Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 55. Pernikahan dan Hukuman


__ADS_3

Hari pernikahan pun telah tiba. Acara pernikahan diadakan di mansion Tuan Frans. Putri menggunakan dress panjang berwarna putih. Putri juga mengenakan hijab, sesuai dengan keinginan hatinya. Sedangkan Marco menggunakan setelan jas dan memakai songkok yang senada.


Marco didampingi oleh Tuan Lukman dan Nyonya Amira sebagai walinya. Dan tak kalah ketinggalan si tampan Deniz juga ikut dalam gendongan Nyonya Amira. Tamu yang datang pun hanya sedikit, keluarga dan orang terdekat saja.


Saat akad nikah akan dimulai, Putri duduk di samping Marco. Marco terpana dengan kecantikan calon istrinya. Sedangkan Putri terus menundukkan kepalanya. Acara akad nikah pun berjalan dengan baik. Marco dan Putri sah dan resmi menjadi suami istri. Putri salim dan mencium telapak tangan pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Selamat ya Nak. Semoga pernikahan kalian sakinah, mawaddah warohmah," ucap Nyonya Farah sambil memeluk Putri.


"Terima kasih, Tante," ucap Putri.


"Semoga rumah tangga kalian selalu dilimpahkan dengan kebahagiaan," ucap Tuan Frans.


"Aamiin. Terima kasih, Tuan," jawab Marco.


"Jangan panggil Tuan. Mulai sekarang panggil Papa," sahut Tuan Frans.


"Baiklah Pa," ucap Marco sambil tersenyum dan memeluk ayah mertuanya.


Tuan Lukman dan Nyonya Amira juga memberikan selamat kepada Marco dan Putri.


"Selamat ya Marco dan Putri. Om dan Tante doakan semoga kalian bisa menjadi suami istri dan orang tua yang baik," ucap Nyonya Amira.


"Terima kasih Om, Tante," ucap Marco dan Putri.


Marco mengambil Deniz dari gendongan Nyonya Amira. Putri tersenyum melihat wajah tampan Deniz yang menggemaskan. Tangannya mencubit pipi gembul Deniz.


"Selamat siang semuanya," tiba-tiba Joe datang menghadiri pernikahan Marco dan Putri.


"Selamat siang, Tuan. Maaf Tuan, apa kita saling mengenal?" tanya Marco.


"Saya adalah Joe. Saya datang ke sini mewakili keluarga Alvaro," jawab Joe.


Marco, Putri dan semua keluarga terkejut.


"Saya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga Tuhan selalu memberkati pernikahan kalian," ucap Joe.


"Terima kasih atas ucapan dan doanya, Tuan Joe," jawab Marco.


"Selain ingin mengucapkan selamat, ada hal lainnya yang ingin saya sampaikan," ucap Axel.


"Apa ini tentang kasus istri saya, Putri? Kalian tidak perlu khawatir, tak lama lagi kami akan pergi ke Amerika dan Putri akan mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Marco ramah.


"Bukan masalah itu. Ini masalah yang lain," sahut Joe.


Tak lama kemudian masuklah sepasang suami istri dengan bayi perempuan di dalam gendongan sang istri. Marco membelalakkan matanya.


"Bayi itu?" seru Marco.


"Benar Tuan, bayi ini adalah anak Anda, Tuan Marco. Mereka adalah Tuan Roman dan Nyonya Sofia, orang tua angkat putrimu," jawab Joe.

__ADS_1


"Kami datang ke sini untuk menyerahkan Mia kepada Anda," ucap Tuan Roman.


"Bukannya kami sudah tidak menyayangi Mia lagi. Aku sangat menyanyanginya. Namun karena kondisi kesehatan istriku yang tidak baik, istriku menderita penyakit jantung dan harus melakukan serangkaian pengobatan. Kami khawatir tidak bisa menjaga Mia dengan baik karena harus sering ke rumah sakit," tambah Tuan Roman.


"Kami berencana mengembalikan Mia ke rumah sakit tempat kami membawanya dulu. Namun anak buah keluarga Alvaro menemui kami dan memberitahu jika ayah kandung Mia sedang mencarinya. Dan kami putuskan untuk mengembalikan Mia kepada Anda," ucap Nyonya Sofia.


Mata Marco berkaca-kaca, akhirnya dia bisa bertemu dengan putri kandungnya. Marco menyerahkan Deniz kepada Nyonya Amira. Kemudian dengan berlinang air mata, Nyonya Sofia menyerahkan Mia kepada Marco.


"Halo sayang, putri cantiknya Daddy. Akhirnya Daddy bisa bertemu denganmu, Nak. Terima kasih Tuhan," ucap Marco dengan air mata berlinang.


Marco memeluk dan mencium wajah putrinya. Putri dan semua keluarga yang berada di sana terharu melihat pertemuan ayah dan anak itu.


"Jadi kalian memberinya nama Mia. Nama yang cantik. Terima kasih banyak sudah merawat dan menyayangi putriku selama ini," ucap Marco tulus.


Tuan Ramon dan Nyonya Sofia mengangguk.


"Sama-sama Tuan Marco. Kami juga berterima kasih karena kehadiran Mia memberikan kebahagiaan kepada keluarga kami dan membuat kami bisa merasakan menjadi orang tua," ucap Tuan Ramon.


"Maaf Tuan Marco, bolehkan kami tetap menganggap Mia sebagai putri kami? Bolehkah kami mengunjunginya saat saya sudah sembuh nantinya?" tanya Nyonya Sofia.


