Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 56 Hadiah Untuk Para Wanita Ular


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Saat ini kandungan Helena sudah berusia lima bulan. Couvade syndrome yang dirasakan Axel semakin menjadi dan membuatnya semakin tidak bisa berdekatan dengan wanita lain. Perutnya seketika mual saat melihat wanita ular, wanita yang menatapnya dengan tatapan memuja.


Sedangkan ngidam Helena juga semakin menjadi saat dia bertemu dengan Reymond. Dan Helena semakin sering datang ke rumah sakit untuk mengusir rasa bosannya.


Seperti kali ini, Helena meminta Reymond untuk membelikan stik daging di salah satu restoran ternama yang ada di mall M2. Helena ingin Reymond memastikan proses pembuatan stik daging itu secara langsung dengan mata kepalanya sendiri.


Reymond mendengus kesal. Reymond tidak bisa menolak saat Helena memberikan tatapan memelas dan tetesan air matanya. Jika dulu Reymond selalu mengharapkan kehadiran Helena di rumah sakit, tapi tidak dengan sekarang.


Jika Helena datang ke rumah sakit, itu artinya penderitaan pasti akan datang padanya karena Helena pasti meminta hal yang aneh-aneh dengan alasan permintaan baby triplets.


"Kenapa Helena tidak memintanya pada suaminya, si kulkas tiga pintu itu? Kan dia yang enak-enak buatnya sama Helena. Mengapa harus aku?" gumam Reymond sambil mendengus kesal.


Stik daging pesanan Helena sudah siap. Reymond segera menerima bungkusan makanan itu dan hendak kembali ke rumah sakit. Namun langkahnya berhenti saat melihat Axel dan kedua asistennya masuk ke dalam ruangan VIP restoran itu. Axel ada agenda pertemuan dengan rekan bisnis Alvaro Group.


Reymond masih bisa melihat keadaan di dalam ruangan VIP itu karena pembatasnya terbuat dari kaca. Reymond melihat ada wanita cantik dan seksi sudah menunggu kedatanga Axel.


"Dasar kulkas tiga pintu. Sekarang dia seenaknya bertemu dengan wanita cantik dan seksi. Sedangkan aku menderita karena harus memenuhi ngidam istrinya," gerutu Reymond.


Reymond membatalkan niatnya untuk segera kembali ke rumah sakit. Dia memilih duduk di salah meja pelanggan dan memesan minuman. Reymond sengaja ingin mengintai Axel, hatinya merasa penasaran.


Tak selang berapa lama, ada seorang wanita cantik menggunakan mini dress berwarna merah masuk ke dalam ruangan VIP bersama seorang pria yang sepertinya adalah asisten wanita tersebut.


Kedua wanita itu duduk di seberang Axel. Axel sengaja meminta disiapkan meja yang panjang agar dia bisa menjaga jarak dengan para kliennya.


"Selamat siang Tuan Axello. Perkenalkan nama saya Davina Golden, perwakilan dari Gonden Company. Senang akhirnya bisa bertemu dengan CEO Alvaro Group secara langsung. Ternyata Anda lebih tampan dari rumor yang beredar," ucap Davina dengan tatapan menggoda.


Axel hanya mengangguk dan menampilkan wajah dinginnya. Perut Axel semakin mual dan berusaha untuk menahannya.


"Perkenalkan juga Tuan Axello, saya adalah Maureen Brown, perwakilan dari Earth Company," ucap Maureen dengan tatapan tak kalah menggodanya dengan Davina.


"Sial! Perutku semakin mual," batin Axel dengan tubuhnya yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


Maureen dan Davina saling memberikan senyum sinis dan tatapan sengit.


"Baiklah, mari kita mulai rapat pada hari ini. Silakan Nona Davina memulai terlebih dahulu mempresentasikan rencana kerja yang kalian ajukan untuk kerja sama kita," ucap William.


Davina segera berdiri dan mengambil berkas yang dibawanya untuk diserahkan langsung kepada Axel. Irene yang berdiri di samping Axel, segera melangkah dan mengambil berkas itu dari Davina. Davina terlihat kesal karena tidak bisa berdekatan dengan Axel.


