
Evan sudah terlihat tampan dengan setelan kemeja dan jas kerjanya. Evan segera keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan. Di sana sudah duduk Tuan Farhan di kursinya dan Nyonya Diah sedang menyiapkan hidangan sarapan pagi mereka.
"Selamat pagi, Dad, Mom," sapa Evan.
"Selamat pagi, Son. Daddy lihat wajahmu terlihat segar sekali pagi ini. Syukurlah jika kau bisa tidur dengan baik," ucap Tuan Farhan.
"Ya pastilah, Dad. Aku bisa tidur dengan baik. Sebelum tidur aku dapat ucapan dan doa serta kata cinta dari bidadari pujaan hatiku," sahut Evan sambil tersenyum.
Tuan Farhan dan Nyonya Diah terkekeh melihat ekspresi putra mereka.
"Selamat pagi semua," terdengar sapaan dingin dari Tuan Kareem.
"Selamat pagi, Grandpa. Bagaimana keadaan Grandpa pagi ini? Sudah lebih baik?" tanya Evan.
"Yah Grandpa baik. Baik atau pun tidak kalian juga tidak peduli," jawab Tuan Kareem.
"Papa jangan bilang seperti itu. Kami semua peduli kepada Papa," ucap Nyonya Diah.
"Apa ucapanmu itu benar, Diah? Jika benar, seharusnya kau bisa membuat putramu ini menjadi anak yang penurut, bukan malah membuatnya menjadi pembangkang seperti ayahnya dulu," ucap Tuan Kareem sinis.
Nyonya Diah langsung terdiam dengan wajah menunduk.
"Aku mohon cukup Pa. Sudah cukup Papa merendahkan istriku. Diah sudah berusaha menjadi menantu yang baik untuk Papa, istri yang baik untukku dan ibu yang baik untuk kedua putraku," ucap Tuan Farhan emosi.
Nyonya Diah langsung memegang tangan suaminya agar emosinya tidak semakin tersulut.
"Baiklah. Papa minta maaf ya Diah," ucap Tuan Kareem santai.
"Tidak apa-apa, Pa," jawab Nyonya Diah sambil tersenyum.
"Sebaiknya kita makan sekarang sebelum makanannya dingin," ujar Evan.
Tuan Farhan dan Tuan Kareem pun akhirnya berhenti berdebat. Nyonya Diah segera mengambilkan sup ayam yang masih hangat untuk ayah mertunya itu.
"Apa jadwalmu hari ini padat, Evan?" tanya Tuan Kareem.
"Tidak juga Grandpa. Evan hanya akan melakukan pertemuan penting dengan salah klien penting perusahaan di sebuah restoran Italia. Dan Evan akan pulang tepat waktu," jawab Evan sambil menikmati sup buatan ibunya.
"Sepertinya hubunganmu dengan kekasihmu kurang sehat. Kalian jarang sekali bertemu karena kesibukanmu," ucap Tuan Kareem.
Evan tersenyum.
"Kami memang jarang bertemu sebelumnya, karena dia harus menyelesaikan pendidikannya di luar negeri. Tapi saat dia sudah berada di Indonesia. Grandpa tidak perlu cemas, kami bertemu setiap hari. Kami makan siang bersama, dan Evan selalu menyempatkan waktu untuk mengunjunginya di perusahaan tempat dia bekerja," jawab Evan santai sambil tersenyum.
Tuan Kareem membuang napas kasar.
"Jadi dia hanya karyawan biasa. Tidak sebanding dengan Meira, pewaris The Demir Cooperation," cibir Tuan Kareem.
Tuan Farhan dan Evan hanya tersenyum. Keduanya tidak ingin menanggapi cibiran Tuan Kareem.
"Diah. Nanti malam siapkan hidangan makan malam yang spesial. Aku mengundang Dilara dan putrinya, Meira untuk makan malam bersama kita. Aku ingin kalian, terutama Evan berkenalan dengan Meira. Dan aku jamin setelah bertemu dengan Meira, Evan pasti langsung jatuh cinta padanya," ucap Tuan Kareem.
