Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Chapter 26. Siap Jadi Pebinor


__ADS_3

Helena, Jasmine, Azzura dan Emily saat ini berada di sebuah cafe milik teman Emily, setelah mereka puas berbelanja. Azzura senang sekali dia sekarang memiliki teman yang sehati dengannya.


"Seandainya saja Kak Emily itu pacarnya Kak Aiden, aku pasti bahagia sekali. Kita kan punya hobi dan selera yang sama. Kita bisa sering jalan dan shopping bersama," seru Azzura.


Emily terkekeh sambil menggeleng.


"Apa kau sayang padaku, Azzura?" tanya Emily.


"Tentu saja. Aku sudah merasa cocok sama kakak," jawab Azzura manja.


"Lalu, apa kau tega melihatku terus menerus sakit hati karena kelakuan kakakmu yang suka gonta ganti wanita, cocol sana cocol sini?" tanya Emily lagi.


Azzura menggeleng.


"Tanpa berpacaran dengan kakakmu yang bodoh itu pun kita masih bisa sering bertemu, jalan, shopping, hunting bersama," ucap Emily.


"Kakak serius?" tanya Azzura antusias.


"Iya. Selama aku berada di Jerman dan selama aku tidak bekerja, aku siap menemanimu," jawab Emily meyakinkan.


"Asyik! Terima kasih, Kak," teriak Azzura senang sambil memeluk Emily.


Helena dan Jasmine tersenyum mendengarkan perbincangan duo shopaholic itu. Kaki mereka terasa pegal sekali setelah menemani Azzura dan Emily berkeliling dan keluar masuk beberapa toko.


"Kakak beli apa saja tadi?" tanya Jasmine pada Helena.


"Aku tadi membeli beberapa pasang baju kerja untuk kakakmu beserta dasinya. Keberadaan kami di Jerman ternyata lebih lama dari yang direncanakan karena ada masalah yang terjadi di perusahaan. Axel juga memberikan cuti kepada William dan Irene selama dua hari supaya mereka bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Sehingga kami harus tinggal lebih lama di sini," jawab Helena.


"Kakak tadi tidak sekalian membelikan pakaian d*l*m untuk Kak Axel? Siapa tahu stoknya juga habis," ucap Jasmine dengan nada menggoda.


Helena membulatkan matanya.


"Tidak. Biar dia beli sendiri," sahut Helena sambil mengerucutkan bibirnya.


Jasmine tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Helena yang merona.


"Oh iya, Kak. Ada hal penting yang harus aku katakan pada kakak," ucap Jasmine.


Helena menatap Jasmine serius. Azzura dan Emily juga ikut memberikan tatapan penuh penasaran.


"Sebelumnya aku mohon pada kakak, apapun yang akan terjadi, masalah apapun yang akan datang nantinya, jangan pernah meninggalkan Kak Axel. Tetap pertahankan pernikahan kalian," ucap Jasmine.


Helena mengerutkan dahinya tak mengerti. Jasmine menghela napas berat.


"Marissa masih hidup. Dia tidak meninggal. Dan aku yakin dia kan kembali masuk ke dalam hidup Kak Axel," jelas Jasmine.


Helena dan Emily membelalakkan mata. Sedangkan Azzura hanya memberikan ekspresi datar, karena dia sudah mengetahuinya.


"Apa kau yakin?" tanya Helena tak percaya.


Jasmine mengangguk.


"Marissa masih hidup," jawab Jasmine.


"Lalu untuk apa aku bertahan dengan pernikahan kami? Kau sendiri tahu kan jika Axel sangat mencintai Marissa. Jika Marissa kembali, sudah bisa dipastikan Axel akan lebih memilih Marissa daripada aku. Axel pasti akan mengakhiri pernikahan kami. Dan jika saat itu tiba, maka aku akan pergi jauh dari kehidupan Axel," ucap Helena sedih.


"Marissa itu bukan wanita baik Kak. Dia membuat skenario dan memalsukan kematiannya. Dia itu wanita yang berbahaya. Dan aku yakin Marissa akan kembali. Karena target utamanya adalah Kak Axel," ucap Jasmine.

__ADS_1


"Aku tahu kalau kakak mencintai Kak Axel. Dan aku yakin Kak Axel juga memiliki perasaan yang sama untuk Kak Helena. Aku mohon jangan sampai kakakku jatuh lagi ke tangan wanita jahat itu lagi. Pertahankan pernikahan kalian," mohon Jasmine.


Helena terdiam. Dia bingung harus menjawab apa.


"Jasmine benar. Meskipun aku baru pertama kali bertemu dengan Axel, tapi aku bisa melihat ada api cinta dari tatapan matanya untukmu, Helen. Namun dia berusaha menutupinya dengan sikap dinginnya. Apalagi dengan kecupan tadi pagi, terlihat sekali ada rauh bahagia di wajah dinginnya. Saranku, kau jangan menyerah," ujar Emily.


"Aku setuju Kak. Kak Helena jangan pernah menyerah. Kami akan selalu ada untukmu. Lagipula, Kak Helena adalah istri sah Kak Axel. Jangan biarkan satu wanita ular pun masuk ke dalam rumah tangga kalian," sahut Azzura.


Helena tersenyum. Dia bahagia dan haru karena berada di dekat orang-orang yang baik dan sangat menyayanginya.


"Aku tidak bisa janji, tapi aku akan berusaha," ucap Helena sambil tersenyum.


...*****...


Indonesia


Private jet berlambang Alvaro mendarat dengan sempurna. Axel dan Helena telah kembali ke Indonesia. Axel dan Helena berjalan beriringan, sedangkan William dan Irene berjalan di belakang mereka.


