Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Season 2. Jasmine dan Kisah Cintanya 19 (Mana Yang Kau Pilih?)


__ADS_3

Tuan Farhan segera mempersilakan Tuan Alex, Nyonya Savira dan Jasmine masuk dan duduk di sofa yang tersedia di dalam ruangan itu.


"Mau apa kau datang ke sini? Aku hanya mau bertemu cucumu, bukan dirimu," ucap Tuan Kareem kesal.


"Jasmine kan cucuku, keturunanku. Ya terserah aku," sahut Tuan Alex sengit.


Semua orang yang berada di ruangan itu dibuat tercengang dengan kelakuan kedua aki-aki itu. Nyonya Savira menghela napas panjang.


"Apa kalian berdua itu tidak ingat umur? Sudah tua masih saja ribut seperti anak kecil," ucap Nyonya Savira yang jengah melihat tingkah laku suaminya dan Tuan Kareem.


"Apa yang aku katakan benar istriku, Jasmine kan cucuku ya aku berhak berada di sampingnya di manapun dia berada," protes Tuan Alex.


"Sudah cukup Alexander Alvaro," Nyonya Savira meninggikan nada bicaranya dan menajamkan tatapan matanya.


"Rasakan itu, kau tidak bisa berkutik di depan istrimu," ejek Tuan Kareem.


"Anda juga Tuan Kareem. Jangan bersikap seperti anak kecil lagi. Lihatlah! Anak dan cucu kalian harus melihat kekonyolan kalian. Apa kalian tidak malu?" omel Nyonya Savira.


Bukan hanya Tuan Alex yang seketika diam, Tuan Kareem pun juga langsung tak berkutik. Tuan Kareem juga takut dengan amukan Nyonya Savira. Padahal dulu istrinya tak pernah sekalipun berani mengomelinya seperti ini.


Tuan Farhan, Nyonya Diah dan Nyonya Gulya dibuat tercengang. Sedangkan Jasmine, Evan dan Selma berusaha menahan tawa mereka melihat kedua kakek yang seperti anak kecil itu mati kutu setelah mendapatkan amukan dari Nyonya Savira.


"Ekhem!" dehem Evan memecah keheningan.


"Grandpa, Jasmine sudah berada di sini. Apakah ada yang ingin Grandpa sampaikan?" tanya Evan dengan hati-hati.


Tuan Kareem menatap Jasmine tajam, membuat Jasmine tersenyum kikuk.


"Kemarilah," ucap Tuan Kareem.


Jasmine segera berdiri dan berjalan menghampiri ranjang Tuan Kareem. Tuan Farhan menggeser tubuhnya agar Jasmine bisa mendekat.


"Mana yang akan kau pilih? Evan atau keluargamu?" tanya Tuan Kareem.


"Apa maksudmu Kareem?" sahut Tuan Alex.


"Kau diam saja Alex. Aku bertanya pada cucumu bukan padamu. Nyonya Alvaro tolong Anda kendalikan mulut suami Anda itu," ucap Tuan kesal.


Tuan Alex memutar bola matanya.


"Kenapa kau diam? Jawab!" ucap Tuan Kareem.


"Keluarga saya. Karena tanpa keberadaan mereka, saya tidak akan pernah ada di dunia ini. Sedangkan Evan adalah jodoh yang saya inginkan, tapi semuanya saya kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Mengatur Segalanya," jawab Jasmine tegas.


Evan tersenyum mendengar jawaban Jasmine.


"Jika aku masih tidak merestui hubungan kalian, apa yang akan kau lakukan?" tanya Tuan Kareem lagi.


"Ada tiga hal yang harus dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan keinginannya. Yang pertama, berdoa memohon kepada Tuhan. Kedua, berusaha semampunya untuk mendapatkannya. Ketiga, berserah diri kepada Tuhan. Jika Tuan Kareem memang tidak akan pernah merestui hubungan kami, maka saya serahkan kembali kepada Tuhan. Karena sudah berusaha semampu saya untuk mendapatkan restu dari Anda," jawab Jasmine.


"Jadi kau menyerah begitu saja," ejek Tuan Kareem.


"Berserah bukan berarti menyerah. Saya mencintai Evan, tapi bukan berarti saya harus memisahkan Evan dari keluarganya dan membuat dia dimusuhi oleh keluarganya sendiri."

__ADS_1


Tuan Kareem terdiam dan berpikir sejenak.


"Apa kau juga akan melakukan hal yang sama Evan?" tanya Tuan Kareem kepada cucunya.


"Tentu saja Grandpa. Evan akan sangat berdosa jika harus memisahkan Jasmine dengan keluarganya," jawab Evan.


Tuan Kareem menghela napas panjang.


"Farhan, Diah."


