Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab6#


__ADS_3

seorang pria tua menggunakan hanfu putih sudah berdiri di hadapannya, Min perlahan duduk Fei yang pun sudah berada di sana dengan barang yang ia minta,


Karena sudah berada di sini ia hanya bisa berusaha untuk bertahan dan menjaga nyawanya, ia memang tak pernah takut dengan sebuah kematian, baik di masa lalu ataupun saat ini


Hanya saja tinggal di istana seperti ini tak terlalu buruk, sebuah peraturan kuno tak akan bisa menghalangi dan membatasinya, ia adalah wanita dari masa moderen, keahlian juga sudah tak bisa di ragukan lagi, Seornag pemimpin organisasi yang paling besar di negaranya


Bertahan, bertahan dan terus bertahan, ia sudah mati sekali, dan ia hanya perlu menghargai kesempatan ini, dewa mengatakan agar ia mengurangi dosa maka ia akan menerimanya


Toh ia juga sudah tak memiliki jalan untuk kembali lagi, jika tidak mengurangi dosanya, jika kembali pun ia tak di terima di neraka dan saat ini ia tak bisa memilih selain tetap tinggal di telat yang masih bisa menampung keberadaanya


Ia sudah terbangun beberapa waktu lalu, dan yah di lihat dari mana pun kehidupannya benar benar menyedihkan, ia berada di tubuh seorang istri malang yang begitu mencintai suaminya


Ia memiliki nasib yang begitu malang dan kehidupan yang begitu sulit, apakah dewa begitu kejam, ia sudah mengalami begitu banyak penderitaan hidup di kehidupan sebelumnya ia selalu berharap bisa memiliki kehidupan nan bahagia di kehidupan kedua, namun pada akhirnya semua hanyalah angan dan khayalan semata


Ia di lahirkan untuk menyaksikan kekejaman dunia, ia di lahirkan untuk membiarkan takdir menertawai dirinya, sudah lah, tak ada gunanya mengeluh, hanya bisa terus berjalan den menunggu saat untuk kembali ke tempat yang seharunya


"Mohon ampun yang mulia, biarkan saya memeriksa" Ucap sang tabib dengan nada hormat


Ia tau jika permaisuri adalah wanita yang tidak di inginkan kaisar, hanya saja adalah seorang dokter dan permaisuri adalah pasirnya, apapun statusnya, di cintai atau tidak di hargai atau tidak ia hanya memiliki tugas untuk melakukan hal terbaik untuk menyembuhkan penyakit dan merawat permaisuri mereka


Itu adalah integritas dalam bekerja, sebagai seorang penyembuh ia tak akan memperlakukan pasiennya secara berbeda, semua orang berhak untuk bertahan hidup, semua orang berhak memiliki tubuh yang sehat, baik itu permaisuri atau bahkan pelayan bisa


Min hanya di balas dengan keheningan, sang tabib hanya bisa melakukan tugasnya dengan bai, permaisuri tak menjawabnya, tak maslah, memberikan pelayan kesehatan adalah kewajibannya, dengan gerakan pelan ia segera membungkuk pelan dan meletakan sapu tangan di pergelangan tangan dan meraih tangan untuk memeriksa denyut nadinya


Permaisuri sudah berada dalam masa kritis dalam waktu yang cukup lama, dan kali ini ia kembali terjaga ini adalah keajaiban dan berkah dari dewa memberikan permaisuri malang ini kesempatan dan kehidupan kedua


“Bagai mana ini bisa terjadi?” Batinnya, si tabib tua itu mengerutkan keningnya pelan,


Sebelumnya ia berfikir jika kembalinya permaisuri adalah berkah dewa, ternyata tidak hanya itu, dewa benar benar menyayangi permaisuri


Permaisuri sempat terkena racun yang membuat seluruh anggota tubuh lumpuh, dan sulit bergerak namun? Bahkan permaisuri ini dalam keadaan yang sangat baik, lalu kemana perginya para racun itu?, racun racun itu bahkan sudah di perkiraan berada di dalam tubuh sang permaisuri dalam waktu yang cukup lama


Ia adalah tabib yang selalu menjaga kesehatan sang permaisuri, ia bahkan sudah hampir putus asa karena segala upayanya untuk mengeluarkan racun selalu gagal


Namun ada apa dengan hari ini, mengapa menjadi seperti ini, dewa memang sangat tau bagai mana menyayangi hambanya


Melihat sang tabib membatu min menatap sang tabib dengan tatapan tajam, Tabib terlihat kebingungan, setelah menyelesaikan pekerjaannya sangat tabib pamit undur diri, ia tak tau harus berkata apa,


Pada kenyataannya keadaan permaisuri sepenuhnya baik, ia hanya perlu menuliskan beberapa resep untuk membuat tubuh permaisuri lebih segar, itu saja


Tak ada hal lain yang bisa ia katakan, penyakit permaisuri sudah sembuh, dan ia hanya perlu meresepkan obat agar permaisuri kembali seperti semula

