Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab137#


__ADS_3

Peperangan perlahan usai, dan mereka berhasil mengalahkan para pemberontak itu, mengatasinya sampai ke akar, di bawah kepemimpinan min para prajurit jendral berhasil mengepung markas dan menghancurkan para pemberontak itu,


Saat ini mereka sepenuhnya menang, semua prajurit yang tersisa tersenyum lebar menuju istana, peperangan memang sudah selesai, namun penderitaan kaisar Zhou tak kunjung berakhir,


Semua hanya karena rasa penyesalan, mengapa ini harus terjadi?, kaisar zhou yang kuat menjadi sosok yang lemah dan putus asa, tubuhnya mulai di grogoti penyakit hingga membuatnya terbaring lemah di atas ranjang, setiap hari para pelayan memberikannya sup beracun dengan dalih obat, ia selalu menghirup asap dupa penghancur mendeirin di setiap hembusan nafasnya, ia tak bisa berbuat apa apa lagi, semua sudah berakhir, kehidupannya sudah berakhir, saat ini ia hanya di temani oleh penderitaan dan penyesalan


"Yang mulia" Ucap seorang wanita menggunakan hanfu yang sedikit terbuka, ia adalah nona dari kediaman Bai, Bai Huan wanita yang rela melakukan apapun untuk cintanya, Kaisar Zhou pun hanya diam dengan mata yang tertutup, dunia terlalu kejam padanya, perampas semua yang ia miliki dan hanya menyisakan sebuah ke sengsaraan yang tak berujung ini, para rubah istanapun kini menapkakan taringnya, tak ada lagi rasa hormat, ia hanya di sebut sebagai kaisar yang putus asa dan bodoh,


"Lihat lah yang mulia, bahkan aku bisa memeluk mu saat ini" Ucap Bai Huan membaringkan tubuhnya dan memeluk sang kaisar, kaisar zhou masih diam, ia tak perduli apapun, lagi pula tubuhnya sudah benar benar lemah, bahkan tak mampu bergerak, ia menghentikan kehidupannya semenjak kembali dari peperangan


"Semua tak akan pernah terjadi jika kau tak pernah menolak ku yang mulia, aku mencintaimu, kita tumbuh bersama, hanya aku yang pantas untuk mu, tapi apa?, kau memilih wanita sampah itu, ah jangan takut yang mulia aku akan bersama mu" Ucap Bai Huan sembari mengelus lembut wajah tak berdaya sang kaisar, kaisar membukakan matanya lebar, ia tak Terima jika wajahnya di elus aoleh seorang ****** tak tau malu ini,


"Tak perlu katakan apapun yang mulia, aku akan menerima apapun keadaanmu, akan lebih baik jika kau menyerahkan simbol ke kaisaran, setelahnya bibi selir akan memberi penawar racun dan kita akan hidup bahagia, melewati hari yang panjang bersama, aku akan menerima mu meski kau sudah tak mungkin berkulviksi, aku masih sangat mampu menjaga mu dari siapapun yang mengusik Kita" Ucap bai Huan dengan lembut, tak ada jawaban dari sang kaisar, kaisar sudah benar benar lemah, ia tak bisa bahkan hanya untuk mengatakan tidak, saat ini ia hanya bisa berperang dengan batinya sendiri,


"Kita akan segera menikah, aku tak sabar menanti hari itu yang mulia, akhirnya perjuangan ku selama ini menghasilkan buah yang manis, kau tenang lah yang mulia, apapun yang terjadi aku akan selalu menemani mu, dan berdiri di samping mu, aku takakan meninggalkan mu" Ucap bai Huan, kaisar zhou mendecih di dalam hatinya, semua kekuasaannya hilang dalam sekejap, ia hanya sendirian,

__ADS_1


Kehidupan terasa begitu tak berati, ia lebih memilih mati perlahan dari pada menduakan permaisurinya, ia tak akan melakukan hal itu, ia tak akan menikahi wanita manapun, permaisuri adalah satu satunya wanita yang akan menamaninya sampai ia menua jika tidak maka ia memilih untuk mengakhiri nyawanya, toh tak ada yang menginginkannya, sejak kecil ia hanya di acuhkan di buang dan tak di inginkan, ia sudah cukup menderita sejak kecil, dan untuk saat ini ia memilih berhenti, berhenti untuk berharap pada akhir yang bahagia


Kaisar Zhou berusaha keras menggunakan sisa kekuatannya untuk mengalihkan pandangan, ia sangat jijik dengan wanita Bai ini, sasangat, Bai Huan tersenyum kecil memanatap kaisar, tangan kecilnya perlahan menjelajahi seluruh wajah kaisar Zhou, ia membenahi posisi kepala kaisar Zhou hingga tatapan mereka bertemu, keadaanya sudah seperti ****** saat ini, kaisar zhou memejamkan matanya, matanya hanya untuk melihat tubuh indah permaisuri tak akan ada wanita lain, tak akan ada, ia tak akan mungkin membiarkan mata sucinya ternodai oleh tubuh menjijikan ****** ini