"Ya Pa," jawab Tuan Farhan dan Nyonya Diah bersamaan.


"Segera lamar gadis ini untuk Evan. Kalau perlu segera nikahkan mereka," perintah Tuan Kareem.


"Apa?" teriak Tuan Farhan.


Jasmine dan Evan tak kalah terkejutnya.


"Telingamu masih sehat, bukan?" ketus Tuam Kareem.


"Apa Grandpa serius? Grandpa merestui hubungan kami?" tanya Evan tak percaya.


"Apa kau mau aku menarik ucapanku lagi?" ucap Tuan Kareem.


"Tidak. Evan mohon jangan," mohon Evan.


Tuan Kareem tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Evan langsung memeluk kakeknya dengan penuh kebahagiaan.


Tuan Kareem tersenyum. "Grandpa ingin melihat cucu Grandpa bahagia."


"Kemarilah, Nak," pinta Tuan Kareem kepada Jasmine.


Jasmine semakin mendekat, lalu memegang dan mencium punggung tangan Tuan Kareem seraya berucap,"Terima kasih Tuan."


"Jangan panggil Tuan. Panggil Grandpa," ucap Tuan Kareem lembut.


"Baik Grandpa," sahut Jasmine sambil tersenyum.


Nyonya Savira sangat bahagia dan langsung memeluk lengan suaminya.


"Akhirnya dia menyerah juga," lirih Tuan Alex sambil tersenyum.


"Aku dan Diah besok akan menemui Tuan Zaidan dan Nyonya Aline," ujar Tuan Farhan.


"Aku tidak setuju!" seru Tuan Alex.


"A-apa maksud Opa?" tanya Jasmine bingung.


"Aku tidak mau berbesan dengan orang yang kurang sehat. Itu akan menyusahkan banyak orang saat diadakannya pesta nanti," ujar Tuan Alex.


Semua mata terbelalak mendengar penuturan Tuan Alex.


"Suamiku?" seru Nyonya Savira.

__ADS_1


"Kalau kau ingin meminang cucuku yang paling cantik ini, kau harus sembuh dulu Kareem. Apa kau mau merepotkan anak, menantu dan cucumu? Mereka harus sibuk mempersiapkan acara pernikahan dan juga harus merawatmu di rumah sakit," terang Tuan Alex.


Semuanya menghembuskan napas lega.


Tuan Kareem terkekeh. "Kau itu berhati baik, tapi mulutmu sangat menyebalkan, Alex."


Tuan Alex tertawa. Tuan Alex bangkit dan duduk di pinggir ranjang Tuan Kareem. Evan dan Jasmine segera menjauh dan memberikan ruang untuk kedua kakek mereka.


"Berhentilah membenciku, Kareem. Karena kebencianmu itu akan membuatmu semakin jatuh cinta dengan keturunanku," goda Tuan Alex.


Tuan Kareem mendengus kesal.


"Jangan besar kepala dulu Alex. Saat aku sembuh nanti, aku menantangmu untuk bermain catur."


"Mau bermain catur, anggar, berkuda, atau apapun itu aku selalu siap Kareem. Tapi kau juga harus mempersiapkan hati dan mentalmu jika kau kalah nantinya," ucap Tuan Alex.


"Cih! Kau masih saja sombong. Sok-sokan mau mengajak adu bermain anggar dan berkuda. Ingat umur, Alex," cibir Tuan Kareem.


"Umurku memang lebih dari setengah abad, tapi semangatku masih tetap muda dan membara," ujar Tuan Alex. "Apa kau mau tahu rahasianya?"


Tuan Kareem menyipitkan matanya.


"Karena Tuhan telah memberikanku seorang wanita yang luar biasa dan menjadi ratu dalam hati dan hidupku," ucap Tuan Alex sambil melirik istri cantiknya.


Tuan Kareem terkekeh melihat Tuan Alex yang selalu kasmaran dengan istrinya, Nyonya Savira. Tak lama kemudian Tuan Alex, Nyonya Savira dan Jasmine segera pamit untuk kembali ke mansion mereka. Jasmine sudah tidak sabar ingin segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada Papa dan Mamanya, serta keluarga besar Alvaro dan Hadinata.


Evan sangat bahagia. Tuan Farhan langsung memeluk putra bungsunya itu seraya mengucapkan selamat. Begitu juga dengan Nyonya Diah, Nyonya Gulya dan Selma. Tuan Kareem tersenyum bahagia melihat kebahagian yang terpancar di mata keluarganya.


"Terima kasih Tuhan karena Engkau telah memberikan kesempatan kepadaku untuk memperbaiki segala kesalahanku. Aku harap kau di sana ikut bahagia Maryam melihat kebahagiaan anak, menantu dan cucu kita," batin Tuan Kareem sambil menitikkan air matanya.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2