__ADS_1


Tabib yang terkejut sedangkan permaisuri hanya menujukan wajah yang sangat biasa, benar benar terlihat begitu sehat, dan racun racun itu sudah benar benar pergi, ini adalah ke keajaiban dewa,


“Sampai kapan kau akan terus berdiri di sana, seperti patung saja, membuat ku merasa tak nyaman dengan keberadaan mu” Ucap Min dengan nada dingin


Fei Yang berdiri tampan mengatakan apapun, berdiri tegak sejak tadi, apakah ia tidak lelah, apakah kakinya begitu kuat hingga bahkan tak bergetar meskipun berdiri di tempat dalam waktu yang cukup lama


“Ampuni hamba permaisuri, hamba membuat anda tak bahagia, hanya saja anda harus meredakan amarah anda, amarah tidak baik untuk tubuh anda" Ucap Fei Yang membungkuk,


Min menarik nafas pelan, suka ataupun tidak ia sekarang sudah terdampar di masa kuno dan tentunya ia harus tetap bertahan hidup agar bisa kembali pada tubuh aslinya dan hal yang pertama kali akan ia lakukan adalah membunuh bajingan bernama kim itu


“Bodoh, Aku tidak mengatakan itu, kau selalu saja menyalah artikan apa yang ku katakan, sangat melelahkan jika menghadapi mu, angkat kepalamu” Ucapnya pelan menatap datar gadis muda yang masih betah bersujud di hadapannya


“Hamba tidak berani permaisuri, ini tidak layak dan menyalahi etika, hamba hamba hanyalah budak yang hina, dan bahkan tak memiliki hak untuk itu, budak ini tak berani untuk lancang pada permaisuri” Ucap Fei Yang dengan tertunduk takut junjungannya tak pernah menunjukan wajah mengerikan ini sebelumnya, lihat lah tatapannya yang tajam seakan bisa menguliti manusia hidup hidup


“Angkat kepala mu, kau bersikap begitu naif, mengatakan ini dan itu seolah kau tak pernah melihat tu” Ucap Min menekan kata katanya,


“Kau dengar aku?, dan mana yang ku minta, kau yang membantu semua hal yang ingin ku lakukan, lalu dari mana kau yang tidak berani mengangkat kepala mu ini?, kau bahkan berani memegang kepala ku, mengapa memangnya hanya dengan melihat?” Ucap Min


Fei yang perlahan mendekat dan meletakan baskom air hangat serta bengong di meja di dekat sang permaisuri, ia berusaha untuk membuat junjungannya senang, saat ini junjungannya masih dalam keadaan yang tidak stabil, ia tak ingin membuat junjungannya kembali dalam masalah


"Lebih baik begitu, sekarang kau bisa membantu ku untuk membersihkan wajah"


Min Jiana atau sekarang di sebut permaisuri li atau Chen Mian Li, permaisuri yang tak di cintai dan tak di inginkan, nasib yang menyedihkan, tak masalah, sedari lahir kedunia ini ia bahkan tak berniat untuk mengantungkan dirinya di atas cinta


Karena ini kehidupanya maka ia akan berjuang sebisanya, hal yang pasti adalah ia yang tak akan pernah membiarkan dirinya berada dalam kesulitan dan berada di bawah tekanan orang lain


“Kepala ku terasa sedikit pusing Fei yang, tubuh ku juga terasa gerah bisa kah kau menyiapkan aku air mandi?” Ucapnya dengan pelan,


Karena sudah di sini mari sambut hari hari yang menyenangkan, abaikan semua orang hukum orang orang jahat, dan permalukan mereka hingga tak berani meninggalkan kediamannya, itulah motonya saat ini semoga saja ia bisa bertahan dan mengendalikan diri hingga perasaanya sendiri,


Bagai mana pun ia menempati tubuh gadis lemah, dan sangat merepotkan, semoga aja min bisa menguasai tubuh ini, ia akan berusaha agar mian Li tak mengendalikan perasaanya, sangat menakutkan jika mereka


"Baik permaisuri"


Fei Yang berjalan pelan menuju pintu untuk segera menyiapkan air mandi


"Hey tunggu, apakah kau bisa mencarikan aku cuka makan dan bubuk Wi serta daun sian, jangan lupakan susu? Oh ia sertakan timun juga ya" Ucapnya pelan (nama nama ini murni karangan author, author ngak tau bahan alami untuk perawatan wajah)


"Jika hamba boleh bertanya untuk apa benda benda itu yang mulia ?"


