
Waktu berjalan begitu cepat, Tampa terasa keheningan malam sudah di jemput oleh sang mentari pagi rembulan malam sudah menyelesaikan tugasnya hari ini dan sesegera membiarkan mentari pagi nan penuh semangat beserta harapan mengambil alih tugasnya, pagi yang cerah masih dalam suasana yang sama dan tempat yang sama
semua masih sama dengan sebelumnya, di kediamannya Mian Li masih berada di tempat yang sama
Beserta segala aktivitas yang sama pula sudah terhitung dua Minggu Min Jiana di tubuh Chen Mian Li ini, kemajuan yang ia buat hanya membuat pelayan kediamannya menjadi lebih patuh
ia juga sudah menghabiskan begitu banyak waktu untuk sekedar beristirahat dan memulihkan tenaganya, tenaga yang tak seberapa yang di miliki oleh gadis lemah seperti Mian li
Namun tenang saja dalam waktu singkat tubuh nan lemah tak berdaya ini akan sesegera mungkin di gantikan dengan tubuh yang kuat dan bersemangat, wanita Tampa daya itu dalam waktu singkat Mejadi wanita yang perkasa yang akan melawan saat mendapatkan perlakuan tidak adil dari dunia yang kejam ini
Di gazebo di kediamannya, Mian Li masih duduk dengan di temani oleh secangkir teh hangat, buku kultivasi dan keindahan hamparan salju yang memutih, kegiatan hari ini sama dengan hari kemarin, beristirahat dan terus beristirahat,
Mian Li yang bodoh itu bahkan menghabiskan seluruh tenaganya untuk menghadapi kekejaman mahluk istana ini, namun tetap saja ia tak berada, ia hanya mahluk lemah yang hanya bisa menahan saat di sakiti berulang ulang
Mengingat ini Min sebenarnya sangat ingin memarahi pemilik tubuh ini, jika pemilik tubuh ini tak terlalu memaksakan diri sebelumnya maka ia tak akan menghabiskan begitu banyak waktu untuk memulihkan tenaga, ia amat sangat bosan dengan stuasi seperti ini namun tak bisa melakukan apapun, tubuhnya lemah dan itu adalah kenyataanya
Lagi dan lagi ia menghela nafas pelan hingga kembali menatap derasnya salju yang berjatuhan, Mian Li mengangkat cangkir teh hangatnya dan menyesap tehnya dalam diam
Ia masih tak terima dengan segala perlakukan buruk yang di alami oleh Mian Li di masa lalu, ia adalah putri dari seorang jendral terhormat, ia juga istri sah dari seorang kaisar yang berkuasa, tapi mengapa?, mengapa semua malah merendahkannya, mengapa semua orang selalu memandangnya sebelah mata, mengapa ia di remehkan dan tak di inginkan
Rasa sakit dengan kenyataan kejam ini tentu saja membuatnya marah, meskipun Mian Li mengatakan tak boleh membalas dendam ia masih memiliki tekat yang bulat untuk memberi pelajaran pada orang orang yang telah menyakitinya
Kata maaf hanya akan di terima oleh orang yang berhati baik, dan sialnya ia bukan salah satu dari mereka, kata maaf tak akan bisa menyelesaikan apapun, kata maaf tak bisa menyembuhkan luka yang telah tergores panjang di hatinya
"Tunggulah tanggal mainnya maka mulut besar tak berguna kalian akan ku bungkam dengan alas kaki ku" Batinnya kesal
Fei Yang sedari tadi hanya diam sembari mengamati segala perubahan emosi milik junjungannya, terkadang ia akan tersenyum dan dalam sekejap senyuman itu akan berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu mengerikan
Seolah mengisyaratkan pada dunia bahwa singa yang perkasa sudah terjaga, siapapun yang menganggu tidurnya sebelum ini akan mendapatkan balasan yang sangat mengerikan,
Sejak sang junjungan terbangun dari koma diam diam Fei Yang suka mengamati sang junjungan, ia merasa jika junjungannya sudah banyak berubah, ia merasa lega karena perubahan itu mengarah ke yang lebih baik hingga ia merasa tenang
