Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 9 (Masa Lalu Alexander-Kareem)


__ADS_3

Jasmine menikmati sarapan paginya bersama keluarga besarnya di mansion Alvaro dengan wajah berbinar. Nyonya Savira sedang masak besar karena ingin sarapan pagi bersama semua anak, menantu dan cucunya.


"Wah, cucu Opa yang paling cantik terlihat bahagia sekali pagi ini," ucap Tuan Alex.


"Opa benar sekali. Jasmine merasa sangat bahagia Opa kita bisa makan bersama seperti ini," jawab Jasmine sambil tersenyum.


"Bagaimana acara makan malammu bersama keluarga Sahir tadi malam?" tanya Axel yang sengaja menginap di mansion Alvaro bersama pasukan lengkapnya.


"Berjalan dengan baik, Kakakku sayang," jawab Jasmine sambil mengumbar senyumnya.


"Sepertinya Kak Jasmine berhasil menghantam wanita yang akan dijodohkan dengan Kak Evan. Benar kan?" tanya Darren.


"Tentu saja. Sudah bisa dipastikan jika seorang Alvaro akan selalu menang telak," jawab Jasmine dengan bangganya.


"Lalu bagaimana dengan kakek Evan? Apa dia menerimamu?" tanya Axel.


Jasmine menghela napas panjang.


"Sepertinya perlu sedikit usaha lagi, Kak," jawab Jasmine.


Axel menyerngitkan dahinya.


"Sebenarnya Papa tidak suka. Papa tidak terima jika putri kesayangan Papa harus mengemis sebuah restu seperti itu," ucap Tuan Zayn kesal.


Axel dan Jasmine langsung terdiam. Nyonya Aline menggenggam tangan suaminya dan tersenyum dengan lembut.


"Bukankah selama ini Evan sudah berjuang untuk mendapatkan restumu, Zayn. Tidak ada yang salah jika sekarang giliran Jasmine yang berjuang. Dan aku yakin si Kareem itu secara perlahan hatinya akan luluh. Dia memang pria keras kepala," ucap Tuan Alex.


"Opa mengenal Tuan Kareem Sahir?" tanya Axel.


"Ya, Opa mengenalnya. Dia adalah teman kuliah Opa dulu," jawab Tuan Alex.


"Opa, ada yang ingin Jasmine tanyakan setelah ini. Opa tidak sibuk kan?" tanya Jasmine.


"Tentu saja tidak sayang. Opa tahu kau pasti ingin tahu tentang cerita masa lalu antara Opa dan Kareem. Dan Kareem pasti menolakmu karena kau cucuku, seorang Alvaro. Apa Opa benar?" ucap Tuan Alex.


Jasmine mengangguk. Nyonya Savira hanya menghela napas panjang.


"Tuan Kareem bukan saingan cinta Opa untuk merebutkan Oma Savira, kan?" tanya Darrel.


"Bukan. Tidak ada yang berani menjadi saingan cinta Opa untuk mendapatkan Oma kalian. Karena ayah mertua Opa sudah jatuh hati akut kepada semua kemampuan yang Opa miliki," ucap Tuan Alex dengan sombongnya.


"Sepertinya kami semua penasaran dan ingin mendengar ceritanya, Pa," sahut Tuan Vero.


Flashback On


Terdengar suara riuh di sebuah aula yang besar di salah satu sekolah ternama di Inggris. Terpampang tulisan Perlombaan Sains Tingkat SMA Se-Eropa. Dan ada dua remaja pria yang tampan berdiri di atas panggung dengan saling berdampingan. Mereka adalah dua orang peserta yang lolos ke babak final. Terlihat raut wajah tegang pada salah satu peserta tersebut dan terus meremas celananya. Sedangkan peserta yang lain hanya diam dengan wajah dinginnya.


"Kami umumkan Juara 1 Lomba Sains Tingkat SMA se-Eropa jatuh kepada....," seorang MC membacakan siapa pemenangnya.


Semua peserta dan penonton dari berbagai negara di Eropa dibuat tegang karena penasaran.


"Selamat kepada juara bertahan kita, Alexander Alvaro sebagai Juara 1 dan Kareem Sahir sebagai Juara 2 dalam ajang Perlombaan Sains Tingkat SMA se-Eropa."


