Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 34 (Mas?)


__ADS_3

Tap... Tap...


Terdengar suara deru hentakan kaki seseorang yang sedang berlari menaiki tangga.


Cklek...


Seorang pria tampan berwajah khas Indonesia membuka pintu yang bertuliskan Lt.20. Dengan napas terengah-engah pria itu melangkahkan kakinya dengan tegas dengan tangan menggenggam sebuah map.


"Bodoh sekali kau ini, Yud. Seharusnya kau tadi membaca pesan Kak Helena dengan lebih teliti," gerutu pria itu pada dirinya sendiri.


Ya benar, pria tampan itu adalah Yudistira, putra pertama Tuan Rino. Sebelumnya, Helena meminta bantuan kepada Yudistira untuk mengantarkan berkas pentingnya yang tertinggal di mansion Tuan Zayn ke rumah sakit. Dengan segera Yudistira mengantarkan berkas penting itu. Sayangnya, Yudistira tidak membaca pesan yang dikirimkan Helena dengan baik.


Helena meminta Yudistira mengantarkan berkas itu ke lantai 20, bukan di ruangannya yang terletak di lantai 18. Yudistira pun harus naik lagi untuk sampai di lantai 20. Karena tidak sabar menunggu pintu lift terbuka, Yudistira memutuskan untuk menggunakan tangga darurat. Akhirnya Yudistira menaiki tangga sambil berlari.


Brakk...


Yudistira melihat sekilas bayangan seseorang menutup pintu yang mengarakannya ke tangga menuju rooftop yang letaknya di atas lantai 20. Yudistira mengabaikannya dan bergegas menuju tempat Helena berada.


Vira berjalan dengan pelan saat tiba di rooftop rumah sakit. Langkahnya terhenti saat berada tepat di pagar dinding yang setinggi dadanya. Vira menatap ke bawah tanpa ada rasa takut sedikitpun dengan mata sayunya. Seolah tak ada lagi semangat dalam dirinya. Tak lama kemudian, Vira mengangkat wajahnya dan menatap ke langit yang cerah.


"Ayah, Bunda. Vira ingin ikut bersama kalian," lirih Vira.


"Seharusnya dulu Ayah dan Bunda juga membawaku pergi bersama kalian, dan aku tidak harus merasakan penderitaan ini. Hiks.... Aku juga tidak akan menjadi beban Kak Pram. Apa Ayah dan Bunda tahu? Kak Pram kehilangan kebahagiaannya karena aku. Dan karenaku juga Kak Pram harus menanggung malu."


Vira tak kuasa menahan bulir air matanya yang semakin tumpah dengan deras. Kedua tangannya terus menyekanya, namun air matanya tetap tak mau berhenti.


"Tidak baik seorang gadis sendirian di sini. Apalagi berbicara sendiri sambil menangis, seperti orang gila saja."


Vira tersentak mendengar teriakan seseorang dan langsung membalikkan badannya. Betapa terkejutnya dirinya saat melihat Yudistira berdiri tak jauh darinya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong celananya. Vira langsung membalikkan badannya lagi karena takut. Yudistira memperhatikan tubuh Vira yang mulai gemetar dan berjalan menghampirinya.


"Kau tidak perlu takut seperti itu. Aku bukan orang jahat dan aku juga tidak akan menyakitimu," ucap Yudistira sedikit merendahkan suaranya.


Vira tak menjawab dan menundukkan kepalanya. Yudistira membuang napasnya berat.


"Mengapa kau berada berada di sini, sendirian? Bukankah kau masih sakit dan butuh banyak istirahat. Angin di sini terlalu kencang, tidak baik untuk kesehatan tubuhmu yang kurus itu gadis kecil," tanya Yudistira.


"Saya sudah bukan gadis lagi, Tuhan," ucap Vira sambil tersenyum hambar.


Yudistira menatap Vira dari atas sampai bawah sambil menyipitkan matanya, membuat Vira menjadi gugup.


"Tapi menurut pandangan mataku yang masih normal ini kau tetaplah seorang gadis. Dengan tubuh kurus dan wajah pucat seperti ini kau tak pantas disebut wanita dewasa. Umurmu juga masih 18 tahun dan kau baru saja lulus SMA," ucap Yudistira sambil mencibir.

__ADS_1


Vira menundukkan wajahnya kembali sambil meremas bajunya, membuat Yudistira mendengus kesal.


"Angkat wajahmu dan jangan terus menunduk seperti itu. Atasi ketakutanmu," ucap Yudistira.


Vira mengangkat wajahnya dengan ragu.


"Belajarlah untuk ikhlas dan menerima kenyataan. Aku tahu apa yang telah kau alami bukanlah hal yang mudah, tapi bukan berarti kau terus tenggelam dalam keterpurukan."