Seorang pemuda di ikuti beberapa kasim dan pelayan nampak berjalan anggun mendekati mereka, Min atau Mian Li masih sibuk dengan dunianya sendiri, melupakan segala hal yang berada di sekitarnya bahkan mengabaikan keberadaan Seornag kaisar, pria yang paling di takuti di seluruh kekaisaran ini
Fei Yang Nampak cemas bahkan ia sudah memanggil sang junjungan beberapa kali namun tak ada jawaban apapun, ia tak ingin sang junjungan kembali di hukum karena ke tidak sopannya pada sang kaisar, ia tak ingin junjungannya kembali terbaring lemah di ranjang
“Yang mulia” Ucap Fei Yang pelan membuat Min kembali ke alam sadarnya
Kaisar sudah berada di sini dan permaisuri belum menyambutnya, apakah ini pantas?, oh tentu saja apapun bisa di lakukan oleh Seornag Min Jiana,
“Kau mengagetkan aku saja Fei Yang” Mian Li berucap dengan pelan, namun ia masih terus menatap butiran salju yang berjatuhan seolah tak ingin tau dengan keberadaan pria itu, angin yang lembut menerpa wajahnya yang masih terlihat memerah, kain hitam berkibar mengikuti arah angin
__ADS_1
Karena wajahnya sedang tak baik baik saja maka ia memilih untuk menutupinya, lagi pula seingatnya Chen Mian Li susah menutup wajahnya sedari muda, dan bahkan jauh sebelum mereka menikah
“Yang Mulia Kaisar mengunjungi anda” Ucap Fei Yang pelan berdiri di belakang sang junjungan
Chen Mian li hanya bergumam pelan tampa berbalik untuk menatap kaisar bodoh yang sialnya adalah suaminya ini, sebenarnya ia merasa penasaran dengan wajah kaisar yang terkenal tak tersentuh ini, tapi ia merasa sangat benci dengan sikap dinginnya pada sang permaisuri,
Apakah kau lupa kaisar kau terlahir dari seorang wanita tapi kau begitu tak tau diri dan dengan begitu berani menyakiti dan mengabaikan wanita, apakah kau lupa asal mu?, jika tak ada wanita bagai mana kau bisa berada di dunia yang kejam ini?
“Di mana rasa hormat mu permaisuri”
Kaisar Zhao masih menujukan wajah nan begitu singa , dan sialnya bahkan masih tetap di abaikan oleh Mian Li, ia tak perduli dengan wajah itu, entah dingin hangat ataupun panas, selagi tidak merusak wajahnya maka Mian Li tak ingin ikut campur
Keterdiaman sang Permaisuri membuat sang kaisar menaikan alisnya, kali ini ada apa?, bukan hanya tak memberi salam Permaisuri bahkan tak menyambut kedatanganya, bagai mana mungkin ia di abaikan begitu saja
Ia adalah seorang kaisar manusia yang paling berkuasa di sini, lalu kenapa Mian Li mengabaikannya begitu saja
“Ah apa itu perlu?, tidak perlu terikat dengan formalitas yang mulia” Ucap Mian Li sembari membalikan tubuhnya untuk menatap pemuda berwajah dingin yang berada di hadapannya ini, ia masih diam di tempatnya,
"Wow ternyata cukup tampan" Sebagai seorang gadis normal tentunya ia cukup mengagumi ketampanan milik sang kaisar, hanya tampan saja idak cukup bukan?,
Ia adalah seorang gadis yang realistis, untuk apa mencintai orang yang tak mencintai
ia membuang nafas pelan, meskipun kaisar memiliki wajah tampan ia sungguh bukan pria sejati, dan itu bukanlah pria yang ia inginkan, hal itu dapat di buktikan dengan perlakukan buruknya pada sang istri,
Setampan apapun wajah itu tak berguna saat ia tak bisa menghormati dan menghargai pasangannya, membuat pasangannya menderita dan bersikap seolah semua baik baik saja saat pasangannya berada dalam kehidupan yang begitu menyedihkan
“Baiklah, jika anda sangat memaksa, salam pada kaisar semoga di berkahi umur yang panjang dan kebahagiaan selama hidupnya, maaf kaisar sepertinya kepala saya sedikit pusing Musim dingin belum sepenuhnya selesai tubuh saya sangat lah lemah saya akan segera beristirahat, jika anda berkenan silahkan tinggalkan kediaman saya yang mulia“ Ucapnya menekukan lututnya tak membungkuk namun menyeringai, menatap sang kaisar dengan tatapan yang meremehkan
