Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab100#


__ADS_3

Min hanya terkekeh pelan saat ketiga mahluk tak tau diri itu menghilang di balik pepohonan taman, lagi pula ia hanya ingin bermain, ia tak bisa keluar istana karena tak ingin membuat keributan, ia memilih untuk berkeliling setidaknya lebih baik dari pada berada di kamar terus menerus, sebenarnya min sangat ingin ke valium angrek untuk menemui ibu selir kesayangannya, namun selir kelima terlihat begitu sibuk, tak lama lagi hari ulang tahun kaisar, perayaan besar di buat di istana, selain acara ulang tahun kaisar juga ingin mengembalikan gelar Pangeran pada kedua adiknya, ah baik yang jelas min sedang kesepian sekarang, semua orang sibuk, pangeran lan dan yu fang sibuk bertugas, selir kelima membantu selir bai dan yah kaisar sibuk dengan urusan negara,


"Duduk lah," Ucap min, Dengan sedikit ragu keduanya duduk di hadapan sang nona, setelah melewati masa ke canggungan beberapa saat akhirnya mereka bisa menikmati waktu dengan santai


"Nona lihat lah pohon persik itu, bunganya sangat indah" Ucap fei yang tersenyum lebar menunjuk pohon persik yang berada cukup jauh dari tempat duduknya


"Benar, mari mendekat," Ucap min berdiri dari duduknya untuk mengambil bunga indah itu, Min sangat menikmati hari harinya di masa ini, memiliki keluarga yang utuh, memiliki kedudukan yang tinggi dan yang terpenting bisa membantu tampa harus terikat dengan status organisasi, semua orang sangat takut dengan organisasi bunga hitam, organisasi yang berdiri di bawah kepemimpinan seorang Min ji Ana, namun siapa yang menyangka jika organisasi ini lah yang membantu negara mengurangi para sampah, para pejabat tak tau diri dan para pengusaha legal yang tak berperasaan, dari itu mari pupuk fikiran fositip mu, terkadang yang terlihat buruk belum tentu buruk, jangan hanya menilai sebuah buku dari sampulnya saja


"Mari" Ketiga gadis ceria itu berjalan dengan anggun menuju pohon persik, mari menikmati hari yang menyangkan, jangan fikirkan sampah tak berguna itu


"Aku akan mengambilnya" Ucap fei yang, min hanya mengguk pelan dan mendudukan diri di rerumputan pinggir kolam, suasana sangat indah hamparan bunga teratai yang baru sana kembang, sudah masuk musim semi, tentu saja bunga bunga berkembang dengan cerianya setelah melewati kerasnya kehidupan badai salju


"Nona, tempat ini tak baik untuk mu, dan lupakan saja ucapan rubah tua menyebalkan itu"Ucap yu mi pelan, ia tak ingin sang nona kembali sedih melihat sang ayah lagi lagi mengacuhkanya


"Ah tentu saja yu mi," jawab Min pelam

__ADS_1


"Bagus nona, untuk apa mengingat ayah yang tak tau diri itu, aku sarankan agar kau mencari ayah baru nona, yang lebih baik dan tampan dari pada pak tua itu, menyebalkan, bagai manapun kau adalah putri pertamanya, sangat tak pantas di perlakukan dengan tidak hormat seperti itu" Ucap fei yang kesal


"Kau ini cerewet sekali, tak usah di fikir, semua sudah berlalu, ah udara sangat segar lebih baik menikmatinya" Ucap min "duduk lah" Ucapnya lagi, fei yang datang membawakan beberapa tangkai bunga persik


"Sangat harum nona" Ucap fei yang mengulurkan bunga itu,


"Benar, letakan dalam keranjang itu, aku akan membuat pengharum ruangan menggunakan bunga persik ini" Ucap Min,


"Ah buah persik itu terlihat segar" Ucap Min terkekeh pelan saat tampa sengaja melihat beberapa buah persik yang berada di pohonnya


"Apa anda menginginkan buah, akan ku ambilkan nona" Ucap fei yang


"Aku akan memanggil kan pengawal untuk mengambilnya" Ucap fei yang pelan


"Tidak perlu" Ucap Min, yang masih berusaha keras meraih buah itu, seorang pria berjalan mendekati tiga gadis yang nampak kesulitan itu