"Apa dunia masih mau menerima perempuan hina seperti saya, Tuan? Aku telah gagal menjaga kehormatanku. Dan... aku juga telah gagal menjadi ibu yang baik untuk calon anakku yang telah Tuhan ambil kembali," tanya Vira pelan.


"Mengapa tidak? Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidupnya. Bahkan seorang pel acur sekalipun berhak untuk mendapatkan kesempatan, apalagi gadis sepertimu. Kau bukanlah perempuan hina, apa yang menimpa dirimu di luar dari kuasamu. Tuhan tidak akan memberikan ujian dan cobaan di luar kemampuan hambanya," ujar Yudistira.


"Tapi keberadaanku hanya akan menjadi beban bagi kakakku. Aku telah membuat hidupnya menderita," sahut Vira.


"Lalu, apa yang ingin kau lakukan?"


Vira terdiam.


"Kau ingin pergi dari dunia dengan cara melompat dan terjun bebas dari atas sini. Apa kau pikir masalah akan selesai begitu saja dengan kematianmu? Itu konyol sekali. Jika kau berpikir Pramudya akan hidup bahagia karena kepergianmu dengan cara seperti itu, kau salah besar. Yang ada malah Pramudya akan meratapi keterpurukannya karena kepergianmu. Dia akan terus menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga adik yang telah diamanatkan kedua orang tua kalian."


"Bukan hanya itu, nama baik rumah sakit ini beserta pemiliknya juga akan tercoreng. Apa kau tega membuat orang sebaik Kak Helena dan Keluarga Besar menjadi buruk namanya karena ada kasus bunuh diri di rumah sakit milik Keluarga Alvaro?" cerca Yudistira.


"Kau mungkin tidak bisa merubah apa yang terjadi di masa lalu, tapi kau bisa memperbaikinya di masa kini dan raihlah kebahagiaanmu di masa depan. Yakinlah Tuhan pasti akan mengirimkan pria yang terbaik yang akan mencintaimu dengan tulus dan membuat hidupmu bahagia."


"Kau boleh rendah hati, tapi jangan rendah diri. Aku yakin semua akan indah di waktu yang tepat," sahut Yudistira.


Vira merenungi semua perkataan Yudistira. Air mata Vira kembali tumpah. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Yudistira mengambil sapu tangan dari saku celananya.


"Ini, ambil dan seka air matamu. Tunjukkan kepada dunia dan semua orang jika kau bukanlah gadis yang lemah," ucap Yudistira.


Dengan sedikit ragu, Vira mengambil sapu tangan itu dan menyeka air matanya. Semua perkataan dan perlakuan Yudistira, membuat hatinya terasa lebih tenang dan menghangat. Kesunyian pun menyelimuti keduanya.


"Terima kasih banyak, Tuan telah bersedia mendengarkan keluhan saya dan Tuan juga telah menyalurkan aura positif," ucap Vira.


"Jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. Aku bukanlah bos atau orang terpandang. Aku ini masih muda, bahkan umurku masih dibawah Pramudya," sahut Yudistira dengan wajah kesalnya.


Vira merasa tak enak hati.


"Yudistira."


"Hah? A-apa?" tanya Vira.

__ADS_1


"Telingamu masih normal kan? Namaku adalah Yudistira," jawab Yudistira dingin.


Vira tersenyum.


"Tapi tidak sopan jika saya memanggil dengan nama Anda secara langsung," lirih Vira.


"Panggil Mas," ucap Yidistira.


"Mas?" cengo Vira.


"Ya. Mas Yudi," jawab Yudistira sambil mendekatkan wajahnya, memuat anak gadis Vira gelagapan dan keduanya pipinya terasa panas.


Yudistira tersenyum puas melihat ekspresi Vira.


"Sudahlah. Sebaiknya kita segera kembali. Pastinya kau sudah menggeparkan orang-orang di bawah sana, terutama Kakak dan para perawat di rumah sakit ini. Aku yakin saat ini mereka sedang kelabakan mencarimu karena kau meninggalkan kamarmu secara tiba-tiba," ujar Yudistira sambil berjalan menuju pintu keluar.


Yudistira menghentikan langkahnya dan mendengus kesal. Yudistira berbalik dan menatap Vira.


"Kau mau kembali atau tetap berdiri di sini? Karena aku akan kembali melihat kalian," tanya Yudistira.


"I-iya Mas Yudi. Aku ikut Mas Yudi. Mmm... maksudku aku ,"ucap Vira lalu berlari menyusul langkah kaki Yudistira dan keduanya segera pergi meninggalkan rooftop itu.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author lainnya:


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2