
Setiap hari Reymond dengan sabarnya menemani Heidi mendatangi psikiater, sesuai saran Helena. Heidi merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Heidi sudah mulai terbiasa dengan sentuhan-sentuhan Reymond, meskipun tidak sampai ke tahap berhubungan suami istri. Saat ini keduanya sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di pusat Kota London.
"Sayang, lihatlah. Gaun cantik itu akan terlihat semakin cantik saat kau memakainya," ucap Reymond saat menunjuk gaun berwarna biru langit yanh berlengan pendek dan panjangnya di bawah lutut yang ada di dalam etalase sebuah butik.
"Aku tidak menyangka jika suamiku memiliki mata yang jeli. Aku yakin sekali, kau pasti memiliki banyak kekasih sebelumnya," ucap Heidi curiga sambil menyipitkan matanya.
Reymond tersenyum.
"Aku memang suka tebar pesona kepada banyak wanita. Tapi aku tidak masuk kategori buaya darat, sayang. Jangan curiga seperti itu, nanti aku ***** bibirmu yang menggemaskan itu," ucap Reymond.
"Rey," seru Heidi sambil memukul lengan Reymond.
Wajah Heidi serasa memanas dan pipinya mulai merona. Reymond dan Heidi masuk ke dalam butik untuk melihat gaun biru itu.
"Cobalah sayang. Aku ingin melihat kau memakainya," ucap Reymond.
"Baiklah, aku masuk ke ruang ganti dulu. Kamu tunggu di sini," sahut Heidi.
Heidi berjalan masuk ke dalam fitting room dan mencoba gaun berwarna biru itu. Sedangkan Reymond menunggu di luar sambil memainkan ponselnya.
"Rey," sapa seorang wanita.
Reymond mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah wanita yang memanggilnya.
"Nadya," ucap Reymond terkejut.
Nadya segera menghampiri Reymond dan memeluknya. Reymond yang masih terkejut hanya diam saja. Nadya mengurai pelukan mereka.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu sejak hubungan kita berakhir, 3 tahun yang lalu. Aku senang sekali bisa bertemu denganmu lagi. Aku merindukanmu, Rey," ucap Nadya.
Reymond segera melepaskan tangan Nadya yang masih memegang pinggangnya dan menggeser tubuhnya.
"Bagaimana kabarmu, Nadya? Jadi kau tinggal di Inggris sekarang?" tanya Reymond basa basi.
"Aku baik, Rey. Dan ya aku sedang ada project di Inggris. Aku menjadi model salah satu brand ternama di negara ini," jawab Nadya. "Kau sendiri, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik," jawab Reymond singkat.
Nadya merasakan perubahan sikap Reymond.
"Aku minta maaf Rey. Aku terpaksa meninggalkanmu dulu karena aku harus mengejar karirku. Tapi aku masih mencintaimu, Rey. Aku ingin kita bisa kembali bersama seperti dulu," ucap Nadya dengan wajah memelas.
"Rey!" panggil Heidi.
Heidi sudah keluar dari fitting room dan terkejut melihat Reymond berpelukan dengan wanita lain. Heidi hendak langsung pergi, namun dia urungkan. Heidi memilih untuk menghadapinya meskipun hatinya terasa sakit.
"Sayang," ucap Reymond.
Reymond segera mendekati Heidi. Reymond melihat Heidi sedang berusaha menahan emosinya.
"Sejak kapan kau berada di sini?" tanya Reymond.
"Sejak kalian berpelukan," jawab Heidi dingin.
"Sayang, aku bisa jelaskan," ucap Reymond.
"Jadi kau kekasih Reymond yang baru," seru Nadya dan berjalan mendekati Reymond dan Heidi.
Nadya melihat Heidi dari atas sampai bawah dengan tatapan merendehkan. Heidi memberinya tatapan tajam. Nadya terlihat sangat cantik, menggoda, dan sangat stylist.
"Kenalkan, aku Nadya. Aku adalah cinta pertama Reymond," ucap Nadya dengan senyum sombongnya.
"Oh, hanya masa lalunya Reymond," sahut Heidi santai.
Senyuman di wajah Nadya menghilang.
"Aku tidak menyangka Rey, jika seleramu sekarang wanita seperti ini. Sungguh suatu penurunan," ucap Nadya dengan nada merendahkan.
