
Hari sudah semakin larut, Min masih begitu bersemangat mengelilingi pasar, mencari apapun yang belum ia beli, dan menyantap segala makanan yang ia temui, bahkan kaisar zhou tak habis fikir dengan tubuh se mungil itu, ternyata sang permaisuri memiliki kantong makan yang cukup besar, benar benar gadis yang rakus, tapi yah kaisar zhou sangat menyukai segala keceriaan itu, akan lebih baik jika sang permaisuri menunjukan wajah cerianya ini, dari pada wajah angkuh nan menyebalkan itu,
"Huh, akhinya ku lelah" Ucap Min duduk di bawah pohon rindang, perjalanannya hari ini sangatlah jauh, bayangkan saja, ia bahkan sudah berada di pasar saat tengah hari dan saat ini?, tentu saja sudah sangat larut, hari yang sangat melelahkan
saat sang permaisuri merasa begitu lelah Sang kaisar memilih untuk menatapnya dalam diam, sembari menikmati wajah sang permaisuri yang memiliki sifat elien yang bahkan sangat mudah berubah ubah
__ADS_1
Malam semakin larut rembulan bersinar redup namun begitu banyak lampion yang beterbangan di udara, Min tak bisa tak terpesona saat melihat pemandangan indah yang tersaji di depan matanya,
sesaat setelah berkeliling Min menarik tangan Sang kaisar duduk di pinggiran tebing yang berada dalam hutan tidak jauh dari pasar, dua bulan waktu yang cukup untuk menjelajah kerajaan young ini, Min sudah sering menyelinap menyelidiki malasalah wabah dan bahkan hanya untuk menenangkan diri dengan bermain main, hanya saja kali ini sedikit berbeda, ia bahkan pergi dengan seseorang yang akan selalu menagkapnya saat menyelinap, dunia benar benar misteri
"Bukankah ini indah?, huh aku bahkan tak pernah menyangka jika aku bisa sampai di tempat ini, merasakan semuanya dengan begitunyata" Ucap Min sambil menyantap kue goreng yang sempat ia beli di pasar tadi, makanan pinggiran benar benar enak, dan yah tak masalah bukan?, makanan pinggiran dan kedai mewah sama saja, toh sama sama akan masuk ke perut dan bikin kenyang
__ADS_1
dalam diam kaisar zhou beranjak mendekat dan memeluk Min dari belakang, min terkejut dan berusaha melepaskan diri namun, yah sepertinya kaisar tak akan melepaskanya dengan mudah, dan yah apa lagi yang bisa ia lakukan selain menyerah, lagi pula sekuat apapun ia berusaha jika hatinya menginginkan pelukan itu ia bisa apa?
"yang mulia, bisakah adanya tidak memeluk tiba tiba?, kau membuat ku terkejut, jika aku tiba tiba melompat bagai mana?, apakah kau sangat menginginkan kematian ku?, agar segera bisa mencari istri baru?" omelnya
Kaisar zhou tak berniat untuk membalas segala omong kosong yang mengalir seperti air itu, yah mulut indah sang permaisuri memang sangat ahli jika mengatakan sebuah omong kosng, ia sudah sangat terbiasa dengan itu, dari pada menimpali sang kaisar memilih untuk mempererat pelukanya, ia tak akan bisa membiarkan sang permaisuri meninggakkanya, tidak akan, ia tak akan melepaskan sang permaisuri begitu saja, kaisar hanya akan memiliki satu pendamping, dan itulah sang permaisuri yang bahkan Seorang gadis yang sangat ia cintai
__ADS_1
ia menghela nafas pelan sembari mendongngak menatap langit yang perlahan gelap, Ia hanya ingin menikmati ketengan hidup ini yang sudah lama menghilang dari dirinya, jika dulu ia masih memiliki tujuan untuk membanggakan ayah serta ibu permaisuri serta selir kelima namun semua telah meninggalkanya, ayahnya di bunuh, ibu selirnya di asingkan dan bahkan ibu permaisurinya selalu mendesak untuk mengambil alih tahta hatinya sudah membeku saat itu, dan yah hal yang wajar jika ia menjadi sosok yang kejam, bagai manapun kehilangan adalah hal yang paling di benci oleh setiap orang, dan kaisar zhou harus merasakan kehilangan itu berkali kali, namun tenanglah saat ini kaisar zhou sudah kembali menemukan tujuanya, masih ada permaisuri yang harus ia jaga, setelah berfikir sejenak akhirnya ia dapat mengerti akan kegelisahannya selama ini, ternyata ia benar benar jatuh cinta, ia sendiri tak tau kapan dan di mana namun yang pasti saat ini ia hanya ingin melindungi sang permaisuri dan selalu berada di dekatnya, menghabiskan waktu bersama dalam suka maupun duka, huh tak menyangka jika kaisar yang di kenal memiliki ambisi gila hanya mendambakan hal sederhana seperti ini, yah pada dasanya harta dan kekuasaan tak akan pernah bisa di tukar dengan sebuah kenyamanan dan kebahagiaan,