
Helena sudah berada di dalam ruang rawat inapnya lagi ditemani oleh keluarga besarnya. Axel sedang berada di ruangan bayi untuk mengadzani dan iqomah ketiga bayinya. Tuan Zayn dan Tuan Narendra ikut bersama Axel.
Kedua kakek baru itu tersenyum bahagia sambil mengabadikan momen bahagia ini menggunakan ponsel pintar mereka. Setelah selesai diadzani dan menunggu beberapa menit, baby triplets diantarkan ke ruangan Helena menggunakan box bayi.
"Assalamualaikum, Mommy dan semua anggota keluarga besar baby triplets," ucap Axel saat masuk ke dalam ruangan Helena bersama ketiga anaknya.
"Waalaikumsalam," jawab semuanya dengan penuh semangat.
Para kakek dan nenek buyut begitu antusias menyambut kedatangan ketiga cicit mereka. Baby triplets memakai baju dengan warna yang berbeda. Bayi pertama memakai baju warna biru langit, bayi kedua memakai baju warna kuning, dan bayi ketiga memakai baju warna pink muda.
Hati Helena sangat bahagia saat melihat ketiga bayinya yang sudah dia nantikan sejak tadi.
"Apa kau sudah mempunyai nama untuk mereka, Axel?" tanya Tuan Alex.
"Sudah Opa. Tapi masih nama panggilan saja. Untuk nama lengkapnya, aku ingin kalian nanti yang menambahkan," jawab Axel.
"Untuk bayi pertama kami yang tampan dan memakai baju biru ini, aku beri nama Arkana yang artinya pemimpin yang terhormat. Aku berharap dia akan menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana bagi kedua adiknya."
"Bayi tampan yang kedua aku beri nama Arshaka, yang artinya orang yang kuat dan bermurah hati."
"Dan yang paling cantik ini, aku beri nama Arsyila yang artinya jalan penghidupan yang tenteram, merdeka, bahagia dan sempurna," terang Axel.
"Nama yang sangat bagus sekali, Nak. Semoga ketiga anak kalian selalu mendapatkan berkah dari Tuhan," ucap Tuan Haris yang diamini oleh semua yang ada di sana.
"Apa kau suka sayang?" tanya Axel pada Helena.
"Suka sekali," jawab Helena sambil tersenyum bahagia.
"Halo, ketiga keponakan aunty Jasmine yang tampan dan cantik, baby Arkana, baby Arshaka dan baby Arsyila," sapa Jasmine sambil mencium ketiga bayi itu secara bergantian.
"Nyonya Helena, mohon bayi-bayinya diberikan ASI dulu secara bergantian. Dan kami juga sudah menyiapkan susu formula sebagai susu penyambungnya," ucap si perawat sambil menekan remote control untuk menaikkan kasur Helena pada bagian punggungnya.
Para pria, kecuali Axel, segera keluar dan menunggu di luar ruangan. Perawat meletakkan baby Arkana dengan perlahan dan membantu Helena untuk memberikan ASI pertamanya. Setelah bibir sang bayi berhasil menemukan sumber ASInya, sang bayi minum dengan lahapnya.
Kemudian si perawat mengambil baby Arshaka dan meletakkannya di sisi yang lain. Sedangkan baby Arsyila yang paling cantik masih tidur dengan lelap di pangkuan Nyonya Aline.
Axel menelan salivanya kasar saat melihat kedua bayinya minum dengan rakusnya.
"Itu adalah salah satu bagian favorit Daddy, Nak. Sekarang kalian yang berkuasa. Daddy harus puasa dalam waktu yang lama sekarang," batin Axel sambil menekuk wajahnya.
"Sudah Axel, jangan berpikir yang tidak-tidak. Kamu kan hanya puasa selama 2 tahun. Mengalahlah dulu sama baby triplets," bisik Nyonya Savira di telinga Axel.
Axel mendengus kesal.
__ADS_1
"2 tahun itu lama Oma," rengek Axel.
"Sabar dulu, nanti juga kau bisa curi-curi kesempatan," sahut Nyonya Savira.
"Benarkah Oma?" tanya Axel dengan wajah berbinar. "Tapi Axel kan tidak boleh ikut minum sumber makanan mereka."
