Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab41#


__ADS_3

min melangkah pelan menuju kaki bukit yi, setelah melewati beberapa saat perjalanan akhinya ia menemukan chap militer, memang tak terlalu jauh dari pedesaan namun membutuhkan waktu untuk sampai di tempat ini, min melangkah dengan mantap mendekati gerbang


"Siapa anda dan apa yang anda iningkan di sini?" Ucap seorang pria yang berhasil menghentikan langkahnya, dari pakaian yang pria ini kenakan min tentu tau jika si pria adalah salah satu pengawal di chap ini


"Ah saya?, ah saya adalah salah satu tabib yang di kirim Kekaisaran," Ucap Min pelan sambil mengeluarkan tokennya , menipu bukan hal sulit baginya bahkan ia sudah menjadi penipu sejak muda, ini bukan masalah, ia sangat mahir dalam hal ini


"Ah maaf jika telah menggu perjalanan anda" Ucap sang prajurit pelan, setelahnya ia membuka jalan membiarkan Min masuk, untuk melanjutkan pekerjaanya sebagai seorang tabib


Min hanya terseyum samar sembari berjalan pelan memasuki chap, tempat ini ternyata cukup ramai, begitu banyak penduduk yang datang mengunsi, ah ternyata wabah ini sudah sangat meresahkan dan sudah menyebar di mana mana pantas aja para tabib kewalahan menghadapi mereka, ia menghela nafas pelan, menatap di sekelilingnya, puluhan bahkan ratusan orang sudah terbaring lemah, para tabib sibuk holir mudik memeriksa keadaan pasien, pasti akan sangat melelahkan, ia menghela nafas pelan terus bejalan menuju ruang pengobatan, ia harus mencari cara untuk segera menekan racun sialan ini

__ADS_1


"Siapa anda apa yang anda lakukan di sini?" Ucap seorang remaja 17 tahun tiba tiba menghadang perjalanannya, min menjergit apakah pertanyaan konyol ini perlu di jawab?, min menghela nafas pelan, ia dapat melihat remaja ini seperti bukan orang sembarangan dan ia tentu saja tak bisa menyinggung bocah ini, ia harus berhati hati, tapi tunggu dulu, bocah ini terlihat familiar, min merasa pernah melihatnya, tapi ia bahkan tak tau kapan dan dimana?, min menghela nafas pelan, baik lah jangan memikirkan hal hal yang hanya akan membuat mu pusing, lagi pula masih banyak waktu, lambat laun ia akan ingat kapan dan di mana ia melihat bocah ini, mari lupakan hal yang hanya akan membuat mu pusing


"Ah saya adalah tabib yang terpisah dari rombongan, saya sempat tersesat dan beruntung menemukan jalan kembali" Ucapnya sopan, kedatangan seseorang membuat min tersenyum samar


"Adik ke 6 apa yang kau lakukan" Ucap si pria ia berjalan anggun mendekati keduanya, Ah itu pangeran ke 2, pangeran lan, ketua badan pengawas chap militer, dan ternyata pemuda yang berdiri di depanya ini adalah pangeran yu fang, pangeran ke 6, kakak dari pangeran ke sembilan, seorang jenderal terkenal dan termuda di dinasti xianyang ini bayangkan saja ia sudah menjadi jendral di usia 14 tahun bukankah itu hebat?, pantas saja ia merasa familiar, min pernah melihat lukisan si bocah di kediaman selir ke lima


"Ah kakak kedua, tidak apa" jawab si bocah, mulai sekarang mari kita panggil si bocah dengan namanya, dia adalah yu fang shi, pangeran ke enam dari Kekaisaran Xiangyang ini, sangat tampan terhormat dan berbakat, benar benar cerminan seorang pria sejati


"Apa yang terjadi pada mu?" Ucap pangeran ke enam pelan, tak biasanya seorang pangeran lan terlihat terusik saat melihat seorang gadis

__ADS_1


"Ah tidak" Ucap pangeran Lan pelan, tidak mungkin orang yang berdiri di depannya adalah kakak iparnya, saat ini sang kakak ipar sedang menjalani hukuman dari sang kaisar, tidak mungkin kan kakak iparnya bisa lepas dari pengawalan tekat istana, huh mungkin ini hanya kebetulan saja, pangeran lan berfikir sejenak, lagi pula yangberdiri di hadapannya ini adalah seorang tabib bermarga han satu satunya tabib wanita di daratan ini, nona muda han belajar langsung dari ayahnya yang merupakan tabib terkenal dengan kebaikanya, dan kemampuan medisnya sudah di akui di kerajaannya, dimasa lalu ia pernah menyelamatkan mendiang permaisuri dari penyakitnya, karena jasanya ia di beri gelar resmi oleh sang kaisar,


"Ah saya mohon diri kembali bergabung dengan yang lainya" Ucap Min pelan dan meninggalkan kedua pangeran, ia akan ketahuan dengan mudah jika membiarkan pangeran lan menatapnya seperti itu, meski ia sedikit merubah penampilanya, namun ia mengganti kain hitamnya dengan topeng perak, ia sudah memilih penyamaran yang tepat,


pada dasarnya tabib muda han merupakan sosok yang cukup misterius, ia adalah wanita pertama yang memiliki gelar resmi, min tentu telah mempersiapkan segala halnya dengan nyaman, dan yang jelas, ia tak perlu menutupi identitsanya sebagai seorang wanita, yah bagai mana lagi?, pada kenyataanya seorang tabib muda han yang berbakat adalah seorang gadis, dan sampai kapanpun min tak akan pernah mengubah penampilana menjadi seorang pria ia tak akan menutupi identitasnyq karena hal itu hanya akan membuat harga dirinya sebagai seorang wanita terluka, dengan melakukan penyamaran dan menutupi identitas hal itu sama saja menegaskan jika seorang wanita adalah mahluk lemah, tak layak untuk melakukan keinginanya dengan bebas,


"Apa yang kau lihat kak?" Ucap yu fang saat melihat tatapan aneh saudaranya, sejak tadi pangeran lan selalu menatap tabib muda itu, apakah kakaknya sudah menemukan gadis yang mampu membuatnya tertarik?.


"Ah tidak apa apa, mari" Ucap pangeran Lan menghela nafas pelan, ia tak ingin berfikir terlalu jauh, kakak iparnya tak mungkin bisa lepas dari pengawasan kaisar, yah ia yakin itu, pengawasan kaisar sangatlah ketat, kakak iparnya tak mungkin lepas,

__ADS_1


meski sedikit ragu namun ia harus berusaha untuk percaya, bahwa kakak iparnya tak akan bisa menyusul ke perbatasan, yah semoga saja, ia hanya bisa berharap jika kakak iparnya tak berbuat nekat dan nantinya hanyakan membuat nya dalam masalah, sang pangeran tak ingin masalah apapun menimpa kakak iparnya, yah semoga saja, yang ia lihat benar benar tabib han, bukan kakak iparnya yang berganti identitas, yah semoga saja


Min terus melangkah menjauh, ia terus tak boleh bertemu lagi dengan si pangeran karena hanya akan membuat penyamaranya terbongkar, dan ia tak suka itu, ia tak suka di perlakukan dengan istimewa dalam keadaan darurat seperti ini, huh baik lah untuk saat ini ia harus menghalau segala kemungkinan itu, mari lakukan hal yang lebih penting seperti meracik obat untuk menghambat penyebaran racun, dan yah ia harus berusaha keras untuk menemukan penawar dari racun berbahaya ini, ia tentu tak ingin terlalu lama terjebak di ssin.


__ADS_2