
Tidak ada salahnya, mulai hari ini ia akan memulai hubungan baik dengan selir ke lima, namun untuk saat ini ia harus mencari kemana para pelayan yang di perintahkanya tadi, para pelayan hina itu dengan angkuh mengabaikan perintah seorang permaisuri?, sungguh mahluk yang sangat lancang
"A fei apa yang kau lakukan di sini?, kenapa kau tak menjalankan tugas mu?, katakan hukuman seperti apa yang pantas untuk orang yang telah mengabaikan perintah ku? " Ucap min dengan wajah dingin, fei yang segera berlutut wajah sang junjungan tampak sangat mengerikan, ia tak memiliki keberanian untuk menatapnya
"Hamba, hamba pantas di hukum nona" ucap fei yang gugup, ia tak tau apa yang harus ia katakan dan akan lebih baik jika ia mengakui kesalahnya
"Kemana perginya para pelayan?"
"Para pelayan yang di tugaskan adalah pelayan putri ke lima, kami di larang untuk mengantarkan makanan itu" cicitnya fei yang
"Apakah kau sudah berpindah tuan?,"
" Tidak nona, hamba akan selalu setia kepada nona hingga ajal menjemput"
"lalu mengapa kau mengabaikan perintah ku?"
"hamba pantas di hukum mati" cicit fei yang pelan, ia tak memiliki kata untuk membantah, pada kenyataanya semua adalah kesalahanya, fei yang pelayan yang mengklim dirinya adalah pelayan setia chen mian Li malah mengabaikan perintah dari sang junjungan,
"kau memang pantas mendapatkannya, segera antarkan makanan ke valium angrek, jika terjadi kesalahan maka nyawamu benar benar tak akan tertolong lagi" ucap Min datar, ia tak bisa menyalahkan siapapun, pada kenyataanya fei yang hanyalah seorang pelayan, dan tak akan mampu menentang seorang putri dari Kekaisaran ini, benar benar mahluk bernasin malang
"Baik nona" dengan cepat fei yang berdiri dan menuju dapur, kali ini nyawanya masih bisa di selamatkan, entah untuk hari esok,
"Dan kau, ikut aku, " Ucap min, ia harus memberi pelajaran pada kedua pelayan yang telah mengabaikan perintahnya ia adalah permaisuri, wanita paling berkuasa di istana ini siapa yang berani mengabaikannya maka bersiap lah untuk di siksa
__ADS_1
"Baik permaisuri" Ucap prajurit, setelah mengambil cambuk prajurit mengikuti langkah min menuju valium teratai kediaman putri ke lima, ia tak perlu mengatakan apapun, toh semuanya juga sudah tau jika ia mahluk yang paling membenci sebuah bantahan, bahkan kaisar sekali pun, ia akan menunjukan betapa berkuasanya ia,
"Maafkan kami permaisuri, putri ke lima ak mengizinkan siapa pun masuk" Ucap prajurit yang menjaga di depan gerbang
"Apakah aku perduli?, negri ini milik ku, dan kau ataupun tuan mu hanya bisa mengikuti keinginan ku, tidak ada bantahan" Ucap min dengan angkuh, para prajurit masih membungkuk, mereka tak akan mempu meredam kemarahan puri kelima yang sangat kuat dan bengis itu namun?
