
Deretan mobil mewah keluarga Alvaro terparkir dengan rapi di halaman sebuah panti asuhan. Suasana di panti pagi ini sangat sepi. Hanya terlihat beberapa anak panti yang berlalu lalang di sekitarnya. Beberapa menit kemudian, seorang lelaki paru baya keluar dari dalam ruangan. Dengan langkah yang sedikit tergesa, beliau menghampiri keluarga Alvaro yang tengah berjajar di halaman.
"Selamat datang Tuan Alexander dan keluarga besar Alvaro," sambut lelaki itu.
"Bagaimana kabar Anda, Tuan Benedict? Lama sekali kita tidak berjumpa," ucap Tuan Alex sambil menjabat tangan Tuan Benedict, pengurus panti.
"Kabar saya baik sekali Tuan. Mari Tuan dan Nyonya sekalian, silakan masuk ke dalam. Biar saya panggil anak-anak dulu," ucap Tuan Benedict.
Tuan Alex beserta anggota besarnya, keluarga Hermawan dan juga Evan berjalan mengikuti Tuan Benedict masuk ke dalam rumah panti. Anak buah Tuan Alex membantu membawakan beberapa bingkisan yang telah mereka siapkan untuk anak panti, berupa makanan, pakaian, tas, sepatu, mainan dan berbagai macam buku.
Setelah beberapa menit terlewati, rombongan anak panti pun mulai mengisi penuh ruangan. Segera saja Keluarga Alvaro memulai acara dengan suasana yang ceria disertai dengan perasaan bahagia.
Jasmine dengan perasaan bahagia bercampur haru membagikan bingkisan yang telah mereka bawa tadi kepada anak-anak panti dibantu oleh Evan dan seluruh anggota keluarga. Helena mengusap perut buncitnya sambil menangis haru saat melihat kebahagian yang tampak pada raut wajah anak-anak panti. Dan Hans mengambil beberapa gambar untuk mengenang moment bahagia ini menggunakan kamera yang sengaja telah dia siapkan sebelumnya.
Kegiatan mereka berakhir pada siang hari. Sebelum pulang mereka menikmati hidangan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh keluarga Alvaro. Selesai makan siang, Tuan Alex beserta keluarga berpamitan kepada Tuan Benedict dan anak-anak panti dan kembali ke mansion.
Pada malam harinya, pesta telah digelar dengan sederhana namun tetap terkesan berkelas. Selain keluarga besar Alvaro dan Hermawan, beberapa kolega penting Alvaro Group juga telah datang. Tak kalah pentingnya kehadiran Evan dengan setelan tuxedo berwarna hitamnya. Evan terlihat sangat tampan dan gagah. Evan bergabung dengan Hans dan Double D (Darren dan Darrel).
Pandangan mata Evan tak pernah lepas dari bidadari cantiknya, Jasmine, yang memakai gaun berwarna silver dengan polesan make up natural. Wajah Jasmine terus merona setiap kedua mata indahnya bertatapan dengan mata Evan. Kecantikan Jasmine malam ini juga menjadi pusat perhatian para tamu pria yang datang.
Pasangan Tuan dan Nyonya Muda Alvaro juga tak kalah menarik perhatian. Axel yang mengenakan setelan jas dan Helena mengenakan gaun warna merah panjang dan berlengan panjang, namun bagian lehernya tidak terlalu pendek. Helena terlihat sangat cantik dengan riasan make up flawless. Para tamu undangan tiada hentinya memberikan pujian kepada keduanya.
"Sepertinya kau harus segera menggelar acara pernikahan lagi, Zayn," celetuk Tuan Narendra.
Tuan Zayn dan Nyonya Aline membulatkan kedua mata mereka.
"Jangan bicara sembarangan Ren. Kau menyuruhku untuk menikah lagi?" sahut Tuan Zayn kesal.
Tuan Narendra terkekeh.
