Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab27#


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar, cahayanya itu dengan lancang membangunkan Kaisar Zhou dari tidur lelapnya, sang kaisar beranjak duduk sembari merntangkan ototnya yang terasa sedikit kaku, ia bahkan tak percaya dengan penemuan pagi ini, untuk pertama kalinya ia mendapatkan kualitas tidur yang benar benar baik, bahkan ia tak menyadari kapan selimut itu terpasang dan sepatu but putih itu terlepas, bahkan ia tertidur di tempat yang sangat tak ingin ia tiduri,


tapi?, entah mengapa aroma ruangan ini bagaikan obat tidur baginya, dan membuatnya candu menghirup aroma menenangkan hati ini lagi dan lagi, ia sendiri tidak tau apa yang terjadi pada dirinya yang jelas ia merasa sangat nyaman saat berada di sini, kenyamanan yang bahkan sudah sangat lama menghilang dari kehidupanya


"Apa yang aku lakukan?" Gumanya, saat ini sang kaisar sudah sepenuhnya sadar, dan ia mulai bertanya tanya, bagai mana bisa ia benar benar tidur di kediaman yang bahkan sangat ia hindari selama ini, dan dimana sang permaisuri?, kaisar zhou menatap sekeliling dan akhirnya yang di cari pun bertemu, permaisuri sedang terlelap di lantai, kaisar mendengus kesal dengan wajah gelap menginggalkan valium bulan, sikap sang permaisuri yang seakan menolaknya membuatnya merasa marah dan sangat kesal, apa itu?, sebuah penolakan dari istri sendiri benar benar menyebalkan


Setelah kepergian kaisar fei yang memasuki kediaman sang nona, fei yang membuang nafas pelan saat menemukan min yang tertidur di lantai, ia hanya bisa merutuki ke kejaman sang kaisar dalam menyiksa junjungannya ini, ia bahkan tak menyangka jika kasur lantai itu akan di gunakan oleh nonanya untuk tidur, kaisar benar benar tak memiliki hati, membiarkan seorang permaisuri terlelap di lantai yang dingin, jika sakit?, fei yang menghela nafas pelan dan perlahan mendekati permaisuri yang sedang terlelap itu


"Nona, nona bangun lah" Ucap fei yang pelan, min mengeliat dan membuka matanya dengan malas sambil berguman pelan


"apa anda baik baik saja?" Ucap fei yang pelan, min mengguk pelan sebagai jawaban, ia juga mengatakan jika fei yang tak perlu mencemaskanya


"Air mandi anda sudah siap nona" Ucap fei yang pelan, setelah berbaring di lantai yang dingin semalaman fei yang berharap jika nonanya tak masuk angin, yah semoga saja

__ADS_1


"Hmm" Ucap min bangun dan berjalan menuju kamar mandi, ia tak perduli dengan kaisar biarkan ia pergi, ah benar benar kaisar yang menyebalkan, naif, dan bodoh, min tak perlu memusingkan diri dengan memikirkan kaisar es itu, akan lebih baik jika ia segera membersihkan diri dan yah menyusun rencana untuk segera ke hutan perbatasan.


Min merendam tubuhnya ke dalam bak besar yang telah di isi dengan air hangat dan tak lupa kelopak bunga lavender yang menenangkan, min memejamkan kelopak matanya membiarkan sensasi hangat dan aroma menenangkan ini


Setelah beberapa saat akhinya ritual mandi itu selesai, ia segera mengganti pakaian dan sedikit berdandan ya tentunya dengan di bantu oleh pelayannya


"Ah fei, jepit yang sederhana saja, kepala ku sedikit pusing karena perhiasan merepotkan itu" Ucap min yang duduk di depan cermin perunggu membiarkan fei yang menata rambutnya


"Siapa yang mau sarapan dengan para rubah penjilat itu?, segera perintahkan pelayan dapur mengantarkan makanan yang enak ke valium angrek, aku akan sarapan bersama keluarga kecil ku, ah aku sangat merindukan momen seperti ini" Ucap min tersenyum dan berdiri dari duduk nya segera meninggalkan kediamannya, baik lah ia sudah memutuskan, mencari masalah agar bisa segera beraksi, yah semoga saja idenya ini berhasil, bermain trik bukan hal yang sulit bagi min, namun Trik ini memang terdengar sedikit menggelikan


"Apa yang kau lakukan,?" Ucap min saat fei yang masih terus mengekorinya "bukankah kau akan ke dapur?" Ucap min menaikan satu alisnya, ia sudah mengatakannya dengan jelas, mengapa gadis fei ini masih mengekorinya


"Baik nona" Ucap fei yang pelan, ia segera berjalan memutar arah menuju dapur istana, perintah sang permaisuri harus segera di laksanakan, jika tidak maka bersiaplah menjalani hidup yang tak nyaman, fei yang merasa sangat senang dengan keberanian yang di miliki nonanya saat ini, kepribadian yang keras dan tak mudah di tindas, benar benar mengesankan bagi seorang fei yang yang sejak muda menemani nonanya dan segala siksaan itu

__ADS_1


"Selamat pagi ibu" Ucap Min tersenyum lebar dan perlahan membungkuk memberi salam, ah ini adalah kebiasaan baru min beberapa minggu ini, yaitu memberi salam di pagi dan malam hari bukankah itu sedikit berlebihan?, Namun untuk Min yang memiliki masalah dengan kurangnya kasih sayang tentunya bukan masalah besar, Min bahkan sanggup jika harus mengucapkan salam satu jam sekali,


"Selamat pagi A li, bagai mana keadaan mu hari ini?, duduk lah" Ucap selir ke lima tersenyum lembut pada menantu yang sangat menyanginya ini,


Para pelayan datang dengan membawakan makanan yang sangat banyak dan pastinya lezat, para pelayan mulai menata dan Min menatap semua makanan itu dengan penuh minat


"Fro yang segera panggilkan adik ke 2 di kediamannya" Ucap Min pelan, fei yang hanya mengguk patuh dan segera meninggalkan keduanya bersama segala makanan lezat itu


Fei yang berjalan pelan menuju valium lili kediaman milik pangeran ke 2 namun pengawal mengatakan jika pangeran ke 2 sedang berada di jamuan bersama sang kaisar, hey bagai mana ini, tentunya permaisuri tak akan menerima alasan apapun, perintah nya adalah mutlak bahkan dewa tak bisa mencegah keinginannya, namun bagai mana dengan kaisar?, tentunya seluruh dunia mengetahu bagai mana kejamnya kaisar es ini.


Fei yang memnghela nafas pasrah, apapun yang terjadi ia harus menemukan pangeran ke 2 dan membawanya ke valium angrek, ia akan tetap maju walaupun nyawa yang menjadi taruhanya, anggap saja ia adalah gadis yang sangat dramatis, namun percayalah, kemarahan seorang permaisuri li taka akan menghilang dengan mudah, dari itu fei yang tak akan pernah berani untuk berurusan dengan itu, ia hanya perlu menjadi gadis yang patuh dan menggemaskan


"Oh dewa lindungi nyawa ku, " Ucap fei yang berjalan cepat menuju aula perjamuan, ia harus menghirup udara sebanyak mungkin, karena hari ini bisa jadi akan menjadi hari akhir dari kisah kehidupannya, yah semoga saja fei yang hanya berfikir terlalu jauh.

__ADS_1


__ADS_2