Alexander Alvaro hanya menyunggingkan bibirnya saat mendapatkan sederet ucapan selamat dan tepuk tangan yang sangat meriah. Sedangkan Kareem Sahir berusaha memaksakan senyumannya untuk menutupi hatinya yang kecewa.


Di tempat dan waktu yang berbeda.


"Selamat kepada Alexander Alvaro yang terpilih sebagai Mr. Kampus Oxford, dan telah berhasil mengalahkan dua kandidat terkuat lainnya yaitu Kareem Sahir dan Antonio Fernandez, dengan telak."


Pada saat acara wisuda di Oxford University.


"Kami ucapkan selamat kepada Alexander Alvaro yang lulus dengan nilai cum laude dan menjadi lulusan terbaik Oxford University tahun ini."


Di kampus yang berbeda, Harvard University, saat keduanya menempuh pendidikan program magister.


"Pemain hoki terbaik Harvard University diraih oleh Alexander Alvaro."


"Wisudawan dengan gelar master terbaik Harvard University tahun ini diberikan kepada wisudawan atas nama Alexander Alvaro dengan nilai sempurna dan predikat cum laude."


Prok...prok.. prok... (Terdengar suara tepukan yang sangat meriah)


"Mengapa semua teriakan ucapan selamat dan tepuk tangan yang meriah selalu tertuju kepada Alexander Alvaro," gumam Kareem Sahir muda sambil mengeraskan rahangnya.


"Ya sudahlah. Aku memang harus rela untuk selalu berada di bawah Alexander Alvaro. Meskipun aku sudah mengeluarkan semua tenaga dan kemampuanku," lanjutnya.


Kareem Sahir menghela napas panjang, lalu mengambil sebuah kotak kecil dari dalam saku celananya dan membukanya.


"Sebaiknya aku segera menyatakan perasaaanku kepada Fiola. Sudah lama aku memendam perasaanku padanya. Aku ingin Fiola menjadi istriku," ucap Kareem Sahir dengan senyum yang mengembang saat memandangi cincin berlian yang cantik di dalam kotak kecil itu.


Kareem Sahir segera berlari menuju taman untuk menemui sahabatnya, Fiola Wilson. Fiola adalah sahabat Kareem dan keduanya menempuh pendidikan S2 di Harvard. Fiola juga menjadi salah satu primadona kampus. Keduanya mengambil jurusan yang sama dan setiap hari selalu mengerjakan tugas bersama. Kareem jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Fiola sejak pertama kali mereka bertemu.


"Fiola," panggil Kareem Sahir.


Seorang wanita cantik berambut coklat berpakaian casual sedang duduk di kursi taman. Fiola adalah wanita keturunan Inggris-Kazakhstan. Kareem Sahir segera mendekat dan duduk di samping Fiola.


"Kareem," sapa Fiola.

__ADS_1


"Ada yang ingin aku katakan padamu, Fiola," ucap Kareem Sahir dengan jantung yang berdebar kencang.


"Oh ya. Ada yang ingin aku katakan juga padamu, Kareem. Tapi sebelumnya aku ucapkan selamat ya kau telah lulus dengan nilai cum laude. Aku iri sekali padamu, karena memiliki otak yang cerdas," ucap Fiola sambil tersenyum manis.


"Terima kasih, Fiola. Selamat juga untukmu," ujar Kareem Sahir dengan tersenyum malu.


"Fiola, aku...,"


"Tunggu Kareem. Biarkan aku yang mengatakannya lebih dulu, please," ucap Fiola memotong ucapan Kareem.


"Hmm. Baiklah, Fiola," jawab Kareem sedikit gugup.


"Kareem. Sebenarnya aku telah jatuh cinta pada seorang pria, sejak pertama kali masuk ke kampus ini. Dan aku sudah memendamnya sejak lama," ujar Fiola.


"Ya Tuhan, apakah Fiola juga mempunyai perasaan yang sama denganku? Akhirnya perasaan cintaku terbalas," batin Kareem dengan penuh harap.


"Kareem, aku... aku jatuh cinta pada Alexander Alvaro," ungkap Fiola.


Jderr...