Jika kaisar mengabaikannya di masa lalu maka akan lebih baik melakukan hal yang sama, istri yang baik akan mengikuti suaminya, dan suami yang cerdas akan berfikir dua kali saat bersikap, karena saat seoang istri membalas ia tak akan bisa berkilah jika ia sendiri yang lebih dahulu memulai
"Karena mahluk ini sangat suka bermain trik mustahil di dekati maka sambutlah sosok permaisuri yang menyebalkan ini, jangan pernah bermimpi untuk menindas seorang Min Jiana, karena Min Jiana bukan gadis bodoh seperti Mian Li, jatuh cinta?, apa itu?, cinta hanya akan membuat mu menjadi lemah, dari itu jangan mencoba jika tak ingin masuk ke jurang yang bernama derita"
Baik lah, mari kita mulai, ia sudah tak sabar untuk berkeliling melihat ke kehidupan ular dan rubah penghuni istana ini, meskipun memang sedikit menjijikkan, jika di fikir lagi pastinya akan cukup menyenangkan bukan?, anjing anjing itu mulai menggigit tangan tuannya, dan sebagai tuan ia harus memberi anjing anjing itu pelajaran agar ia tau dimana tempat dan posisinya
Jangan hanya sedikit di manja malah menjadi lupa diri, anjing akan selamanya menjadi anjing, budak akan selamanya mematuhi tuanya, jika tidak patuh maka mendisiplinkan mereka adalah haknya
Kerena sangat suka bermain rubah rubahan maka sambutlah kedatangan Min Jiana si pawang rubah, mengatasi para teratai putih itu bukan masalah besar baginya, tinggal jatuhkan hukuman ini dan itu dan tujukan otoritas sebagai seoang permaisuri yang berkuasa,
Lagi pula sejak muda seorang Mian li selalu di temani rumor buruk, tak ada reputasi yang harus di jaga, ia hanya hidup sendiri di dunia ini, ayahnya sudah membuatnya setelah kematian sang ibu, karena ia sendirian maka ia bisa melakukan apapun yang ia inginkan Tampa di beratkan dengan beban perasaan dan rasa bersalah
Melihat respon yang kelewat santai dari sang permaisuri membuat kaisar Zhou menjadi kesal dan segera meninggalkan paviliun bulan
__ADS_1
Ia sudah berbaik hati untuk datang dan ingin mengunjungi sampah itu, hatinya tergerak untuk mengunjungi paviliun bulan adalah hal yang harus di hargai, karena selama ini bahkan ia tak pernah melirik kediaman milik Permaisuri itu,
Namun siapa yang menyangka jika ia malah mendapatkan hinaan, ia bahkan di anggap remeh dan di abaikan, tatapan mengejek itu,? Seringai tengil itu?, kaisar merasa jika gadis ini bukanlah permaisurinya yang selalu di rumor kan selama ini,
Mian li tersenyum kecil menatap kepergian sang kaisar, benar benar pria menyebabkan dan gila hormat, ia bahkan tak tahan saat seseorang mengabaikannya, lalu bagai mana ia bisa mengabaikan orang lain, seseorang tak akan tau rasa sakit jika tak berada di posisi seseorang yang terluka,
Setelah kaisar benar benar tak terlihat Mian Li berjalan kembali segera kembali ke kamarnya untuk mengganti pakainya dengan pakaian yang lebih nyaman, setelah sembuh tentu ia akan berkeliling istana hari,
Melihat langsung bagai mana kehidupan di istana megah ini, setelah itu ia akan fokus pada wajah dan tingkat kultivasinya, hari ini tubuhnya sudah jauh lebih baik ia akan menggunakan hari ini karena besok ia akan mulai melakukan kultivasi tertutup
Ia sudah bertekad, menjadi kuat dan berkuasa, ia tak ingin di rendahkan, karena ia bukan orang rendahan, ia memiliki status yang tinggi, hanya perlu melakukan beberapa hal maka dunia akan patuh di bawah perintahnya
“A Fei ambilkan pakaian ku” Ucapnya pelan, Fei Yang mengambil satu set pakaian yang terlihat cukup mewah dan membantu nonanya berpakaian.
