Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab108#


__ADS_3

Setelah rapi Min meminta fei yang membuatkan sup herbal untuk kaisar, min perlahan berdiri, mengambil jubah kebesaran sang kaisar yang telah di siapkan xio zi,


"Angkat tangan mu" Ucap Min, yang hanya di angguki oleh kaisar dengan begitu patuh, ini kali pertama kaisar di bantu oleh permaisurinya, bukankah ini sangat menyenagkan, saat bangun pagi sudah di sambut dengan wajah cantik permaisuri, sereta kecupan selamat pagi, ah kaisar zhou jatuh cinta lagi dan lagi pada permaisurinya ini, kaisar zhou meminta Min untuk kembali menggunakan kain penutup wajahnya, tentu saja ia tak akan sudi berbagi kecantikan istrinya dengan orang lain tak akan pernah sudi


Setelah selesai keduanya sarapan bersama, setelah menyelesaikan segala urusanya di valium kini keduanya berjalan beriringan untuk melihat nenek dari kaisar zhou yang berasal dari Kekaisaran zhao chang,


"Salam pada nenek Kekaisaran" Ucap sang kaisar membungkuk memeberi hormat begitu pun dengan Min


"Ah cucu tampan ku, bangkit lah, dan duduk di samping ku" Ucap sang nenek pelan


"Bagai mana keadaanmu?, apakah orang orang di sini merawatmu dengan baik? "


"Semua baik nek"


"Ah cucu menantu ku, duduk lah di sini, apakah cucu nakal ku ini membuat mu repot?, kau terlihat kelelahan" Ucap sang nenek


"Cucu mu memang sangat merepotkan" Ucap Min berguman pelan, namun sayang masih bisa di dengar oleh sang nenek, ia terkekeh pelan


"Cucuku memang sangat kuat, ku harap kau bisa mengatasinya" Ucap sang nenek terkekeh pelan


"Ku dengar nenek sakit setelah sampai di istana, lalu apakah sekarang merasa lebih baik" Ucap Min pelan, sang nenek sudah tiba sejak 2 hari yang lalu, namun kaisar masih sangat sibuk bahkan tak memiliki waktu untuk sekedar melihat keadaan neneknya, dasar cucu durhaka

__ADS_1


"Penyakit tua, para pelayan melayani ku dengan baik" Ucap sang nenek pelan


"Syukurlah jika begitu" Ucap Min menghela nafas pelan.


Setelah mengunjungi valium mongolia kaisar kembali ke pekerjaanya dan permaisuri kembali ke valiumnya, tentu saja ia sangat senang akhirnya ia bisa terlepas dari cengkraman kaisar menyebalkan itu


"Akhirnya kau kembali, aku telah menunggu mu sejak tadi" Ucap ling shi yang sudah berada di valium bulan sejak pagi, mereka membuat janji untuk berjalan jalan di pasar hari ini, lagi pula ling shi orang baru di sini, dan ia butuh pemandu jalan untuk berkeliling, ia terlalu enggan jika harus berkeliling dengan para pengawal kaku itu,


"Ah maaf kan aku, masuk lah, mengapa menunggu di luar?" Ucap Min tersenyum pada gadis yang menjadi temanya selama 1 minggu terakhir


"Aku sudah lama menunggu mu di dalam, karena kau tidak kembali aku mengambil inisiatif untuk berkeliling" Ucap ling shi dengan ketus


"Aku sedikit lelah, bisakah kita bermain di lain hari?" Ucap Min pelan tubuhnya masih sangat pegal dan ini bukan waktu yang tepat untuk bermain,


"Baik lah, masuk lah aku akan berganti pakaian terlebih dahulu, udara di luar cukup dingin" Ucap Min menghela nafas pelan, ia jelas


"Tidak perlu, aku akan menunggu di sini, ternyata taman di kediaman mu cukup indah sepertinya kau tidak sesederhana penampilanmu"


"Lupakan, pelayan bawakan buah buahan serta kudapan, jangan lupakan teh"


"Kau pengertian sekali, aku memang tak sempat makan di valium,"

__ADS_1


Min hanya terkekeh pelan dan masuk ke kediaman untuk berganti pakaian, Setelah berpakaian rapi keduanya berjalan mengelilingi pasar.


Min dan ling shi sudah berkeliling cukup lama hari ini, keduanya memilih untuk mengistirahatkan diri di kedai makan, setelahnya mereka akan kembali ke istana,


"Nona Min" Sapa seorang pemuda menggunakan pakaian bangsawan, Min mendongak, ah dia adalah pria yang sempat di selamatkanya beberapa bulan yang lalu, tak menyangka berjumpa di sini


"Ah tuan muda rong, tidak menyangka jika kembali bertemu" Ucap Min pelan,


"Ah ternyata nona muda ling juga berada di sini" Ucap Rong Cheng pelan, keduanya pernah saling bertemu beberapa waktu lalu, saat itu Rong Cheng membantu Ling Shi yang di serang binatang buas, dan terkena racun dari cakarannya, beruntung Rong Cheng datang dan dengan berusaha keras Rong Cheng mengontrak srigala merah itu


"Apakah aku boleh bergabung nona" Ucapnya dengan sopan


"Ah tentu saja, duduk lah" Ucap Min pelan


Rong cheng duduk di hadapan dua gadis itu


"Ah ia Tuan Rong, seingat ku kita terakhir kali bertemu di perbatasan barat, lalu apa yang membuat mu ke kaisararan ini? " Ucap Ling Shi menyesap minumannya


"Kaisar merayakan ulang tahun dan keluarga Rong mengutus ku, lalu apa yang membuat nona Ling dan nona Min berada di sini, ku fikir nona berdua dari perbatasan barat" Ucap Rong Cheng, keduanya memang sudah berteman cukup dekat, hingga tak perlu saling sungkan lagi, mereka berinteraksi dengan santai tampa terikat ke formalan


"Sama seperti mu" Ucap Min pelan, Ling Shi hanya mengguk, dan ketiganya terlibat perbincangan ringan dalam waktu yang cukup lama

__ADS_1


"Hm baiklah tuan rong, hari sudah larut akan lebih baik untuk kembali ke istana" Ucap Ling Shi pelan, mereka masih perlu bersiap siap dulu untuk menghadiri perayaan yang di buat kaisar Zhou


"Ah baik lah, sampai jumpa di istana" Ucap Min, yang hanya di angguki oleh Rong, setelahnya mereka berpisah, rong cheng sudah menawarkan diri untuk menemani kedua nona muda itu kembali, namun di tolak dengan sopan oleh keduanya, karena telah di tolak Rong Cheng tak bisa bersikeras,


__ADS_2