"Bukan untuk dirimu, tapi putrimu, Jasmine. Lihatlah putrimu dan calon menantumu sejak tadi tidak berhenti saling memandang," ucap Tuan Narendra.
Tuan Zayn langsung menatap tajam ke arah Jasmine dan Evan. Nyonya Aline menyentuh bahu suaminya.
"Tahan emosimu suamiku. Putri kita sudah besar. Biarkan dia merasakan indahnya cinta, yang penting dia tidak sampai melewati batas," ucap Nyonya Aline menenangkan.
Tuan Zayn menghela napas panjang.
"Aku hanya tidak ingin putri kecil kita mengalami patah hati nantinya," lirih Tuan Zayn.
"Mau tidak mau putri kita pasti akan melewati masa-masa seperti itu dan merasakan manis pahitnya jatuh cinta."
"Sudahlah jangan bersedih seperti itu. Suatu saat nanti kita harus ikhlas saat putri kita menikah dan meninggalkan kita untuk hidup bersama keluarga barunya. Dan kau tidak perlu khawatir karena aku yang akan selalu berada di sampingmu untuk mendampingimu, menemanimu dan mencintaimu sepenuh hati," terang Nyonya Aline.
"Terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu," ucap Tuan Zayn sambil mencium kening Nyonya Aline.
Tuan Alex memberikan sambutan untuk membuka acara pesta malam ini, dan tak lama kemudian acara pesta pun di mulai. Para pemain musik segera memainkan alat musiknya dan melantunkan beberapa lagu. Para tamu sangat menikmati kemeriahan pesta, meskipun tanpa meneguk minuman keras. Semua kolega Alvaro Group sudah paham dan mengerti jika di setiap pesta yang diadakan oleh keluarga Alvaro tidak akan menyediakan minuman keras dan mereka sangat menghargainya.
Keluarga besar Morris akhirnya tiba di tempat pesta. Tuan Alex, Nyonya Savira, Tuan Zayn dan Nyonya Aline segera menyambut hangat kedatangan mereka.
"Selamat datang Tuan Zibber, Nyonya Elizabeth, Tuan Arnold, Nyonya Daisy, Aiden, Emily dan Azzura," sambut Tuan Zayn.
"Senang bisa berjumpa lagi denganmu saudaraku," ucap Tuan Arnold sambil memeluk Tuan Zayn.
"Selamat datang sahabatku," ucap Tuan Alex sambil berpelukan dengan Tuan Zibber.
Hal yang sama juga dilakukan oleh para istri mereka.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu, Aline? Aku merindukanmu dan gaun-gaun rancanganmu," ucap Nyonya Daisy.
"Alhamdulillah kabarku baik, Daisy. Aku juga merindukanmu," ucap Nyonya Aline.
Nyonya Aline dan Nyonya Daisy mengurai pelukan keduanya. Nyonya Aline pun mengarahkan pandangannya pada Aiden dan Emily.
"Aiden, Emily, selamat untuk pernikahan kalian. Kami minta maaf tidak bisa menghadiri pernikahan kalian. Semoga kalian selalu diberikan bahagia," ucap Nyonya Aline.
"Terima kasih banyak Nyonya atas ucapan dan doanya," ucap Aiden dan Emily.
"Baiklah. Silakan kalian menikmati pestanya. Aiden dan Emily, kalian bisa bergabung dengan Axel dan Helena. Dan kau queen Azzura yang cantik, Jasmine sudah menunggu kedatanganmu," ucap Tuan Zayn.
"Terima kasih Uncle. Aku memang sudah sangat merindukan saudariku itu. Aku ke tempat Jasmine dulu ya," ucap Azzura penuh semangat.
Aiden dan Emily juga segera berjalan ke arah Axel dan Helena.
"Hai sweety," seru Azzura.
"Hai, Azzura sayang. I miss you so much," ucap Jasmine.
Kedua sahabat itu saling berpelukan.
