
Di istana Kekaisaran Xianyang
Fei Yang duduk termenung memandang token miliknya, malam semakin gelap namun bahkan ia tak bisa memejamkan matanya, ia merasa sangat merindukan sang permaisuri ia merindukan junjungannya, ia merindukan segala kehidupannya di masa lalu, ternyata menjadi pelayan lebih menyenangkan dari pada menjadi permaisuri yang harus di layani ini, kehidupan ceritanya seketika menjadi sangat kaku, bahkan pakaian sang permaisuri sangat berat, wajar saja jika nona nya lebih menyukai pakaian hitam khas penyelinap itu, huh mengapa dunia menghukumnya seperti ini
"Apa yang menggangu pikiran anda yang mulia" Ucap Yu Mi pelan, saat ini keduanya sedang berada di taman di depan paviliun, tentunya mereka harus menggunakan bahasa yang formal agar tidak menarik perhatian dari para prajurit, dan yah memang seharusnya begitu bukan?, seorang pelayan harus menghormati seorang permaisuri ataupun orang yang menyamar dan mengaku sebagai permaisuri
Fei yang hanya menarik nafas pelan, benar benar memusingkan, menjadi seperti orang lain memang sangat melelahkan, kau harus menipu diri mu sendiri dan bertingkah seorang kau baik baik saja saat jelas jelas kau sedang merasakan ketidak nyamanan
Flashback on
*Dua bulan lalu saat pengepungan valium bulan yang ke sekian kali, kaisar zhou datang mengunjungi paviliun sang permaisuri, dan berakhir dengan terbongkarnya penyamaran seorang Fei Yang, ia sudah melakukan yang terbaik tapi?,
bahkan kaisar bisa mengetahui jika yang berdiri di hadapannya ini bukanlah sang permaisuri, sang permaisuri selalu menatapnya dengan tatapan tajam dan meremehkan namun sang kaisar tak menemukan tatapan itu di balik mata gadis yang berada di hadapannya ini, kaisar meminta pengawal dan pelayan meninggalkan mereka* memberikan ruang untuk mengintrogasi gadis lancang yang begitu berani menyamar sebagai seorang permaisuri, pantas saja, hari harinya begitu tenang dan datar, ia tak bisa berdebat dengan sang permaisuri karena yah permaisuri itu menjalani hukuman,
__ADS_1
"Katakan siapa kau?, dimana permaisuri? " Ucap kaisar Zhou dingin, sebenarnya ini bukanlah gaya seorang kaisar zhou, tapi?, yah ia harus tetap bertanya,
"Ampuni budak hina ini yang mulia" Ucap Fei yang bersujud di depan sang kaisar, saat ini keduanya berada di dalam valium bulan dan para prajurit dan pelayan di perintahkan untuk menjauhi area kamar milik sang permaisuri, pembicaraan kali ini benar benar pribadi
"Kemana permaisuri" Ucap kaisar zhou dingin, dan membuat tubuh Fei yang bergetar ketakutan, walaupun memiliki kultivasi yang cukup namun Fei yang sangat tidak bisa di bandingkan dengan sang kaisar yang bahkan memiliki kultivasi jauh di atasnya, aura penekan sang kaisar membuatnya merasa sangat sulit untuk bernafas, memang sejak dulu sang kaisar bukan orang yang baik, ia tak segan memenggal kepala siapapun yang berani mengusiknya, oh Tuhan beratkan tangan kaisar es ini, yah, jika tangan itu berat maka kaisar tak bisa memanggilnya, tapi kaisar bisa saja menyuruh algojo, ha, oh tidak, mari mengabaikan pikiran konyol itu,
"Budak ini tidak tau yang mulia" Ucap Fei yang dengan suara yang sedikit bergetar
Terdengar dengusan nafas kesal dari sang kaisar, dan yah, seperti biasa sang kaisar berlalu begitu saja, ia tak ingin membuat istana kacau karena berita hilangnya sang permaisuri, ia harus mengatasi sang permaisuri liar ini sendiri, ah baik lah hanya pengawal bayangan yang bisa mengatasi ini,
