Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab28#


__ADS_3

Di aula perjamuan terdengar bisik bisik mengejek serta mandangan sinis dari para putri dan Pangeran, sedangkan sang objek sama sekali tak ambil pusing dengan semua itu, pangeran lan tak ingin terlihat konyol dengan meladeni para putri dan pangeran naif yang menyebalkan itu, ia berjalan dengan tenang dan segera mendudukan diri di bangku yang memang telah menjadi miliknya, tempat yang telah ia tinggalkan selama lima tahun lamanya, pangeran lan hanya menghela nafas pelan, fitnah keji yang di limpahkan pada keluarga yu membuatnya menjadi terasing di istana ini, membuatnya terasingkan dari tempat yang selama ini ia fikir rumahnya,


"Ah saudara kedua, akhirnya setelah 5 tahun kursi itu kembali di tempati" Ucap pangeran ke 4 dengan nada mengejek, pangeran lan hanya terseyum lembut menanggapi ucapan sinis sang saudara, pangeran lan mengerti jika saudara ke empat ini masih terlalu muda dan sangat naif, lagi pula ia tak perlu ambil pusing akan mong kosong itu, pangeran lan tak akan meladeninya, kehidupan di militer sangat keras dan pangeran lan tak memiliki waktu untuk tersinggung akan hal sepele itu, hanya dengan sindiran tak berharga itu tak akan berpengaruh padanya, dan ya sejak kecil ibunya selalu mengajarkan untuk berbuat sopan terlebih di hadapan makanan, pangeran lan adalah anak yang terdidik, baik hati dan rendah hati di tambah dengan wajah tampanya itu uh sungguh ciptaan dewa yang sangat sempurna,


"Kaisar tlah tiba" Suara teriakan itu berasal dari kasim di luar sana membuat para keluarga kekaisaran membenahi duduk mereka agar lebih rapi, tak berselang lama muncullah sosok kaisar nangagah, dan memiliki tatapan yang begitu dingin, jubah naga bersulam emas itu menandakan bertapa berkuasanya dia, dan betapaa gungnya ia di masa ini,


"Hormat pada yang mulia kaisar" Ucap para keluarga istana membungkuk memberi hormat pada sang kaisar


"Berdirilah" Ucap kaisar zhou, ia segala mendudukan diri di kursi kebesarannya, dan perjamuan makan di mulai, suasana yang hening itu mendadak ricuh saat terdengar suara perdebatan dari luar sana,


"Tuan biarkan aku masuk" Ucap fei yang pada kedua pengawal yang menjaga, ia hanya ingin menjalankan perintah, tolong lah jangan di halangi

__ADS_1


"Tidak bisa nona, ini adalah ruangan khusus keluarga kerajaan, dan siapa pun tidak boleh memasukinya" Ucap si penjaga memberi pengertian, mereka tak bisa ceroboh jika tak ingin nyawa mereka melayang di tiang gantungan


"Penjaga, is kau ini, biarkan aku masuk, jika tidak kau tau kan apa yang akan di lakukan yang mulia permaisuri, kau mau tubuhmu di cincang dan di beri makan ikan?" Ucap fei yang kesal ia sudah membujuk pengawal ini baik baik namun pengawal malah mengabaikannya, ia harus segera kembali ke kediaman agrek secepatnya ia sungguh tak sanggup dengan kemurkaan nonanya


"Sudah dalam peraturan nona, mohon untuk tidak mempersulit" Ucap penjaga itu sopan, mereka tentu tau jika fei yang adalah pelan pribadi sang permaisuri yang tak bisa di singgung, namun mereka sungguh berkuasa jika menerima kemarahan kaisar, juga tak mungkin sanggup dengan kemurkaan permaisuri, ah siapapun bantu prajurit ini mereka dalam keadaan tidak aman mendukung pihak manapun keduanya sama sama mendorong ke jurang kematian


"Baiklah, jika kalian tidak membiarkan ku masuk, jangan salah kan jika kepala kalian terpisah siang ini, permaisuri mengirim ku langsung ke sini dan kau tau ada hal yang penting yang harus aku katakan di dalam" Ucap fei yang kesal


"Ah ternyata nona ku memang sangat terkenal" Ucap fei yang menyeringai dan berjalan dengan girang ke aula, tidak ada yang bisa menghentikan nona yang jika sudah memiliki keinginan maka sang nona harus mendapatkannya, benar benar hebat


"Lancang, siapa yang membiarkan pelayan hina ini masuk?" Selir bai terlihat murka, tak ada satupun orang yang boleh masuk kecuali keluarga istana dan pelayan yang bertugas, lalu kedatangan tamu tak di undang ini?,

__ADS_1


"Salam pada yang mulia kaisar" Ucap fei yang, ah ia sama sekali tak gentar dengan teriakan dari selir, seperti yang di ketahui para pelayan valium bulan hanya takut dengan permaisuri mereka, yang lainya tak berati apa apa bagi mereka, hanya angin lalu


"Berani kau mengabaikan ku budak hina" Ucap selir bai tambah murka, tidak ada yang berani mengabaikannya namun budak hina ini begitu tidak sopan padanya, harga dirinya terluka karena pelayan rendahan itu


"Maaf kan hamba selir janda, hamba tidak bermaksud lancang" Ucap fei yang terdengar begitu tenang sembari menekuk lututnya, memang sejak pelatiahan min sangat melarang membungkukkan kepala pada siapa pun, mereka hanya di izinkan untuk tunduk pada sang Permasuri dan kaisar selaku tokohama utama di negri ini, mereka tak di izinkan untuk merendahkan diri sendiri, sebagai manusia memiliki kesetaraan yang sama, walau mereka hanya budak namun mereka tetaplah manusia hanya harus menjunjung harga diri mereka


"Berani kau menghina ibu ku, pelayan rendahan" Ucap putri ke 7 yang tak Terima dengan perlakuan tak sopan dari pelayan itu, namun fei yang menatap bocah 15 tahun itu dengan tatapan geli bukankah ia sudah mengatakan jika ia tak bermaksud lancang?, lagi pula ia hanya menjalankan perintah junjungannya ia tak akan memiliki kesempatan untuk menolak


"Ah putri ke tujuh, hamba tidak bermaksud" Ucap fei yang masih tenang menekuk lututnya, putri ke tujuh nampak semakin murka bahkan pelayan hina ini dengan bangga mengangkat kepalanya di hadapan seluruh keluarga istana, bukankah ini sangat tidak pantas?, seorang budah harus patuh pada tuanya, dan sayangnya putri ke tujuh bukan tuan dari pelayan pemberani ini, bukankah sangat di sayangkan?


"Katakan " Ucap kaisar dingin, ia paling membenci keributan tapi mengapa beberapa minggu ini selalu terjadi kericuhan di meja makan dan itu semua murni karena ulah sang permaisuri si pengacau, tampa pemberi tahuan sang permaisuri tiba tiba mengikuti jamuan makan, yang bahkan tak pernah ia lakukan selama berada di istana, dan apa lagi kali ini?, ia kembali membuat keributan dengan mengirimkan seorang pelayan lancang, yang dengan terang terangan menantang selir ke empat dan putri ketujuh, bukankah ini sedikit keterlaluan, tapi?, kaisar bahkan di buat semakin bingung dengan segala perubahan ini benar benar permaisuri nakal yang tak dapat di tteba

__ADS_1


__ADS_2