
Seorang pemuda nampak termenung di sebuah gazebo di valiumnya, ia menghela nafas pelan, seperti ada hal berat yang menggunakan fikirannya,
"Aku kenapa?, bukankah seharusnya aku senang?, dia sudah tak mengejarku lagi" Ucap sang pemuda, dialah pangeran ke enam, ia sedang sibuk menatap keindahan taman yang tersaji di hadapanya, etah mengapa harinya terasa sangat kesepian, sangat kosong dan tak bertujuan, sebenarnya apa yang terjadi
"Hey, tidak mungkin aku merasa kehilangan, lagi pula bukankah kepergian gadis Ling itu menguntungkan ku?, setidaknya aku tak mendapat beberapa kekerasan" Batin yu fang pelan, seharusnya ia senang bukan?, Ling Shi telah kembali ke perbatasan, hari harinya selama dua bulan ini sangat buruk, bahkan setiap harinya Ling Shi membuatnya menanggung malu, karena telinganya yang selalu di tarik, di mana letak harga dirinya sebagai seorang pangeran, ia bahkan selalu di aniaya oleh putri kedua dari kediaman ling itu
"Adik ke enam, apa yang menggunakan fikiran mu? " Ucap seorang pemuda yang kini berdiri di sampingnya, ia sudah memperhatikan adiknya sedari tadi, melihat perubahan wajah adiknya, berawal dari kesal, sedih dan bahkan dengan mudah menjadi raut yang sangat ceria
"Ah kakak ke dua, maafkan aku, aku tak menyadari kedatangan mu" Ucap yu fang berdiri dari duduknya dan membungkuk pelan sebagai sapaan pada sang saudara
"Apa yang menggu mu adik?, jika kau memiliki hal yang perlu di bicarakan maka katakan" Ucap pangeran lan pelan, ini bukan lah yu fang seperti biasanya, bahkan sudah satu minggu ini seorang yu fang nampak tak linglung, ia menjadi sering melamun, pangeran lan sudah bertanya namun yu fang tak ingin mengatakannya, ia memilih untuk menyimpan kegelisahannya sendiri
"Tidak apa kakak ke dua, aku bisa menyelesaikannya" Ucap yu fang pelan, terhitung sudah dua minggu gadis ling itu meninggalkan ibu kota, entah mengapa seakan ada yang hilang pada dirinya, yu fang pun tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ia merasa jika hari harinya terlalu sunyi, terlalu kosong
"Hm baik lah jika kau tak ingin mengatakannya, hm akan ada pertemuan siang ini, para pemberontak sangat meresahkan, kaisar memerintahkan agar kita segera mengatasi semua ini"
"Ah baik lah, kak, aku merasa sedikit letih, bisakah kau membiarkan aku beristirahat sejenak?"
"Ah baiklah jika begitu, aku tak akan menggangu" Ucap pangeran lan, ia segera beranjak meninggalkan valium milik adiknya ini
"Adik ke dua, apa yang kau lakukan di sini? " Ucap min pelan, ia baru saja berniat untuk mengunjungi kediaman adik ke enamnya, mereka sudah tak bertemu selama beberapa hari, lagi pula ada beberapa hal yang ingin Min katakan pada adik ke enamnya itu,
Pangeran lan masih diam di tempat sembari menatap gadis fei yang, uh cinta memang hebat, bahkan membuat dirinya tak beristirahat dengan baik hanya karena gadis fei ini memenuhi pikirannya
"Ah, kakak ipar, adik ini hanya ingin melihat ke adaan adik ke enam, ia sering termenung beberapa minggu ini"
"Apakah dia memiliki masalah?, putus cinta mungkin?," Ucap Min,
__ADS_1
"Entahlah kakak ipar, adik ke enam tak mau mengatakannya pada ku"
"Ah baik lah jika begitu, aku akan membujuk nya, kau bisa kembali,"
"Baik kakak ipar, semoga harimu menyenagkan" Ucap pangeran lan membungkuk pelan dan beranjak meninggalkan permaisuri dan rombongannya,
"Adik ke enam" Ucap Min, lagi lagi yu fang nampak terkejut, hey bahkan ia melamun dalam jangka yang sangat panjang
"Ah kakak ipar, adik ini memberi salam" Ucap yu fang membungkuk tubunya pada wanita kaisar ini
"Bangkitlah adik, apa keadaan mu baik? "
"Keadaan ku sangat baik kakak, silahkan duduk"