__ADS_1


"Apakah ada yang bisa saya bantu permaisuri?" Ucap sang pria, pria itu tak lain adalah pengawal di istana, para pengawal dapat mengenali permaisuri mereka dengan mudah,


"Tidak, kembalilah ke pekerjaan mu" Ucap Min, sang pengawal kembali membungkuk dan berlalu menuju tempatnya berjaga


"Kau yakin nona? " Ucap fei yang


"Tentu saja, mari bantu aku" Ucap Min, ketiganya meloncat loncat untuk menggapai buah persik itu, mereka bersenag senang hari ini, molompat lopat seperti kelinci hanya untuk mengambil buah persik bukankah itu lucu?


"Aiyoo,, nona muda dari mana ini, sangat tak memiliki tata krama, buah di taman ini adalah milik keluarga istana mengapa kalian dengan lancang mengusiknya" Seorang gadis muda menggunakan gaun berwarna biru muda kini berada di hadapan ketiga pemburu buah persik itu, Min menghentikan acara loncat loncat nya, beralih menatap gadis yang dengan tak tau etika ini


"Aiyo.. Angin apa yang membawa putri dari mentri keuangan menghampiri ku, ku fikir hanya wanita rumah bordir yang suka memamerkan ke indahan demi menarik perhatian, ternyata putri perdana mentri ini pun sama ya" Ucap min terkekeh dengan anggun, mian li telah memberikannya bekal ingatan yang cukup untuk menjalani kehidupan di tempat ini, dan ia dapat mengingat orang orang yang pernah menindasnya dengan baik, para putri yang selalu mempermalukannya, para adik kurang ajar yang selalu menyiksanya, lihat saja hukum alam pasti berlaku, karma pasti akan membungkam mulut busuk mereka


"Jika kau tau aku seorang putri dari mentri mengapa tidak lekas bersujud?, dan memohon pengampunan" Ucap gadis bernama wang lu shi itu, gadis itu berdiri dengan pongah, selama ini tak ada satupun yang berani menatapnya seperti ini, tentu saja hanya untuk para bangsawan kelas bawah, penduduk atau pelayan,


"Ah nona, bahkan aku tak pernah membungkuk pada siapapun, lalu mengapa harus beraujud di depan mu, kau ini terlalu haus akan pujian, para rubah itu hanya menjilati mu, setelah kau jatuh lihat lah siapa yang akan terus berdiri di samping mu, kau tak perlu pamer kekuasaan di hadapan ku, yakinlah bahkan aku bisa membuat mu dan mentri dalam masalah besar" Ucap Min dengan sangat anggun, meski Min menggunakan pakaian sederhana namun ia bukan lah mian li yang biasa di tindas, ia adalah ratu, pemilik Kekaisaran ini, hukum yang ia berikan akan berlaku secara mutlak, tak akan ada yang bisa menghentikan keinginan seorang min ji Ana

__ADS_1


"Lancang" Ucap wang lu shi yang kini berniat menampar Min, ia tak Terima dengan penghinaan ini, namun niat tinggalah niat, bahkan fei yang dengan sigap menangkap tangan itu, dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah, lagi pula kedudukan putri mentri bukan apa apa jika di bandingkan dengan kedudukan permaisuri yang nona mereka miliki, memiliki kulvikasi tingkat lima saja bangga, bahkan fei yang sudah berada di tahap penyempurnaan tingkat sembilan, ia tak pernah sombong.


"Nona, jangan sampai melewati batas, mentri bisa saja terkena masalah karena kau yang membuat keributan, kau terlalu angkuh sehingga melupakan dimana seharusnya tempat mu, apakah seperti ini cara seorang putri bangsawan bersika?" Ucap fei yang dengan nada sinis, menatap seorang wang lu shi dengan tatapan mengejek, ini adalah keahlian baru para penghuni valium bulan, kuat dan tak tersentuh, jika berani mencoba maka harus siap untuk di permalukan, bukankah itu balasan yang setimpal untuk orang yang suka membuat maslah?.


__ADS_2