Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 56 (Kondisi Keluarga Marco)


__ADS_3

...🎶Happy birthday, to you......


...Happy birthday, to you......


...Happy birthday, to Aslan...🎶...


Aslan meniup lilin berbentuk angka 2 di atas kue tart mini. Aslan dan kedua kakaknya, Danish dan Miya terlihat bahagia.


"Selamat ulang, Aslan sayang," ucap Putri sambil memeluk putranya yang telah genap berusia dua tahun itu.


"Teima acih," jawab Aslan dengan gaya bicaranya yang belum lancar.


"Selamat ulang tahun jagoan Daddy." Marco memeluk dan mencium putra bungsunya.


Danish dan Miya juga memeluk adik kecil mereka secara bersamaan. Putri memotong kue itu menjadi tiga bagian.


"Daddy dan Mommy tidak dapat kue ya, karena kue ulang tahun Aslan kecil sekali tidak seperti kue ulang tahun Miya dulu," ujar Miya.


"Tidak apa-apa sayang. Mommy dan Daddy masih kenyang. Kue ini untuk kalian bertiga," ucap Putri sambil tersenyum dan mengusap kepala Miya dengan lembut.


"Daddy minta maaf, karena Daddy belum bisa membelikan kue yang besar. Nanti kalau Daddy sudah punya uang banyak, Daddy akan membelikan kue ulang tahun yang besar di setiap ulang tahun kalian," ucap Marco dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa, Daddy. Kami senang meskipun kuenya kecil tapi kelihatannya lezat sekali. Benarkan Miya, Aslan?" sahut Danish.


"Iya," seru Miya dan Aslan sambil tersenyum.


Marco dan Putri terharu melihat ketiga anak mereka yang masih bisa tersenyum bahagia di masa sulit yang sedang mereka hadapi saat ini, karena kondisi ekonomi mereka yang sedang tidak baik.


"Aiyah Atan?" tanya Aslan.


Marco terdiam.


"Aslan kan anak Daddy dan Mommy yang baik dan hebat. Hadiah ulang tahun Aslan itu sangat spesial dan membutuhkan wantu sehingga agak lama datangnya, karena jalannya sedang macet. Nanti kalau hadiahnya sudah datang, Mommy akan langsung memberikannya kepada Aslan. Aslan sabar dulu ya," ucap Putri agar putranya tidak terlalu kecewa.


"Ya, Mommy. Atan tundu aiyahna," jawab Aslan dengan penuh semangat.


Marco mengusap sudut matanya yang mulai berair, karena dia belum bisa membahagiakan keluarga kecilnya.


Helena yang sejak tadi memperhatikan dari jauh, menitikkan air mata melihat kebersamaan keluarga kecil Marco. Axel menyentuh bahunya.


"Pergilah dan berikan mainan ini kepada mereka," ucap Axel sambil menghapus air mata istrinya.


"Sayang...," ujar Helena.


"Tenanglah, aku akan berusaha semampuku," sahut Axel.


Helena mengangguk. Axel dan Helena masuk ke dalam restoran.


"Happy birthday, Aslan," ucap Helena.


Marco dan Putri terkejut melihat kedatangan Axel dan Helena.


"Axel, Helena!" seru Marco.


Helena mengangguk sambil tersenyum.


"Ini hadiah ulang tahun untuk Aslan." Helena menyerahkan salah satu paperbag yang dia bawa kepada Aslan.


"Tapi, Helen," protes Putri.


Helena mengedipkan matanya.


"Aiyah Atan?" Aslan terlihat sangat bersemangat.


"Ya, Aslan sayang. Ini milik Aslan. Karena macetnya sudah hilang, jadi hadiahnya bisa datang dengan cepat," jawab Helena.


"Ye... Acik..." Aslan menerimanya dengan raut wajah bahagia.

__ADS_1


"Dan ini hadiah untuk Danish dan Miya."


Helena menyerahkan dua paperbag lainnya kepada Danish dan Miya. Danish dan Miya sangat senang karena mereka juga mendapatkan hadiah.


