mengangguk sambil tersenyum.


"Ya aku jatuh cinta pada Helena. Tapi itu dulu," jawab Reymond.


"Dan sekarang?" tanya Heidi lagi.


"Aku menyayanginya sebagai teman dan saudariku. Kau tahu sendiri Axel dan Helena saling mencintai. Dan bukan hal yang terpuji jika aku masih mengharapkan istri orang lain," jawab Reymond sambil tersenyum.


Heidi tersenyum, dalam hati dia senang mendengar jawaban Reymond.


"Kau jauh-jauh datang ke negara ini bukan hanya sekedar ingin menjenguk Helena, kan?" tanya Reymond.


"Sebenarnya aku datang ke sini untuk mewakili perusahaan dan melakukan pertemuan penting dengan para petinggi Alvaro Group dan beberapa klien yang lain. Namun pertemuan itu ditunda karena menantu keluarga Alvaro melahirkan ketiga calon penerus Alvaro Group selanjutnya. Aku mencari informasi di rumah sakit mana Helena melahirkan, dan di sinilah aku sekarang," jawab Heidi.


"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi," ucap Reymond.


"Aku juga senang bertemu denganmu lagi, Rey," ucap Heidi sambil tersenyum malu.


Reymond dan Heidi keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Helena.


"Assalamualaikum," ucap Reymond.


"Waalaikumsalam," jawab Axel.


Reymond masuk dan dibelakangnya ada Heidi yang mengikutinya. Axel terkejut melihat kedatangan Heidi.


"Di mana keponakan-keponakan hebatku?" tanya Reymond.


"Mereka sedang tidur di dalam box bayi," jawab Axel.


"Tuan Narendra, Nyonya Charlotte," sapa Heidi dengan sopan.


"Silakan masuk Nona Heidi. Terima kasih sudah berkenan datang menjenguk putri dan ketiga cucu kami," ucap Tuan Narendra.


Nyonya Charlotte hanya mengangguk tanpa menjawab.


"Mau apa wanita ini datang ke sini?" tanya Axel dengan wajah tidak suka.


"Heidi ingin menjenguk Helena dan ketiga bayi kalian," jawab Reymond.


"Heidi. Senang bisa bertemu denganmu lagi. Kemarilah," ucap Helena.


Axel dan Nyonya Charlotte terkejut melihat Helena terlihat sudah akrab dengan Heidi.


"Sayang?" protes Axel.


"Heidi dan aku sudah berteman, Xel. Kau tidak perlu khawatir," ucap Helena.


"Tenanglah Tuan Axello, saya sudah tidak tertarik lagi dengan Anda," ucap Heidi cuek sambil melangkahkan kakinya menuju ranjang Helena.


Sedangkan Reymond sudah berada di dekat box bayi dengan wajah berbinarnya, saat kedua bola matanya menatap tiga malaikat kecil yang sedang tertidur lelap. Heidi meletakkan bingkisan yang dibawanya di atas nakas.


"Selamat Helena atas kelahiran ketiga bayimu. Aku turut berbahagia," ucap Heidi sambil memeluk Helena.


"Terima kasih, Heidi," ucap Helena. "Kapan kau tiba di Indonesia?"


"Tadi malam aku tiba. Sebenarnya hari ini ada pertemuan penting dengan para petinggi Alvaro, tapi ditunda karena istri sang CEO melahirkan," jawab Heidi sambil tersenyum.


"Halo, keponakan-keponakan tampan dan cantiknya uncle Rey yang tampan tiada tara," sapa Reymond.


"Jangan kau ajari ketiga anakku yang polos dengan kebohongan akutmu. Sudah jelas Daddy merekalah yang paling tampan," sahut Axel.


"Dasar sirik," jawab Reymond sambil mendengus kesal.


Baby Arsyila menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya perlahan.

__ADS_1


"Oh, baby cantiknya Daddy bangun. Pasti gara-gara dengar suara berisik uncle jelek ini ya," ucap Axel kepada putrinya.


"Si cantik bukannya terganggu oleh suaraku, tapi karena merindukanku," sahut Reymond.


Reymond mengambil baby Arsyila dari dalam box bayi dan menggendongnya.


"Pelan-pelan, Rey. Jangan sampai putriku terluka," teriak Axel.


"Kau tenang saja. Aku ini seorang dokter," ucap Reymond.


Tuan Narendra dan Nyonya Charlotte menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku kedua pria dewasa itu yang seperti anak kecil.


"Halo cantik, kau merindukan Uncle Rey. Benar kan, Baby Cilla?" ucap Reymond.


Baby Arsyila tersenyum.


"Hei namanya Arsyila bukan Cilla," protes Axel.


"Tapi dia senang dipanggil Cilla. Coba lihat," ucap Reymond.


"Baby Cilla," panggilnya.


Baby Arsyila langsung tersenyum sambil memainkan lidah mungilnya. Axel membelalakkan matanya tak percaya.


"Benar kan?" cibir Reymond.


Axel mendengus kesal. Dia cemburu melihat bayinya menyukai panggilan baru dari Reymond.


"Sini berikan padaku. Dia anakku, bukan anakmu," ucap Axel kesal.


"Ayolah Axel, jangan pelit seperti itu. Aku baru sebentar menggendongnya," protes Reymond.


Heidi terkejut melihat kelakuan Axel dan Reymond yang rebutan Baby Arsyila.


"Jangan kaget ya Heidi. Kelakuan mereka memang seperti itu jika sudah bertemu. Tidak pernah akur," ucap Helena sambil memutar bola matanya malas.


Heidi terkekeh mendengar ucapan Helena.


"Kalau kau ingin punya yang secantik ini, sana buat saja sendiri," sahut Axel.