Kareem membelalakkan matanya. Bagai petir yang menyambar, hatinya seketika patah dan hancur berkeping-keping.


"A-Alexander Alvaro," lirih Kareem.


"Ya, Alexander Alvaro. Pria tertampan dan terhebat di kampus ini. Aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Selama ini aku hanya berani memperhatikannya dari jauh dan mencintainya dalam diam. Tapi setelah peristiwa yang terjadi beberapa hari yang lalu, di mana Alexander menolongku dari gangguan para pria jahat, aku bertekad akan mengungkapkan perasaanku padanya," ucap Fiola dengan mata berbinar.


Kareem memaksakan senyuman di bibirnya. Satu tangannya meremas kotak yang berada di dalam saku celananya.


"Mengapa Alexander juga harus mendapatkan hati Fiola? Mengapa dia juga harus mengambil wanita yang aku cintai?" keluh Kareem dalam hati.


"Apa kau yakin? Maksudku apa kau yakin Alexander juga memiliki perasaan padamu? Kau tahu sendiri kan, banyak wanita yang memujanya dan mengungkapkan perasaan cinta mereka pada Alexander. Tapi tidak ada satupun yang dia terima. Alexander seperti gunung es yang sulit untuk diraih," tanya Kareem.


"Tapi dari cara dia memandang dan memperlakukanku saat itu, aku merasa Alexander juga memiliki perasaan padaku," jawab Fiola dengan senyum yang mengembang.


"Mengapa wajahmu tegang seperti itu, Kareem? Kau pasti terkejut ya," tanya Fiola sambil terkekeh.


Kareem tersenyum kikuk dan menganggukkan kepalanya.


"Bukankah tadi bilang ada yang ingin kau katakan. Apa itu?" tanya Fiola.


"Oh itu. Aku ingin mengajakmu makan bersama," bohong Kareem.


"Kau ingin mentraktirku ya," seru Fiola.


"Ya, aku ingin mentraktirmu makan di restoran favoritmu," ucap Kareem.


"Ada apa Fiola?" tanya Kareem.


"Alexander," jawab Fiola dengan pandangan terus menatap ke arah Alex.


Kareem pun mengikuti pandangan Fiola, dan hatinya semakin terbakar.


"Aku akan menyatakan perasaanku sekarang juga, Kareem. Aku bisa gila jika terus menahannya," ucap Fiola.


"Tapi, Fiola...," tegur Kareem.


Fiola mengabaikan ucapan Kareem dan berlari menghampiri Alex. Kareem mengikutinya dari belakang.


"Alexander," panggil Fiola yang mengagetkan Alex.


"Ya," jawab Alex dingin.


"Aku ingin mengungkapkan sesuatu padamu dengan jujur sekarang juga," ucap Fiola sedikit berteriak.


"Hah?" Alex terheran.


"Aku mencintaimu Alexander Alvaro. Aku jatuh cinta padamu sejak lama. Aku mohon terimalah perasaan cintaku," ungkap Fiola dengan lantang.


Kareem berusaha menguatkan hatinya saat melihat wanita yang dicintainya mengungkapkan perasaan cintanya kepada pria lain yang selama ini dia anggap sebagai rival.


"Apa?" seru Alex dengan raut wajah terkejutnya.


"Aku mencintaimu Alexander," sahut Fiola sambil tersenyum.


Alex langsung berdiri dan menghela napas panjang.


"Sebelumnya aku ucapkan terima kasih atas perasaan yang kau miliki untukku, Fiola," ucap Alex.


Fiola mengembangkan senyuman cantik di bibirnya.


"Tapi, aku minta maaf. Aku tidak bisa membalas perasaanmu itu," ujar Alex dengan hati-hati.


Fiola dan Kareem membulatkan mata mereka mendengar jawaban dari Alex.


"A-apa? Mengapa? Apa aku tidak cukup cantik dan menarik untukmu?" tanya Fiola.


"Bukan seperti itu Fiola. Hanya saja....."

__ADS_1


"Alex," panggil seorang wanita cantik berwajah asli Asia yang baru saja tiba.


Terlihat raut bingung di wajah wanita itu.


"Ah Savira, kau sudah datang," ucap Alex dengan senyum bahagia.