"Kau tak apa apa Fei Jie? " Ucap Yu Mi pelan sambil duduk di samping Fei Yang, sebenarnya ia sangat ingin mengomeli pria lancang yang begitu angkuh itu, tapi mengingat posisi dan misi di berikan nonanya, yu mi terpaksa melupakan segala keinginannya
"Siapa dia, sangat tampan, namun sayang wajah tampan nya terbuang sia sia, dia tak lebih hanya seorang pria sombong dan begitu angkuh" Ucap yu mi pelan, yu mi memang belum sempat berkenalan pada sang kaisar dan wajar jika yu mi tak mengenalnya*
__ADS_1
"Dia, yang mulia kaisar" Ucap Fei Yang pelan
"Berati suami nona muda?, wow mereka pasangan dari syurga, nona yang cantik dan kaisar yang tampan, tapi?, apakah nona sanggup jika berhadapan dengan wajah es itu?, uh aku baru mengerti, nona kabur karena ingin menghilang dari Kaisar es nan tampan ini" Ucap Yu Mi, semenjak menjalani kehidupan manusianya yu mi selalu saja terpana saat melihat begitu banyak pria tampan di istana, dan yah yu mi tetaplah memiliki mata seorang wanita yang selalu mengagumi keindahan, huh hemat benar berbeda jauh dari ruang angkasa hanya ada xio li si harimau angkuh itu, tampan sih tapi sama sekali tidak menarik
Flashback off
"Kapan nona akan kembali" Ucap Fei Yang menghela nafas pelan, ia bahkan sudah sangat jenuh jika harus menyamar seperti ini, jenuh dengan kunjungan para rubah, jenuh pembunuh bayaran dan bahkan penyusup, jenuh menjalani kehidupan yang sangat menyebabkan seperti ini, ternyata menjadi seorang pelayan jauh lebih baik dari pada menjadi bangsawan, sangat merepotkanya dan menyusahkan,
"Yang mulia" Ucap Yu Mi pelan, mengingatkan pada Fei Yang agar lebih bisa mengambil sikap, saat ini mereka sedang berada di luar kamar akan sangat tidak baik jika musuh mengetahui penyamaran ini, ia tak ingin nonanya dalam baya, saat seseorang mengetahui bahwa seorang permaisuri berkeliaran di dunia luar maka mereka akan menggosip dan para musuh dengan begitu mudah menyergap dan menghabisi nonanya, meskipun nonanya kuat, tapi ia tak lebih dari seorang gadis yang konyol, yu mi dan fei yang tak akan memaafkan diri mereka jika hal buruk terjadi pada sang noma
"Yu mi, malam semakin dingin saja, aku akan segera kembali ke kediaman, kau bisa beristirahat" Ucap fei yang pada para pelayan yang berdiri cukup jauh darinya, yah bagai manapun ia adalah seorang permaisuri, semenjak penyamarannya ketahuan, kaisar menempatkan pelayan untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan si permaisuri palsu, ia hanya memerintahkan untuk mengikuti sang permaisuri, namun jangan kahwatir ia tentu tak bisa ceroboh menempatkan orang lain di sisi si permaisuri palsu, dan yah karena permaisurinya sudah mempercayakan si permaisuri palsu pada si pelayan pribadi maka ia tak akan merusak itu,
para pelayan mengguk patuh dan segera membubarkan diri meninggalkan taman, tugas mereka selesai dans udah waktunya melakukan pekerjaan lain
__ADS_1
"Mari yang mulia" Ucap Yu Mi pelan, min mengguk pelan dan melangkah dengan pelan menuju kamar, tubuhnya lelah, ia harus beristirahat, dunia penyamaran benar benar menyebalkan, ia tak akan melakukan ini jika bukan perintah dari sang junjungan, menjadi orang lain benar benar melelahkan, ia tak bisa melakukan apapun, ia hanya bisa mengeluh dan terus mengeluh