"Danish, Miya. Ucapkan apa kepada Tuan Axel dan Nyonya Helena?" tanya Putri.


"Terima kasih, Tuan dan Nyonya," ucap keduanya.


"Panggil saja aunty dan uncle. Sama-sama, sayang. Semoga kalian suka."


"Kami ucapkan terima kasih banyak Axel dan Helena," ucap Marco terharu bercampur malu.


"Sama-sama. Kami juga ikut senang melihat anak kalian bahagia," jawab Helena.


"Apa kau mau minum kopi bersamaku, Marco?" tanya Axel.


"Tentu saja."


Axel dan Marco duduk di meja yang agak jauh. Keduanya pun memesan kopi dan saling mengobrol.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, Helen," ujar Putri dengan wajah tak enak.


"Sudahlah Put. Jangan seperti itu. Lihatlah kebahagiaan yang tercipta di wajah mereka," sahut Helena.


Putri menitikkan air mata melihat ketiga anaknya memainkan mainan baru mereka.


"Apa yang terjadi Putri? Mengapa keadaan kalian bisa seperti ini? Setahuku, bukankah Marco bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan?" tanya Helena.


Putri menghela napas panjang. "Semula Marco memang bekerja di salah satu perusahaan yang ada di New York. Dia menjabat sebagai manager di perusahaan itu. Kondisi keuangan kami pun bisa dibilang sangat baik, meskipun kami harus hidup secara terpisah. Karena Marco baru pulang ke rumah setiap akhir pekan karena perusahaannya berada di kota yang berbeda."


"Dan tepatnya dua bulan yang lalu, ada pengurangan karyawan di perusahaan tempat Marco bekerja. Marco termasuk salah satu karyawan itu. Selain itu, pihak perusahaan menarik semua fasilitas yang pernah kami terima," terang Putri.


"Lalu, Marco bekerja di mana sekarang?" tanya Helena.


"Marco sudah memasukkan surat lamaran kerja di beberapa perusahaan, tapi masih belum rejeki. Secara perlahan, tabungan yang kami miliki pun semakin habis. Akhirnya, Marco menerima tawaran kerja sebagai jasa pengirim makanan di salah satu restoran pizza," ucap Putri.


"Lalu, bagaimana dengan keluarga Marco?"


Putri menggelengkan kepalanya. "Mereka benar-benar sudah membuang Marco. Dan semua itu karenaku. Mereka tidak sudi menerimaku, yang mantan seorang narapidana sebagai menantu di keluarga mereka."


Helena menghela napas panjang. Helena sangat mengenal bagaimana karakter dan perangai kedua mantan mertuanya itu. Di meja yang lain, Axel dan Marco mulai menyesap kopi mereka dan asyik mengobrol.


"Jadi, kau mengalami PHK dari perusahaan tempatmu bekerja sebelumnya," ujar Axel.


Marco mengangguk sambil tersenyum tipis. Axel menyunggingkan bibirnya.


"Mau sampai kapan kau merahasiakan kebenaran dari keluargamu, Marco? Segala sesuatu tidak akan berjalan dengan baik jika dilandasi oleh sebuah kebohongan."


Marco menatap tak percaya ke arah Axel, dan tak lama kemudian dia terkekeh pelan.


"Kau memang pantas menjadi menantu dari sang Dewa Analyst, Axel."


Marco membuang napasnya pelan. "Aku juga tidak ingin berbohong, tapi aku terpaksa melakukannya karena aku tidak ingin menyakiti hati istriku."


Axel mengamati wajah Marco yang terlihat tak segagah dulu. Wajah tampan, tegas dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi berubah menjadi seorang pria yang sedang rendah diri.


"Sepertinya kau benar-benar mencintai wanita itu," ucap Axel dengan wajah mengejek.


"Namanya Putri, bukan wanita itu. Aku mohon jangan menyebutnya seperti itu. Aku tahu kau masih marah dan membenci istriku, tapi dia tetaplah wanita yang aku nikahi dan ibu dari anakku, Axel," protes Marco.


