Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 35. My Sunshine


__ADS_3

Suasana di JA Cooperation, perusahaan milik Javier Alonso memanas. Data perusahaan mereka telah diretas dan bocor kemana-mana. Javier marah besar. Akibat kebocoran data ini, perusahaannya mengalami kerugian dalam jumlah yang tidak sedikit.


"B******k!"


"Siapa yang sudah berani membobol keamanan sistemku?" bentak Javier.


"Maaf, Tuan. Kami masih belum bisa menemukan siapa pelakunya. Sepertinya bukan orang sembarangan. Para hacker kita sangat kesulitan untuk melacaknya," lapor asisten pribadi Javier.


"Atau mungkin yang melakukannya adalah salah satu musuh Anda," ucap sekretaris Javier.


Javier mengeraskan rahangnya dan menggertakkan giginya. Bukan hanya perusahaannya yang mengalami masalah besar, tapi beberapa casino miliknya juga mengalami hal yang sama. Javier mengepalkan tangannya dan memukul meja dengan keras.


"Siapa yang sudah berani mencoba menghancurkan kekuasaanku?" batin Javier.


Di tempat lain, lebih tepatnya di Alvaro Group Jerman, Jasmine tersenyum bangga melihat hasil karyanya.


"Makanya jangan coba-coba mencari masalah dengan keluarga Alvaro, jadi nyesek kan sekarang," gumam Jasmine sambil menyeringai.


Jasmine lah yang telah meretas sistem keamanan JA Cooperation dan memporak-porandakannya.


Ponsel Jasmine berdering. Ada nama dan foto Evan yang muncul di layar ponselnya. Evan menghubunginya menggunakan panggilan video.


"Assalamaualaikum," salam Jasmine.


"Waalaikumsalam, my sunshine," balas Evan sambil tersenyum.


Pipi Jasmine sedikit merona, tapi dia berusaha menyembunyikannya dengan sikap cueknya.


"Bagaimana kabarmu? " tanya Evan.


"Aku sangat baik. Bagaimana denganmu?" Jasmine balik bertanya.


"Alhamdulillah aku juga baik. Sepertinya kau terlihat bahagia sekali. Kesenangan apalagi yang kau lakukan kali ini?" tanya Evan.


Jasmine terkekeh.


"Sepertinya kau sudah sangat mengenaliku," sahut Jasmine.


"Tentu saja. Aku sangat mengenalmu. Mustahil aku tidak mengenali calon istriku sendiri," ucap Evan santai.


Jasmine mencibirnya.


"Aku hari ini senang sekali, karena aku berhasil memberi pelajaran kepada hama yang telah berani mencoba menghancurkan Alvaro Group," ucap Jasmine sambil tersenyum miring.


Evan menyerngitkan dahinya.


"Aku yakin orang itu bukan orang biasa," tebak Evan.


"Bingo!" seru Jasmine.


"Siapa?" tanya Evan penasaran.


"Javier Alonso," jawab Jasmine.


Evan membelalakkan matanya tak percaya.


"Pria itu dengan beraninya menyuap 3 orang petinggi Alvaro Group yang berpusat di Jerman, untuk menghancurkan perusahaan keluarga Alvaro dari dalam. Aku masih belum tahu apa motif dibaliknya. Aku yakin kemungkinan terbesar adalah ada hubungannya dengan Marissa," jelas Jasmine.


"Kau tahu sendiri kan, Javier Alonso itu bukan orang biasa. Kau harus hati-hati. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu," ucap Evan cemas.


"Aku tahu. Aku juga sudah menyiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi setiap serangan yang akan dia lancarkan," ucap Jasmine.


Evan mengangguk.

__ADS_1


"Apa saat ini kau sedang berada di kampus?" tanya Jasmine yang memperhatikan keadaan sekeliling Evan.


"Iya, aku berada di kampus. Aku baru saja menyelesaikan segala keperluan yang berhubungan ijazah dan kelulusanku," jawab Evan.


"That's good. Aku ucapkan selamat untukku," ucap Jasmine sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih, my sunshine," ucap Evan.


"Aku sudah tidak sabar ingin selalu bersamamu. Aku selalu merindukan ucapan ketus dan sikap dinginmu yang dulu sering kau tunjukkan padaku," ujar Evan.


"Sabar Tuan Sahir. Aku masih harus melanjutkan pendidikanku," ucap Jasmine.


"Aku tahu. Dan aku akan selalu menunggumu. Hanya satu pintaku. Selalu jaga hatimu untukku. Karena jantungku hanya berdebar kencang saat berada di dekatmu," ucap Evan mesra.


"Wow... Kau sekarang sudah mulai...," ucapan Jasmine terputus.


"Aku tidak menggombal. Ini tulus dari hatiku, my sunshine," ucap Evan tulus.


Jasmine terharu dan merasa sangat bahagia.


"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Kau sudah berhasil memenuhi kriteria calon menantu di keluarga Alvaro. Dan yang harus dikhawatirkan itu dirimu sendiri. Sejak dulu kau selalu menjadi idola para gadis. Aku yakin pasti tidak sedikit wanita yang tertarik padamu," ucap Jasmine.


Evan mengangkat kedua bahunya dengan kedua matanya melihat ke atas seolah sedang memikirkan sesuatu.


Jasmine terkekeh melihat ekspresi Evan.