"Nanti kamu bisa tanya Opa atau Papamu yang sudah berpengalaman," jawab Nyonya Savira.
Wajah Axel kembali sumringah. Sedangkan wajah Helena merona karena malu mendengar pembicaraan suami dan nenek mertuanya.
"Ooeekk... ooeekk...," tangis baby Arsyila pun pecah dengan kerasnya.
"Sepertinya si cantik mulai lapar, Nak," ucap Nyonya Aline.
"Ayo kakak Arkana sama Daddy ya, gantian adik cantikmu yang minum sekarang," ucap Axel.
Nyonya Savira mengambil baby Arkana dan memberikannya kepada Axel, sehingga baby Arsyila bisa mendapatkan ASI pertamanya. Baby Arsyila tak mau kalah dengan kedua kakaknya, dia minum dengan lahapnya.
"Kau harus makan yang banyak dan bergizi Helen. Karena ketiga bayimu membutuhkan ASI mu. Lihatkan ketiganya minum dengan lahapnya," ucap Nyonya Aline.
Helena mengangguk sambil tersenyum.
"Mama tenang saja. Axel akan menyiapkan semua makanan yang sehat dan bergizi untuk Helena, sehingga baby triplets juga mendapatkan yang baik," ucap Axel.
"Mau seperti apapun bentuk tubuhmu, aku tetap mencintaimu sayang," ucap Axel lembut yang membuat hati Helena meleleh.
"Kau tenang saja Nak. Bentuk tubuhmu nanti akan kembali seperti semula, apalagi ketiga bayimu ini kuat sekali minum ASInya," ucap Nyonya Sasmitha.
Tiba-tiba baby Arkana menangis.
"Sepertinya dia masih lapar. Sebentar Mommy buatkan dulu susu formula untuknya," ucap Nyonya Charlotte.
Dan benar saja, baby Arkana segera meminumnya sampai susu dalam botolnya habis lalu melanjutkan tidurnya.
Saat malam tiba, semua anggota keluarga kembali ke mansion, kecuali Tuan Zayn dan Nyonya Aline. Nyonya Aline tidak tega meninggalkan Axel dan Helena mengurus ketiga bayi mereka berdua saja. Dan Tuan Zayn tidak bisa berjauhan dengan istrinya.
Axel meminta kepada pihak rumah sakit untuk meletakkan bilik pembatas dan kasur tambahan untuk kedua orang tuanya beristirahat. Maklumlah, rumah sakit milik sendiri jadi bebas mau diatur semaunya. Axel dan Helena sangat tertolong dengan keberadaan Tuan Zayn dan Nyonya Aline, sehingga ada yang menemani mereka begadang dan mengurus baby triplets saat bangun tengah malam.
Keesokan paginya Tuan Zayn dan Nyonya Aline pulang ke mansion, karena Tuan Narendra dan Nyonya Charlotte sudah datang untuk menggantikan mereka.
Seorang wanita cantik berwajah bule masuk ke dalam rumah sakit dan berjalan menuju tempat resepsionis.
"Selamat pagi," sapa wanita itu kepada bagian resepsionis.
__ADS_1
"Selamat pagi Nona. Ada yang bisa kami bantu?" jawab bagian resepsionis menggunakan bahasa Inggris.
"Saya ingin bertanya, di mana kamar Nyonya Helena Alvaro dirawat sekarang?" tanya wanita itu.
"Nyonya Helena berada di kamar VVIP Previous yang terletak di lantai 15. Apa perlu saya antarkan, Nona?" ucap bagian resepsionis.
"Jika tidak Anda tidak keberatan. Saya sangat berterima kasih," ucap wanita itu sambil tersenyum.
"Heidi!" panggil Reymond yang baru saja keluar dari lift.
"Reymond," sahut wanita itu yang tak lain adalah Heidi.
"Apa kau datang kemari untuk menjenguk Helena dan ketiga bayinya?" tanya Reymond.
"Ya, aku ingin menjenguk mereka," jawab Heidi sambil tersenyum.
"Dokter Reymond mengenal Nona ini?" tanya bagian resepsionis.
"Dia teman saya. Biarkan saya yang mengantarkannya," jawab Reymond.
Reymond dan Heidi segera masuk ke dalam lift.
Bersambung ...
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel pertama author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen (new novel)
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