Davina pura-pura terpelesat dan terjatuh ke pangkuan Axel. Sontak Axel langsung mendorong tubuh Davina dan membuatnya terjatuh tersungkur di lantai. Maureen tersenyum dan berusaha menahan tawanya.


Davina berdiri dan mendekati Axel.


"Menjauhlah dariku!" bentak Axel.


Namun Davina tak mendengarkannya.


"Maaf Tuan Axello. Saya tidak sengaja. Tubuh Anda bagian mana yang sakit Tuan?" tanya Davina yang nekat berdiri di hadapan Axel.


Davina berharap Axel akan terpesona dengan kecantikannya. Namun harapannya tak sesuai dengan kenyataan.


Hoek... Syuuurrr....


Axel mengeluarkan muntahannya tepat seperti air mancur ke tubuh Davina.


Davina berteriak histeris saat mendapatkan muntahan dari Axel. Axel segera menjauh dari Davina. Namun di luar dugaan Maureen berada di dekatnya dan berusaha memberikan perhatian padanya.


"Anda tidak apa-apa Tuan Axello. Ijinkan saya membantu Anda," ucap Maureen dengan nada yang dibuat-buat.


Axel membulatkan matanya. Gejolak dalam perutnya pun muncul kembali. Bak gunung merapi yang meletus Axel mengeluarkan lagi muntahannya. Dan kali ini bukan hanya tubuh Maureen, tapi wajahnya juga mendapatkan anugerah tak terhingga, yaitu berupa muntahan kedua dari Axel.


Maureen pun berteriak tak kalah histerisnya dengan Davina. William segera membawa Axel pergi dari ruangan itu. Sedangkan Irene mengurus kedua wanita ular itu. Irene memberikan cek dengan sejumlah uang untuk ganti rugi. Irene juga memberikan ganti rugi kepada pihak restoran.


Reymond yang melihat adegan itu secara live langsung membelalakkan matanya dan meneguk salivanya kasar. Reymond mengikuti ke mana Axel dan William pergi.


Reymond melihat Axel keluar dari toilet yang ada di mall tersebut dan duduk di sebuah kursi panjang. Sedangkan William sedang membelikannya air minum untuk Axel. Reymond berjalan mendekatinya dan duduk di samping Axel. Axel terkejut melihat kedatangan Reymond.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Reymond.

__ADS_1


Reymond kasihan sekali melihat wajah pucat Axel.


"Apa kau melihat semuanya?" Axel balik bertanya.


"Ya, aku melihat kau memberikan muntahan kepada kedua wanita itu," jawab Reymond.


"Aku mengalami couvade syndrome selama Helena hamil. Dan aku tidak bisa berdekatan dengan wanita lain selain Helena dan orang-orang terdekatku. Aku akan merasa mual dan ingin muntah saat melihat wanita lain, terutama saat mereka memberikan tatapan memuja," ucap Axel.


"Aku yakin sekali itu pasti membuatmu sangat tersiksa dan menderita," sahut Reymond.


Axel tersenyum.


"Kau benar, aku memang tersiksa. Tapi aku juga senang. Itu artinya ketiga anakku secara tidak langsung telah membantu menjauhkanku dari para wanita ular seperti mereka," ucap Axel.


"Aku akui jika anak-anakmu sangat menyayangimu. Apa kejadian tadi pertama kalinya bagimu?" tanya Reymond.


Axel menggeleng.


"Itu sudah kesekian kalinya," jawab Axel sambil tersenyum.


Reymond melebarkan matanya.


"Ternyata dia lebih menderita dariku," batin Reymond.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Axel.


Reymond mengangkat bungkusan yang dibawanya dan menunjukkannya pada Axel.


"Apalagi kalau bukan memenuhi keinginan absurb istri dan ketiga bayimu," jawab Reymond.


Axel menyerngitkan dahinya.


"Apa itu?" tanya Axel penasaran.


"Ini adalah stik daging pesanan Helena dan aku harus menyaksikan langsung proses pembuatannya dan mengirimkan rekaman video padanya," jawab Reymond kesal.


Axel tertawa pelan. Axel tahu jika Helena sering ngidam yang aneh-aneh dan pastinya merepotkan Reymond saat Helena berada di rumah sakit.