"Terserah Papa. Yang penting wanita yang bernama Dilara itu tidak mencari masalah seperti saat kami bertemu dengannya dulu. Jika dia berani menghina atau merendahkan istriku, aku tidak segan menyuruh para penjaga untuk mengusirnya. Dan untuk masalah anaknya, aku serahkan pada Evan. Dan aku yakin jika si Meira itu tidak lebih baik dari calon menantu idamanku," ucap Tuan Farhan.
"Apa kau tidak bisa berbicara sopan kepada ayahmu ini, Farhan?" bentak Tuan Kareem.
"Aku selama ini selalu berusaha bersikap sopan kepada Papa, selama Papa tidak mengusik keluargaku. Jika Mama masih hidup, Mama pasti akan sependapat dengan sikap yang aku ambil," jawab Tuan Farhan.
Tuan Kareem langsung kembali ke kamarnya setelah menghabiskan makanannya.
"Evan, undang juga Jasmine makan malam bersama kita nanti malam," ujar Tuan Farhan.
"Tenang saja, Dad. Jasmine sudah setuju untuk ikut makan malam dengan kita," jawab Evan sambil menunjukkan pesan dari Jasmine di ponselnya.
"Wah anak Daddy langsung gerak cepat," ucap Tuan Farhan sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
Evan baru saja selesai melakukan pertemuan penting dengan kliennya di ruang VVIP restoran Italia. Evan dan Sandy melangkah keluar dari ruang VVIP tersebut. Saat akan keluar dari restoran, tiba-tiba ada seorang wanita menabrak Evan dan menumpahkan minumannya di baju Evan.
"Ups. Maaf Tuan saya tidak sengaja. Biarkan saya bersihkan noda di baju Anda," ucap wanita sambil mengeluarkan sapu tangannya.
"Tidak perlu. Lain kali lebih berhati-hatilah," jawab Evan dingin.
"Tidak apa-apa Tuan. Biarkan saya bersihkan dulu nodanya," ucap wanita itu memaksa.
"Berhenti. Apa kau tidak dengar perkataanku tadi? Tidak perlu. Jauhkan tanganmu dariku, karena aku tidak ingin kau menyentuhku," ucap Evan sedikit membentak.
Evan segera melenggang pergi diikuti oleh Sandy di belakangnya. Sedangkan wanita itu terdiam dengan wajah kesal.
"Sombong sekali. Bisa-bisanya dia mengabaikanku. Tunggu saja Evan, nanti malam akan ku buat kau jatuh hati padaku," ucap wanita itu sambil tersenyum sinis.
Wanita itu tak lain adalah Meira Demir, yang sengaja mencari tahu kegiatan Evan dari Tuan Kareem. Meira sengaja membuat skenario yang seolah-olah keduanya bertemu dengan tak terduga.
Evan dan Sandy mendatangi Alvaro Group. Axel, Jasmine dan Darren baru saja selesai meeting saat mereka tiba di lantai khusus CEO Alvaro Group.
"Evan," panggil Jasmine.
"Hai. Selamat siang Kak Axel, Darren," sapa Evan.
__ADS_1
"Apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Axel.
"Tidak Kak, kami baru saja tiba," jawab Evan.
Jasmine melihat noda di jas dan kemeja Evan.
"Mengapa ada noda di bajumu?" tanya Jasmine.
Evan menghela napas.
"Tadi ada seorang wanita yang tidak sengaja menabrakku dan menumpahkan minumannya di bajuku. Dan tujuanku datang ke sini ingin mengajakmu untuk membeli baju baru. Aku tidak suka ada bekas wanita lain di bajuku," jawab Evan.
Axel, Jasmine dan Darren tertawa.
"Sepertinya Kak Evan mulai mengikuti jejak para pria Alvaro," ucap Darren.
Evan tersenyum.