"Tentu saja Nyonya. Kalian juga orang tua putriku. Aku dan istriku pasti memberikan ijin jika kalian ingin bertemu dengan Mia," jawab Marco.


Tak selang berapa lama, Tuan Ramon dan Nyonya Sofia pamit karena mereka harus segera berangkat ke Singapura untuk proses pengobatan Nyonya Sofia. Sebelum pergi, Tuan Ramon dan Nyonya Sofia memeluk dan mencium Mia.


"Baiklah Tuan Marco, tugas saya sudah selesai. Kalau begitu saja juga pamit untuk undur diri," ucap Joe.


"Terima kasih banyak Tuan Joe. Dan tolong sampaikan terima kasihku yang tak terkira kepada keluarga Alvaro dan teman-teman Anda, atas semua bantuan kalian untuk menemukan putriku. Aku berhutang budi pada kalian dan keluarga Alvaro," ucap Marco.


"Baiklah Tuan, sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ucap Marco.


Joe dan anak buahnya segera pergi meninggalkan mansion Tuan Frans.


Satu minggu kemudian, Marco dan Putri berangkat ke Amerika. Mereka juga membawa serta Deniz dan Mia. Tuan Ramon dan Nyonya Amira memutuskan untuk ikut dan tinggal bersama Marco di Amerika. Mereka sudah menganggap Marco seperti putra mereka sendiri. Mereka tidak tega membiarkan Marco mengasuh kedua bayi itu sendirian, selama Putri menjalani hukumannya.


Tuan Frans dan Nyonya Farah juga ikut ke Amerika untuk mendampingi Putri menjalani proses persidangan. Tuan Frans dan Marco juga sudah menyiapkan pengacara untuk Putri.


Persidangan kasus Bella dan Putri dilaksanakan. Persidangan itu dihadiri oleh Patrick, Marissa dan keluarga Dawson. Setelah memeriksa dan menilik bukti-bukti yang ada, serta mendengarkan kesaksian para saksi, hakim memutuskan dan menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Bella sebagai otak dibalik semua kejahatan yang telah mereka lakukan.


Sedangkan Putri dijatuhi hukuman selama 1 tahun atas pemalsuan identitasnya yang menggunakan identitas Marissa dan denda sejumlah uang.


Sebelum keluar dari ruang sidang, Putri menemui ibunya dengan ditemani Marco.


"Mama," panggil Putri.


"Mau apalagi kau menemuiku? Aku tidak sudi melihat wajahmu!" bentak Bella.


"Putri hanya ingin mengenalkan Marco pada Mama. Putri sudah menikah Ma, dan Marco ini adalah suami Putri. Kami ingin meminta doa restu pada Mama," ucap Putri sambil berusaha tersenyum.


Bella menatap Putri dengan sengit dan kemudian tersenyum sinis.

__ADS_1


"Luar biasa! Aku menderita karena kakiku cacat dan harus menjalani sisa hidupku di penjara. Sedangkan kau berbahagia dengan menikah dan mempunyai seorang suami. Dan lebih beruntung lagi hukuman yang dijatuhkan untukmu hanya satu tahun," ucap Bella dengan tatapan penuh kebencian.


"Pergilah. Dan jangan muncul lagi di hadapanku!" usir Bella.


Putri meneteskan air matanya. Marco hendak bicara namun ditahan oleh Putri. Dia tidak ingin masalah mereka semakin memanas.


Putri menyeka air matanya dan berkata, "Kami akan pergi Ma. Dan Mama tidak perlu khawatir, aku tidak akan muncul lagi di hadapan Mama sesuai keinginan Mama. Tapi Mama harus tahu, sampai kapanpun Putri akan selalu menyayangi Mama. Dan Putri memohon doa restu dari Mama."


Putri ingin salim, namun Bella menolaknya. Dengan berat hati Putri melangkah pergi meninggalkan Bella bersama Marco.


Tuan Frans melihat perlakuan Bella pada putri mereka tadi, dan mendengar semua yang Bella katakan.


"Tenanglah Nak, kami akan selalu ada untukmu," ucap Tuan Frans sambil memeluk putrinya.


Putri mengangguk.


Sipir penjara pun datang dan hendak membawa Putri ke rumah tahanan.


"Kau tidak perlu khawatir. Jalanilah hukumanmu dengan perasaan tenang. Aku akan sering mengunjungimu nantinya. Jagalah kesehatanmu dan calon bayi kita," ucap Marco sambil memeluk Putri.


Putri hanya menurut saat Marco memeluknya. Ini pertama kalinya mereka berpelukan setelah menikah, karena Marco menghargai Putri yang masih belum siap disentuh olehnya.


"Aku akan selalu menunggumu, istriku. Dan aku akan selalu menjaga hatiku untukmu," bisik Marco.


Putri terdiam dan meneteskan air mata. Ada perasaan aneh yang dia rasakan. Marco adalah pria pertama yang tulus baik dan sayang padanya. Dulu Axel juga baik padanya, tapi karena terpaksa dan hasil dari ramuan yang dia berikan pada tubuh Axel.


Keduanya mengurai pelukan mereka. Putri memeluk keluarganya satu persatu. Terakhir, Putri memeluk dan mencium Deniz dan Mia secara bergantian. Dua bayi itu sudah menarik perhatian dan hatinya beberapa hari terakhir dengan kepolosan dan kelucuan tingkah mereka.


Putri meninggalkan keluarganya dan pergi ke rumah tahanan bersama para sipir penjara. Bella dan Putri ditempatkan di sel penjara yang berbeda dan tidak dalam satu bangunan.


Bersambung ....


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2