Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku

Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil)Ku
Extra Part 3. Resmi Punya Gandengan


__ADS_3

Reymond dan Heidi duduk berdampingan di taman. Tidak ada satupun dari keduanya yang membuka suara. Reymond terus menatap ke depan sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Heidi hanya bisa menunduk dan terus menangis dengan pelan. Tak selang berapa lama, Heidi memberanikan diri untuk melihat ke arah Reymond dan mengeluarkan suaranya.


"A-aku minta maaf, Rey. A-aku ...," ucap Heidi sedikit terbata.


"Apa kau menyamakanku dengan Robin? Mantan tunanganmu yang br*ngs*k itu?" tanya Reymond dingin.


"Tidak. Tentu saja tidak. Kau adalah pria yang baik, tidak bisa dibandingkan dengan b*j*ng*n itu," jawab Heidi.


Reymond mendengus kesal tanpa berkata-kata lagi.


"Aku minta maaf, Rey. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu. Aku hanya takut kau akan meninggalkanku jika tahu aku masih trauma dengan kejadian buruk itu. Aku minta maaf karena aku terlalu egois dan tidak memikirkan perasaanmu," ucap Heidi sambil terisak.


Namun Reymond masih tetap setia dengan diamnya.


"A-aku tidak akan memaksamu. Semua terserah padamu Rey. Jika kau ingin membatalkan pernikahan kita, aku akan terima," lirih Heidi sambil menunduk.


Reymond lansung menarik tubuh Heidi ke dalam pelukannya.


"Menangislah sampai kau puas," ucap Reymond.


Heidi terus menangis di pelukan Reymond sampai semua beban yang ada di dalam hatinya terasa sedikit terangkat. Reymond mengurai pelukan mereka. Dengan lembut, Reymond menghapus bekas air mata Heidi, bahkan dia juga mengambil sapu tangannya untuk membersihkan ingus Heidi. Wajah Heidi seketika memerah karena malu. Reymond tersenyum melihatnya. Reymond mengangkat dagu Heidi supaya Heidi menatap ke arahnya.


"Sekarang katakan padaku. Apa kau ingin pernikahan kita batal?" tanya Reymond.


Heidi menggelengkan kepalanya.


"Apa kau ingin berpisah denganku?" tanya Reymond lagi.


Heidi menggelengkan kepalanya lagi.


"Aku tidak ingin kehilangan dirimu, Rey," lirih Heidi.


Reymond tersenyum.


"Kalau begitu, buanglah pikiran burukmu itu. Aku menikahimu bukan hanya sekedar hasrat manusia kepada lawan jenisnya. Tapi karena aku telah jatuh cinta padamu, Nona Heidi Calland," ucap Reymond.


Heidi tersenyum bahagia. Ini baru pertama kalinya, Reymond mengungkapkan perasaan cintanya. Sebelumnya Reymond tidak pernah mengumbar kata cinta tapi dia tunjukkan dengan sikapnya yang


langsung melamarnya.


"Aku bahagia sekali mendengarnya, Rey. Aku juga mencintaimu," ucap Heidi.


"Aku tahu," sahut Reymond.


"Jadi, kau tidak marah padaku?" tanya Heidi.


"Tentu saja aku marah. Bagaimana bisa kau ingin melepaskan dokter tampan sepertiku? Aku ini limited edition. Tidak sembarang wanita bisa seberuntung dirimu yang telah berhasil mendapatkanku," ucap Reymond dengan bangga dan sombongnya.


Heidi terkekeh mendengar ucapan Reymond.


"Kau benar. Aku wanita yang paling beruntung. Aku berjanji, aku tidak akan pernah melepaskan dokter tampanku ini," ucap Heidi sambil tersenyum sambil kedua tangannya menakup wajah tampan Reymond.


"Sekarang jangan bersedih lagi. Besok kita akan menikah, dan kita akan hidup bersama selamanya. Bersama-sama kita akan menghilangkan traumamu itu, sayang," ucap Reymond.


"Terima kasih, Reymond," ucap Heidi sambil tersenyum manis.


Reymond langsung menggigit bibir bawahnya saat menatap bibir ranum Heidi.