"Baiklah," ucap Axel sedikit enggan.


Marco menghela napas panjang.


"Jujur saja, hubungan kami memang tidak sama dengan hubungan suami istri pada umumnya. Kami lebih terkesan sebagai teman yang saling bahu membahu untuk membesarkan ketiga anak kami. Meskipun Danish dan Miya bukanlah darah dagingnya, tapi Putri sangat menyayangi mereka sama seperti kasih sayangnya kepada Aslan."


"Dan kau mencintainya, benarkan?" cerca Axel.

__ADS_1


Marco mengangkat kedua bahunya. "Aku sendiri tidak tahu. Tapi sejujurnya aku merasa nyaman bersamanya, meskipun tanpa ada kontak fisik diantara kami," jawab Marco sambil tersenyum.


"Mengapa tidak? Pernikahan kalian kan sah dan resmi," sahut Axel.


"Aku tidak ingin memaksakan kehendakku padanya, Axel. Dua pernikahanku sebelumnya gagal dan hancur karena aku dikuasai oleh hawa nap su. Dan aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Lagipula aku tidak tahu apakah di hatinya ada diriku, atau masih ada cinta untukmu."


Axel menyerngitkan dahinya. "Omong kosong. Aku melarang keras wanita manapun untuk menyimpan


perasaan untukku, selain istri tercintaku, Helena."


"Tapi kau bukan Tuhan, Axel. Kau tidak bisa mengatur hati semua orang," ucap Marco yang Axel terlihat kesal.


Danish, Miya dan Aslan sedang asyik bermain di tempat bermain anak yang berada di restoran. Mereka sangat bersemangat memainkan mainan baru yang baru saja mereka dapatkan.


"Apa kau masih menyimpan perasaan untuk suamiku, Putri?" tanya Helena yang seketika membuat Putri terbelalak.


"Mengapa kau bertanya seperti itu, Helena?"


"Mungkin saja karena kau masih menyimpan perasaan kepada Axel, membuat hubunganmu dan Marco menjadi terkesan kaku," ujar Helena.


Putri terkekeh pelan. "Aku masih waras, Helena. Dan aku sadar diri jika apa yang aku rasakan kepada Axel dulu bukanlah cinta, tapi sebuah obsesi dan ambisi yang telah Mamaku tanamkan sejak kecil. Aku bahkan tidak tahu perasaan cinta itu seperti apa. Dan menurutku Marco masih menyimpan perasaan untukmu."


"Itu tidak mungkin, Putri. Hubungan kami memang tetap baik, meskipun kami sudah menjadi mantan suami dan mantan istri. Percayalah, sudah tidak ada cinta di hati Marco untukku. Aku yakin itu," tegas Helena.


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya seru sekali," seru Marco yang sudah kembali bersama Axel.


"T-tidak ada. Hanya obrolan kecil saja. Benarkan Helena," jawab Putri yang terlihat salah tingkah.


Helena mengangguk dan terseyum. Lalu segera berdiri di samping Axel. Keduanya hendak berpamitan.


"Marco!" seru seorang wanita cantik yang sedang memeluk lengan pria bertubuh tinggi kekar.


"Nona Barbara," ucap Marco dengan raut wajah terkejut.


Putri melihat ke arah Barbara. Wanita yang sangat cantik, tubuhnya tinggi dan seksi, terlihat sangat berkelas. "Siapa wanita ini?"


Barbara menatap ke arah Putri dengan tatapan merendahkan.


"Jadi, ini istrimu yang mantan narapidana itu."


Putri menundukkan wajahnya karena malu. Barbara menelisik Putri dari atas sampai bawah dan tersenyum sinis.


"Wanita rendahan. Kau memang pria yang sangat bodoh, Marco. Kau menolak wanita sesempurna diriku, bahkan meskipun aku sudah menjanjikan sebuah kedudukan tinggi padamu hanya untuk hidup bersama sampah masyarakat seperti dia dalam kemiskinan."


"Apa?" pekik Putri sambil menoleh ke arah Barbara dengan mata terbelalak.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author lainnya:


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2