Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Extra Part 2. Trauma


__ADS_3

"Para keponakan Uncle Rey cepat sekali tumbuh besar dan tambah gemoy. Uncle Rey jadi makin gumush," ucap Reymond sambil mencium Baby Triplets satu per satu.


Baby Arkana, Arshaka dan Arsyila tertawa geli saat Reymond menggelitik perut mereka.


"Baby Triplets kan sudah hampir 2 bulan, Uncle," sahut Helena sambil tersenyum.


Saat ini mereka berada di dalam sebuah limusin yang akan membawa mereka menuju ke mansion Keluarga Calland. Tuan Calland sudah menyiapkan tempat tinggal untuk Keluarga Alvaro selama berada di Inggris. Baby Arsyila mengangkat kedua tangannya ke arah Reymond, sebagai isyarat jika dia ingin bersama Reymond.


"Oh, sini Baby Cilla yang paling cantik. Kamu merindukan uncle tampanmu ini ya?" ucap Reymond sambil mengambil Baby Arsyila dari pangkuan Helena.


Baby Arsyila tertawa riang saat berada di pangkuan Reymond.


"Lihatlah Heidi, dia senang sekali berada di pelukanku. Nanti kalau sudah halal, kita buat sendiri ya yang tak kalah menggemaskan dari mereka," ucap Reymond.


Heidi tersipu malu.


Mobil limusin itu pun berhenti tepat di depan sebuah mansion yang sangat megah. Kedua orang tua Heidi dan Reymond menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya Alvaro," ucap Tuan Calland selaku tuan rumah.


Tuan Zayn dan Nyonya Aline segera bersalaman dengan Tuan dan Nyonya Calland, serta Tuan dan Nyonya Bagaskara. Axel, Helena, Jasmine dan Evan juga melakukan hal yang sama.


"Kami ucapkan terima kasih banyak karena Tuan dan Nyonya sudah berbaik hati menyiapkan tempat tinggal selama kami berada di Inggris. Kami merasa tidak enak karena telah merepotkan keluarga kalian," ucap Tuan Zayn.


"Tidak perlu sungkan Tuan Alvaro. Kami sangat senang kalian berkenan tinggal di mansion kami. Ayo silakan masuk. Kalian pasti lelah. Para pelayan akan membawa barang-barang kalian dan meletakkannya di kamar kalian," ucap Tuan Calland.


Mansion keluarga Calland cukup luas. Di bagian belakang mansion utama, ada dua mansion yang lebih kecil khusus untuk tamu yang menginap. Satu mansion sudah ditempati oleh Keluarga Tuan Bagaskara dan mansion yang satu lagi akan ditempati oleh Keluarga Alvaro.


Pernikahan Reymond dan Heidi akan dilaksanakan dua hari lagi. Tuan Calland dan Tuan Bagaskara sudah mempersiapkan pernikahan kedua anak mereka dengan sangat mewah.


"Evan. Kau nanti akan tinggal bersama kami di mansion sebelah barat. Karena aku tahu Tuan Zayn pasti tidak suka jika kau dan Jasmine tinggal dalam satu mansion. Kau tak apa kan?" ucap Reymond.


"Aku tidak apa-apa Kak. Lebih baik memang seperti itu, supaya tidak memunculkan pikiran yang negatif. Terima kasih," jawab Evan sambil tersenyum.


Setelah selesai makan malam, semuanya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Di dalam kamarnya, Heidi terus mengigau dalam tidurnya.


"Tidak! Jangan! Aku mohon lepaskan aku!" igau Heidi sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak!" Heidi berteriak.


Tubuh Heidi gemetar dengan keringat yang sudah membasahi tubunya. Heidi memeluk lututnya dan menangis. Heidi memimpikan lagi kejadian percobaan pemerkosaan yang pernah dialaminya sebelumnya. Heidi masih trauma dengan kejadian itu.


"Ya Tuhan, mengapa aku masih memimpikan kejadian mengerikan itu? Aku takut, aku akan bereaksi sama saat Rey menyentuhku nantinya. Aku takut membuat Reymond marah dan kecewa. Aku takut Rey akan pergi meninggalkanku," lirih Heidi sambil terisak.


