
Seorang wanita cantik keluar dari bilik toilet dengan wajah sedikit pucat dan penuh keringat. Dia berjalan dengan perlahan, karena tubuhnya terasa lemas. Dia segera mencuci tangan di wastafel. Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat penampilannya yang terpantul di cermin.
"Oh, my God! Mengapa penampilanmu jadi seperti sekacau queen?" tanya Azzura pada dirinya sendiri.
Sakit perut yang dialami oleh Azzura cukup parah. Azzura menghabiskan waktu selama 30 menit di dalam toilet. Azzura segera mengeluarkan alat make up dari dalam cluth bagnya.
"Aku harus kembali tampil cantik dan memukau. Siapa tahu Tuhan berbaik hati mempertemukanku dengan jodohku. Syukur-syukur mirip dengan anggota boyband kesayanganku, BTS," ucap Azzura sambil membayangkan bertemu pria setampan para anggota boyband asal korea itu.
🎶 Kim Namjoon! Kim Seokjin! Min Yoongi! Jung Hoseok! Park Jimin! Kim Taehyung! Jeon Jungkook! BTS! 🎶
Azzura memoles wajah cantiknya sambil bersenandung.
Brakk!!!
Tiba-tiba pintu toilet dibanting dengan keras dan membuat Azzura tersentak. Sontak polesan lipstiknya jadi belepotan. Wajah Azzura seketika memerah. Ada dua orang wanita masuk ke dalam ruang toilet itu.
"Aku benar-benar kesal. Aku datang ke kota Madrid ini untuk menghibur diri karena penolakan Aiden beberapa bulan yang lalu. Aiden telah menolak tubuh seksiku. Bahkan saat dalam keadaan polos sekalipun dan siap memuaskannya di atas ranjang, Aiden malah mengusirku," gerutu salah seorang di antara wanita itu sambil berteriak.
"Pelankan suaramu, Keira. Tenangkan dirimu. Jangan sampai anak buah Aiden mendengarnya. Kita bisa mendapatkan masalah," tegur wanita yang satunya lagi.
"Bagaimana aku bisa tenang, Sue? Hari ini aku harus melihat Aidenku menikah dengan wanita lain yang tak lebih dari seorang j****g! Apa hebatnya wanita itu daripada aku? Aku lebih cantik, lebih seksi, kedua asetku saja lebih besar dari pada aset wanita itu. Dan terlebih lagi aku selalu melakukan perawatan mahal pada mahkotaku supaya selalu rapat dan memuaskan. Aku benci wanita murahan itu!" teriak wanita yang bernama Keira.
Azzura sudah selesai merapikan make up di wajahnya. Namun telinga dan tangannya terasa sangat gatal dan panas karena mendengar wanita yang bernama Keira itu telah menghina kakak ipar kesayangannya.
Azzura berjalan mendekati kedua wanita itu. Azzura langsung menarik dan menjambak rambut Keira dengan keras.
"Aargghhh!!! Sakit. Lepaskan b*****k!" teriak Keira.
Sue, teman Keira terkejut dengan aksi Azzura.
"Beraninya kau menghina istri seorang Aiden!" bentak Azzura tanpa melepaskan rambut Keira dari kepalanya.
"Memangnya siapa kau sampai membela wanita j****g itu? Oh aku tahu, kau pasti temannya si j****g itu," ucap Keira.
Tarikan tangan Azzura semakin keras sehingga kepala Keira menghadap ke atas. Dan jatuhlah sebuah tinjuan ke batang hidung Keira.
"Aarrgghh!!! Hidungku! Dasar wanita k****g a**r!" Keira berteriak semakin keras.
Hidung Keira bengkak dan mengalir darah segar dari dalamnya.
Sue tidak terima melihat temannya diperlakukan seperti itu. Sue berusaha memukul Azzura dan melepaskan Keira. Namun belum sempat Sue mendaratkan pukulannya, Azzura sudah memberikan tendangan keras ke arah perut Sue. Tubuh Sue langsung terpental ke belakang sampai menatap dinding dan akhirnya terduduk di lantai. Sue merasakan rasa sakit di sekujur tubuh dan kepalanya.
Keira membelalakkan matanya melihat Sue yang sudah tak berdaya.