"Ayo kita ke ruanganku. Kau tidak perlu membeli baju baru. Pakai saja bajuku. Ukuran tubuh kita tidak jauh berbeda. Dan kau tidak perlu khawatir, bajuku masih baru dengan kwalitas terbaik dari DńA Fashion," ucap Axel.
Saat tiba di ruangan Axel, Jasmine segera mengambilkan baju milik kakaknya yang tersimpan di kamar khusus di ruangan Axel.
"Ini Evan, sebaiknya kau segera ganti bajumu," ucap Jasmine sambil menyerahkan setelan kemeja dan jas baru untuk Evan.
"Terima kasih," ucap Evan.
Jasmine hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Ganti bajunya di dalam kamar Evan. Jangan di sini, nanti adikku bisa ngiler, bahkan bisa sampai mimisan jika melihat dada bidang dan roti sobekmu," celetuk Axel.
"Kak Axel," seru Jasmine.
Jasmine mencubit lengan Axel dengan pipi yang sudah merona. Evan tersenyum, lalu masuk ke dalam kamar dan berganti baju. Saat keluar dari kamar, Evan sudah melihat ada banyak makanan di atas meja.
"Ayo Evan, kita makan siang bersama. Aku sudah memesan banyak makanan untuk kita," ucap Axel. "Sandy, kau juga ikut makan bersama kami."
"Baik Tuan. Terima kasih," ucap Sandy sambil tersenyum.
"Duduklah di sebelahku Kak Sandy," ucap Darren.
Sandy segera duduk di samping Darren. Mereka langsung menyantap habis menu makan siang mereka.
"Jadi, kakekmu akan mengundang wanita yang akan dijodohkannya denganmu untuk makan malam di mansion kalian," ujar Axel.
"Benar Kak. Makanya aku juga mengundang Jasmine. Daddy dan Mommyku sudah setuju," jawab Evan.
"Lalu bagaimana dengan kakekmu? Apa dia sudah tahu?" tanya Axel lagi.
Axel menyunggingkan bibirnya.
"Tapi maaf, aku tidak bisa menjemputmu. Aku takut Grandpa akan mempersulit kedatanganmu di mansion. Kau tidak apa-apa kan?" tanya Evan pada Jasmine.
"Tenang saja. Aku sangat suka memberikan kejutan," jawab Jasmine sambil tersenyum santai.
Pada malam harinya, Nyonya Dilara dan Meira Demir tiba di mansion keluarga Sahir dengan penampilan glamor dengan gaun mahal dan dandanan yang cukup tebal. Nyonya Dilara tidak ingin kalah cantik dari sang istri Tuan Farhan, yaitu Nyonya Diah.
"Selamat datang Dilara dan Meira," ucap Tuan Kareem saat menyambut keduanya.
"Grandpa," panggil Meira manja.
Meira langsung memeluk Tuan Kareem.
"Kau semakin cantik Meira," puji Tuan Kareem.
Meira tersenyum malu.
"Bagaimana kabar Anda Tuan Kareem?" tanya Nyonya Dilara saat keduanya berjabat tangan.
"Pria tua ini sangat baik."
"Dan bagaimana denganmu? Apa kau masih sendiri setelah kepergian suamimu?" tanya Tuan Kareem.
"Ya Tuan. Saya hanya ingin fokus mengurus putri semata wayang kami dan mengelola perusahaan," jawab Nyonya Dilara.
"Wah kau memang wanita yang luar biasa, Dilara. Sungguh sangat disayangkan karena Farhan dulu menolak perjodohan kalian," ujar Tuan Kareem.
"Papa," seru Tuan Farhan.
"Sudah suamiku," ucap Nyonya Diah pelan.
"Selamat malam Tuan Farhan dan Nyonya Diah," sapa Nyonya Dilara sambil menampilkan senyum fakenya.
"Selamat malam, Nyonya Dilara," jawab Nyonya Diah.
"Selamat malam Om dan Tante. Kenalkan namaku Meira," ucap Meira sok akrab.
"Selamat malam dan salam kenal, Meira," ucap Tuan Farhan dingin.