Reymond mendengus kesal.


William dan Irene datang dengan membawakan air minum untuk Axel. Axel segera meneguk air minumnya untuk meredakan rasa mualnya.


"Kalian berdua kembalilah ke perusahaan dan handle pekerjaanku. Aku akan ikut Reymond ke rumah sakit. Aku membutuhkan obatku, yaitu istriku," ucap Axel.


"Baik Tuan. Apa Anda yakin tidak perlu kami antarkan?" tanya William.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku pasti akan membawa bos kalian ini dengan selamat untuk bertemu dengan istrinya," sahut Reymond.


"Aku baik-baik saja, Will. Kau tidak perlu khawatir," ucap Axel.


William dan Irene mengantarkan Axel sampai masuk ke dalam mobil Reymond. Mereka harus memastikan bosnya itu baik-baik saja. Setelah mobil sport Reymond meninggalkan parkiran mall M2, William dan Irene segera kembali ke perusahaan.


Dengan langkah sedikit gontai Axel menuju ruangan Helena. Reymond dengan baik hati membantu memapahnya saat berjalan.


Helena terkejut saat Axel masuk ke dalam ruangannya bersama Reymond. Helena terlihat cemas saat melihat wajah pucat suaminya. Axel duduk di atas sofa.


"Apa kau baik-baik saja, Xel?" tanya Helena khawatir.


"Mendekatlah, El. Aku membutuhkanmu," ucap Axel.


Helena segera duduk di samping Axel. Axel pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Helena dan memeluknya. Hati jomblo Reymond meronta-ronta melihat adegan mesra yang ada di hadapannya.


"Ini pesananmu, Helena. Aku kembali ke ruanganku ya," ucap Reymond.


"Terima kasih banyak Rey," ucap Helena.


Reymond mengangguk sambil tersenyum, kemudian melangkah pergi keluar dari ruangan Helena. Tak lupa juga Reymond menutup pintunya dari luar.


Helena memeluk suaminya.

__ADS_1


"Apa kau bertemu wanita ular lagi?" tanya Helena.


Axel mengangguk.


"Perutku sakit dan badanku lemas, El. Pelukan dan aroma tubuhmu sangat menenangkanku," ucap Axel.


Helena tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


Axel mengangkat wajahnya dan menatap Helena.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya. Bulan depan kita akan melakukan baby moon sesuai keinginanmu. Kita akan pergi ke manapun yang kau inginkan, sayang," ucap Axel.


Helena melebarkan matanya. Terlihat raut bahagia di wajahnya.


"Apa boleh kita ke Jerman dulu? Aku merindukan Emily. Entah mengapa ponselnya sulit sekali dihubungi," tanya Helena.


"Apapun yang kau inginkan, sayang," jawab Axel.


Helena tersenyum.


"Apa benar tidak apa-apa kau meninggalkan pekerjaanmu, Xel?" tanya Helena.


Axel mengangguk.


"Papa selalu siap sedia menggantikanku. Papa ingin kau menikmati masa kehamilanmu dengan hati bahagia bersamaku dan baby triplets," jawab Axel.


"Terima kasih, suamiku sayang. Aku mencintaimu," ucap Helena dan memberikan kecupan pada bibir Axel.


"Aku juga mencintaimu, istriku sayang," ucap Axel.


Axel menarik tengkuk leher Helena dan me****t bibir Helena dengan lembut. Tangan Axel mulai merayap.


"Tahan suamiku, kita berada di rumah sakit sekarang," ucap Helena mengingatkan.


Axel mendengus kesal.


"Ayo kita pulang sekarang. Kita naik taksi online saja, karena aku tadi ke sini bersama Reymond," ajak Axel.


Helena mengangguk dan tersenyum. Keduanya pun segera pergi meninggalkan rumah sakit dan kembali ke mansion Axel.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Pemilik rumah sakit mah bebas!


Mau datang dan pulang kapan pun sesuai keinginan hati mereka.🤭🤭🤭


Ada yang merindukan Aiden dan Emily?


Author akan menghadirkan mereka di chapter selanjutnya.👍


Semoga tiga chapter hari ini bisa mengobati kekecewaan readers karena author absen up kemarin.🙏🤗


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2