"Lepaskan aku! Aku mohon. Aku tidak memiliki masalah denganmu. Aku bahkan tidak kenal denganmu," mohon Keira.
Azzura menatap Keira dengan tatapan membunuhnya.
Glek!
Keira menelan salivanya kasar. Keira seakan melihat malaikat pencabut nyawa. Tubuhnya langsung gemetar.
"Kau bilang tidak memiliki masalah denganku. Dengan menghina kakak ipar kesayanganku, itu artinya kau sudah mencari masalah denganku, queen Azzura Morris. Aku adalah calon ratu mafia Red Dragon, adik dari Aiden Morris," ucap Azzura sambil menyeringai.
"A-aapa kau bilang? K-kau adalah adik Aiden," ucap Keira dengan bibir bergetar.
Azzura tersenyum miring.
"A-aku minta maaf. Aku mohon ampuni aku," Keira semakin memohon.
Keira tahu jika keluarga Morris terkenal dengan istilah kejam dan sadis saat menghadapi orang yang mereka anggap sebagai musuh.
"Tidak semudah itu," ucap Azzura.
Dengan sekali tarikan yang kuat, beberapa helai rambut Keira langsung tercabut dari kepalanya. Bahkan kepalanya sampai mengeluarkan sedikit darah. Keira terus berteriak dan meronta kesakitan.
Azzura mendorong tubuh Keira sampai tersungkur di lantai dan membuang rambut Keira yang ada di tangannya ke tempat sampah. Keira merangkak mendekati Sue sambil menangis. Dia benar-benar ketakutan.
"Itu hanya hukuman kecil dariku. Jika aku sampai mengetahui dan mendengar kau menghina kakak iparku lagi, akan ku potong-potong tubuh menjijikkanmu itu. Lalu ku jadikan makanan anjing-anjing yang ada di mansion keluarga Morris," ucap Azzura setelah membersihkan tangannya.
"Apa kau paham?" tanya Azzura.
Keira menganggukkan kepalanya.
"A-aku paham. Aku benar-benar minta maaf dan tak kan mengulanginya lagi. Aku janji, aku tidak akan pernah muncul di hadapan kalian," jawab Keira.
Azzura tersenyum, lalu melenggang pergi keluar dari toilet.
"Dasar wanita ular. Beraninya dia menghina anggota keluarga Morris!" gerutu Azzura.
Dukk!!!
"Auhh!" teriak Azzura.
Azzura merasakan seperti menabrak tembok. Namun saat dia membuka matanya, hanya ada dada bidang dari balik setelan jas mewah. Azzura membulatkan matanya.
"Sudah puas memandanginya?" hardik pemilik dada bidang itu.
__ADS_1
Azzura membelalakkan matanya saat melihat pria yang sama seperti saat di pesta tadi.
"Kau?" seru Azzura dan Aaron bersamaan.
"Dasar pria kasar dan mesum. Beraninya kau menguntitku sampai ke toilet!" bentak Azzura.
"Apa kau bilang wanita bar-bar? Aku tidak sudi mengikuti wanita liar sepertimu," balas Aaron tak terima.
"Kalau kau merasa aku ikuti, itu artinya kau tak lebih dari sekedar toilet. Aku datang ke sini karena membutuhkan toilet untuk membuang kotoran," ucap Aaron dengan nada mengejek.
"Apa kau bilang? Kau samakan aku dengan toilet. Dasar pria kurang a**r!" bentak Azzura.
Azzura mengepalkan tangannya dan hendak mendaratkan tinjunya ke wajah tampan Aaron. Namun dengan cepat Aaron menangkap tangan Azzura dan mendorongnya sampai merapat ke dinding. Azzura berusaha mendorong tubuh Aaron yang telah menghimpitnya, namun tenaganya kalah besar.
"Wanita sepertimu harus diberi hukuman karena bersikap tidak sopan kepada orang yang diagungkan sepertiku," ucap Aaron pelan.
Azzura bisa merasakan hembusan napas hangat Aaron dan aroma maskulin dari tubuh Aaron.
"Jauhkan tubuhmu dariku, b******k! Kau pikir siapa dirimu, sampai harus diagungkan," ucap Azzura.
