Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab112


__ADS_3

Kembali ke pertarungan.


Keduanya masih bertarung, min sudah berhasil menjatuh kan bai huan untuk yang kedua kalinya, namun bai huan kembali bangkit dengan kemampuan yang lebih besar, sepertinya tingkat kulvikasi nona bai sudah mencapai tingkat jendral, sebenarnya min bisa saja melumpuhkannya, namun min masih ingin melihat sebatas mana kemampuan nona muda ini, siapa yang menyangka nona muda yang lembut ini adalah seorang ahli beladiri, dan min memiliki kesempatan untuk mencobanya, bukaknkah itu sangat baik


Ling shi menyipit pelan, dari kejauhan ia bisa melihat seseorang melempar sebuah belati kecil ke arah arena pertandingan, dan belati itu tertuju pada seorang Min jiana yang merumapakan temanya, Ling Shi berdiri dan terbang menuju arena dan dengan cepat menepis belati itu dengan jubahnya, melihat ling shi yang berdiri di tengah tengah arena membuat acara pertarungan itu terjeda, Ling Shi berjalan mendekati min seraya berkata


"Berhati hatilah lain kali, amati sekeliling mu" Ucapnya tersenyum, min hanya mengguk pelan ia terlalu meremehkan lawanya, Ling Shi kembali ke tempatnya, ia tak berniat ikut campur, tapi ia juga tak bisa membiarkan sahabatnya terkena masalah hanya karena penyerang gelap itu, Para bangsawan menatapak kagum padanya, siapakah nona muda yang berani mengacaukan pertarungan sengit antara kedua putri jendral besar ini, tak terkecuali dengan yu fang, ia merasa sangat familiar dengan nona muda itu tapi ia tak ingat kapan mereka bertemu

__ADS_1


"Hentikan pertandingan ini" Kaisar terbang ke arah permaisurinya, ia tak ingin melihat orang yang paling di cintainya terluka, tidak akan


"Yang mulia, aku tidak apa, pertarungan belum selesai, bagai mana bisa yang mulia menghentikanya begitu saja" Ucap min pelan


"permaisuri?"


"yang mulia" Ucap min pelan ia berusaha untuk menyakinkan, seluruh penonton bahkan tak percaya apa yang mereka lihat saat ini, mereka bahkan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri betapa lembutnya sikap sang kaisar yang terkenal begis ini, mereka merasa tertipu dengan rumor yang beredar, selama beberapa tahun ini begitu banyak rumor buruk yang beredar luas, banyak yang mengatakan jika kaisar es itu sangat membenci permaisurinya, namun yang mereka lihat hari ini adalah hal yang sebaliknya, kaisar begitu lembut, bahkan ia tersenyum pada pasanganya, jika dulu mereka masih memiliki harapan untuk membuat putri putri mereka menjadi wanita kaisar, namun sekarang sepertinya harapan itu punah, bahkan tak ada yang berani membicarakan soal selir di sini.

__ADS_1


Kini suasana yang tadinya ricuh penuh dengan teriak semangat menjadi hening seketika, oh tidak mereka sama sekali tak menyangka jika permaisuri Kekaisaran xianyang ini memiliki kecantikan bahkan menandingin sang dewi, namun mereka terpaksa di buat kecewa saat wajah dewi itu di tutup dengan lengan panjang jubah kebesaran sang kaisar, dengan herakan cepat kaisar zhou menyembunyikan min di dalam pelukannya, tidak ada yang di izinkan menikmati wajah cantik permaisurinya, kaisar zhou terbang neninggalkan arena pertandingan dengan kesal, ia tak Terima jika wajah istri cantiknya menjadi tontonan gratis para bangsawan itu.


Pertarungan berakhir begitu saja, kini para bangsawan dapat memahami akan sikap kaisar, ia tak ingin berbagi kecantikan istrinya dengan dunia, kaisar menyebarkan rumor buruk itu ternyta hanya untuk membuat para bangsawan itu tak mengusik ketenagnaya dan sang permaisuri, Kini rumor ke cantikan permaisuri menyebar dengan cepat di pasaran, ada yang mengatakan jika kaisar menyebarkan rumor buruk itu karena ia ingin menyembunyikan permaisuri, ada juga yang mengatakan jika kaisar tak mau berbagi keindahan dengan dunia hingga mengurung sang istri dan beberapa rumor lainya yang dengan mudah tersebar bak tertiup angin, seketika rumor buruk yang tumbuh di kalangan masyarakan selama bertahun-tahun menghilang di gantikan dengan rumor yang mengatakan jika kaisar menikahi seorang dewi syurga.


Kembali ke istana, Min masih diam di pelukan sang kaisar, ia tak tau apa lagi yang akan di lakukan kaisar es ini padanya, ia hanya bisa berharap jika kaisar tidak menghukumnya,


Dengan tatapan datar kaisar zhou terus berjalan menuju valium, wajah min masih disembunyikan di balik pelukan itu, min ingin keluar dari jubbah itu namun bahkan ia tak di izinkan untuk melepas kain sialan itu,

__ADS_1


"Yang mulia, acara belum selesai mengapa kembali ke kediaman?" Ucap min setelah tubuhnya di letakan di ranjang, kaisar zhou perlahan membuka jubah kebesarannya


"Kaisar ini akan menghukum mu permaisuri, mengapa permaisuri membiarkan mereka menikmati wajah cantik mu, aku tak sudi jika harus berbagi" Ucap kaisar zhou yang kini mengelus pipi min dengan lembut, dengan cepat ia melahap bibir manis milik permaisurinya ini, min terkejut saat tangan itu menyentuh area sensitifnya, alaram tanda bahaya kembali berbunyi, min harus mencari akal untuk lepas dari suaminya, jika tidak akan berakhir dengan gelutan panas nantinya, oh tidak min terlalu lelah untuk saat ini, bahkan tubuhnya masih terasa pegal akibat kejadian dua hari yang lalu, ia tak akan sanggup menghadapi hasrat Monster suaminya ini, tidak.


__ADS_2