Heidi segera menghapus air matanya dan keluar dari kamar untuk mengambil air minum. Saat berada di dapur, Heidi segera mengambil air dan meneguknya. Air mata Heidi tumpah kembali.


"Sayang? Mengapa kau belum tidur?" tanya Nyonya Calland, ibu Heidi.


Heidi tersentak dan langsung menghapus air matanya. Nyonya Calland mendekati putrinya. Nyonya Calland terkejut melihat wajah Heidi yang sembab.


"Kau menangis sayang? Ada apa?" tanya Nyonya Calland.


"Mommy," Heidi langsung memeluk ibunya.


Nyonya Calland mengusap bahu putrinya. Saat Heidi sudah sedikit tenang, Nyonya Calland mengajaknya untuk duduk.


"Ada apa sayang? Apa kau masih trauma dengan dengan kegagalan pernikahanmu sebelumnya?" tanya Nyonya Calland.

__ADS_1


Heidi hanya diam dan menunduk. Heidi tidak pernah menceritakan kejadian percobaan pemerkosaan itu kepada kedua orang tuanya. Heidi tidak ingin membuat Daddy dan Mommynya sedih.


"Maafkan Heidi, Mom. Heidi hanya sedikit nervous saja. Dua hari lagi Heidi akan menikah dengan Rey," jawab Heidi sambil tersenyum.


"Jika ada mengganjal di pikiranmu, ceritakanlah pada Mommy. Menurut Mommy, Rey itu anak yang baik. Orang tuanya juga sangat baik, sopan dan sayang padamu," ucap Nyonya Calland.


"Mommy benar. Rey memang pria yang baik. Heidi sangat bersyukur Tuhan telah menghadirkan Rey ke dalam hidup Heidi," ucap Heidi.


Nyonya Calland mengusap rambut Heidi dengan lembut.


"Sebaiknya kau segera kembali ke kamar dan tidurlah. Mommy tidak ingin melihatmu kelelahan apalagi sampai jatuh sakit. Kau harus menjadi pengantin wanita yang paling cantik nanti," ujar Nyonya Calland.


Heidi mengangguk dan tersenyum.


"Heidi kembali ke kamar dulu ya. Mommy juga segeralah tidur," ucap Heidi, lalu mencium pipi ibunya.


Nyonya Calland tersenyum melihat Heidi yang melangkah pergi kembali ke kamarnya.


"Tuhan, berikan kebahagiaan untuk putri kami. Jangan sampai pernikahannya gagal lagi. Kami tidak sanggup jika harus melihat hati putri kami hancur untuk kedua kalinya," lirih Nyonya Calland sambil menitikkan air mata.


Keesokan harinya, Tuan Zayn, Nyonya Aline, Jasmine dan Evan mengunjungi universitas yang nantinya akan menjadi tempat Jasmine untuk menempuh pendidikan S2 nya. Setelahnya, mereka pergi ke apartemen yang akan ditempati oleh Jamsine selama berada di Inggris.


"Papa, Mama. Aku sedang tidak bermimpi kan?" tanya Jasmine sambil mata membulat dan mulut sedikit menganga.


Tuan Zayn dan Nyonya Aline tersenyum melihat ekspresi putri mereka.


"Tidak sayang. Kau tidak sedang bermimpi. Apa kau menyukai apartemenmu? Jika kau tidak suka, kita bisa mencari yang lebih bagus lagi," jawab Tuan Zayn.


"Suka sekali, Papa. Aku hanya terkejut, ternyata kalian telah menyiapkan sebuah penthouse untukku. Ini kan mahal sekali, Pa, Ma," ucap Jasmine tak percaya saat melihat penthouse mewah yang akan ditempatinya.


"Tidak masalah, Nak. Kami ingin memberikan yang terbaik untukmu selama kami mampu. Dan penthouse ini bukan Papa dan Mama yang membelinya, tapi kakakmu, Axel," ujar Tuan Zayn.


Jasmine langsung memeluk ayah dan ibunya. Evan tersenyum melihat kebahagiaan mereka. Dalam hati, Evan berjanji akan bekerja keras supaya nantinya dia bisa membahagiakan Jasmine dan calon anak mereka.


