
Min menghela nafas pelan, menyesap tehnya sembari menikmati kesejukan angin di pagi hari, hari yang baik maka hari di nikmati, min adalah sosok yang licik, dan yah ia fikir menyelinap keluar istana tidak akan sulit kan?
“Nona air mandi anda sudah siap” ucap fei yang, Min mengguk dan beranjak dari duduknya untuk segera membersihkan diri, ia tentunya harus berkeliling kota, menikmati udara segar dan menjajal makanan enak di pasar, benar benar hari yang menyenangkan, cukup sudah ia terkurung lama di dalam istana yang menyebalkan ini, sejak dulu Min adalah seorang gadis yang berjiwa bebas, ia tak akan bisa dikekang ataupun di atur, ia melakukan segala hal sesuai dengan keinginannya,
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Min di bawa kedepan kaca, membiarkan para pelayan merias wajahnya,
"jangan terlalu mencolok" ucap Min pelan
"baik nona" ucap Fei yang, acara merias di mulai, Min memilih untuk memejamkan matanya, setelah selesai Fei yang memintanya untuk membukakan mata, Min cukup pusat dengan hasil kerja Fei yang, sangat cantik dan terlihat sangat sederhana, Min suka ini
"apakah aku cantik?"
"Anda sangat cantik nona" Ucap Fei Yang
"Yang mulia?” Itu adalah suara pelayan yang berdiri di balik tirai pembatas antara dirinya dan si junjungan,
Fei Yang berdiri dan berjalan pelan mendekati si pelayan, ia mengambil alih kota yang berada di tangan si pelayan
__ADS_1
"Kau bisa kembali Yu Li"
"Terimakasih jie" Ucap si pelayan pelan, yah sebagai sesama pelayan tentunya mereka harus saling bekerja sama dan saling menghormati, karena usia yu li lebih muda dari Fei yang maka yu li memanggilnya dengan sebutan jiejie (saudara perempuan)
“Nona,” Ucap Fei Yang, Min meraih jubah putih itu, sekarang sudah masuk musim semi tentunya ia akan menghabiskan hari sesuai rencana ia buat, Min sudah tak sabar untuk segera menghirup udara bebas, menikmati pemandangan yang indah, ia akan mendapatkan kesempatan melihat bunga bunga mekar, ah ia akan menikmati kehidupannya di dunia kuno ini, keberkahan yang mengandung bencana
Min menggunakan jubah putihnya dan mengikat kain putih di wajahnya, ia tidak akan menampakan wajahnya pada siapapun hanya Fei Yang lah yang mendapatkan akses bebas untuk melihat wajah cantik tuanya ini, selebihnya para pelayan hanya bisa mengagumi kecantikan ratu yang berada di balik cadarnya itu,
“Ampun nona, akan kemana nona berpakaian seperti ini?” Ucap Fei Yang sudah mulai curiga dengan pergerakan nonanya yang tak bisa di tebak ini, selain berkata jujur apa lagi yang bisa ia lakukan, ia sungguh tak ingin melihat nonanya kembali mendapatkan masalah, dan yah ia tak ingin nonanya kembali terluka
"ku hanya akan berkeliling kota, kau tak perlu cemas, jangan menunggu ku, aku akan pulang sedikit larut” Ucap Min tersenyum lebar dan beranjak keluar dari kediaman
“Aku akan bermain, jangan Terima kunjungan dari siapapun, jaga diri mu baik baik, dan yah sudah ku katakan agar tak menunggu ku, mungkin aku kembali di waktu yang cukup larut" Ucap Min dan segera melompat, Min tersenyum lebar setelah mendarat dengan selamat Min berjalan riang menuju kota, ia akan berkeliling, kapan lagi melihat pemandangan seperti ini, di zamannya alam sudah tak astri lagi, kota sudah begitu padat dengan manusia dan gedung gedung pencakar langit, udara sudah tercemar oleh berbagai polusi, benar benar kehidupan yang tidak sehat
Tak membutuhkan waktu lama saat ini Min sudah berakhir di tengah keramaian pasar, ia terus berjalan menikmati harinya yang menyangkan ini ada begitu banyak makanan enak dan ia harus mencoba semuanya, makanan yang terlihat enak dan menggiurkan, Min berjalan menuju pria yang menjual sesuatu yang telah berhasil menarik perhatiannya, ia kembali merasakan bagai mana indahnya kehidupan setelah terkurung lama di istana
“Tanghulu harum manis, tanghulu, tanghulu harum manis,” Ucap si pedagang terus berjalan menawarkan dagangannya ke para pengunjung pasar
__ADS_1
“Tuan, makanan apa ini?” Ucap Min menatap bola bulat bulat yang di tusuk di lumuri dengan gula sungguh makanan yang bisa membuat Min langsung tergoda, sebelumnya min tak pernah tertarik dengan makanan manis, tapi apa salahnya mencoba makanan di masa ini, apakah sama lezatnya dengan makanan di masanya
“Ah pelanggan, ini tanghulu bunga persik, bisa membuat terbang ke langit dalam satu gigitan” ucap pak tua, senyum tulus dan menyenangkan
"Dasar tukang bual" Batin Min dan mencari cari uang yang di berikan Fei Yang sebelum menyelinap keluar istana, ia suka makanan ini maka ia akan membelinya
“Ini” ucap min mengulurkan beberapa keeping perak kearah si pedagang, Min tak tau harga tanghulu itu semoga saja uangnya cukup untuk membeli makanan yang terlihat enak itu, yah semoga saja cukup ya
"Ambilah secukupnya, aku tak bisa membedakan uang ini" Ucap min polos, ia terbiasa menggunakan dolar dan tak menggunakan koin perak ini, jujur saja ia tak tau, si pedagang tersenyum senang, nona muda yang baik hati, ia dapat menebak jika si nona muda adalah nona bangsawan yang sangat polos,
"Berapa tusuk yang kau inginkan nona?" ucap si pedagang pelan
"Beri aku lima tusuk" Ucap Min bersemangat, makanan itu terlihat enak, Min akan membelinya dalam jumlah yang banyak pula, yah semoga saja rasanya senak yang terlihat, yah semoga aja.
"Terimakasih nona" Ucap si pedagang mengambil beberapa koin tembaga yang berada di antara uang yang berada di tangan min, yah tahulu ini hanya bernilai satu koin perak, tersenyum lembut dan mengulurkan beberapa tusuk tanghulu dan di sambut oleh mian li dengan senag hati
"Lebih waspadalah, ada banyak penipu di pasar, jangan lakukan pembayaran seperti ini lagi nona, kau bisa menggunakan uang perak ini jika kau memakan sesuatu di sebuah restoran atau tempat yang mewah, dan saat kau berada di pinggiran kau bisa menunjukan uang tembaga mu, satu koin perak bernilai sepuluh koin tembaga" Ucap si pedagang pelan, ia tak ingin nona muda yang polos menjadi korban tipuan para penjahat pasaran
__ADS_1
"Terimakasih tuan, saya akan mengingatnya" Ucap min pelan, tak menyangka jika masih ada orang baik yang tersisa, ah sudah mari bersenang senang, mengelilingi pasar, membeli makanan makanan yang enak, membelinya mainan dan lain sebagainya, pokonya Min harus menikmati hari ini sebaik mungkin, dunia yang menyenangkan sudah menunggunya, mengapa harus terpuruk di dalam sangkar emas itu, tempat yang di penuhi trik murahan.