"Helena!" panggil seseorang.


Helena dan Axel menghentikan langkah mereka dan menengok siapa yang telah memanggil Helena. Terlihat Reymond berdiri agak jauh dengan memakai kaos polo berwarna biru langit yang pas body sehingga tidak bisa menutupi tubuh atletisnya, dan celana jeans. Reymond terlihat sangat tampan dan menyegarkan pandangan mata para wanita.


"Rey?" seru Helena.


Axel mendengus kesal.


"Iya, Helen. Ini aku. Aku bahagia sekali akhirnya kau kembali. Aku sangat merindukanmu," ucap Rey sambil menyugar rambutnya.


Axel dan Helena membelalakkan mata mereka. Axel memberikan tatapan tidak sukanya.


"Sepertinya bau-bau pebinor sudah mulai tercium, Irene" bisik William.


"Apa kau mau jadi pengkhianat, Irene?" tanya William kesal.


"Tentu saja tidak. Habisnya si bos jadi pria tidak peka sama sekali. Tidak ada lembut-lembutnya sama istri, malah dingin minta ampun seperti gunung es. Ya jangan salahkan jika akan ada pria lain yang lebih baik dan bisa memberikan cinta, perhatian lebih dan bersikap lembut pada istrinya," jawab Irene yang sengaja memanas-manasi Axel.


Hati Axel langsung terbakar saat mendengar pembicaraan para asistennya. Axel langsung melingkarkan tangan kanannya di pinggang Helena dan memeluknya posesif.


"Apa maksud ucapan Anda itu? Beraninya Anda merindukan istri saya?" tanya Axel dingin.


Rey tersenyum meremehkan.


"Cih istri katanya. Sejak tadi dia bersikap dingin pada Helena," batin Rey.


"Maksudku, aku merindukan masakan Helena yang lezat itu," ucap Rey santai.


"Tolong jaga pandangan mata Anda!" ucap Axel.


"Apa maksudmu, suamiku? Mengapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?" tanya Helena tak mengerti.


"Tidak apa-apa sayang. Aku hanya tidak suka cara dia memandangmu dengan tatapan memuja," jawab Axel ramah.


"Wajar saja jika seorang pria menatap wanita secantik istri Anda dengan tatapan memuja, Tuan," ucap Rey dengan tatapan menantang.


Helena menghela napas panjang.


"Aku ijin ke toilet dulu ya suamiku," ucap Helena.

__ADS_1


"Baiklah. Hati-hati," jawab Axel.


"Aku permisi dulu, Rey," ucap Helena.


"Silakan," jawab Rey sambil tersenyum.


Helena segera pergi menuju toilet. Axel memberikan isyarat kepada Irene agar menemani Helena.


"Kau benar-benar suami yang sangat perhatian Tuan Muda Alvaro. Kau bahkan sampai memberikan pengawal untuk mengantar istrimu ke toilet," ucap Rey sambil tersenyum sinis.


"Tentu saja. Aku harus selalu memastikan keamanan dan keselamatan istriku, terutama dari para pria. Banyak sekali pria di luar sana yang menginginkan istriku, terutama pria sepertimu," balas Axel.


Reymond tertawa.


"Anda benar sekali Tuan. Aku akui, sejak pertama kali bertemu dengan Helena aku langsung suka bahkan jatuh hati padanya. Aku sangat memujanya. Dia wanita yang cantik, baik, ibadahnya bagus, pintar memasak dan seorang dokter yang hebat. Bodoh sekali jika aku sampai tidak tertarik padanya," ucap Reymond.


"Dasar tidak tahu malu. Helena sudah menikah. Dia istriku. Apa kau ingin mendapatkan julukan perebut istri orang?" tanya Axel dengan nada mengejek.


"Aku tidak masalah dan aku tidak peduli. Aku bahkan sudah siap seribu persen untuk menjadi "Pebinor". Aku akan merebut Helena darimu dan pastinya aku akan membuatnya bahagia. Bahkan aku sudah menyiapkan nama yang bagus untuk calon anak kami kelak, yaitu Reyna, gabungan dari nama Reymond dan Helena. Cantik bukan?" ucap Reymond.


Axel mengeraskan rahangnya menahan marah.


"Hanya ada dalam mimpimu!" bentak Axel.


"Segala sesuatu memang harus dimulai dari mimpi untuk meraihnya," ucap Reymond sambil tersenyum dan tanpa ada rasa bersalah.


Helena keluar dari bilik toilet dan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita cantik berambut blonde berkacamata hitam.


"Maaf Nona, aku tidak sengaja," ucap Helena.


"Tidak masalah. Aku juga kurang hati-hati tadi," ucap wanita itu.


Helena mengangguk dan langsung keluar dari toilet bersama Irene yang setia menunggunya di depan toilet. Wanita itu membuka kaca mata hitamnya dan memandang Helena yang berjalan menjauh.


"Wanita bodoh sepertimu tidak pantas untuk Axel, Helena. Beraninya mau merebut Axel dariku!" gumam wanita itu dengan tatapan penuh kebencian.


"Aku sudah kembali. Dan aku akan merebut Axel kembali darimu. Karena hanya aku satu-satunya wanita yang pantas dan layak menjadi Nyonya Axello Zyan Alvaro," ucap wanita itu dengan senyum evilnya.


...🌹🌹🌹...


Who is she??? 😲


Wadaw... pebinor dan pelakor sudah siap tempur.😵🤨


Baca juga novel pertama author :


"Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU"


Jangan lupa selalu dukung author dengan :


💫Tinggalkan comment


💫Tinggalkan like


💫Tinggalkan vote


💫Klik favorite

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2