__ADS_1
"Mari silakan masuk, Nyonya Dilara dan Meira," ucap Nyonya Diah sopan.
Nyonya Dilara dan Meira segera masuk ke dalam mansion dan diarahkan menuju ruang makan. Nyonya Dilara dan Meira dibuat takjub dengan kemegahan mansion keluarga Sahir.
"Diah, panggilkan Evan," teriak Tuan Kareem.
"Grandpa tidak perlu berteriak. Evan sudah ada di sini," ucap Evan yang baru saja turun dari tangga.
Mata Meira langsung berbinar karena terpesona dengan ketampanan Evan.
"Evan, kemarilah. Kenalkan ini Dilara dan putri cantiknya, Meira," ucap Tuan Kareem penuh semangat.
"Kau," seru Meira.
Evan hanya menyerngitkan dahinya saat mengenali Meira, wanita yang menabraknya tadi siang.
"Wah, aku tidak menyangka jika pria tampan yang tidak sengaja aku tabrak tadi siang adalah dirimu. Kenalkan aku Meira," ujar Meira kecentilan sambil menjulurkan tangannya.
"Evan," sahut Evan sambil menakupkan kedua tangannya di depan dada.
Meira terkejut lalu segera menarik tangannya dengan menahan malu.
"Sialan. Dia sok jual mahal," batin Meira.
"Bagaimana Evan? Meira cantik kan?" tanya Tuan Kareem.
Meira langsung tersipu malu.
"Yah, biasa saja seperti kebanyakan wanita pada umumnya," jawab Evan yang membuat senyum malu Meira langsung menguap.
"Dasar kau ini," bentak Tuan Kareem.
Evan segera duduk di samping Nyonya Diah.
"Silakan kalian duduk," ucap Nyonya Diah sopan.
Meira dan ibunya duduk di seberang Evan dan Nyonya Diah. Pelayan mulai menyajikan hidangan makan malam mereka.
Ting... Tong... (Terdengar suara bel berbunyi)
"Biar Evan saja Bu Darsi yang membukakan pintu," ucap Evan sambil berdiri dari kursinya dan melangkah menuju pintu.
"Siapa yang bertamu malam-malam begini? Mengganggu saja," ucap Tuan Kareem kesal.
"Assalamualaikum, semuanya," ucap Jasmine yang berjalan masuk bersama Evan.
"Waalikumsalam," jawab semua yang ada di ruangan itu.
Tuan Kareem, Nyonya Dilara dan Meira terkejut saat mengetahui Evan membawa masuk seorang wanita cantik. Tuan Kareem bahkan membelalakkan matanya saat melihat kecantikan wajah Jasmine yang diberi riasan tipis. Tuan Farhan langsung berdiri dan menghampiri Jasmine dengan wajah sumringahnya.
"Selamat datang, Nak," ucap Tuan Farhan.
Jasmine langsung salim dan mencium punggung tangan Tuan Farhan dan Nyonya Diah.
"Papa, Nyonya Dilara dan Meira. Kenalkan wanita cantik dan berkelas ini adalah Jasmine, kekasih Evan," ucap Tuan Farhan dengan bangganya.
"Perkenalkan saya Jasmine, Tuan dan Nyonya," ucap Jasmine dengan sopan.
"Wanita ini? Dia kan yang sudah berani membentak dan menarik rambutku beberapa hari yang lalu. Dan gara-gara dia rambutku mengalami kerontokan dan harus melakukan perawatan mahal di salon," batin Meira dengan tatapan marahnya.
Jasmine menjatuhkan pandangan matanya ke arah Meira dan tersenyum.
"Ya itu aku. Sebelumnya aku hanya merontokkan rambutmu. Dan selanjutnya aku akan merontokkan susunan tulang dan gigimu jika kau berani menyentuh milikku. Because, I'm the executor," batin Jasmine sambil menyeringai yang membuat Meira seketika merinding.
Bersambung ....
🌹🌹🌹
Baca juga novel author :
Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
__ADS_1
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