__ADS_1
"Kau benar, memang suatu penurunan bagimu karena Reymond tidak tertarik lagi dengan wanita murahan sepertimu," sahut Heidi.
"Kau?" bentak Nadya.
"Kau harus tahu aku bukanlah pacar Reymond, tapi aku adalah Nyonya Reymond Bagaskara," ucap Heidi sambil memamerkan cincin pernikahannya.
"Mustahil. Tidak mungkin Reymond menikah, apalagi dengan wanita rendahan sepertimu," ucap Nadya tak terima.
"Cukup Nadya!" bentak Rey.
Nadya tersentak.
"Jangan pernah menghina istriku lagi. Namanya Heidi dan dia adalah istriku, wanitaku, ratu dalam hidupku. Yang layak mendapat gelar wanita rendahan itu dirimu, wanita egois," ucap Reymond dengan nada tinggi.
Heidi terkejut melihat sisi lain Reymond yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Rey," sahut Nadya tak terima.
"Sebaiknya kau enyah dari sini. Jangan pernah lagi muncul di hadapanku atau istriku tercinta," ucap Reymond.
Reymond merobek kemeja yang sedang dikenakannya dan memamerkan tubuh atletis dengan otot-otot yang seakan melambai-lambai untuk disentuh. Reymond tidak ingin bekas pelukan Nadya melekat di tubuhnya. Heidi membelalakkan matanya dan meneguk salivanya kasar. Hal yang sama juga dialami oleh Nadya dan para wanita yang berada di butik itu. Reymond merobek bajunya hingga tak bisa dipakai lagi dan membuangnya ke tempat sampah.
Setiap gerakan Reymond tak luput dari seluruh pandangan mata para makhluk cantik ciptaan Tuhan itu. Reymond mengambil satu kemeja yang berada di salah satu gantungan baju, lalu memakainya. Tak lama kemudian Reymond menarik tangan Heidi menuju tempat kasir.
"Kami ambil gaun dan kemeja ini," ucap Reymond sambil menyerahkan black cardnya.
Mata Nadya membulat saat melihat black card unlimited milik Reymond. Selama berpacaran dengannya, Reymond tidak menggunakan black card seperti itu. Ada rasa sesal dalam hatinya. Pelayan toko segera mengambil black card itu dan segera melakukan proses pembayaran.
"Ini Tuan, terima kasih," ucap pelayan toko sambil menyerahkan paper bag dan black card kepada Reymond dengan wajah memerah karena malu.
Reymond dan Heidi segera meninggalkan butik itu. Sampai keduanya berada di dalam mobil, Heidi masih setia dengan wajah dinginnya dan diam tanpa bersuara. Reymond menghela napas panjang. Reymond duduk menghadap Heidi yang duduk di samping kursinya.
"Sayang, lihat aku," ucap Reymond sambil menggenggam tangan Heidi.
Heidi pun menggeser tubuhnya untuk melihat ke arah Reymond.
"Aku tahu kau sangat marah padaku. Aku minta maaf, sayang. Aku tidak tahu jika mantan pacarku, Nadya berada di butik itu. Aku terlalu terkejut sehingga tidak bisa menghindar saat Nadya memelukku secara tiba-tiba. Tapi kau harus tahu, aku sudah membuang jauh-jauh perasaanku padanya. Wanita yang aku cintai sekarang dan selamanya hanya dirimu. Wanita yang memenuhi hatiku hanya dirimu, Heidi. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini sayang," ucap Reymond dengan wajah memohon.
"Hukum aku sayang. Kau boleh memarahimu sepuasmu, atau kau .... mmmhh," ucapan Reymond terpotong dan matanya terbelalak.
Heidi membungkam bibir Reymond dengan lembut. Kedua tangan Heidi meremas bahu Reymond dan merasakan tubuhnya terasa terbakar. Heidi dan Reymond saling menatap lekat dengan napas terengah-engah.
"Aku menginginkanmu, Rey," lirih Heidi.
"Apa kau yakin?" tanya Reymond.
Heidi mengangguk.
"Aku sangat menginginkanmu. Aku ingin menjadi istrimu, milikmu sepenuhnya. Dan aku ingin memilikimu sepenuhnya," jawab Heidi dengan tatapan meyakinkan.
Reymond tersenyum bahagia.
"Kita ke apartemen saja," ucap Heidi sambil tersenyum.
