
Kegelapan malam di kediaman naga, semua masih sama valium naga masih sangat hening, tak ada uang berani membuat keributan karena mereka semua tau jika sang kaisar sangatembenci hal itu,
sang kaisar mendongak menatap langit malam, udara memang sedikit dingin namun tak membuat sang kaisar menyerah untuk duduk diam di depan jendela kamarnya, akhir akhir ini ia selalu gelisah dan mengalami kesulitan untuk tertidur, valium naga yang sebelumnya terasa begitu nyaman kini berubah menjadi tempat yang asing, ia selalu bertanya tanya, apa yang sebenarnya terjadi?, semua berjalan seperti biasa, tapi kenapa?, kenapa ia mengalami kegelisahan yang bahkan tak pernah ia rasakan selama ini, ada apa denganya?,
"hamba menyapa yang mulia, semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu bersama anda" Ucap seorang gadis membungkuk pelan sambil tersenyum lembut menghadap sang kaisar, yah dia adalah nona muda dari kediaman jendral bai, gadis tak tau mau dan dengan lancang masuk ke valium seorang kaisar, apakah ia sudah tak sayang nyawa?, jika benar begitu maka setidaknya jangan sertakan orang lain dalam masalah mu, para pengawal dan kasim pasti akan mendapat getahnya karena ulah sembrono ini, mereka tentu saja akan di salahkan karena membawa orang lain masuk tampa izin dari sang kaisar,
Kaisar Zhou masih berdiri di tempatnya dengan raut wajah yang sama, tampa emosi sedikit pu, meski ia merasa terganggu dengan kehadiran tamu tak di undang, ia tak merasa berkewajiban menjawab salam dari seorang gadis lancang yang begitu sembrono
"Ampni kelancangan hamba yang mulia, hamba dengar jika yang mulia mengalami gangguan tidur akhir akhir ini, saat hamba berkeliling pasar hamba menemukan dupa penenag ini, hama berharap jika dupa ini dapat membantu anda" Ucap Bai Huan pelan sambil menunjukan seyum terbaik yang ia miliki, ia memang mencerminkan sosok gadis bangsawan yang sangat anggun, berwajah cantik dan bertutur kata sopan, Kaisar zhou mengibas lengan bajunya dan segera meminta pelayan mengantarkan nona muda kediaman bai ini ke kediamanya, setelahnya ia segera berlalu meninggalkan Bai Huan yang masih tertunduk dengan senyum lembutnya, pelayan datang dan mengiringi bai huan untuk segera mengantarkan sang nona ke valium, Kaisar zhou menghela nafas kasar dan kembali ke menja kecil di hhadapanya sang kaisar kembali menyibukan diri dengan segala dokumen di atas meja itu
"Terimakasih atas kemurahan hati anda yang mulia, saya undur diri" Ucap Bai Huan pelan setelahnya ia segera meninggalkan valium Naga, senyuman lembut itu masih terukir di wajahnya, namun kali ini ia tak kembali ke kediamanya, ia memilih untuk l
__ADS_1
pergi ke valium tertai, milik bibinya selir ke empat, kaisar mengusirnya tampa mengatakan sepatah katapun, namun bai huan tetap senang setidaknya ia memiliki kesempatan untuk berbicara di hadapan sang kaisar, ia sangat bahagia meski berulang kali terabaikan
"Salam pada bibi selir" Ucap Bai Huan menekuk dua lututnya sambil tersenyum lembut, ah akhir akhir ini permaisuri menyebalkan itu tak pernah menunjukan batang hidungnya, setidaknya hal itu dapat di gunakan Bai Huan agar lebih lelauasa dalam mendekati sang kaisar,
"duduk lah, A huan, pelayan tinggalkan kami" Ucap selir ke 4 pada para pelayannya
"Bagai mana A hua?" Ucap selir Bai sambil menuangkan tehnya perlahan, tangan lentik itu terulur mengambil gelas teh dan menyesapnya perhalan
"Tentu saja, racun dupa itu hanya akan menghancurkan mendeirinnya, anda tak perlu khawatir, saya sudah mengaturnya dengan baik," Ucap selir Bai pelan sambil menuangkan teh untuk keponakannya ini,
pada dasarnya keluarga Bai sudah lama merencanakan penggulingkan kekuasaan kaisar Xianyang, mengingat kekuatan sang kaisar yang tak akan bisa di atur dan sangat kuat, hal ini tentu akan membahayakan kedudukan para pejabat, saat kaisar tidak bisa di kendalikan maka akan banyak pejabat yang menjadi pajangan, awalnya keluarga bai mengirim nona bai ke istana untuk mendapatkan hati sang kaisar, namun sayang saat keduanya beranjak dewasa bahkan kaisar di jodohkan dengan wanita sampah yang sangat tak berguna itu.
