
Malam kini semakin larut min berjalan kembali ke chap militer dengan suasana hati yang sangat bahagia, ah akhirnya ia biasa menyempurnakan bahkan menerobos awal tingkat 10 dengan binatang dan tumbuh kontraknya min bisa berkulvikasi dengan cepat, sungguh menggumkan bukan jika kau bisa menerobos satu tingkat hanya dalam waktu 1 hari, min tentu saja sangat bangga pada dirinya sendiri, ia sudah berada di tahap sepuluh awal?, yang benar saja?
"Xio li" Ucapnya pelan, Xio Li segera kembali ke wujud manusianya dan berdiri di hadapan sang nona,
"Kau tega sekali nona" Ucap Xio Li menggembungkan pipinya kesal, ia adalah harimau putih yang terkenal kuat dan malah di beri makan wortel?dan menjadi seekor kelinci kecil Sungguh tuan yang menyebalkan, bahkan ia masih teringat saat kedua pangeran itu memeluk dan menggodanya, bukankah itu menjijikan, oh tidak bahkan sangat menjikan, kmharga dirnya sangat terluka oleh segala keinginan tak masuk akan oleh gadis yang bergelar nonanya ini
"Kau ini sangat suka memprotes, lagi pula menjadi kelinci tak begitu buruk, kau sangat menggemaskan tadi, bahkan adik yu menyukaimu, dan sangat bersemangat menggoda mu" Ucap min terkekeh pelan, sedangkan Xio li menggabungkan pipinya kesal, di goda?, oh tidak ini benar benar memaluka
"baiklah lah baik lh, kau tau perlu marah seperti itu Xio Li mari pulang" Ucap min berjalan ringan keluar dari hutan, langkahnya mengayun dengan anggun, ia harus segera kembali chap militer dan tentu saja harus beristirahat, agar memiliki tenaga yang kuat untuk kembali bermain di esok hari,
Min menghela nafas pelan, ia baru saja selesai membersihkan diri dan tentu saja segera merebahkan tubuhnya, malam sudah larut namun Min belum melihat batang hidung suaminya kemana dia, tumben tidak muncul jam segini
"eh kemana perginya kaisar es itu? " Batin Min, memang sejak beberapa bulan ini kaisar selalu tidur di kediamannya, merebut ranjang nya dan selalu membuatnya tertidur dalam sebuah delapan hangat darinya, lalu hari ini?, kemana perginya?, mengapa tak datang saat malam sudah sangat larut, atau ada penyerangan?, ia mulai merasa khawatir saat tak melihat wajah dingin suaminya
Min berjalan keluar dari kediaman menatap kegelapan malam, ah tampa terasa musim semi sebentar lagi berlalu, bahkan min tidak jadi merayakan prestival tahunan di Xianyang, memang beberapa hal bisa saja terjadi tampa di duga
__ADS_1
"Yang mulia" Ucap pelayan pelan, beralih menatap sang pelayan yang masih berdiri di hadapanya
"Di mana yang mulia kaisar?" Ucap Min, ia sudah mencari kaisar di ruangan nya dan kediaman namun kaisar seperti hilang di telan angin, kemana perginya gunung es itu, perasaanya tiba tiba tidak enak, yah kekhawatiran dalam sekejap Mendatanginya
"Menjawab yang mulia, yang mulia kaisar pergi ke hutan saat siang hari, para pemberontak telah mendesak pasukan militer," Ucap pelayan terlihat khawatir, min menaikan alisnya, hey apa itu?, pemberontak menyebalkan itu berani membuat pasukan militer terdesak, sepertinya pemberontakan ini cukup besar, hingga prajurit militer sedikit kewalahan menghadapinya
"Yang mulia permaisuri" Ucap prajurit dengan nafas yang terengah entah, ia langsung membungkuk di hadapan junjunganya ini, kedaan dalam bahaya mereka harus bergerak cepat,
"Ada apa" Ucap min menjergit, mengapa begitu tergesa, apakah terjadi sesuatu?