Ia berjalan pelan meninggalkan paviliun bulan untuk sekedar berkeliling, bukankah ia harus mengetahui di mana ia tinggal dan setelahnya ia bisa berfikir bagai mana kelanjutannya,
Angin lembut menerpa rambut hitam legamnya dengan mata yang tajam serta alis yang indah dan kulit putihnya, wajah merah beberapa hari lalu pun sudah perlahan membaik, dalam waktu singkat ia suah berhasil keluar dari zona nyaman Chen Mian Li selama ini, ia tentunya merawat wajahnya dengan sangat baik,
Ia tak ingin terlihat jelek, tentu saja, lagi pula gadis mana yang mau menjadi jelek?, gadis mana yang mau memiliki wajah cacat,
Ia masih terlihat begitu indah meskipun menggunakan cadar untuk menutupi sebagian wajahnya ia tak mungkin merubah gayanya begitu saja,
Penampilan Mian Li sudah seperti ini bahkan jauh sebelum ia memasukkan isyana, sejak kecil Mian Li sudah di racuni oleh selir kesayangan jendral Chen,
Rubah betina itu tak ingin kecantikan kedua anak di tandingi oleh Mian Li yang memiliki paras yang bahkan bisa menghancurkan negri, tak masalah lagi pula menjadi sosok misterius seperti Mian li bukanlah hal yang buruk, semangat Min jiana,
"Yang mulia, tubuh anda belum sepenuhnya pulih, bagai mana jika anda kelelahan, salju masih turun begitu deras"
"Aku akan pergi melihat lihat dulu Fei Yang, setelah ini aku akan melakukan kultivasi tertutup dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sebelum mengunci kediaman aku ingin melihat para rubah licik itu terlebih dahulu"
"Ah, baik nona"
Fei yang tak bisa mengatakan apapun lagi, jika sang nona mengatakan ia akan melihat lihat maka ia hanya bisa patuh dan segera menyiapkan kebutuhan junjungannya
"Tak perlu cemas Fei Yang, aku sudah pulih, tubuh ku sudah baik baik saja, hanya salju tak akan membuat nyawa ku hilang"
"Hamba mengerti nona"
Fei Yang berucap sembari mulai merias wajah sang junjungan, wajah yang sebelumnya hancur perlahan membaik, dan ia yakin dalam beberapa saat kedepan nonanya akan menjadi wanita yang begitu cantik
Pengetahuan sang nona tentang obat ternyata cukup mendalam, ia sudah bersama Mian Li sedari muda ia tak pernah jika Mian Li mempelajari ilmu kesehatan seperti itu, ia tak pernah tau jika sang nona bisa membuat pil dan melakukan hal mengabulkan seperti yang ia saksikan sebelumnya
__ADS_1