
Mentari baru saja menujukan diri dari balik bukit, begitu pun dengan seorang Min jiana yang baru saja sampai di tempat yang ia tuju, ah ternyata benar yang di katakan orang orang, ternyata hutan larangan ini memiliki begitu banyak energi spiritual, dan yah seperti ia selama ini ia dengar, memang sedikit mengerikan, bukan sedikit tapi bahkan sangat mengerikan, seakan berada di hutan mati tanah yang terlihat gersang dan tumbuhan yang tak menunjukan tanda tanda kehidupan, huh baiklah, bagai manapun Min akan tetap berkulvikasi di tempat ini, ia sudah menghabiskan banyak tenaga untuk ke sini dan mana mungkin seorang Min jiana abai akan hal penting ini, dalam diam ia melangkah lebih jauh, jauh ke dalam hutan, dan siapa yang menyangka jika semakin jauh hutan semakin terlihat lebih hidup, namun jangan percaya pada apa yang di lihat, terkadang kecantikan itu seperti racun, huh baiklah, ia sudah menemukan tempat yang terlihat nyaman meskipun belum tentu aman, huh, baiklah ia akan mulai berkulvikasi di siang hari dan akan berburu hewan spiritual saat malam sedikit lebih larut, dan yah untuk saat ini ia harus mengumpul tenaga untuk persiapan perburuan nanti malam, semoga saja ia mendapatkan hewan buruan yang cukup kuat, lagi lagi ia menghela nafas dan perlahan duduk di bawah pohon sambil menatap aliran air mengalir, membiarkan angin menyapanya lembut
"Kriuk kriukk" Min terkekeh sambil mengelus perut datarnya, ternyata manusia memang tak bisa terlepas dari hal pokok ini
"Ah ternyata aku lapar, perjalanan ke perbatasan barat sangat melelahkan ternyata, huh beruntung aku sempat belajar ilmu peringan tubuh di buku kulvikasi itu, jika tidak, mungkin aku baru sampai setelah 1 minggu kemudian" Ucapnya menyeringai, ternyata memiliki kekuatan zaman kuno seperti ini sungguh menyenangkan, di zaman modern semua tergantung kekuatan fisik, tak ada pedang terbang, teleportasi dan ilmu peringan tubuh seperti ini, ah sial jika Min belajar ilmu teleportasi tentunya Min bisa menembus waktu dengan cepat, tampa harus berlari lari seperti ini, namun untuk mempelajari ilmu teleportasi setidaknya harus memiliki tingkat kulvikasi ke 9, dan min belum sampai ketahap itu
__ADS_1
Ah Min menghela nafas pelan, ia tak boleh berfikir terlalu jauh hingga melupakan perutnya yang sedari heboh berteriak, ia segera berjalan pelan mendekati sungai, ia juga harus membersihkan diri dan menangkap ikan, Setelah menangkap 2 ekor ikan Min kembali ke daratan dan membuat perapian, setelah menunggu beberapa saat akhirnya ikan bakar siap, Min menyantap ikannya dengan lahap, ah ia harus mengumpulkan energi ia harus mulai berkulvikasi seharian, tentunya ia juga harus mencari tempat yang cukup aman agar tidak di ganggu hewan hewan buas ataupun mahluk penghuni hutan larangan ini, Setelah menyelesaikan makan, Min beranjak menuju batu besar tak jauh darinya,
"Ah baiklah aku akan membuat pagar gaib terlebih dahulu agar tidak mengacau" Ucapnya dan perlahan memposisikan duduknya, Min melipat kakinya mengambil duduk posisi teratai dan mulai memjamkan mata, ah ia berharap ia akan mendapatkan buruan yang besar nanti malam, dan ia akan segera menyelesaikan misi penyelidikan keluarga chen itu, secepat mungkin.
Hari beranjak senja, cahaya kejinggaan kini sudah mulai memudar, mentari pun sudah kembali ke persembunyian, di gantikan oleh sang rembulan beserta gelapnya langit malam, yah, waktu berjalan dengan begitu cepat, perlahan tapi pasti Min membuka mata indahnya, hal yang pertama kali ia rasakan adalah ketenangan, tubuhnya terasa jauh lebih baik dari sebelumnya terasa begitu ringan, ia mendongak menatap keindahan lagit malam, kehidupan yang bahkan tak pernah ia bayangkan, dan yah pada kenyataannya seorang min jiana sudah terjebak di masa ini, min hanya bisa bertahan agar bisa sampai ke garis akhir, kembali ke neraka dengan nyaman tampa ada penolakan lagi, itu lah tujuannya saat ini, selalu bersemangat untuk mencapai neraka dengan nyaman, semangat
__ADS_1
"Ah sialan" Ucap Min saat sebuah akar kini menyerangnya, ah sial, Min sampai lupa, ia harus sangat berhati hati, ia tak ingin mengusik tumbuhan spiritual itu, ia hanya memerlukan binatang spiritual, ia tak perlu mengusik tumbuhan, ini adalah hutan larangan dan tak boleh sembarang menyentuh apapun, demi keselamatan diri sendiri, dan yah mau bagai mana lagi, akar sialan itu mengancam ke selamanyanya, dan yah ia hanya bisa menghindar, yah apa boleh buat?, semuanya sudah terjadi dan ia hanya bisa mengikuti alur yang ada saja, namun tumbuhan menjalar itu masih terus bersemangat menyerangnya bahkan tampa memberinya kesempatan untuk sekedar berhenti sejenak, huh benar benar tumbuhan yang menyebalkan bukan?, ia hanya tak sengaja menyenggol, mengapa harus sangangat marah?, lagi pula min hanyalah manusia bisa yang memang tak luput dari kesalahan, kan bisa jalan damai?, huh konyol
dengan gerakan cepat min terus menghindar, namun tumbuhan sialan itu benar benar ingin membunuhnya, ia terpaksa melawan dan melumpuhkan tumbuhan itu secepatnya, namun setelah beberapa saat akar menjalar itu tiba tiba menghentikan aksinya, ada apa?, min sedikit kaget saat darah mengalir dari pergelangan tanganya, hey yang benar saja?, seorang Min jiana terluka hanya karena akar sialan ini,
cahaya merah datang entah dari mana, dan itu sangat menyilaukan, membuat mata Min terasa perih, ia memilih untuk menutup matanya, ia benar benar tak menyukai cahaya cahaya seperti ini, ia sudah sedikit berpengalaman, setidaknya ia sudah melewati cahaya cahaya aneh ini sehak saat berada di ruang aneh itu, dan yah beberapa saat kemudian kalian sendiri tau kan jika seorang Min jiana di usir dari neraka, dan ia harus bertahan di tubuh yang lemah dan tak di inginkan benar benar menyedihkan,
__ADS_1
setelah beberapa saat cahaya itu perlahan memudar, dengan samar Min dapat melihat jika seorang gadis berjalan mendekatinya, hey, apakah si gadis ini hantu penunggu hutan larangan?, huh semoga saja tidak, mari kita berdoa untuk keselamatan seorang Min jiana