"Selamat ya saudariku, telah menyandang gelar sarjana dengan nilai terbaik. Aku bahagia sekali dan bangga padamu," ucap Azzura.
"Terima kasih, Azzura," ucap Jasmine.
Kedua sahabat itu mengurai pelukan mereka.
"Hai Hans, senang bertemu denganmu teman Armyku," ucap Azzura sambil memeluk Hans.
Azzura dan Hans sama-sama mengidolakan boy band asal negeri ginseng itu.
"Apa kau sudah tahu Hans, kalau BTS akan mengadakan konser di Las Vegas bulan depan?" tanya Azzura.
"Tentu saja. Dan aku sudah memesan tiket untuk kita, di tempat VVIP," jawab Hans.
"Kau memang yang terbaik, Hans," ucap Azzura sambil berteriak kegirangan.
"Jadi kita akan menonton berdua lagi seperti sebelumnya," tambahnya.
"Bukan hanya berdua, tapi kali ini kita akan nonton konser berempat," ucap Hans.
Azzura melebarkan matanya.
"Berempat? Apa Jasmine juga akan ikut? Wah aku senang sekali," sahut Azzura.
"Bukan Kak Jasmine. Tapi kami berdua," seru Darren yang bergabung dengan mereka bersama saudara kembarnya.
"Darren? Darrel? Jadi kalian juga pecinta BTS," teriak Azzura.
Darren dan Darrel menutup telinga mereka.
"Bisa kau kecilkan suara menggelegarmu itu, Azzura? Telinga kami jadi sakit," ucap Darrel kesal.
"I'm sorry. Aku terlalu bersemangat," ucap Azzura.
"Kami bukan penggila mereka seperti kalian, tapi kami hanya menyukai lagu mereka. Sekalian kami juga ingin pergi liburan," ucap Darren.
__ADS_1
"Whatever! Yang penting bulan depan kita nonton konser BTS," sahut Azzura dengan wajah sumringahnya.
Jasmine memberi isyarat pada Evan untuk mendekat.
"Azzura, kenalkan ini Evan. Dan Evan kenalkan ini Azzura, sahabatku," ucap Jasmine.
"Hai, Azzura," ucap Evan.
"Hai, Evan. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Tuan Bule Turki yang sudah berhasil meluluhkan hati sahabatku ini," ucap Azzura sambil tersenyum menggoda Jasmine.
Jasmine langsung memberikan cubitan pada lengan Azzura, membuat Azzura mengaduh kesakitan. Evan, Hans, Darren dan Darrel tertawa saat melihat pipi Jasmine yang merona karena malu.
Sedangkan Aiden dan Emily sudah saling berpelukan dengan Axel dan Helena. Aiden dan Emily juga terlihat sangat serasi dengan balutan setelan jas hitam yang dikenakan Aiden dan gaun berwarna putih yang dikenakan Emily saat ini.
"Bagaimana acara bulan madu kalian?" tanya Axel.
"Tentu saja sangat menyenangkan. Terima kasih banyak untuk hadiah tiket bulan madunya," jawab Aiden.
Axel tersenyum sambil mengangguk.
"Kau terlihat cantik sekali malam ini, Helen. Kehamilan baby triplets membuatmu terlihat semakin stunning," puji Emily.
"Kau bisa saja Em. Kau juga terlihat semakin cantik dan bersinar dengan kehamilanmu," ucap Helena.
"Sebaiknya kita duduk. Kasihan kedua istri kita yang sedang membawa harta kita yang paling berharga ini, jika terlalu lama berdiri," ajak Axel.
Mereka berempat pun segera duduk di sofa panjang dan saling mengobrol berbagi cerita.
...🌹🌹🌹...
Visual
Aiden Ivander Morris
Emily Michaela White (Nyonya Aiden Morris)
Baca juga novel pertama author :
"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"
Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
Terima kasih🙏🥰
__ADS_1