__ADS_1
"Hm beristirahat lah lebih awal bi, udara malam tak baik untuk tubuh anda" Ucap Bai Huan anggun dan perlahan berdiri dari duduknya, menekuk lutut dan beranjak meninggalkan valium milik selir ke 4 menuju valiuamnya
"Dasar gadis naif" Ucap selir Bai menyeringai dan kembali menyesap teh nya.
di sisi lain sang Kaisar sedang sibuk dengan segala dokumenya, dan entah mengapa ia merasa ada yang hilang akhir akhir ini, sudah hampir 2 minggu sang permaisuri di kurung namun sang kaisar tak bisa memejamkan matanya walau sesaat, ah kaisar zhou tak tau apa yang terjadi pada dirinya, kaisar zhou berjalan cepat menuju valium bulan, ia benar-benar lelah, ia butuh istirahat namun tubuhnya tak pernah membiarkan itu terjadi, ia ingin tertidur dengan pulas seperti saat ia tampa sengaja tertidur di kediaman sang permaisuri beberapa waktu lalu,
namun hal itu hanya sebatas keinginan yang tak mungkin terwujud, Kaisar zhou mengerutkan keningnya, terjadi keributan di valium bulan, beberapa orang berpakaian hitam dan menggunakan topeng nampak sedang sibuk bertarung dengan para pengawal, kaisar zhou terdiam melihat pertarungan itu, pertarungan yang sengit, ternyata permaisurinya tak bisa di remehkan begitu saja, bukan hanya memiliki pelayan tahan badai, ia juga memiliki prajurit yang sangat tangguh dan memiliki tingkat kulvikasi cukup tinggi,
memang, semenjak bagun dari tidurnya permaisuri mengganti pelayan dan pengawal, melatih mereka ilmu bela diri, membaca dan hal hal berguna lainya, lihatlah bahkan para prajurit yang di milikinya sangat tangguh, mereka bisa mengalahkan penyelinap dengan kulvikasi yang berada di tingkat 4 itu dengan cukup mudah, kaisar zhou sang kaisar kembali mengerut saat tak merasakan aliran qi di tubuh para prajurit itu, lalu darimana sumber energi mereka?, Permaisuri sungguh gadis yang penuh rahasia, unik dan aneh, dan siapa yang menyangka jika permaisuri yang aneh itu lah yang mampu membuat sang kaisar gelisah setiap malamya, Hal yang sangat mustahi terjadi namun hal itu benar adanya, kaisar memang selalu gelisah sejak sang permaisuri menjalani hukumanya
"Apa yang terjadi" Ucap kaisar zhou setelah pertarungan berakhir pria hitam itu sudah terkapar di halaman valium bulan, nona mereka selalu menanamkan prinsip yang mereka junjung dengan agung, nona mereka selalu berkata jika kita tak perlu mengejar lawan biarkan lawan datang sendiri dan kau hanya memiliki tugas untuk menghabisi mereka saja.
__ADS_1