Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab134#


__ADS_3

"Tidak, ku mohon jangan" Kaisar zhou berteriak kencang dan langsung terduduk, keringat mengalir di dahinya, ia mengacak rambutnya frustasi, apa itu?, ia melihat dengan jelas jika permaisurinya dalam keadaan tidak baik,


"Yang mulia" Ucap seorang Jendral yang berada di balik tenda, sura teriakan itu membuatnya sangat khawatir apa yang sebenarnya terjadi, mengapa sejak tadi tidur kaisar terlihat sangat gelisah


"Hanya mimpi" Ucap kaisar zhou menghela nafas pelan, oh tidak ini terasa begitu nyata, ia tak akan mungkin sanggup jika permaisuri benar benar meninggalkannya, ia tak mungkin sanggup, dari hari ke hari tubuhnya semakin melemah, ia kehilangan nafsu makan dan tujuan hidup, ia berharap jika ini hanya mimpi buruk, permaisuri tak akan meninggalkannya ia yakin itu


"Yang mulia" Ucap pangeran Lan, menatap kakak pertamanya dengan tatapan sendu, saat masuk ia di suguhkan dengan wajah frustasi kakaknya, penyiksaan cinta benar benar neraka dunia


"Apa yang terjadi?" Ucap kaisar zhou datar, ia membenahi penampilannya yang sedikit acak acakan


"Istana baru saja di serang, dan beruntung sekelompok orang menghalangi niat mereka" Ucap pangeran Lan pelan, ia sempat cemas saat mendapat laporan dari mata mata, jumlah pemberontak itu cukup banyak, cukup untuk menghancurkan istana dalam kondisi kosong seperti saat ini


"Mereka dari kelompok mana?"


"Valium bulan" Ucap pangeran Lan pelan, Kaisar zhou hanya diam dan setelah menyampaikan laporan pangeran Lan pamit undur diri.


"Permaisuri" Ucap kaisar zhou lirih, ia sangat yakin jika Min lah yang menyelamatkan istana,


Ia sangat tau jika pengawal paviliun bulan tak akan pernah bergerak jika tak mendapatkan perintah langsung dari sang permaisuri bahkan mereka hanya diam saat di jatuhkan hukuman mati, mereka tak akan bergerak tampa instruksi, ia yakin permaisuri masih berada di Kekaisaran ini, permaisuri masih berada di sekitar sini, kaisar zhou sangat senang,


"Apa yang terjadi kakak?" Ucap Yu Fang yang sedari tadi berdiri di depan tenda

__ADS_1


"Ini sangat berat, ku fikir kau tau bagai mana rasanya" Ucap pangeran lan lirih, istana sedang kacau, keadaan kaisar semakin memburuk, tubuhnya melemah dan akhir akhir ini ia sangat sering memuntahkan darah


''Memang sangat menyakitkan"ucap yu fang menghela nafas pelan dan berjalan kembali ke tendanya.


Mentari lagi kembali menyapa langit mansion jendral, suasana semakin mencengkam, sudah dua hari min kembali tertidur kehamilan membuatnya lemah,


Ling Shi sangat marah saat mengetahui jika Min kembali dalam keadaan terluka, mengapa stuasi menjadi kacau seperti ini?, ia hanya bisa melampiaskan kemarahan dengan mengoceh kosong pada wanita yang sedang berada di alam bawah sadarnya itu,


Ia mengesali kejadian malam itu, mengapa tidak mengajaknya, setidaknya Ling shi bisa membantu melindungi perut itu, tapi yah semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, beruntung mereka tak kehilangan Min karena pukulan itu bahkan hampir membuatnya keguguran


"Nona ling, sebaiknya anda kambali ke kamar anda, kakak pertma akan bangun setelah senja, kau bisa kembali saat itu" Ucap chen qing pelan, ia merasa iba melihat nona muda dari kediaman jendral barat ini, ia terlihat sangat frustasi, ia ingin marah tapi tak bisa meluapkanya, yang menjadi objek kemarahan pun saat ini masih terbaring lemah di ranjang, para tabib sudah memberikan penawar racun yang ada di tubuh min, semoga semua ini cepat berlalu


