
"Maaf, aku tak bisa menjaga mu" Ucap kaisar Zhou memeluk tubuh permaisurinya erat, tubuh dan aroma yang sangat ia rindukan, ia tak bisa menyalahkan kemarahan keluarga Chen,
Nyatanya memang semua karena ia yang terlalu terpuruk dalam penyesalan, membuat para rubah berkesempatan untuk menguasai istana, namun tidak untuk saat ini, ia sudah menghukum semuanya keluarga besar bai bahkan sudah di musnahkan tampa sisa, hukuman seseorang yang berkhianat adalah pemusnahan dari itu mulai saat ini tak ada lagi selir bai, nona bai dan segala hal yang berhubungan dengan keluarga bai
kaisar zhou menghela nafas, dengan gerakan pelan ia mulai naik ke ranjang dan mulai memejamkan matanya dan untuk pertama kali setelah enam bulan berlalu, ia merasa ketenangan dan kenyamanan dalam tidurnya
Rembulan malam telah berlalu, mentari kini mulai menamakan dirinya dari ufuk timur, kaisar zhou perlahan membukakan matanya, ia sudah meninggalkan istana semalaman,ah ia sama sekali tak perduli, saat ini prioritas utamanya adalah sang permaisuri
“Permaisuri, apakah tidurmu sangat menyenangkan?, sudah sangat lama aku tak bisa tidur dengan nyenyak, kau membawa kabur anak kita tampa alasan, apa yang membuat mu memilih untuk pergi?, apakah istana sangat menekan mu?, ah tentu saja istana memang tak akan pernah berubah dari masa ke masa, selalu saja di tumbuhi para duri dan rubah yang sangat meresahkan itu” ucap kaisar Zhou pelan,
Sembari menatap lekat wajah wanita tercintanya, kaisar zhou mengelus pipi min lembut, min mengeliat pelan, tidurnya terganggu,
“Apakah aku menunggu tidurmu permaisuri” ucap kisar zhou pelan,
“Yang mulia, apa yang anda lakukan disini?” ucap min segera duduk namun aksinya terhenti saat sang kaisar menarik pergelangan tanganya dan membawa tubuh min dalam pelukanya
“Seperti biasa, aku hanya menangkap kelinci nakal yang telah lama meninggalkan sarang”
“Semua sudah jelas yang mulia, semua sudah berakhir lepaskan saya, saya tak akan pernah sudi menjadi bahan balas dendam anda, anggap semua tak pernah terjadi, biarkan saya melewati hidup dengan tengang”
“Tidak pernah ada dendam antara kita permaisuri, semua hanya kesalah fahaman, kesalahan masalalu, kita hanya menjadi korban, jangan meninggalkan aku lagi, kembalilah ke istana dan biarkan anak kita tumbuh dengan baik” Ucap kaisar Zhou mengelus surai panjang milik Min,
Min memejamkan matanya, menikmati hangatnya pelukan ini, sudah lama sekali, sudah lama sekali ia tak merasakan hangatnya sebuah pelukan dan aroma menenangkan ini
“Permaisuri, lupakan semuanya, mari memulai kehidupan yang baru,”
“Tidak semudah itu yang mulia” ucap Min membuka matanya pelahan, apa yang baru saja ia lakukan, oh tidak ia sedang marah mana mungkin ia menikmati pelukan itu
“Aku akan melakukan apapun, asal kau bersedia kembali ke istana kekaisaran, aku membutuhkan mu, banyak orang yang mengkhawatirkan mu, rakyat memerlukan ibu mereka, ibu selir bahkan di landa kesedihan sepanjang waktu”
__ADS_1
“Anda berbohong yang mulia, bahkan anda tak mengunjungi kediaman selir bagai mana anda tau, anda sangat tak pandai dalam berbual” Ucap Min meremehkan,
“Kau terlalu meremehkan ku permaisuri, apalah kau ini mendengar sebuah cerita?, seorang putra mahkota yang selalu di tekan oleh ibunya dan di acuhkan oleh ayahnya”
“Tidak terimakasih, sekarang biarkan aku bangkit dan membersihkan diri,”
“Sayangnya aku tak pernah menerima penolakan, jika kau tak ingin mendengar maka aku akan menceritakan pada anak ku,” Ucap sang kaisar beralih mengelus perut min yang sudah sedikit membesar,
Usia kandungannya sudah mencapai usia tujuh bulan, tingga dua bulan lagi menunggu hari persalinan, kaisar sudah bertekad ia tak akan melepaskan cintanya begitu saja, ia akan tetap di sisi permaisuri meski permaisuri selalu menolaknya,
“Ternyata kau adalah mahluk yang sangat menyebalkan yang mulia" Ucap Min pelan, ia ingin marah namun tak bisa,
Ia ingin benci namun tak mampu, anaknya membutuhkan sosok ayah dan Min pun membutuhkan suaminya, masa kehamilan adalah masa masa yang sulit, Min tak bisa bertahan lebih lama ia membutuhkan suaminya, ia membutuhkan kaisar di sisinya
“Ku anggap sebagai sebuah pujian permaisuri” ucap kaisar Zhou pelan,
kaisar Zhou mengelus perut Min dan mencium keningnya perlahan, seperti yang ia katakan, lupakan masalah, hidup masih panjang, kebahagiaan akan datang lupakan dendam yang bahkan kita sendiri tak tau penyebab terjadinya dendam itu, Min bahagia melihat keadaan sang kaisar yang semakin membaik, dan kaisar Zhou tentu saja bahagia karena bisa memeluk istrinya,
Kaisar Zhou bercerita cukup panjang, pada kenyataanya ia hanya menceritakan kehidupanya, seorang bocah bergelar putra mahkota yang terabaikan, dan tak di inginkan bahkan oleh ayahnya sendiri,
Ia menghela nafas berat, kehidupan memang tak dapat di tebak akan berakhir dimana, pada kenyataanya ia tau jika selir kelima tak bersalahn, ibunya lah yang membunuh kaisar, dan memaksanya untuk segera menaiki tahta, ia tau jika ia tak akan bisa melindungi selir kelima dari ibunya, ia harus mengasingkan selir kelima agar terlepas dari kekejaman ibunya, semua memang sedikit berat namun ia harus kuat, ia telah kehilangan dukungan dari dunia sejak muda, tak masalah, ia bisa hidup sendiri dan mengandalkan dirinya sendiri
“Yang mulia” Ucap Min pelan, mata kaisar Zhou sudah memerah namun masih memaksakan diri untuk bercerita,
“Yang mulia, semua sudah berlalu, hari kelam itu sudah usai, hari bahagia telah tiba, buang, buang semua kenangan buruk itu, mari memulai hari dengan bahagia” Ucap Min pelan ia memeluk tubuh kaisar erat,
Ia tau, bahkan sangat tau bagai mana rasanya menjadi sosok yang terabaikan, meskipun paman Kim tak mengacuhkannya, namun Min ji ana juga tumbuh di temani oleh para pelayan di rumahnya, paman Kim sangat sibuk dan hanya sesekali mengunjunginya, Min Jiana dapat memahami perasaan kaisar Zhou saat ini.