"Meskipun harta bukanlah sumber kebahagiaan yang utama dalam suatu pernikahan, tapi sudah menjadi kewajibanku sebagai kepala keluarga nantinya untuk menjamin semua kebutuhan istri dan anakku. Seperti yang dilakukan oleh Daddy, Tuan Zayn dan Kak Axel," batin Evan sambil tersenyum.


"Nantinya akan ada pelayan yang akan membantumu untuk membersihkan penthouse ini dan membuatkanmu makanan. Dan untuk sistem keamanannya, Axel sudah mengatur semuanya. Papa harap kau bisa belajar dengan fokus dan tenang selama di sini," ucap Tuan Zayn.


Jasmine mengangguk.


"Dan kau Evan. Jika kau sedang tidak sibuk, kau boleh mengunjungi putriku. Tapi dengan syarat, kalian harus bisa menjaga diri baik-baik. Evan juga tidak boleh menginap di sini," ucap Tuan Zayn.


"Terima kasih banyak, Tuan. Saya berjanji tidak akan mengecewakan kalian," ucap Evan.


Jasmine sangat bahagia karena ayahnya sudah menerima Evan dengan baik.


Di mansion keluarga Calland, Helena baru saja selesai memberikan ASI dan menidurkan ketiga bayinya. Pintu kamarnya diketuk, Helena langsung membukakan pintu.


"Heidi," sapa Helena.


"Maaf Helena jika aku mengganggu. Apa kau sibuk?" tanya Heidi.


"Tidak. Aku baru saja menidurkan Baby Triplets," jawab Helena.


"Boleh aku meminta waktumu sebentar?" tanya Heidi dengan raut wajah memelas.


"Tentu saja. Aku akan memanggil pelayan terlebih dahulu untuk menemani Baby Triplets," jawab Helena.

__ADS_1


Helena dan Heidi sudah berada di gazebo taman. Helena terus memperhatikan wajah Heidi yang terlihat gusar sejak tadi. Helena menggenggam tangan Heidi.


"Ada apa Heidi?" tanya Helena lembut.


Heidi menatap Helena.


"Aku takut Helena," jawab Heidi.


"Takut?" sahut Helena.


Heidi mengangguk.


"Apa kau mau berbagi cerita denganku?" tanya Helena.


Heidi menarik napas panjang.


"Saat berada di Indonesia, aku hampir menjadi korban pelecehan. Ada seorang pria yang tinggal di gedung apartemen yang sama denganku, masuk ke dalam apartemenku dan hampir memperkosaku. Beruntung Rey datang tepat waktu, sehingga kehormatanku terselamatkan," cerita Heidi sambil menangis.


Helena membelalakkan matanya dan menutup mulutnya tak percaya. Helena langsung memeluk Heidi. Setelah Heidi cukup tenang, Helena mengurai pelukan keduanya.


"Apa pria itu masih mengganggumu?" tanya Helena.


"Tidak. Pria itu sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib," jawab Heidi.


"Lalu, apa yang kau takutkan sekarang?" tanya Helena.


"Jujur saja, sejak kejadian itu aku sering bermimpi buruk. Lebih tepatnya bermimpi tentang kejadian itu, Helen. Aku takut, aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Rey, karena bayang-bayang kejadian itu," jelas Heidi.


"Itu artinya kau masih mengalami trauma, Heidi. Sebaiknya kau jujur kepada Rey. Aku yakin Rey pasti bisa mengerti dan kalian bisa mencari solusinya bersama," ujar Helena.


"Tapi aku takut Rey akan membatalkan pernikahan kami dan pergi meninggalkanku, jika Rey mengetahui kondisiku yang sebenarnya," ucap Heidi terisak.


"Mengapa kau menyembunyikannya dariku, Heidi?" terdengar suara Rey.


Helena dan Heidi terkejut melihat Rey sudah berdiri di belakang mereka bersama Axel.


"Rey?" seru Heidi dengan bibir bergetar saat melihat tatapan tajam Reymond.


...🌹🌹🌹...


(Author minta maaf karena terlambat update ya. Author habis vaksin booster, 2 hari tumbang🙏🙏🙏)


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2