
Mentari yang cerah juga bersinar di kediaman angin dan teratai, nona bai berjalan cepat menuju kediaman sang bibik, wajahnya masih terlihat seperti biasanya, namun hatinya sudah bergemuruh sejak tadi, yah begitulah hatinya saat ini, dengan langkah yang terlihat anggun namun terdesa itu menuju valium bulan
Ini bukan hal sulit untuknya sejak kecil Bai Huan sudah di sangat pandai mengendalikan raut wajahnya, penemuannya pagi ini sungguh hal yang cukup mengerikan, wajahnya yang biasanya tenang bak air mengalir menjadi sedikit memerah saat ia membukakan mata sudah ada dua kepala manusia dengan mata melotot di meja kecil tak jauh dari Ranjangnya, ini adalah pagi yang paling mengerikan sepanjang hidupnya
"A huan datang untuk menyapa bibi selir" Ucap bai huan dengan suara begitu lembut dan menekukan lututnya, gerakan nan gemulai dan begitu halus, ia bahkan memang pantas di mendapat julukan gadis tercantik di kota ini, yah selain cantik ia juga gadis yang berbakat, namun sangat di sayangkan ia terjerat oleh obsesi, obsesi untuk memiliki sang kaisar seutuhnya
__ADS_1
"Bibi menerima sapaan mu, sekarang a huan bisa kembali berdiri" Ucap selir bai tersenyum lembut, ia menerima salam dari sang keponakan, dan yah ada hal penting yang harus ia katakan
"tinggalkan kami" Ucap selir bai pelan, para pelayan pun berlalu meninggalkan sang tuan, memberikan ruang untuk membiarkan sang tuan untuk berbicara secara pribadi,
"Duduk lah, ada apa?, mengapa wajah A huan sangat panik, apa yang salah? " Ucap selir bai pelan,
__ADS_1
''kau juga mendapatkannya a huan?" Ucap selir bai yang hanya di angguki oleh sang keponakan,
selama ini para pembunuh yang ia kirim selalu lenyap entah kemana, hingga akhirnya mereka mendapatkan jawban dari semua pertanyaan yang mengganggu fikiran mereka akhir akhir ini
"Sampah itu sungguh menyebalkan bibi, mengapa ia tak mati saja, aku sudah sangat menantikan hari itu, hari dimana ia di campakan dan yang mulia menjadikan ku sebagai pendampingnya" Ucap bai huan kesal, mereka sudah menghabiskan bayak waktu untuk menyusun rencana dan seketika hancur karena ulah permaisuri yang kini bertindak semaunya, benar benar menyebalkan, ia bahkan harus memutar rencana karena permaisuri sampah nan menyebalkan itu
__ADS_1
"Tenaglah a huan, kita harus fokus dengan persiapan ulang tahun sang kaisar yang akan di rayakan dua bulan lagi, dan kau juga harus mempercantik diri agar kaisar terkesan dan mengangkatmu sebagai istri," Ucap selir bai pelan, mereka sudah menyiapkan segala perayaan, undangan pun sudah di sebar di berbagai kerajaan yang berada di bawah naungan Kekaisaran Xianyang
"Baik lah bibi, aku akan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang ku inginkan, sampai kapan pun yang mulia kaisar hanya milik ku, aku tak akan membiarkan siapapun memilikinya, jika aku tak bisa maka mereka pun tidak," Ucap bai huan menarik nafas pelan dan wajahnya kembali tenaga seperti genangan air yang tak pernah di sentuh, sungguh rubah ini sangat pandai bersandiwara, ia merasa begitu kesal, benar benar kesal bagai mana bisa ini terjadi?, siapa yang berada di belakang sampah tak berguna itu,