"Hai, Evan! Ternyata kau di sini. Aku mencarimu sejak tadi," sapa seorang wanita cantik berambut cokelat dan memakai baju sedikit seksi.


Wanita itu memeluk lengan Evan dengan sengaja.


"Baru saja dibahas, sudah langsung muncul satu," batin Jasmine sambil memutar bola matanya.


"Paula?!" seru Evan.


"Ups, maaf. Ternyata kau sedang melakukan panggilan video," ucap Paula berbohong.


Karena pada kenyataannya, Paula memang sengaja ingin mengganggu kebersamaan Evan dan Jasmine. Paula cemburu saat mengetahui Evan sedang melakukan panggilan video dengan seorang wanita. Paula adalah salah satu wanita yang tertarik dan mengejar cinta Evan.


"Hai, apa kau temannya Evan?" sapa Paula pada Jasmine sambil mengarahkan kamera ponsel Evan ke wajahnya.


"Bisa dibilang seperti itu," jawab Jasmine singkat.


"Kenalkan, aku Paula Hernandez, putri dari pemilik salah satu perusahaan logistik terbesar di Spanyol, HedEx. Aku adalah teman kuliah Evan dan kami sangat dekat," ucap Paula sambil tersenyum sinis.


"Senang berkenalan denganmu Nona Hernandez. Perkenalkan namaku Zalina Jasmine Alvaro," ucap Jasmine sambil tersenyum.


"Alvaro? Apa keluargamu juga memiliki perusahaan besar? Yah, maksudku seperti keluargaku dan keluarga Evan?" tanya Paula dengan sombongnya.


Evan menahan tawanya.


"Kau salah mencari musuh Paula," batin Evan.


"Iya, keluargaku juga memiliki perusahaan. Tapi perusahaannya tidak terlalu besar seperti perusahaan keluarga Anda," jawab Jasmine merendah.


"Ough...!" sahut Paula dengan ekspresi mengejek.


"Memangnya apa nama perusahaan keluargamu? Dan bergerak di bidang apa?" tanya Paula.


"Coba Anda browsing menggunakan ponsel pintar Anda dan ketiklah nama "Alvaro Group"," ucap Jasmine ramah.


Paula segera mengambil ponselnya dan mencari tahu tentang "Alvaro Group".


"I've got it. Alvaro Group," seru Paula.

__ADS_1


"Apa kau bisa membacanya dengan keras Nona Hernandez?" pinta Jasmine.


"Tentu saja. Alvaro Group adalah perusahaan retail terbesar di Asia dan Eropa, yang mulai merambah benua Amerika, Afrika dan Australia." Paula membacanya dengan lantang.


Paula membelalakkan matanya tak percaya.


"A-apa kau tidak sedang membohongiku?" tanya Paula.


Jasmine terkekeh.


"Tentu saja tidak Nona Hernandez. Kau bisa lihat kan logo yang ada di belakangku?" ucap Jasmine sambil tersenyum miring.


Jasmine mengarahkan kamera ponselnya pada logo perusahaan Alvaro Group yang ada di belakang kursi kebesaraan pimpinan Alvaro yang saat ini sedang ia duduki.


Paula membulatkan matanya mengetahui logo yang ada di belakang Jasmine sama dengan logo Alvaro Group yang Paula lihat di ponselnya.


"Dan saat ini aku sedang mengambil alih posisi CEO Alvaro Group Jerman menggantikan kakakku. Setelah aku periksa, ternyata HedEx adalah salah satu perusahaan logistik yang bekerja sama dengan Alvaro Group. Itu artinya keluarga kita sedang menjalin bekerja sama, Nona Hernandez," ucap Jasmine.


"Dan aku yakin masih banyak sekali perusahaan logistik yang jauh lebih terkenal dan lebih baik dari HedEx yang mengajukan kerjasama dengan Alvaro Group," ucap Jasmine sambil menyeringai.


Paula meneguk salivanya kasar. Paula paham sekali maksud dari ucapan Jasmine.


"Ah... Iya tentu saja, Nona Alvaro," ucap Paula sambil memaksakan senyumannya.


"Evan, aku pergi dulu ya. Karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan," ucap Paula tiba-tiba.


"Senang berkenalan dengan Anda, Nona Alvaro," ucap Paula ramah.


Paula segera pergi meninggalkan Evan.


Evan tidak bisa menahan tawanya lagi saat melihat Paula pergi dengan langkah seribu.


"Pergi ke mana sikap sombongnya tadi?" ejek Jasmine.


"Pria sekuat Javier Alonso saja bisa aku tindas, apalagi hanya sekedar uget-uget seperti dia," ucap Jasmine dengan sombongnya.


"Jasmineku memang yang terbaik," ucap Evan sambil terkekeh.


Setelah puas mengobrol Jasmine dan Evan memutuskan sambungan panggilan video mereka.


Jasmine melanjutkan kesenangannya tadi dengan memantau situasi dan kondisi yang terjadi di JA Cooperation. Jasmine yakin Javier Alonso nantinya akan sangat berguna untuk menjatuhkan Marissa gadungan itu.


...🌹🌹🌹...


Spesial buat yang kangen sama Jasmine dan Evan...🥰


Kisah bersuhu tingginya libur dulu ya, biar tidak kepanasan terus...🤭


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2