
"Hahah sayang sekali usaha keras mu hanya meninggalkan goresan kecil ini, sangat sia sia" Ucap pria besar itu tertawa keras , menatap Min dengan tatapan mengejek dan merendahkan, siapa yang tidak tau rumor permaisuri Kekaisaran xianyang gadis sampah yang tak berguna, di buang bahkan oleh ayahnya sendiri
"Kau terlalu meremahkan gadis ini" Ucap Min menyeringai dan melayangkan serangan susulan yang bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya, hingga beberapa waktu kemudian kepala itu ber gelinding di tanah, Min menendang tubuh besar itu ke dasar jurang sedangkan kepanya Min lempar ke tengah tengah peperangan,
Para pemberontak saling tatap dalam diam, kepala pemimpin mereka telah bergelinding dengan mata yang bolong dan luka gores yang mengeluarkan darah seperti aliran padabatangrgan vitalnya, sang permaisuri menjalankan aksinya bersama belati kecil si kesayangan, bahkan teriakan histeris itu tak ia hiraukan, manusia apa yang begitu tega menguliti dan menyiksa lawanya hidup hidup, hey bahkan siapapun mungkin tak akan menyangka pisau kecil itu sudah MERENGGUT begitu banyak nyawa, pangeran lan menahan nafasnya saat dengan begitu santainya sang permaisuri mengeluarkan jantung dan usus pria besar itu siapapun yang melihat ini akan muntah karena merasa jijik dan bahkan darah mengalir bagaikan sungai, setelah dan melempar kepalanya ke tengah tengah pasukan, percikan darah di tangan dan pakaian Min bahkan belum mengering, Min merasakan kebahagian yang sangat, sudah lama ia tidak melakukan hal ini, bukankah ini menyenagkan?
"Adik, apakah kau baik baik saja?, bertahanlah" Ucap Min segera memasukan pil berwarna gelap ke mulut pangeran lan dan melepaskan totokan nya, setelah beberapa saat pangeran lan memuntahkan seteguk darah hitam
"Bagai mana keadaan mu adik?, apakah sudah sedikit lebih baik?" Ucap Min menatap sang pangeran khawatir, racun yang berada di tubuh pangeran lan tidak dapat di remehkan, ia harus segera mengeluarkan seluruh racun itu, jika tidak tentu saja aja akan berakhir dengan sedikit merepotkan
"Kakak, berjanjilah jangan melakukan itu lagi, sangat tidak baik untuk mu, jangan melakukan itu untuk yang kedua kalinya" Ucap pengeran lan pelan sambil menahan rasa sakit, namun ia tak ingin kakak yang selama ini ia anggap sebagai malaikat karena telah memberi cahaya dan kebahagiaan dalam keluarga mereka, berubah menjadi monster menakutkan dan begitu ganas yang bahkan membunuh tampa berkedip, sungguh pangeran lan tak ingin hal itu kembali terulang, tidak ia tak ingin kebahagiaan itu kembali hilang, benar benar tak ingin
__ADS_1
''kondisimu sangat lemah adik, "ucap Min membantu pangeran duduk
"Bernajanjilah ku mohon" Ucap pangeran lan menatap kakaknya dengan tatapan sendu
"Baiklah, aku beranji, sekarang balikan tubuh mu, aku akan mengalirkan kekuatan spiritual ku pada mu, kau harus segera mengeluarkan racun itu, aku tak mungkin sanggup mengangkat mu dan juga yang mulia kaisar" Ucap Min beralih menatap kaisar yang bersandar di pohon sedang tak sadarkan diri,
Min menyalurkan energi spiritualnya untuk menghambat peredaran racun di tubuh pangeran lan, belum lagi beberapa luka dalam, setelah mengaliri tenaga qinya tubuh Min melemah dan hampir saja rubuh,
ia bahkan sudah kehabisan energinya, karena mengalirkan tenaga spiritualnya dalam waktu yang cukup lama, belum lagi racun yang sempat di hirupnya, meskipun ia sudah meminum penawarnya, namun pil yang di minum tak mampu menahan banyaknya racun yang tersebar,