Fiola terkejut melihat Alex bisa tersenyum semanis itu. Selama ini Alex selalu berwajah dingin dan hanya menyunggingkan sedikit bibirnya untuk sekedar bersikap sopan.


"Siapa wanita ini?" batin Fiola.


Alex menyerahkan buket bunganya kepada Savira.


"Fiola kenalkan, ini adalah Savira, tunanganku," ucap Alex.


Fiola membelalakkan matanya dan badannya sedikit gemetar.


"Aku minta maaf, aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku. Karena aku telah jatuh cinta kepada wanita lain, yaitu Savira. Dan tak lama lagi, kami akan segera melangsungkan pernikahan."


"Apa kau bilang? Ini pasti bohong," ucap Fiola tak terima.


Fiola meneteskan air matanya.


"Maaf Nona. Tapi semua yang kau dengar benar. Kami akan segera menikah," ucap Savira pelan.


Tangis Fiola semakin pecah. Patah hati bercampur malu berkecamuk di dalam hatinya. Fiola langsung berlari meninggalkan Alex dan Savira. Kareem yang amarahnya sudah memuncak, langsung mendatangi Alex dan Savira.


Bughh...


Kareem memberikan pukulan di wajah Alex.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Alex.


"Aku sangat membencimu, Alexander Alvaro. Aku membencimu karena kau selalu lebih unggul dariku. Kau selalu menjadi nomor 1 dan aku nomor 2. Dan sekarang aku semakin membencimu karena kau mendapatkan cinta dari wanita yang aku cintai, tapi kau malah menolak dan mematahkan hatinya."


"Aku tidak terima!" bentak Kareem.


"Kau salah sangka. Aku tidak pernah menganggapmu rival atau apapun itu, Kareem. Aku tidak pernah mencari musuh. Selama aku di sini, fokusku hanya belajar supaya aku bisa cepat lulus dengan yang nilai terbaik dan segera menikahi wanita yang aku cintai," ucap Alex.


Alex segera membawa Savira pergi dari tempat itu, meninggalkan Kareem sendiri dengan suasana hati yang bercampur aduk. Alex pun menikahi Savira. Sedangkan Kareem akhirnya menikahi wanita pilihan orang tuanya, setelah Fiola menolak cintanya.


Dua tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali saat keduanya sudah menjadi CEO dari masing-masing perusahaan keluarga mereka. Lagi-lagi Alex lebih unggul dari Kareem karena berhasil membuat Alvaro Group mendapatkan kontrak kerjasama dengan sebuah perusahaan besar dari Amerika. Alex juga mendapatkan penghargaan sebagai pengusaha muda terbaik kala itu.


Kareem mendengus kesal saat keduanya saling berhadapan.


"Tidak bisakah kau pergi jauh dari kehidupanku, Alex?" tanya Kareem kesal.


"Memangnya aku harus tinggal di mana lagi, Kareem? Apa kau ingin aku pindah ke planet lain? Kau ini sungguh menggelikan," sahut Alex.


Kareem memalingkan wajahnya.


"Jangan terlalu membenciku, Kareem. Nanti bisa jatuh cinta," goda Alex.


"Menjijikkan. Aku pria ini normal," ucap Kareem semakin kesal.


"Bukan dirimu. Siapa tahu saja anak cucu kita nanti ada yang berjodoh," ucap Alex sambil tersenyum.


"Itu hal yang mustahil," ujar Kareem.


"Tidak ada yang mustahil jika Tuhan menghendaki. Aku yakin keturunan Sahir itu pasti akan cinta mati pada kepada keturunan Alvaro," ucap Alex yang semakin membuat Kareem kesal.


Alex tak bisa menahan tawanya lagi melihat ekspresi Kareem. Kareem segera pergi menjauh. Darahnya bisa semakin naik jika terus berada di dekat Alexander Alvaro. Keduanya pun tidak pernah bertemu lagi. Dan setiap ada tender kerjasama baru, Alex selalu mencari informasi terlebih dahulu apakah PT. Sahir Cooperation akan ikut bersaing dengannya atau tidak. Jika benar, maka Alex akan melepas tender itu untuk menjaga perasaan Kareem.


Flashback Off


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2