"Kalau bukan karena ada pasangan Alvaro yang sejak tadi berdiri dan terus mengawasi dari sana, aku pasti sudah melahap bibir Heidi," batin Reymond sambil menatap kesal pada Axel dan Helena yang memperhatikan mereka dari sisi taman yang lain.


Axel yang melihat tatapan kesal dari Reymond segera mengajak Helena masuk ke dalam mansion.


"Sepertinya hubungan mereka baik-baik saja, sayang. Kita masuk saja ke dalam mansion. Baby Triplets ada di dalam kan?" ucap Axel sambil menggandeng tangan Helena.


"Baby Triplets sedang tidur di kamar," jawab Helena.


"Wah, bagus sekali. Baby Triplets memang yang terbaik," ucap Axel penuh semangat.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Xel?" tanya Helena.


"Daddy kan bisa menguasai Mommy mereka. X-Lo kangen L-Na," bisik Axel sambil menyeringai.


Blush...


Wajah Helena langsung merona.


"Satu ronde saja ya, karena badanku agak lelah," ucap Helena sambil tersenyum malu.


"Siap, Boss! Kalau nanti kamu mau nambah lagi, aku juga selalu siap," ucap Axel dengan nada menggoda.


Helena mencubit perut six pack suaminya. Dan siang itu menjadi siang yang panas di kamar Tuan Muda dan Nyonya Muda Alvaro, namun keduanya menahan erangan keras mereka supaya tidak mengganggu Baby Triplets yang sedang tidur lelap.


...*****...


Acara akad nikah Reymond dan Heidi berjalan dengan baik dan lancar. Dengan satu tarikan napas, Reymond berhasil mengucapkan ijab qobulnya. Reymond dan Heidi sudah resmi menjadi suami istri. Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang gelar secara mewah di salah satu hotel berbintang yang ada di Kota London.


Reymond dan Heidi tampil bak raja dan ratu. Ketampanan Reymond semakin terpancar dengan balutan setelan tuxedo putihnya. Sedangkan Heidi terlihat sangat cantik seperti putri dari negeri dongeng. Heidi mengenakan ballgown berwarna putih bertabur Swarovski dengan crown bertabur permata yang tersemat di atas kepalanya.


"Selamat ya untuk kalian berdua. Semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia selalu," ucap Axel yang sambil menggendong Baby Arkana.


Sedangkan Baby Arshaka bersama Nyonya Aline dan Baby Arsyila bersama Helena.


"Terima kasih, Axel," ucap Reymond.


"Aku doakan semoga kalian bisa segera diberikan keturunan," ucap Helena.


"Aamiin," ucap Reymond dan Heidi bersamaan.


"Ada salam dari William dan Irene. Mereka mengucapkan selamat untuk kalian berdua dan mendoakan semoga pernikahan selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Mereka minta maaf tidak bisa hadir karena saat ini mereka sedang berada di Jerman. Abigail, adik bungsu Irene sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit," ucap Axel.


"Tidak apa-apa. Sampaikan ucapan terima kasihku kepada mereka. Semoga adik Irene segera sembuh," ucap Reymond.


Tuan Zayn, Nyonya Aline, Jasmine dan Evan juga memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dan orang tua mereka.


"Akhirnya sudah tidak kalah lagi sama truk ya," ledek Jasmine.


"Yaiyalah. Aku kan sekarang sudah punya gandengan," sahut Reymond sambil menggenggam tangan Heidi.


Jasmine dan Evan tertawa. Setelah keluarga Alvaro mengucapkan selamat, Sharon naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Reymond dan Heidi.


"Selamat Nona. Semoga rumah tangga kalian selalu harmonis dan kalian selalu bahagia," ucap Sharon, asisten Heidi.


"Terima kasih Sharon. Aku doakan semoga kau juga segera mendapatkan jodoh," ucap Heidi sambil memeluk Sharon.


Jasmine menperhatikan seorang tamu pria yang baru saja tiba. Saat pria itu mendekat, Jasmine langsung memanggilnya.


"Kak Philipe!" panggil Jasmine.


Philipe pun tersenyum dan berjalan menghampiri keluarga Alvaro.


"Senang berjumpa dengan Anda, Nona Jasmine, Tuan dan Nyonya Alvaro," ucap Philipe.