Reymond segera melajukan mobilnya dengan kencang. Reymond tiada henti mencium tangan Heidi dengan hati bahagia. Tak butuh waktu lama, mereka sudah tiba di apartemen pribadi milik Heidi. Heidi segera membuka pintu apartemennya. Reymond segera menutup pintu itu kembali dengan sedikit membanting membuat Heidi tersenyum geli.
Reymond menarik tubuh Heidi ke dalam pelukannya. Dengan tidak sabar, Reymond dan Heidi segera melucuti baju keduanya dan malam pengantin yang tertunda pun berubah jadi siang pengantin. Heidi menunduk malu. Reymond menarik dagunya perlahan.
"Apa kau yakin sayang?" tanya Reymond dengan lembut.
Heidi mengangguk sambil tersenyum. Reymond langsung mengangkat tubuh Heidi dan merebahkan secara perlahan ke atas ranjang.
"Ingat! Jangan lupa membaca doa terlebih dahulu, supaya Tuhan memberikan keturunan yang terbaik," suara tegas Axel tiba-tiba terngiang di telinga Reymond.
"Terima kasih pria kulkas tiga pintu sudah mengingatkanku," batin Reymond sambil tersenyum.
Reymond meletakkan tangan kanannya di atas kepala Heidi dan melafalkan doa yang sudah dia pelajari dan hafalkan sebelumnya. Heidi pun mengamini doa yang diucapkan oleh suaminya.
__ADS_1
"Rileks sayang. Mungkin akan sedikit sakit di awal. Apa kau ingin mundur sekarang?" ucap Reymond lembut.
Heidi memandang manik mata pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Tidak. Aku ingin kita menjadi suami istri sepenuhnya" ucap Heidi.
Saat Heidi sudah mulai rileks, Reymond mulai melakukan penyatuan dengan perlahan.
"Sakit Rey," teriak Heidi.
"Aku akan menghentikannya, sayang," ucap Reymond.
Reymond tak tega melihat wajah Heidi yang mulai memucat dan berusaha menarik dirinya dari atas tubuh Heidi, namun kedua kaki Heidi menahannya.
"Tidak sayang. Lanjutkan. Aku mohon," sahut Heidi.
Reymond pun melanjutkan aktivitas panas mereka, dan Heidi berusaha untuk menahan rasa sakit itu. Setelah beberapa kali hentakan akhirnya Reymond berhasil menerobos masuk dan membuka segel Heidi. Heidi mencengkeram bahu Reymond dengan kuat.
Dalam hati Reymond sangat bahagia, karena dia adalah yang pertama bagi Heidi, begitu juga sebaiknya. Heidi meneteskan air matanya karena merasakan rasa sakit di bagian intinya. Reymond menghapusnya dengan lembut. Perlahan Heidi mulai rileks dan menikmati penyatuan mereka. Reymond pun semakin mempercepat laju gerakannya.
"Heidi sayang, kau sangat luar biasa," bisik Reymond.
Saat cengkeraman tangan Heidi semakin kuat, Reymond semakin mempercepat gerakannya sampai keduanya mendapatkan puncak kenikmatan mereka bersama-sama. Reymond menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Heidi. Keduanya saling berpelukan dengan tubuh yang bersimbah keringat. Reymond bangkit dan merebahkan tubuhnya di samping Heidi.
"Terima kasih, sayang. Aku sangat mencintaimu," ucap Reymond dengan lembut.
"Aku juga sangat mencintaimu, Rey. Terima kasih sudah menjadikanku milikmu sepenuhnya," balas Heidi.
Keduanya pun berpelukan dengan penuh cinta.
"Rey. Apa kau sudah tidur?" tanya Heidi saat napas keduanya sudah normal kembali.
"Belum sayang. Apa kau membutuhkan sesuatu?" sahut Reymond.
Heidi menengadahkan wajahnya.
"Sepertinya aku sakit," ucap Heidi.
Reymond langsung panik.
"Aku tidak membawa peralatan medisku. Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Reymond.
Heidi tersenyum sambil menggeleng.
"Aku akan sembuh jika kau memberikan suntikan cintamu lagi padaku" ucap Heidi dengan tatapan menggoda.
Wajah Reymond langsung sumringah.
"Dengan senang hati aku akan memenuhi permintaanmu, cintaku," ucap Reymond.
...🌹🌹🌹...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
__ADS_1
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