Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab72#


__ADS_3

Di tempat lain, bertepatan di sebuah lembah yang terletak di tengah hutan perbatasan, sang rembulan yang bersinar terang menjadi saksi bisu terjadinya sebuah peperangan yang begitu besar, menumpahkan begitu banyak darah, dan mengorbankan begitu banyak nyawa, terpaan angin malam yang begitu mencengkap menemani malam yang panjang ini, dentingan pedang bagaikan musik di tengah ke heningan malam, ribuan anak panah turun begitu deras bak hujan, darah pun sudah mmengalir begitu deras layaknya sebuah sungai kecil , serta begitu banyak nyawa yang tumbang di sini,


di pedalaman hutan, di tempat gelap tak jauh dari peperangan besar itu, sang Kaisar dan adiknya sedang bertarung dengan para pemberontak, hal yang tak pernah terduga, mereka bahkan memiliki kekuatan yang begitu kuat, bahkan mampu membuat ke tiga jendral perang yang bahkan dikenal dengan penaklukan dunia ini merasa kewalahan, benar benar hal yang tak pernah ia sangka sangka bukan?,


Di tenagah keributan seekor, kuda hitam menerobos masuk, pengemudinya menggunkan pakaian hitam sederhana dan tak lupa cadar dan ranting di tangannya, hey, jangan coba meremehkan ranting yang berada di tangannya, ranting kecil itu adalah ranting dari bunga mawar hitam yang di penuhi duri dan racun yang sangat mematikan,


ia itu adalah Min jiana, sang permaisuri yang begitu keras kepala menerobos sebuah peperangan, ia tentu saja sedang mencari keberadaan sang Kaisar, Min hanya membawa ranting karena Min memiliki masalah yang serius dengan yang namanya pedang, sejak zaman modern Min sangat membenci pedang, namun jangan pernah meremehkan suatu senjata.


"Permaisuri apa yang anda lakukan di sini? " Ucap yu fang terkejut, hari baru saja beranjak pagi, dan ia sibuk bertarung dengan para musuh, penemuan pagi ini benar benar sangat mengejutkan, hey, ia melihat sang kakak ipar di tempat ini?, di sampingnya?, menghadapi pria besar yang memiliki tubuh tiga kali lipat darinya, tempat ini sangat berbahaya untuk keselamatan sang permai permaisuri, mengapa bisa sampai sini


"Eh adik ke enam ternyata kau disini?, bagai mana keadaan mu?" Ucap Min yang masih bisa tersenyum sambil menghindari serangan dari lawan dan sesekali memukul rantingnya

__ADS_1


"Berhati hati lah kakak, jangan bermain seperti itu, kau bisa terluka" Ucap yu fang khawatir, kakak iparnya sedang bertarung dengan orang yang memiliki kulvikasi tingkat 7, bagai mana bisa ia begitu santai bahkan serangan pria itu bagaikan lelucon baginya, dan berada di mana tingkat kulvikasi yang di miliki permaisuri?, mengapa terlihat begitu menakutkan?, meskipun mengetahui jika sang permaisuri kuat, tak membuat yu fang bisa bernafas lega, bagai mana pun kakak iparnya hanyalah seorang wanita yang konyol, jika ia salah melangkah maka akan sangat merugikan bagi semua orang


"Ah tenang lah adik, ini bukan maslah besar, aku tentu saja bisa mengatasi si kucing besar ini, ah, ia di mana pemimpin mereka, bermain dengan bawahan seperti ini sangat tidak menyenangkan, sama sekali tak menantang ardenalin ku" Ucap Min yang masih menyeringai, langkahnya begitu gesit untuk menghindari segala serangan dari sang musuh, ia sengaja tak menyerang karena ia ingin bermain terlebih dahulu, huh pemanasan sudah selesai dan saatnya memulai peperangan yang sesunggugnya


saat min sibuk dengan segala permaiananya, w


yu fang menjatuhkan rahangnya tak percaya hampir saya yu fang terkena selebetan pedang karena melamun beruntung Min segera memblokir serangan itu, dan yah dengan melemparkan beberapa bati di sekelilingnya hingga pedang yangg di genggam pemberontak terlepas, tak menyangka jika leparanaya sangat tepat


hey saat ini mereka dalam situasi berperang mengapa mengobrol di tempat seperti ini?, bisakah mengobrol di tempat yang pas?, lihat lah bahkan pria yang di hadapi sang permaisuri memiliki kemampuan yang cukup tinggi, lalu mengapa sang permaisuri terlihat begitu santai?, mereka benar benar sudah tertampar oleh kenyataan yang begitu kejam


"Ah maaf kan aku kakak ipar, aku hanya sedikit terkejut, bahkan pria besar itu sangat kuat, kau bisa menghadapinya dengan sebuah ranting kecil, kau sangat mengagumkan" Ucap yu fang tak percaya dengan apa yang ia lihat, ranting kecil dapat mengalahkan pria besar yang ia lawan dengan susah payah, hey sebenarnya berada di mana tingkat kulvikasi gadis di hadapannya ini mengapa ia begitu mudah mengalahkan musuh tampa adanya aliran qi

__ADS_1


"Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah senjata, bahkan ranting kecil ini juga bisa membunuh, jika kau tak percaya maka kau bisa melihatnya sendiri" Min melempar belati kecilnya dan menganai lengan sang pria besar yang menjadi lawanya itu,


Min hanya bisa terkenal pelan dan menunggu reaksi luka yang di buatnya, tak butuh waktu lama pria itu seketika berteriak kesakitan dan berakhir dengan kematian, Min selau menyertai racun di setiap jengkal senjata yang ia miliki, terlebih itu adalah belati kesayangannya,


yu fang melotot kaget hey hanya karena luka kecil dan berakibat fatal seperti ini?, kakak iparnya ini sunguh sesuatu, membunuh dengan senjata yang sangat tak terduga, apa itu sebuah ranting?, belati?, dan lebih mengejutkan benda yang sangat tak meyakinkan itu ia bawa ke medan pertempuran, dunia benar benar telah mempermainkan mereka


"Ah baik lah adik ipar, karena hari sudah terang aku akan memburu mainan yang lebih bagus, mainan ini sangat lemah" Ucap Min pelan, setelahnya ia melemparkan botol prosilen kecil dan di tangkap oleh yu fang


"Benda itu akan mempermudah mu, lumuri dengan pedang mu" Ucap Min memacu kudanya membelah peperangan tidak ada yang mampu mehalangi jalannya, setiap langkah kuda menebarkan racun yang berada di bulunya hingga mereka segera jatuh dan tak sadarkan diri, bukankah ia pantas di sebut sebagai dewi kematian?, benar benar mengerikan, dan mari melihat bagai mana jika seorang yang di kenal lemah memasuki peperangan, dan semoga saja berakhir baik, yah semoga saja, tak ada yang tau hal apa yang terjadi di akhir, dari itu mati berusaha keras


"Kemana perginya pangeran lan dan Kaisar?" Ucap Min masih mencari cari, sembari mencari tentunya ia masih menyerang para musuh yang mencoba mendekatinya, baik lah mari mengacau di peperangan,

__ADS_1


__ADS_2