"Buat sama siapa? Calon saja belum punya," jawab Reymond kesal.


"Makanya cari, biar hidupmu tidak mengenaskan," ejek Axel.


"Nyonya Charlotte, apakah Helena punya saudara kembar? Supaya bisa saya ajak buat anak. Eh salah, maksudnya mau saya ajak nikah," tanya Reymond dengan wajah memelas.


"Maaf dokter Rey, anakku yang masih single hanya tinggal Hans," jawab Nyonya Charlotte sambil tertawa.


"Haahhh... Yang ada nantinya aku dan Hans akan bermain anggar," ucap Reymond kesal.


Axel tak bisa menahan tawanya melihat wajah kesal Reymond.


"Sebenarnya calonnya sudah ada Rey, tapi kau saja yang tidak peka," ucap Helena sambil melirik Heidi.


Heidi menjadi salah tingkah dan pipinya bersemu merah. Beruntung posisinya saat ini sedang membelakangi Reymond, sehingga Reymond tidak bisa melihatnya.


"Oh ya, bagaimana kalian berdua bisa datang bersama?" tanya Axel.


"Aku tak sengaja melihat Heidi di tempat resepsionis. Jadi aku sapa dan aku antarkan dia ke sini," jawab Reymond.


"Bagaimana kalian bisa kenal?" tanya Axel penasaran.


"Kami tidak sengaja bertemu saat berada di Jerman beberapa bulan yang lalu," jawab Reymond.


Satu jam kemudian, Heidi pamit pulang ke apartemen yang telah disewanya selama berada di Indonesia dan diantarkan oleh Reymond.


"Mengapa kau senyum-senyum sendiri, El? Kau sedang tidak memikirkan pria lain kan?" tanya Axel dengan wajah cemberutnya.


Helena tertawa.


"Kemarilah, Xel," ucap Helena sambil menepuk sisi ranjang yang ada di sampingnya.


Axel langsung naik ke atas ranjang dan duduk menghadap Helena.


"Apa kau tahu, Xel? Tuhan telah berbaik hati memberikanku suami yang baik, tampan, mapan, hebat dan perkasa. Bahkan saking perkasanya telah membuatku sekali hamil langsung 3 anak kembar," ucap Helena.


Axel tersenyum bangga.


"Untuk memikirkan dirimu saja tiada habisnya. Bagaimana mungkin aku punya waktu untuk memikirkan pria lain?" tambahnya.


Axel langsung mencium bibir Helena lembut.

__ADS_1


"Aku tadi membayangkan bagaimana jika Reymond dan Heidi bersama, pasti terlihat sangat serasi. Mereka kan sama-sama single," terang Helena.


"Jangan bilang kau ingin menjadi makcomlang dan menjodohkan mereka," sahut Axel.


Helena hanya mengangkat kedua bahunya.


"Boleh ya, Xel. Sekali saja," mohon Helena.


"Oh, ayolah El. Jangan ikut campur urusan pribadi orang lain. Kamu fokus saja sama aku dan ketiga bayi kita," ucap Axel tak setuju.


"Sebenarnya sudah ada ketertarikan diantara mereka, hanya saja Rey yang tidak peka. Aku bisa melihat bagaimana tatapan mata Heidi pada Rey, Heidi menyukai Rey," sahut Helena.


"Bagaimana dengan Reymond? Kita kan tidak tahu bagaimana perasaannya pada Heidi," ucap Axel.


Axel segera berbaring di samping Helena dan memeluk Helena.


"Berhubung baby triplets sedang tidur, sebaiknya kita tidur juga. Aku masih mengantuk karena semalam begadang bersama baby triplets," ujar Axel.


"Baiklah, suamiku sayang," ucap Helena manja.


"Jangan bersuara manja, El, nanti kau bisa membangunkan X-Lo yang sedang berhibernasi dalam waktu lama," ucap Axel.


Helena berusaha menahan tawanya dalam pelukan Axel. Axel pun memeluknya semakin erat sambil berusaha menahan hasrat yang mulai bangkit.


Reymond menghentikan mobilnya di tempat parkir yang berada di sebuah gedung apartemen yang menjulang tinggi.


"Jadi kau menyewa apartemen di sini? Lantai berapa?" tanya Reymond.


Heidi mengangguk.


"Lantai 15," jawab Heidi.


"Aku juga tinggal di apartemen ini," ucap Reymond.


"Apa kau serius? Di lantai berapa?" tanya Heidi.


"Di lantai paling atas," jawab Reymond.


"Maksudmu kau tinggal di salah satu penthouse yang ada di gedung ini?" tanya Heidi tak percaya.


Reymond mengangguk sambil tersenyum. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam gedung apartemen. Keduanya masuk ke dalam lift menuju lantai tempat mereka tinggal.


"Apa kau tidak bekerja hari ini, Rey?" tanya Heidi.


"Hari ini adalah hari liburku. Aku shift sore kemarin. Dan aku ingin istirahat hari ini," jawab Reyamond.


"Oh ya, berikan ponselmu," ucap Reymond.


Heidi segera memberikan ponselnya. Reymond mengetik nomor ponselnya di ponsel Heidi, lalu menghubungi ponselnya sendiri.


"Ini nomorku dan simpanlah. Kalau kau butuh bantuan hubungi nomorku," ucap Reymond dan mengembalikan ponsel Heidi.


"Akan aku simpan, terima kasih," ujar Heidi.


Saat tiba di lantai 15, Heidi dan Reymond berpisah. Heidi keluar dari lift dan menuju unit apartemennya.


"Hai cantik," sapa seorang pria asing dengan tatapan tak senonoh.


Heidi mengabaikan pria itu dan segera masuk ke dalam apartemennya lalu mengunci pintunya.


Bersambung ...


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel pertama author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen (new novel)


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2