"Aku adalah seorang pangeran," jawab Aaron.
Azzura terkekeh.
"Kalau kau pangeran, aku adalah ratu. Karena aku adalah seorang queen," balas Azzura.
Aaron menyerngitkan dahinya. Dia seperti merasakan dejavu, begitu juga dengan Azzura. Aaron menatap wajah Azzura dengan lekat. Dan senyuman tersungging di bibirnya.
"Jadi kau gadis bar-bar itu. Gadis labil tujuh tahun yang lalu," ucap Aaron.
"Dan kau adalah pria lembek yang menangis di pemakaman," sahut Azzura.
"Kau bilang pria lembek?" ucap Aaron tak terima.
"Benar, kau adalah pria lem.....eemphh," ucapan Azzura terpotong.
Aaron langsung mencium dan me****t bibir Azzura. Azzura membelalakkan matanya. Sekuat tenaga Azzura memukul dan mendorong tubuh Aaron. Tak lama kemudian Aaron melepaskan tautan bibir mereka dan menjauh dari tubuh Azzura.
Azzura berusaha menormalkan napasnya.
"Itu hukuman dariku untukmu. Semoga kau menikmatinya," ucap Aaron dengan santai.
"Lancang! Beraninya kau mengambil ciuman pertamaku!" bentak Azzura tak terima.
"Wow... Suatu kehormatan bagiku," sahut Aaron sambil menyunggingkan bibirnya.
"Dasar pria b*****k! Kurang a**r!" teriak Azzura.
Azzura menghentakkan kakinya. Azzura mengusap bibirnya berulang kali, berusaha menghapus bekas bibir Aaron yang menempel di bibirnya. Azzura segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah dan kembali ke tempat pesta kakaknya. Azzura berharap tidak akan bertemu lagi dengan pria menyebalkan itu.
"Azzura," panggil seorang pria.
Azzura pun memutar badannya.
"Kak Philipe," seru Azzura.
"Bagaimana kabarmu adik kecil?" tanya Philipe.
"Aku sudah tidak kecil lagi, Kak. Aku sudah menjelma menjadi wanita yang cantik," protes Azzura.
Philipe terkekeh.
"Kabarku baik, Kak. Kabar Kakak sendiri bagaimana? Dan Kakak terlihat semakin tampan dan gagah sekarang," puji Azzura.
"Kabarku baik Azzura. Dan terima kasih atas pujiannya," jawab Philipe.
Azzura dan Philipe mengobrol sambil tertawa. Semua itu tidak lepas dari pengawasan mata elang seorang Aaron.
"Dasar wanita bar-bar tidak tahu diri. Baru saja mendapatkan ciuman dariku, sekarang sudah tebar pesona pada pria lain," gerutu Aaron.
Entah mengapa hati Aaron tidak senang melihat kedekatan Azzura dan Philipe. Saat melihat Azzura pergi, Aaron segera mendekati Philipe.
"Siapa wanita itu? Apa kau mengenalnya?" tanya Aaron.
"Wanita yang mana pangeran? Apa maksud Anda adalah Azzura?" sahut Philipe.
"Jadi namanya Azzura," ucap Aaron.
"Azzura Irish Morris, satu-satunya adik Aiden," ucap Philipe.
"Jadi dia seorang Morris. Pantas saja dia memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi," batin Aaron.
Aiden memberikan isyarat kepada Philipe untuk mendekat. Philipe pun segera mendapat bersama Aaron. Azzura yang berada di dekat kakaknya langsung membelalakkan matanya saat melihat pria menyebalkan yang telah mencuri ciuman pertamanya berjalan mendekat ke arah mereka.
"Grandpa, Daddy, Mommy dan Azzura. Aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian. Dia adalah salah satu orang penting di Inggris dan aku sangat beruntung bisa berteman dengannya," ucap Aiden.
Aiden berdiri di samping Aaron.
__ADS_1
"Perkenalkan dia adalah Pangeran Aaron dari Kerajaan Monarc, salah satu kerajaan yang ada di Inggris. Dan Pangeran Aaron perkenalkan mereka adalah keluargaku, keluarga Morris," ucap Aiden.