Benda benda itu adalah hal yang sedikit tak berharga, beberapa darinya hanyalah tumbuhan liar yang tumbuh di taman istana, lalu untuk apa benda benda itu

__ADS_1


"Kau akan tau nanti, dan ku fikir tidak akan susah kan mencarinya?, tumbuhan itu bisanya tumbuh di tanah yang sedikit lembab"


Ia sengaja menyebutkan bahan yang mudah di temui ia akan membuatkan penawar racun terlebih dahulu, ia tak pernah tau mengenai racun yang di ketahui tabib, yang jelas tubuh ini tidak beres, dan ia harus menyelesaikan permasalahan ini terlebih dahulu dan akan mengurus yang lainya nanti, Saat ini wajahnya lebih penting, tak ada mahluk yang bisa tenaga dengan wajah penuh jerawat dan gatal ini,


Para benjolan benjolan ini bukan sesederhana sebuah jerawat yang memenuhi wajahnya, jerawat jerawat ini adalah racun, racun yang sengaja di berikan agar dirinya terlihat menakutkan, permainan seperti ini, sudah sangat sering ia lihat


Min beranjak dari duduknya, mendekati jendela menatap keindahan dunia barunya ini, cuaca terasa sangat sejuk dan menyegarkan, angin malam menerpa wajah pucat miliknya, tiba tiba sebuah memori aneh muncul,


Ia merasakan kepalanya kian berdenyut hal ini sudah di alaminya beberapa kali, dan yah ini benar benar menyiksa, ia beranjak menuju ranjang untuk merebahkan tubuhnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu lelah, sepertinya ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beristirahat


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Fei yang menyelesaikan tugasnya, ia membuka matanya, kepalanya sudah sedikit lebih baik, dia harus membersihkan diri, tak masalah kan madi di malam hari seperti ini?, yah semoga saja tidak, bagai mana pun tubuh ini benar benar lemah, min harus ektra hati hati dengan tubuh ini, ia berjalan pelan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri


"Apa yang kau lakukan?" Ucapnya menatap Fei Yang dengan tatapan tajam


Ia mengatakan jika dirinya ingin mandi, lalu mengapa Fei Yang pun ikut tinggal di dalam ruangan kecil ini, apa yang di lakukan gadis kecil cengeng ini


"Saya.., saya akan membantu yang mulia untuk membersihkan diri" Ucap Fei yang lirih, tatapan ini benar benar menakutkan,


Ia sudah terbiasa melayani nonanya sedari muda, ia sudah melihat semua hal, rasa sakit, kehancuran dan betapa putus asanya Chen Mian Li


"Aku bisa melakukannya sendiri, kau tak perlu membantu ku untuk hal ini, aku bukan bocah berusia lima tahun yang harus di mandikan" Ucapnya dengan nada malas,


Ia adalah wanita dewasa, ia sudah berusia 20 di sini, mengapa harus membiarkan orang lain melayaninya untuk mandi, lagi pula mandi adalah privasinya lalu di mana letak harga dirinya jika ia masih di mandi lan Oleh orang lain


"Tapi ini tugas saya yang mulia"


Fei Yang berucap junjungannya memang sedikit aneh dari sebelumnya, hanya saja kali ini ia mempertanyakan hal ini, Fei Yang merasa cemas jika pada kenyataanya sang junjungan tidak dalam keadaan baik baik saja seperti yang ia lihat di depan mata saat ini


sebagai pelayan setia ia harus mempertimbangkan tubuh junjungannya, sang junjungan sudah kritis selama satu Minggu ini, dan saat terbangun ia malah melakukan banyak hal yang mengejutkan dan mengesankan


"Lakukan hal lain yang lebih berguna dari pada sekedar melayani ku mandi, kau bisa memikirkan pekerjaan lain untuk mu, keluarlah dari sini aku tak suka jika orang tak berguna berada di sisi ku"


Ia bahkan memasang wajah nan begitu dingin membuat Fei Yang semakin ketakutan, hanya saja ia adalah orang yang berada di sisi permaisuri sedari muda, dan ia tau jika permaisuri tak akan menyakitinya


Mengenali gadis yang bernama fei yang ini ia tak bisa percaya begitu, seseorang harus memiliki sebuah jaminan untuk mengikat temanya, dengan begitu ia tak akan berani untuk melakukan hal konyol pada mu di masa depan


Lagi pula ia harus selalu berhati hati dengan orang orang di sini musuh bisa muncul di manapun ia inginkan, dan musuh yang paling nyata adalah orang yang selalu berada di sekeliling mu, ia bukan gadis bodoh yang bisa percaya pada seseorang dengan mudah,


Kecuali jika gadis bodoh Mian Li itu mengambil alih perasaanya, min tak suka hidup di kendali namun?, ia sadar diri, ia hanya jiwa yang tersesat, ia hanya penumpang ilegal yang menghuni tubuh lemah permaisuri Chen Mian Li yang lemah itu, min menghela nafas pelan, memejamkan matanya dalam diam,


Harumnya aroma bunga membuatnya merasa nyaman, mengeluh adalah hal yang sia sia, min memilih untuk tetap melanjutkan hidupnya, bukankah itu memiliki misi pengurangan dosa?, maka ia harus berusaha keras untuk itu,

__ADS_1


Berusaha keras menahan dirinya untuk tidak membunuh, dan berusaha keras untuk menjalani hidup yang lebih baik, yah itulah tekat seorang Min Jiana saat ini, ia sudah melewati berbagai macam rintangan kehidupan apa salahnya memiliki harapan untuk memiliki hidup yang bahagia


__ADS_2