"Lihat lah, kau masih sangat keras kepala, apakah kematian lebih baik dari menerima ku?, yang mulia katakan apa kurangnya aku?, mengapa kau menolak ku dengan sedemikian rupa, aku cantik, dari keluarga yang terhormat, bahkan aku bisa memuaskan mu," Ucap Bai Huan menarik tengkuk kaisar dan memaksakan ciuman yang selama ini ia impikan, namun sayang tindakannya terhenti saat asap putih masuk dari celah jendela, tubuhnya melelamah dan jatuh tak sadarkan diri, perlahan asap itu menghilang seorang wanita berjalan pelan mendekati dua orang yang sedang terlelap itu,


"Bawa nona tak tau malu ini menjauh" Ucapnya, ia adalah wanita yang sedari tadi berdiri di balik pintu, tatapan yang sangat datar, dan kosong, Xiou Li mengguk patuh mengangkat tubuh nona bai meninggalkan valium kaisar, sang wanita perlahan mendudukan dirinya di samping kaisar


"Dasar bodoh" Ucapnya pelan, ia beranjak mendekati pembakaran dupa, mengganti dupa yiping itu dengan dupa yang telah ia camputrkan dengan ramuan herbal langka, setidaknya dupa ini akan membuat kaisar bisa bertahan dengan racun yang selalu menggerogotinya, sang wanita menghela nafas pelan dan mengecup kening kaisar singkat sebagai salam selamat tinggal, setelahnya ia beranjak meninggalkan kamar kaisar,


"Xiou li bagai mana ke adaan ibu selir dan para pangeran?" Ucap min datar, saat ini ia sedang duduk di sebuah gazebo yang berada di valium bulan, saat ini ia akan mencoba untuk menstabilkan istana yang kacau oleh para rubah menyebalkan itu,


"Para pangeran dan selir dalam ke adaan baik, mereka tak di perkenankan melihat kaisar dengan dalih kaisar terjangkit penyakit menular, hanya pelayan yang terpilih bisa keluar masuk valium kaisar, kedaan kaisar kian memburuk, ia tak bisa bertahan lebih lama lagi, jika nona masih menyayangi kaisar, mengapa nona tak mengobatinya sendiri?, keadaan nona pun sudah semakin buruk akhir akhir ini, racun dari peperangan beberapa waktu lalu masih memiliki beberapa efek, nona tak bisa abai seperti ini, anda telah mengabaikan kesehatan anda sendiri?" Ucap xiou li pelan, tak ada jawaban dari min,


"Yu mi" Batin min pelan, bagai manapun yu mi adalah hewan kontrak, mereka dapat berkomunikasi lewat batin, dalam sekejap yu mi telah berdiri di hadapan min

__ADS_1


"Menghadap nona" Ucap yu mi membungkuk pelan


"Lakukan tugas mu dengan baik, jangan sampai ada celah sedikit pun" Ucap min datar, setelahnya ia berjalan lurus menuju aula pertemuan, ia ingin melihat perkembangan pergerakan musuh, dan yah ia akan mengadakan pertemuan tertutup dengan para menteri yang ia percayai, saat ini istana sudah di kuasai oleh keluarga bai, semua rubah sudah muncul ke permukaan, saat ini ia hanya bisa membahas beberapa hal dengan beberapa mentri yang masih setia pada sang kaisar,


Kekaisaran semakin kacau akhir akhir ini, meski pemberontak telah di tumpas namun rakyat jatuh dalam wabah penyakit dan bencana kelaparan, setelah menyelesaikan pertemuan ia akan kembali ke mision jendral, hatinya masih sangat sakit dan kecewa dengan semua kenyataan ini, namun ia tak ingin egois, rakyat adalah tanggung jawabnya, ia tak bisa mengorbankan Rakyat hanya untuk sebuah rasa dendam, ia akui ia masih sangat sakit jika melihat kaisar zhou, namun ia lebih sakit lagi jika melihat seorang kaisar kuat menjadi mahluk putus asa dan tak berdaya,


"Permaisuri memasuki aula" Suara teriakan kasim kini memenuhi aula pertemuan, suara teriakan itu di susul dengan munculnya seorang wanita dengan tatapan tegas dan datar, para menteri berlutut seraya mengatakan


"Semog yang mulia di berkahi kebahagiaan dan umur panjang"


"Bangkitlah" Ucap min dan mendudukan diri di kursi kebesarannya, para menteri maju satu persatu sembari menyampaikan laporan pekerjaan mereka, setelah beberapa pertemuan selesai, min memberikan solusi untuk segala masalah yang ada, min beranjak meninggalkan aula pertemuan.


"No"


"Bawa aku kembali" Ucap min datar, masalah istana sudah di atasi, ia memutuskan untuk turun langsung di tengah rakyat, ia akan berusaha untuk mengatasi wabah ini, kasus kelaparan sepenuhnya ia serahkan pada nona muda dari kediaman ling itu,

__ADS_1


"Apakah nona tak ingin berpanitan pada kaisar terlebih dahulu?" Ucap Xiou Li pelan, mereka sudah berada di istana selama beberapa hari ini, min hanya melihat perkembangan para pengwalanya, perang mungkin saja kembali terjadi, ia harus menyiapkan segala kemungkinanan, saat ini 70% istana telah di kuasai oleh para rubah, valium kaisar pun di segel bahkan lalat pun tak bisa menembus pertahanan mereka, beruntung min memiliki Xiou Li dan yu mi, kedua roh spiritual itu memiliki kekuatan yang cukup tinggi hingga ia mudah keluar masuk istana, para rubah itu benar benar menyebalkan.


__ADS_2