“Permaisuri” Ucap Kaisar Zhou mendongak menatap Min yang baru saja membalas pelukanya,
__ADS_1
“Jangan takut, aku akan menemani mu, aku disini, mari menata kehidupan dengan baik, hidup harmonis dan bahagia” Ucap Min pelan
“Terimakasih” Ucap Kaisar Zhou tersenyum embut
“Hm hari sudah semakin siang, apakah kita akan terus seperti ini?, anda harus membersihkan diri, ada pertemuan kan di istana?, selesaikan pekerjaan yang mulia terlebih dahulu” Ucap Min lembut,
Hari memang sudah cukup siang, masalah wabah belum selesai dan yah kaisar harus menyelesaikan bencana ini kan?,
“Kaisar ini tak terlalu sibuk, semua bisa di atasi oleh para mentri dan pejabat istana lainya” Ucap sang kaisar pelan, ia sungguh tak mau kembali meninggalkan permaisurinya, biarkan dia egois kali ini ia hanya ingn menghabiskan hari bersama istrinya
“yang mulia, keadaan istana belum sepenuhnya stabil, anda tak bisa lepas dari tanggung jawab begitu saja” Ucap Min pelan, kaisar Zhou menghela nafas malas, ia perlahan bangkit Min untuk segera membersihkan diri, setelah menyelesaikan acara mandinya Min membatu kaisar mengenakan pakaian kebesarannya
“Apakah kita tak bisa kembali bersama?” Ucap kaisar Zhou pelan, permaisurinya mungkin masih marah padanya, lihatlah bahkan ia tak mau kembali ke istana kekaisaran
“Permaisuri ini akan kembali setelah senja, keluarga Wu akan datang berkunjung,” Ucap min pelan, ia belum sempat mengucapkan terimakasih pada sepupunya Wu Lan,
Orang yang membantunya keluar dari hutan, saat itu ia langsung jatuh tak sadarkan diri, saat terjaga sepupunya itu sedang menyelesaikan beberapa masalah di wilayahnya barat kota, dan yah ,mungkin ini kesempatan nya untuk mengucapkan terimakasih,
Kaisar Zhou menghela nafas pelan dan memeluk Min lembut, ia harus kembali ke istana menyelesaikan maslah yang ada,
“Yang mulia” ucap Min pelan, berpelukan di depan umum adalah tindakan yang tidak bermoral, itu tertulis dalam kitab peraturan etika kebangsawanan, pada lembaran ke 54 ayat tiga
Kaisar Zhou tersenyum lembut setelahnya langsung naik ke punggung kuda dan memacu kuda menuju istana, maslah yang besar jalan keluar akan tiba, kaisar Zhou sudah kembali bersemangat, masalah ini pasti dapat di selesaikan dengan cepat, jika tidak maka tentu akan membuat kaisar Zhou memiliki sedikit waktu untuk bersama sang permaisuri, ia akan melakukan penggeledahan besar besaran dan penyelesaian wabah ini pun harus di selesaikan dengan cepat
“Kakak” Ucap Chen Ling pelan, ia memainkan jubah bulu rubah yang tebal ke tubuh kakaknya
“Udara sangat dingin, tidak baik terlalu lama di luar” Ucap chen ling pelan, Min hanya menunggu dan tersenyum sebagai jawaban
“Apakah Ling Shi sudah kembali” Ucap Min berjalan beriringan dengan adik ketiganya
__ADS_1
“nona muda ling mengirimkan surat,” Ucap Chen Ling mengulurkan gulungan kecil yang ia terima dari merpati penyampai pesan,
“Baiklah, mari ke ruangan ayah, ada beberapa hal yang akan ku katakan, Ah Fei kau bisa menjemput adik kedua” Ucap Min pada Fei Yang selalu berada di belakangnya, Fei Yang mengguk patuh dan segera menuju valium sakura untuk menjemput nona kedua dari kediaman chen ini, ketiga putri jendral besar Chen ikut serta dalam mencari penyelesaian bencana yang terjadi di kota kekaisaran ini,