"Beri aku jalan" Ucap Min datar, sedangkan prajurit yang bersama sudah mengambil posisi siaga jika penjaga valium ini menyerang junjunganya
"Ampuni hamba" Sang prajurit belum menyelesaikan ucapanya min lansung menyeret tubuh prajurit itu, para pengawal lainya hanya bisa diam dan berbidik ngeri melihat kekejaman permaisuri yang di sebut sampah Kekaisaran ini, mengerikan memang saat gadis bertubuh mungil itu menyeret pria yang bahkan memiliki tubuh dua kali lipat lebih besar darinya
"Kau seret kedua pelayan di taman" Ucap Min menunjuk dua pelayan yang sedang bersama putri kelima, min masih mengenal wajah itu min tak mungkin salah
"Hey apa yang kau lakukan, pengawal hukum prajurit lancang ini" Ucap putri kelima murka
"Tolong" Ucap kedua pelayan malang itu lirih, nyawa mereka sedang berada di ujung pedang, nyawa mereka benar benar akan segera berakhir
"Sialan apa yang kau lakukan pada pelayan ku ******" Ucap putri ke 5 murka, putri kelima berteriak keras
"Kemana perginya sopan santun mu putri berteriak kepada permaisuri ini, permaisuri ini hanya menghukum para pembangkang, mereka tak melakukan apa yang permaisuri ini perintahkan, anda tentu tau hukuman apa yang pantas untuk seseorang yang telah abai akan perintah permasuri ini" Ucap min duduk di hadapan putri kelima, menuang teh dan menyesapnya perlahan, sambil memperhatikan kedua pelayan yang sedang di hukum cambuk itu,
"****** sialan" Ucap putri ketujuh menyerang min, dengan tenang min mengambil teko giok itu menjadikanya tameng, dan berakhir dengan tangan mulus putri kelima memukul teko giok itu, putri ke lina meringis pelan, tidak di sangka ternyata teko ini sangat keras dan seperti ada dorongan tenaga spiritual tapi putri ke lima sama sekali tidak merasakan aliran qi di sekitar sini
"Jangan melewati batas, ingat kau hanya putri dari seorang selir, sangat tak baik jika melupakan asal usul, jangan biarkkan putri kelima meninggalkan valium, dan menerima kunjungan, berikan dia dua puluh pukulan, karena perbuatan lancangnya" Ucap min berdiri dari duduknya " dan kau?" Ucap min, si prajurit mengguk dan mengikuti langkah min meningalkan valium teratai sedangkan para pelayan itu sudah jatuh tak sadarkan diri, putri kelima?, tentu saja di seret untuk di jatuhi hukuman atas ketidak sopannya
__ADS_1
"Cari pelayan terbaik, dan segera kirim ke valium angrek, kau tau apa yang akan ku lakukan jika kau berani abai?"
Min berjalan ringan menuju valium angrek, kedatanganya di sambut dengan senyuman para pelayan valium bulan, Min merasa puas dengan hasil didikanya, benar benar tak mengecewakan
"Permaisuri" Ucap para pelayan membungkuk memberi hormat,
"Bersihkan semua kediaman ini," Ucap min pada pelayannya, para pelayan mengguk patuh,
"Maaf telah merepotkan anda yang mulia, hamba merasa tak pantas menerima berkah ini" Ucap selir kelima pelan
"Mengapa ibu selir belum makan?" Ucap min pelan, Min tak menyukai pembahasan itu, pembahasan status sosial yang sangat menyebalkan, dan apa itu?, merasa tak pantas?, benar benar kehidupan yang memalukan, Min hanya berusaha menjadi seorang menantu yang baik, apa salahnya?,
''Hamba tak berani lancang, dan mendahului anda yang mulia"ucap selir ke lima
"Anda tak perlu sungkan ibu selir, anggap saja aku sebagai putri mu, aku tak suka keformalan"
"Hamba yang hina ini tak berani yang mulia" Ucap selir kelima pelan
"Tak apa ibu selir ini perintah ku" Ucap mian li, ia ingin merasakan kelembutan kasih sayang dari seorang ibu yang selama ini ia impikan,
"Tapi ,,,..... Ah baiklah yang mu.... A a, A li" Ucap selir kelima agak ragu, Min tersenyum lebar, setelah kematian sang Kaisar lima tahun yang lalu, selir kelima langsung di asingkan tak ada tempat untuknya di istana ini, ia di anggap sebagai penghianat akbiat keluarga nya di fitnah dan di jatuhkan hukuman mati,
Setelah mempertimbangkan akhirnya kaisar zhou mengasingkan selir ke lima di valium angrek tempat para bangsawan yang melakukan kesalahan yang di anggap besar
__ADS_1
"Aku lebih suka seperti itu," Ucap min tersenyum lebar sambil menyantap makananya bersama selir kelima dan pangeran ke sembilan Min kembali merasakan hangatnya keluarga, ah ini seperti sebuah mimpi di siang bolong.