"Hm, udara di sini sangat segar, pemandanganya sangat indah" Ucap Min pelan, namun yu fang tak berniat menjawab ia hanya bisa menampilkan senyum lemas tampa minat
"Yah, begitulah kak, lagi pula tak ada yang kekal di dunia ini, setiap yang datang pasti akan pergi" Ucap yu fang pelan,
"Yah begitulah siklus kehidupan, akan lebih baik jika bunga segar itu di petik dan dijadikan hiasan, jika terlalu lama di biarkan maka bunga itu akan di petik oleh orang lain, atau paling menyedihkan jatuh layu tampa memiliki harapan" Ucap Min sembari melemparkan makanan pada ikan koi yang berada di kolam tak jauh dari tempat yu fang duduk
"Sudah terlambat kak, nyatanya bunga indah itu telah menghilang, dan yah yang segar itu telah jatuh layu" Ucap yu fang menghela nafas pelan,
"Katakan siapa yang telah membuat mu seperti ini adik ke enam" Ucap min berbalik dan berjalan mendekati yu fang
"Entahlah kakak, aku bahkan tak mengerti, kurasa aku hanya sedikit kelelahan"
"Kau bukan kelelahan adik, mungkin kau merasa bosan, bagai mana jika kita berkeliling kota, ada banyak hal yang menyenagkan di sana" Ucap Min pelan, ia tentu tak ingin adik cerewetnya berubah murung seperti ini, apa yang terjadi?, sebelumnya semua baik baik saja tapi kenapa?
__ADS_1
"Mungkin di lain hari kakak ipar, aku merasa sedikit kelelahan"
"Ah baik lah jika begitu, aku tak akan menggangu, yu mi, kau tetaplah di sini, pastikan pangeran ke enam beristirahat, setelahnya kau bisa kembali" Ucap Min yang hanya di balas dengan anggukan, sejak berangkat ke istana yu mi tak pernah berubah wujud, ia bahkan selalu dalam wujud manusianya, Min selalu melarangnya untuk mengubah wujud, lagi pula yu mi sangat tak cocok menjadi mahluk yang menghuni bunga mawar hitam tua itu
"Silahkan nona" Ucap fei yang dan kini Min dan rombongan berjalan kembali ke valium bula
"Silahkan kembali ke kamar pangeran" Ucap yu mi pelan,
"Aku belum ingin kembali, kau bisa pergi yu mi"
"Maaf pangeran, hamba tidak bisa meninggalkan anda, permaisuri memerintahkan saya untuk memastikan ada benar benar beristirahat"
"Seperti kabar yang ku dengar, seluruh penghuni valium bulan sangat tidak sopan"
"Yah begitu lah pangeran, yang anda dengar sepenuhnya benar" Ucap yu mi pelan,
"Kau ini dasar gadis kecil keras kepala, kau tau aku sedang di lema sekarang, bisakah kau meninggalkan ku, memberiki waktu untuk merenguinya" Ucap yu fang kesal, ia tentu telah biasa berinteraksi dengan kedua pelayan kesayangan kakak ke sayanganya ini, mereka telah bersama dalam waktu yang cukup lama, bahkan Min tak pernah memperlakukan yu mi dan fei yang sebagai pelayan, kedua gadis kecil itu pun selalu ikut serta dalam setiap jamuan teh yang di buat di valium angrek,
"Jika lelah maka beristirahat, duduk termenung bukanlah hal yang pantas untuk seorang Ksatria, kecuali jika ia sudah menjadi begitu lemah hingga memilih menenggelamkan diri dalam kesedihan tak berujung dan tak berdasar"
"Kau takan pernah mengerti, pergilah sebelum aku benar benar kehilangan ke sabaran"
"Maaf pangeran, perintah permaisuri bagaikan ucapan dewa bagi saya, maaf atas ke tidak sopanan ini, anda harus segera kembali ke kamar, jika tidak, jangan salahkan saya akan memaksa" Ucap yu mi berwajah datar, yu fang mendengus kesal
"Baik lah, baiklah, apakah semua gadis seperti ini, selalu saja mengancam dan sangat mengesalkan" Ucap yu fang ketus, ia tak mungkin terlibat keributan, apa lagi pertarungan pada pelayan ke sayangan kakak iparnya ini
"Terima kasih atas pengertian anda yang mulia," Ucap Yu Mi pelan, yu fang mengibas lengannya kesal beranjak menuju kamar
__ADS_1