"Kau sudah lebih baik adik" Ucap Min terbatuk pelan, tubuhnya sudah sangat lemah, berperang ternyata benar benar melelahkan, ini adalah perang pertamanya dan ternyata hasilnya tidak terlalu buruk
__ADS_1
"Jangan memaksakan diri, tubuh mu sangat lemah kau juga terkena racun" Ucap pangeran lan pelan, pangeran ke 6 pun ikut menyetujuinya, pemberontaktakan ini sungguh di siapkan dengan sangat matang, di sertai dengan racun dan penghambat dengan para pemberontak yang memilli tingkat kulvikasi cukup tinggi, benar benar berniat
"Aku bisa mengatasinya, dan akan lebih baik sekarang bantu aku membawa yang mulia kaisar kembali ke chap militer, ia harus mendapatkan pemeriksaan ebih lainjut" Ucap Min pelan
"Kakak, chap militer mungkin sudah rata dengan tanah, setengah dari pasukan sudah menyerang chap militer saat fajar, dapat di pastikan jika mereka tak akan bisa bertahan, mengingat jumlah prajurit yang berjaga di sana" Ucap yu fang pelan, ia tak yakin chap militer dapat bertahan setelah penyerangan besar ini, prajurit yang berada di chap hanya sekitar 1000 orang sedangkan pasukan lawan?, tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan chap, apakah mereka akan menag dengan jumlah pasukan yang kalah telak?, rasanya sedikit mustahil bukan?
"Kau meragukan kecerdasan ku adik ke enam?" Ucap Min sumringah, yah siapa yang berani meremehkan kemampuan otak nya?, Seorang Min jiana bisa menghancurkan sebuah kerajaan, akan sangat memalukan jika ia kalah dalam peperangan kali ini
"Bukan begitu kakak, aku hanya tak ingin membahayakan kita" Ucap pangeran ke enam pelan, yah mau bagai mana lagi?, mereka tentu harus mempercayai kenyataan yang ada
"Kau ini terlalu serius adik ke 6, hanya debu kecil tentu saja bukan masalah bagi ku, kakak mu yang cantik ini sudah menyelesaikan mereka untuk mu" Ucap Min terkekeh pelan, dengan racun yang menjadi tameng, chap tak mungkin ada yang bisa menerobos masuk, jikapun ada yang cukup kuat paling saat di depan gerbang mereka sudah melemah dan tak mungkin sanggup untuk berperang, min sengaja menyebar racun itu menggunakan api agar angin mudah membawanya, lagi pula racun ini tak akan mengenai penduduk sekitar karena min sudah memerintah xio li untuk membuat pembatas menghindar dari jatuhnya korban, dan yah tentu saja racun itu aman, chap akan baik baik saja, mari membuat keyakinan
__ADS_1
"Kakak biar aku saja, tubuh mu sudah terlalu lelamah, kau sudah banyak mengalami kesulitan, maafkan aku karena tak mampu melindungi mu" Ucap pangeran lan dengan rasa bersalah, ia bahkan sudah bertekat untuk membela dan melindungi kakaknya, tapi?, yah pada kenyataanya semua yang terjadi sangat tak sesuai dengan yang ia inginkan, lihat lah, lagi dan lagi ia hanya bisa bersembunyi di bawah ketiak kakak iparnya, lagi dan lagi kakak iparnya membelanya, dan menyelamatkan nyawanya, pangeran lan harus menerima akan kenyataan pahit yang menamparnya, dan untuk saat ini?, ia tak akan membiarkan kakak iparnya kembali kesusahan, kakak iparnya sudah kehilangan banyak energi hanya untuk menolongnya,
"Baiklah adik ke 2 kali ini aku akan membiarkan mu,” Ucap Min beranjak mundur, membiarkan pangeran lan melakukan apa yang ia inginkan, lagi pula tubuhnya memang sudah sangat lemah untuk menopang tubuh sang kaisar,