"Nona chen akan lebih baik jika saya menemaninya di sini" Ucap Ling Shi lemah, ia tak bisa membuang rasa sesal itu, andai ia ikut dalam perjalanan Min, tentu tak akan berakhir seperti ini


"Yu Mi, antarkan nona muda Ling ke kamarnya"


"Mematuhi nona" Ucap Yu Mi, setelah kepergian Ling Si, Chen Qing meminta tabib untuk kembali memeriksa keadaan kakaknya, dan memberi laporan terkini mengenai racun dan keadaan bayi yang berada dalam


"Cepatlah bangun kak, semua membutuhkan mu, seluruh rakyat membutuhkan ibu mereka, ayah membutuhkan putrinya dan kami membutuhkan kakak, ku mohon bukalh mata mu, meski dunia menyakitkan namun percayalah, semua akan terasa mudah saat kita saling menguatkan" Ucap Chen Qing lirih, sembari manatap kakaknya dengan sendu, Chen Qing menghela nafas pelan, dan ia segera menuju ruangan yang, hari ini sudah waktunya Fei Yang menyampaikan laporan, sudah dua hari berlalu, tentu saja ini sudah lebih dari cukup untuk penyelidikannya


"Laporan apa yang kau bawa? " Ucap Chen Qing yang kini duduk di balik meja kecil di kediamanya

__ADS_1


"Menjawab nona, pemberontakan ini memiliki kaitan dengan beberapa orang dalam istana Kekaisaran, hamba tak tau pasti siapa mereka, yang jelas ia berada di antara para putri dan pangeran, mereka menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan kaisar, keadaan kaisar kian melemah, kehidupannya kian buruk, hal itu membuat para rubah istana berkerja lebih cepat dari biasanya"


"Baik lah, lalu bagai mana dengan ke amanan pusat kota, apakah berjalan baik?, dan apa sudah ada pergerakan dari pihak musuh, kita harus waspada dan harus memikirkan segala akibatnya"


"Menurut perhitungan besok malam, para pemberontak itu akan menggempur Kekaisaran habis habisan, kekuatan mereka sangat besar, para prajurit istana mungkin kewalahan, kita kalah jauh dalam jumlah" Ucap fei yang pelan


"Dalam hati kesatria hanya diperlukan sebuah keyakinan, tak perduli apa hasilnya yang jelas kita harus berusaha" Ucap Chen Qing pelan


"Benar nona"


"Kembali ke kamar mu dan rapikan diri, kakak tertua akan marah jika tak menemukanmu di sisinya"


"Mematuhi nona" Fei yang segera berlalu meninggalkan chen qing yang sedang sibuk mengatur siasat, para pemberontak sungguh meresahkan, sebagai keluarga jendral ia tak mungkin hanya diam, melihat para rakyat yang semakin di resahkan,


Hari beranjak malam, saat ini Yu Mi sedang duduk di samping sang nona, ia hanya bisa menatap dalam diam, ini salahnya, andai ia ikut serta dalam perjalanan itu, tentu hal ini tak akan terjadi


"Bangun nona, aku merindukan senyum mu, kau tau kau sangat jelek jika tertidur lama seperti ini, jangan membuat kami merasa was was setiap saat"


"Yu mi, apa yang kau lakukan? " Ucap fei yang yang baru saja datang, ia datang dengan dupa agar sang nona merasa tenag dalam tidurnya


"Fei jie, sampai kapan nona harus tidur?, mengapa nona harus mengalami hal seperti ini?, ia bahkan meninggalkan istana saat dalam keadaan hamil, dan kau tau kan apa alasanya, jika terjadi sesuatu pada nona aku bersumpah untuk menghancurkan Kekaisaran ini," Ucap yu mi menggebu,

__ADS_1


"Tak akan terjadi apapun, nona adalah gadis yang kuat, sebaiknya kau segera membersihkan diri, kau tau nona sangat tak suka dengan orang kotor,"


"Baik lah, aku akan kembali dalam waktu singkat" Ucap Yu Mi segera berlalu


__ADS_2