"kereta sudah siap permaisuri, yang mulia memerintahkan agar yang mulia permaisuri segera kembali ke istana, keadaan di perbatasan sangat tak menguntungkan saat ini" Ucap sang prajurit berlutut, yah dia tentunya dalah orang kiriman dari sang kaisar, ia bertugas untuk mengefakuasi sang permaisuri, membawanya ke tempat yang aman dan memastikan jika sang permaisuri tidak terkena masalah sedikitpun
"Tidak, aku tidak akan kembali" Ucap min ringan, bagai mana bisa ia kembali sedangakan chap militer sedang kacau begini, tidak tidak ia tidak mungkin pergi begitu saja, mereka harus menghadapi hal ini bersama, min bukan sosok pengecut yang akan bersembunyi di balik Pengawal, oh tidak, ia tak akan merendahkan dirinya dengan bersembunyi, ia harus menghadapi pemberontakan itu,
''Bagai mana dengan yang mulia kaisar?, Pengeran ke 2 dan ke 6, apa mereka baik baik saja?" Ucap min, cemas, tentu saja, saat ini suami dan kedua adiknya sedang berperang di luar sana, bagai mana bisa ia tak merasa khawatir akan hal ini
__ADS_1
"Kaisar dan para pangeran sedang menghambat mereka, jadi mohon permaisuri mesuk ke kereta" Ucap sang prajurit, keadaan sangat tidak aman, para pemberontak itu akan mengacau ia tak bisa membiarkan permaisuri mereka ikut dalam hal keras seperti ini, ia tak ingin permaisuri mereka terluka, yah sebagai pengawal mereka harus melindungi sang permaisuri dengan seluruh kehidupanya
"Ku katakan pada mu, aku tidak akan pergi kemana mana, kita kan selesai ini bersama, kita akan menyelesaikan mereka dengan mudah, kau perkuat pertahanan dan tingkatkan kewaspadaan, kau kumpulakan beberapa prajurit dan siapkan perapian, sebagian pergi mencari daun zi, kayu wang shi, dan jamur su am, serta bunga gagak malam cari sebanyak banyaknya, dan kembali dengan cepat kita tak memiliki banyak waktu" Ucap min lantang, baik lah ia akan terjun ke dunia perang untuk pertama kalinya , Para prajurit itu terlihat bingung, untuk apa perapian apakah untuk membuat ritual kematian?,belum sempat sang prajurit berfikir min sudah membentaknya terlebih dahulu, ini adalah keadaan genting, dan melamun sangat tak di butuhkan di saat saat seperti ini
"laksanakan kita tidak memiliki banyak waktu, mereka kan tiba setelah pajar, kita sambut mereka dengan meriah" Ucap min menyeringai, ia akan mengunakan cara yang cukup bahaya tapi mereka telah sangat terdesak, lagi pula min yakin mereka akan memenangkan peperangan ini, tidak ada yang bisa lolos dari min bahkan hewan kecil sekali pun yah, ia tak akan membiarkan siapapun yang berani berniat jahat padanya lolos, yah, tidak akan ada yang lolos darinya.
"dan para pelayan kedapur" Ucap min memimpin langsung para pelayan, para pelayan mengguk patuh dan segera meningkatkan intruksi dari sang permaisuri,
"Rebus daun jahe, dan masukan beberpa daun mint serta akar pohon yang fi," Ucap min tegas,
Para pelayan hanya mengguk patuh, mereka percaya dengan kemampuan sang permaisuri, mereka akan tetap bersama hingga memenagkan peperangan ini, yah saat ini mereka harus bekerja keras demi sebuah kemenagan.
Min berjalan cepat kembali ke kamarnya untuk segera ke ruang angkasa mengambil daun tampa rupa dan teratai merah sebagai campur penting membuat penawar dari racun Xi xue ini,
Min segera meminta Xio Li untuk membantu mencarikan racun mematikan itu di ruang racun, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk meracik beruntung Min pernah meraciknya dulu, dan dalam jumlah yang cukup, dan saat ini mereka hanya perlu membuat penawarnya, yah mereka pasti bisa menyelesaikan semua ini dengan baik
__ADS_1