Azzura membelalakkan matanya lagi. Sedangkan Aaron memberikan senyumannya saat melihat keterkejutan Azzura.
"Senang berkenalan dengan Anda, Pangeran Aaron. Suatu kehormatan bagi kami, keluarga Morris," ucap Tuan Arnold sambil menjabat tangan Aaron.
"Senang juga berkenalan dengan Anda, Tuan Morris," ucap Aaron.
Tuan Zibber dan Nyonya Daisy juga menjabat tangan Pangeran Aaron. Sedangkan Azzura masih diam tak bergeming.
"Putriku, mengapa kau diam saja? Tidak sopan mendiamkan tamu kehormatan seperti itu," tegur Nyonya Daisy.
Azzura tersentak.
"Senang berkenalan dengan Anda, pangeran," ucap Azzura dengan senyum fakenya dan mengulurkan tangannya.
Aaron menyambut tangan Azzura.
"Senang juga berkenalan Anda, Nona Morris," ucap Aaron, lalu mencium punggung tangan Azzura.
Azzura membulatkan matanya, begitu juga dengan para anggota keluarga Morris yang lain. Azzura segera menarik tangannya. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian. Azzura langsung mendekati Emily dan mengajaknya mengobrol.
Aaron tersenyum tipis melihat Azzura yang salah tingkah.
"Selamat menikmati pestanya Pangeran Aaron," ucap Tuan Arnold.
"Terima kasih, Tuan," jawab Aaron.
Pesta pernikahan Aiden dan Emily berlangsung dengan sangat meriah. Namun sang pengantin terpaksa undur diri sebelum pesta selesai karena Emily sudah kelelahan. Axel dan Helena juga sudah pamit undur terlebih dahulu karena Helena merasakan pinggangnya terasa sakit.
"Apa kau baik-baik saja, El? Apa kita perlu pergi ke rumah sakit?" tanya Axel khawatir saat keduanya berada di dalam kamar.
Axel mengusap punggung Helena dengan lembut.
"Tidak perlu, Xel. Aku hanya sedikit kelelahan karena berdiri terlalu lama tadi. Nanti juga akan sembuh sendiri. Aku hanya butuh istirahat," jawab Helena.
"Tidurlah. Aku akan terus mengusapnya sampai kau tertidur," ucap Axel.
"Terima kasih suamiku. Maaf aku telah merepotkanmu," ucap Helena sambil tersenyum.
"Kau tidak merepotkan sama sekali, sayang. Ini sudah menjadi tugasku. Dan aku senang melakukannya untukmu dan baby triplet kita," ucap Axel sambil mencium pipi istrinya.
"Xel. Aku merindukan Daddy dan Mommy," lirih Helena.
"Kalau begitu segera beristirahatlah. Besok pagi kita pergi ke Paris untuk menemui Daddy dan Mommy," ucap Axel.
Helena membalikkan tubuhnya dan menatap suaminya.
"Apa kau serius? Lalu bagaimana dengan urusan pekerjaanmu di sini?" tanya Helena.
"William dan Irene sudah menyelesaikannya tadi, sayang. Kau tidak perlu khawatir. Tidurlah supaya besok pagi tubuhmu kembali segar," ucap Axel lembut.
Helena memeluk tubuh suaminya dengan manja.
"Terima kasih. Kau adalah suami terbaik di dunia," ucap Helena.
"Sama-sama istri terbaikku," jawab Axel.
Tak butuh waktu lama bagi Helena untuk tidur terlelap karena dia sangat menikmati usapan tangan Axel di punggungnya.
Setelah memastikan Helena tertidur. Axel mendekatkan wajahnya ke perut Helena.
"Selamat tidur tiga kesayangan Daddy. Malam ini Daddy libur dulu ya mengunjungi kalian, karena Mommy kalian kelelahan. Tunggu kunjungan Daddy selanjutnya ya," bisik Axel dan mencium perut buncit Helena.
Axel segera menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, lalu ikut mengistirahatkan mata dan tubuhnya. Axel membaca doa dan memeluk tubuh Helena dari belakang. Keduanya pun segera memasuki alam mimpi.
Bersambung ....
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel pertama author :
"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
__ADS_1