
Kaisar hanya menatap permaisurinya dengan tatapan tajam, ia tak suka jika sang permaisuri menatap pria lain dengan tatapan lembut nan penuh dengan kasih sayang itu, entah mengapa saat ini sang kaisar hanya ingin egois, ia tak ingin melihat siapapun di mata indah sang permaisuri, benar benar tak ingin
"Antarkan kotak kotak itu ke valium bulan" Ucap sang kaisar dan segera menarik min untuk berjalan beriringan menuju jamuan makan yang telah di siapkan, ia tak akan membiarkan pangeran lan terlalu lama menatap istrinya, enak saja, bahkan ia harus selalu berdebat hanya untuk menatap, lalu?, pangeran lan?, apa yang ia miliki sehingga membuat istri mengabaikan suaminya sendiri
para pejabat menarik nafas lega ternyata rumor hanyalah sekedar rumor, di antara sekian banyak pejabat senang, namun juga sangat banyak pejabat menatap permaisuri dengan tatapan mengejek, dan tak suka, mereka tetap tidak mempercayai perubahan sang kaisar yang tiba tiba ini, mereka tak percaya jika seorang kaisar tiran di taklukan oleh seorang permaisuri yang selalu di anggap sebagai sampah ini
saat para pejabat sibuk dengan segala pemikirannya Min memilih tak perduli, tentu saja hal sepele itu tidak berpengaruhinya, lagi pula kau tak perlu berkoar koar mengatakan kebaikan mu kepada orang yang jelas jelas membencimu, karena pada dasarnya takada yang bisa membatasi kebencian seseorang, jika mereka tak suka maka biarkan mereka melakukan hal yang mereka suka, seperti membenci contohnya, jangan mendambakan hal yang jelas jelas mustahil untuk di gapai, jika kau berani berbuat nekat maka silahkan menanggung sakitnya sendiri, saya sudah mengingatkan, jika anda tak mendengarkan maka itu bukan masalah
"Sudah lelah menyelinap permaisuri" Ucap kaisar Zhou pelan saat keduanya sudah duduk di balik meja makan dan jamuan akan segera di mulai, yah bagai mana lagi?, ia memang seperti yang di katakan sang kaisar, menyelinap sana sini, kabur ke sana sini, dan yah begitulah Min jiana, ia tak akan membiarkan siapapun merebut kemerdekaanya, tidak akan
"Yang mulia, permaisuri ini tidak bermaksud" Ucap Min dengan sangat pelan, keduanya terlibat pembicaraan yang berada dalam naungan bisik bisik, keduanya mengabaiktan berbagai tatapan dari para pejabat istana lainya, bodo amat lah, mau rumor apa yang akan kuar, ia bahkan sangat tak perduli
Setelah menyelesaikan jamuan makan, Min segera mengajak selir kelima berkunjung ke valiumnya, sepanjang jalan hanya terdengar bisik bisik kagum, memuji muji nona muda dari kediaman angin itu, yah siapa lagi jika bukan nona Bai Huan itu, nona muda menyebalkan yang sangat terobsesei dengan kaisar zhou yang tak mungkin dapat ia raih, huh sungguh pengorbanan yang sangat sia sia, mengharapkan seorang pria yang beristri?, yang benar saja?, apa lagi kaisar zhou bukan spesies mata keranjang, ia tak akan suka membagi kasih, ia hanya untuk istrinya, tidak ada yang lain
__ADS_1
"Nona Bai sungguh gadis yang sangat baik, dan sangat rendah hati" Ucap sang pelayan yang masih sibuk menghias istana, berlebihan sekali, acara akan di mulai satu bulan kedepan namun istana sudah heboh sejak beberapa bulan yang lalu, apakah zaman kuno selalu begini, bayangkan saja, menghabiskan wantu dua bulan hanya untuk mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun, yang benar saja?, begitu banyak waktu yang terbuang dengan sia sia, seperti tak memiliki pekerjaan saja
"Benar, pantas saja jika yang mulia kaisar sangat memperhatikannya" Sahut pelayan lainnya, Min menjergit dalam diam, dasar tukang bohong, sejak kapan seorang kaisar es menjadi begitu perhatian?
"Apakah itu benar?, selama ini yang mulia kaisar sangat dingin dan begitu acuh dengan orang sekitar" Ucap sang pelayan semakin bersemangat membual
"Aku melihatnya sendiri, kaisar cukup sering mengirimkan beberapa alat kecantikan dan suarat untuk nona ku" Ucap seorang pelayan yang menggunakan pakaian berwarna biru muda itu
"Benarkah?, mereka adalah pasangan syurga,''
"Dasar pembual" Batin min kesal, sejak kapan kaisar es itu memiliki perasaan, bagi min kaisar zhou hanyalah kaisar kaku seperti balok kayu, jangan kan cinta bahkan ia tak memiliki perasaan dan hati nurani,
“Lancang” suara agung selir kelima membuat para pelayan menghentikan acara bergosip ria,
__ADS_1
“ampuni kelancangan budak hina ini selir janda” Ucap ketiganya menunduk takut, mereka tentu tak dapat meremehkan kekuatan selir janda ini, meski sempat di asingkan tapi ia memiliki dukungan mutlak dari permaisuri yang haus kekuasaan ini, sejak muda selir kelima adalah seorang selir kesayangan, tak ada yang berani menyinggunya, bahkan jika ia meminta posisi permaisuri pada mendiang kaisar maka mendiang kaisar dengan senang hati memberikanga
“Lanjutkan pekerjaan kalian, pelayan Xi Ying awasi para pelayan yang bekerja, hukum mereka jika melakukan kesalahan dan bergosip” ucap selir kelima tegas, ia sudah terbiasa dengan kehidupan istana yang keras, jika tak kuat maka jangan salahkan dunia yang kejam
“mematuhi yang mulia selir janda” ucap mereka bersamaan, setelah memberikan hukuman pada si pelayan lancang selir kelima segera meninggalkan tempat itu segera menuju valium bulan,
"Nona, selir kelima" Ucap Yu Mi dan Fei Yang pelan, menekuk lutut memberi hormat pada kedua wanita kaisar ini, setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya mereka sampai di valium bulan milik sang permaisuri
"Siapkan teh dan kudapan yang lezat, ah ia perintahkan para pelayan untuk membawakan kotak yang baru saja di berikan yang mulia kaisar" Ucap Min pelan dan membawa sang ibu selir menuju gazebo kesukaanya, pemandangan di sini sang talah indah, Dengan di suguhi bunga bunga yang bermacam warna, dan sebuah kolam buatan yang di isi oleh hamparan teratai yang memikat mata
"Ibu selir, kau harus membantu ku ya, ada banyak perkerjaan yang tak bisa ku selesai tampa mu" Ucap min memeluk ibu selirnya sambil menikmati pemandangan yang tersaji,
"A li apakah, kau baik baik saja? Ibu mendapat kabar jika ada penyusup di valium mu" Ucap selir kelima pelan, ia mendapat kabar jika semalam ada penyusup ia takut terjadi sesuatu pada sang menantu kesayangan dan syukur lah semua baik baik saja
__ADS_1
"Pangeran ke 2 dan ke 6 tlah tiba" Teriakan itu juga berasal dari sang kasim, kedua pemuda itu berjalan anggun menuju gazebo tempat sang ibu dan permaisuri
"Salam pada permaisuri dan ibu selir semoga di berkahi umur yang panjang dan di limpahi kebahagiaan sepanjang masa" Ucap keduanya membungkuk