
"Apa yang sedang menganggu fikiran kau ibu? " Ucap pangeran lan pelan,
"Ah, A lan, A yu," Ucap selir ke lima pelan, ia bahkan tak menyadari kedatangan kedua putranya ini,
"Putra ini menyapa ibu selir" Ucap keduanya membungkuk di hadapan ibunya, Ling shi dan fei yang memenekukan lututnya untuk memberi salam pada kedua pangeran ini
"Ah duduk lah"
"Kakak ke dua, apakah di luar istana sangat menyenagkan?, feng er mendengar jika kakak ke dua dan ke enam sedang berkeliling kota, apakah kakak mau mengajak feng er di lain hari" Ucap pangeran ke sembilan pelan
"Tentu saja" Ucap pangeran lan tersenyum lembut sembari mengusap lembut pucuk kepala adiknya ini, ia tersenyum lembut sembari menatap fei yang dengan penuh cinta, sedangkan gadis fei itu belum mengerti, ia masih sibuk dengan dunianya sendiri
"Nona fei, bagai mana ke adaan anda? " Ucap pangeran lan pelan, hal itu sontak membuat selir ke dan Ling shi tercengang, sedangkan yu fang hanya memakai expresi biasa, lagi pula ia sudah tau jika kakak ke duanya ini menyimpan rasa pada gadis pelayan milik kakak ipar mereka
"Mejawab yang mulia, keadaan saya baik" Ucap fei yang pelan, ia pun sempat kaget, beruntung ia adalah mahluk yang tak peka maka ia bisa menjawab dengan tenang, suasana seketika hening, entah mengapa terbangun tembok ke canggungan di antara meraka, yu fang berdehem pelan,
"Ah ia nona fei, di mana kakak ipar?, sedari tadi kami tak melihatnya"
"Permaisuri sedang bersama yang mulia kaisar" Ucap Ling shi pelan, yu fang hanya mengguk kecil, terasa sangat aneh, hari ini terlalu tenag, mereka tak ribut saat bertemu, nona muda Ling ini bahkan terlihat tak ingin membuat keributan
__ADS_1
"Benar kakak, kaisar sudah berjanji akan memberikan feng er adik bayi" Ucap pangeran ke sembilan polos, ia tak sepenuhnya salah, lagi pula kaisar zhou sendiri yang membisikannya
"Ah adik ke sembilan, Bagai mana pelajaran mu? " Ucap pangeran lan pelan, ia bahkan ingin sekali mengutuk kaisar, mengapa kakak pertamanya itu sangat ceroboh mengatakan hal setabu itu pada bocah di bawah umur, bukankah ini tidak baik?
"Ibu, pasti akan sangat menyenagkan jika feng er memiliki adik bayi yang bayak, kakak Ling, kakak fei apakah kalian mau memberikan feng er adik bayi? " Ling shi membelalakan mata, ia tak menyangka jika bocah ini mengatakan hal ini lagi?, bukankah sudah selesai sejak ke pergian Min dan kaisar, tapi kenapa kembali?.
"Pangeran" Ucap fei yang pelan, bukankah bocah ini sudah berjanji tak membahas, mengapa masih berlanjut dan malah semakin panjang
"Apa kakak tidak mau?, kakak Ling dan kakak fei sangat pelit, seperti kakak permaisuri," Ucap pangeran ke sembilan menggembungkan pipinya
"Pangeran, bukankah anda sudah berjanji tak membahas hal ini lagi?" Ucap fei yang lembut
"Adik bayi seperti apa yang adik inginkan? " Ucap pangeran lan pelan, kini seluruh atensi berpindah padanya, hey bahkan seorang pangeran lan meladeni ucapan konyol bocah delapan tahun ini, dunia yang nyaman akan segera hancur
"Adik bayi yang kecil, dan merah, dan imut,"
"Adik perempuan atau laki laki? "
"Hm, empat laki laki dan tiga perempuan"
__ADS_1
"Wah ternyata banyak sekali ya? " Ucap pangeran lan pelan, sedangkan yu fang sudah menepuk keningnya, hey ia meminta tujuh anak pada kakak ke dua, dan bagai mana dengan nya?, ia masih belum menemukan gadis tambatan hati,
"Semakin banyak semakin baik, para adik perempuan bisa menemani kakak ling, kakak permaisuri, kakak fei dan ibu, dan yang laki laki tentu saja menjadi teman feng er bermain bola" Ucap pangeran ke sembilan dengan ceria,
"Jika begitu maka baik lah, hm pengasuh bawa pangeran ke sembilan kembli ke valium, waktunya tidur siang" Ucap pangeran lan pelan, pengasuh segera membawa pangeran kecil kembali, untuk segera beristirahat
"Kakak berjanji? " Ucap pangeran ke sembilan tersenyum lebar
"Tentu saja" Ucap pangeran lan meyakinkan, adik kecilnya ini, lagi pula ia sudah menemukan tambatan hati hanya menunggu hari yang cocok untuk mengatakan semua pada kakak iparnya, lagi pula pangeran lan yakin jika min akan senang hati menyerahkan fei yang padanya,
"Hn baik lah ibu, kami pun harus segera pergi ada beberapa hal yang belum di selesai" Ucap pangeran lan pelan, mereka telah berbincang dan melepas rindu dan saat ini mereka harus kembali bekerja
"Baik lah putra ku, berhati hatilah"
"Saya pergi nona fei" Ucap pangeran lan tersenyum lembut, fei yang pun hanya bisa tersenyum kikuk
"Semoga hari anda menyenangkan pangeran" Ucap fei yang pelan, meski ia tak mengerti namun ia harus bersikap sopan pada pangeran ke dua, setelah berpamitan Pangeran lan dan yu fang membungkuk pelan dan beranjak meninggalkan valium angrek, ling shi dan selir ke lima tersenyum dan terkekeh pelan
"Sepertinya A lan telah dewasa" Ucap selir ke lima terkekeh pelan melihat tingkah putranya yang sedang kasmaran itu, sangat menggemaskan,
__ADS_1
"Selamat ibu selir" Ucap ling shi tersenyum lembut, sedangkan fei yang masih diam tak mengerti apa yang sedang di bicarakan kedua wanita bangsawa ini