Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab88#


__ADS_3

Di malam yang gelap Min bersama jubah hitamnya sedang berjalan riang di tengah keramaian kota, memang kota terlihat sangat sepi karena malam yang bahkan suah sudah hampir menjemput pagi, ternyata perbatasan barat memang sangat jauh dan pastinya ia akan menghabiskan begitu banyak waktu untuk sampai ke tempat itu, ia berjalan riang menuju tembok kediaman, bunuh diri namanya jika ia nekat masuk lewat gerbang yang tentunya akan di jaga oleh para pengawal selama 24 jam dan hanya akan merepotkannya jika harus berhadapan dengan para penjaga gerbang, Langkah min terhenti saat melihat beberapa bayangan hitam lebih dulu menyusup di kediamannya, bayangan itu terdiri dari beberapa orang mereka nampak melewati atap dan sepertinya menuju kamarnya


"Siapa mereka?" Batin Min dengan penasaran, pengawal bayangannya tentu hanya akan memantau dari kejauhan namun siapa yang berani masuk ke kediamannya ini, dengan pelan ia mengikuti langkah para pria gelap itu, dengan kecerdasan yang ia miliki Tentu saja ia akan menyelinap di antara mereka dengan sangat mudah, ia bahkan hanya bisa menertawakan segala kebodohan para penjahat tanggung ini benar benar teledor, membiarkan si mangsa masuk kedalam pasukan?, benar benar pembunuh yang amatiran


"Apa yang harus kita lakukan" Ucapnya tang berbisik pada salah satu bayangan hitam yang ia temui, sang bayangan yang mengira jika Min adalah salah satu di antara mereka tentu saja hanya bisa menjawab seadanya, ia bahkan tak menyadari jika si pemilik kediaman sudah menyelinap antara mereka, mereka bahkan ingin membunuh orang yang jelas jelas berada bersama mereka, benar benar pekerja bodoh, namun meski demikian Min lebih suka diam dan melihat bagai mana cara mereka bermain, jika ada yang menantang maka ia akan menyambut dengan tangan yang terbuka


"Kita hanya mendapat perintah untuk membunuh permaisuri sampah itu, setelah itu kita harus kembai, karena kita di bayar untuk membunuh bukan hal lainnya, dan berhati hatilah pada para pengawal menurut rumor yang beredar mereka adalah orang orang yang sangat tangguh, jangan lakukan hal yang akan membuat kita merugi, jangan bertindak di luar perintah" Ucap si pria gelap pelan, Min hanya mengguk dan terkekeh di balik cadarnya,


"Bahkan sampah itu sedah berdiri bersama kalian mengapa kalian tidak langsung membunuhnya, dasar Mafia tanggung yang baru jadi" Batin Min menertawai si pembunuh bayaran, ah ini adalah kesempatan yang bagus untuk melihat kemampuan para penghuni paviliunnya ini, apakah sesuai dengan reputasinya?, tak apa lah menyelinap ke paviliun sendiri, Min sengaja menjatuhkan sesuatu untuk menarik perhatian para prajurit, yang benar saja prajurit datang mendekat


"Siapa di sana" Ucap sang Prajurit mengambil posisi siaga dan mulai membentuk pertahanan, min hanya duduk diam sembari melihat para pengawalnya yang kini sibuk menyerang sang penyusup setelah menarik perhatian, min memilih untuk duduk di tembok memperhatikan pertunjukan yang ia buat, ia ingin melihat sebatas mana para pengawal mendengarkan ucapannya, pertarungan berjalan dengan begitu sengit pria hitam yang berjumlah sepuluh orang itu perlahan berkurang karena kekuatan para pengawal yang sudah sangat tangguh ini,

__ADS_1


merasa lelah dan kebosanan min memilih untuk terbang menuju ke diamnya, ia merasa sangat lelah karena sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh, seharusnya ia di sambut dengan meriah tapi apa ini, bahkan ia di sambut dengan rencana pembantaian atas dirinya, benar benar tak sesuai harapan


Langkah min terhenti saat berada tak jauh dari kamarnya, para pelayan wanita nampak menghadang min mereka mengeluarkan seluruh kemampuan mereka untuk menjaga sang permaisuri, yah memang begitulah janji mereka, mengorbankan nyawa demi keselamatan sang junjungan


"Jangan berharap bisa menyentuh junjungan kami, kau akan segera mati menyusul teman teman mu lainnya" Ucap sang pelayan yang berdiri paling depan, pelayan yang terdiri sekitar lima orang itu memasang posisi siap siaga untuk menghalau segala macam ancaman yang menggunakan junjungannya, diluar kita sudah melihat kemampuan para pengawal, dan untuk kali ini, mari mencoba kemampuan para gadis pelayan, apakah mereka berlatih dengan benar atau hanya menjadi gadis bodoh yang suka bergosip


Min hanya terkekeh di balik cadarnya, ternyata para prajurit bahkan pelayannya sangat tangguh bisa bertahan walau penyusup selalu berdatangan, tak sia sia perjuangannya selama ini, Min memilih diam di tempat dan sesekali menghindar dari serangan para pelayannya, gerakan mereka cukup bagus,


setelah beberapa saat bertarung min merasa lelah dan ingin beristirahat, ternyata kemampuan para pelayan ini cukup mumpuni, kira kira mereka sudah berada di tingkat 3 penyempurnaan, cukup kuat untuk seorang pelayan


"Jangan bodohi kami, kami tidak akan membiarkan kau menggangu tidur permaisuri kami" Ucap si gadis pelayan

__ADS_1


Min menghela nafas kesal dan mengeluarkan token pengenalnya, ia tak ingin bertarung maka tolong jangan hentikan ia untuk ke kamar dan beristirahat


"Maafkan atas kelancangan ini yang mulia" Ucap para pelayan yang kini bersujud di hadapan sang permaisuri, mereka sudah begitu tidak sopan menghadang sang permaisuri yang akan masuk ke kamarnya sendiri, mereka terlalu waspada hingga tak menyadari jika si penyusup valium bulan adalah sangat permaisuri sendiri


"Bangkit lah, aku sangat bangga pada ke tangguhan kalian, kalian sedah membuktikan jika valium bulan adalah tempat yang tak bisa di masuki dengan mudah" Ucap min menepuk pelan pundak si gadis pelayan


"biarkan aku beristirahat kalian boleh kembali ke kamar"


"Baik yang mulia, hamba akan menyiapkan pakaian Anda"


"Ah tidak perlu, katakan pada pengawal letakan kepala para pembunuh itu di depan kediaman Nona Bai dan selir Bai, setelahnya kalian bisa beristirahat" Ucap min pelan, ah ia tentu sudah bisa menebak siapa yang berada di balik semua ini, lagi pula ia belum sempat berurusan dengan orang selain nona bai dan selir kaisar terdahulu yang menyebalkan itu

__ADS_1


"Baik yang mulia" para pelayan mulai membubarkan diri setelah pintu kamar sang permaisuri tertutup dengan rapi, Min membuang nafas pelan saat melihat fei yang dan yu mi yang tertidur di lantai, keduanya nampak saling berpelukan


"Dasar para gadis bodoh" Ucapnya pelan, ia bahkan tak menyangka jika kedua pelayan nya lebih menyukai lantai dari pada ranjangnya yang nyaman, yah sudah lah biarkan mereka melakukan keinginan mereka, lagi pula tubuh min benar benar lelah, dan yah ia terlelap dengan setelah sebelumnya mengganti pakaian


__ADS_2