Jasmine mengangguk sambil tersenyum.


"Senang juga berjumpa denganmu, Philipe," ucap Axel. "Apa kau juga mengenal keluarga Calland?"


"Benar Tuan. Perusahaan Tuan Calland bekerja sama dengan perusahan Pangeran Aaron. Dan saya datang kemari untuk mewakili Pangeran, yang berhalangan hadir karena harus menghadiri pertemuan penting di istana Monarc," jawab Philipe.


"Tuan Philipe," sapa Tuan Calland.


Tuan dan Nyonya Calland langsung mendekat saat melihat Philipe, asisten Pangeran Aaron.


"Selamat atas pernikahan putri Anda, Tuan dan Nyonya Calland. Pangeran Aaron meminta maaf tidak bisa hadir karena ada urusan kerajaan," ucap Philipe.


"Tidak apa-apa, Tuan. Kami sangat berterima kasih Anda sudah berkenan datang untuk mewakili Pangeran," ucap Tuan Calland ramah.

__ADS_1


Pesta resepsi pernikahan berlangsung dengan sangat meriah. Dan pesta diakhiri dengan acara pelemparan buket bunga oleh kedua mempelai. Banyak wanita lajang yang bersiap untuk menangkap buket bunga pengantin.


"Kau tidak mau ikut menangkap buket bunga?" goda Axel pada Jasmine.


"Tidak perlu. Aku masih belum ingin nikah muda," jawab Jasmine santai.


Reymond dan Heidi melempar buket bunga dan menjadi rebutan para wanita. Namun, buket bunga itu malah jatuh ke tangan Philipe. Philipe pun terkejut saat melihat buket bunga itu berada di tangannya. Lalu secara spontan Philipe menyerahkan buket bunga itu kepada wanita yang berada di sampingnya.


"Buket bunga ini untuk Anda saja, Nona," ucap Philipe.


"Apa?" seru Sharon dengan mata terbelalak.


"Cie... Sama-sama single. Sepertinya kalian memang berjodoh," goda Jasmine sambil terkekeh.


Philipe dan Sharon pun membulatkan mata mereka dan saling berpandangan.


"Terima kasih, Tuan," ucap Sharon sambil tersenyum malu.


"Sekalian saja berkenalan. Siapa tahu kalian memiliki chemistry," ucap Axel sambil menyunggingkan bibirnya.


Philipe dan Sharon menjadi salah tingkah karena Tuan dan Nona Muda Alvaro terus menggoda mereka.


"Sepertinya, tak lama lagi kau harus merelakan kepergian asistenmu, sayang," bisik Reymond.


"Aku rela asal Sharon bahagia," balas Heidi sambil tersenyum.


Malam semakin larut, Reymond dan Heidi sudah berada di kamar pengantin mereka. Keduanya sudah membersihkan diri dan melaksanakan ibadah bersama. Heidi duduk di atas ranjang dengan perasaan gugup. Saat melihat Reymond keluar dari kamar mandi dan ikut naik ke atas ranjang, degup jantung Heidi semakin kencang. Reymond melihat wajah Heidi yang memucat karena takut dan gugup. Dengan lembut, Reymond menggenggam tangan Heidi.


"Rileks sayang. Malam ini kita hanya tidur bersama. Aku berjanji, aku tidak menyentuhmu sebelum traumamu hilang dan kau memberikan ijin," ucap Reymond lembut.


Heidi menatap wajah Reymond dengan perasaan bersalah.


"Aku minta maaf," ucap Heidi dengan raut wajah sedih.


Reymond langsung mencium bibir Heidi dengan lembut.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, sayang. Sebaiknya kita tidur sekarang. Kau pasti lelah," ucap Reymond.


Heidi mengangguk dan merebahkan tubuhnya. Reymond meletakkan guling diantara mereka, supaya Heidi tidak terlalu takut dan gugup. Reymond menarik selimut dan menutup tubuh keduanya.


"Selamat tidur, istriku," ucap Reymond.


"Selamat tidur, suamiku," balas Heidi.


Reymond mematikan lampu, dan keduanya pun tidur dengan lelapnya dengan saling berhadapan.


...🌹🌹🌹...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author supaya lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2