
Seorang wanita cantik berjalan duduk diam di gazebo taman istana, tatapannya menerawang menatap hamparan bunga yang terbentang indah, ia menghela nafas pelan sembari melemparkan makanan ikan hias yang berada di hadapannya, pemandangan taman memang masih tetap sama, namun langkahnya?,
ia tak bisa pergi menikmati udara luar karena perintah yang ia terima, mau tak mau sang wanita harus menurut, berdiam di halaman, layaknya seorang tahanan, baik lah mari kita lihat bersama sampai kapan semua bisa bertahan
“Bagai mana keadaan istana?” Ucapnya Pelan
“Istana masih seperti biasan nona, beberapa pejabat mulai gencar menjilati kedua pangeran, dan saling berlomba mengajukan para nona muda untuk di jadikan Selir,” Ucap si pelayan pelan,
yah saat ini kedua pangeran sedang berada di atas awan kesuksesan, hal yang wajar jika banyak yang menjilati, kaisar sudah tak mengambil selir tentu saja kedua pangeran adalah sasaran yang sangat empuk,
“Kedua permaisuri pangeran?”
“Permaisuri Fei masih terlihat masih tenang dan terlihat tak mempermasalahkan aksi para pejabat, sedangkan permaisuri Ling?, terlihat sedikit kesal” Ucap si pelayan pelan, Si wanita mengguk pelan ,
para pejabat memang sangat terburu buru ternyata, sepertinya para penjilat memang sangat sulit di atasi, dunia memang sangat tak menyenangkan tampa kejahatan,
“Udara semakin dingin berada di luar tak baik untuk kesehatan mu” Ucap seorang pria yang berdiri di belakang si wanita, sang pria memakaikan jubah pada tubuh si wanita membuat sang wanita sontak berdiri menyambut kedatangan pasangannya
“Yang mulia” Ucap si wanita, yah dia lembut, yah dia adalah Permaisuri Li, Permaisuri kekaisaran ini, istri satu satunya dan sosok yang paling di sayangi oleh sang kaisar tiran, kaisar Zhou Liang
“Keadaan mu masih belum sepenuhnya pulih permaisuri, kau harus banyak beristirahat” Ucap kaisar Zhou lembut sebari menunjuk sang permaisuri kembali ke kamar
“Yang mulia, apakah harus seperti ini?” Ucapnya pelan saat sang kaisar menggendongnya
“Aku merindukan mu permaisuri, namun saat ini aku belum bisa memaksakan kehendak yang ada dalam diri ku, tak masalah kita masih memiliki waktu seumur hidup, aku akan menungggu hingga kau benar benar pulih” Ucap kaisar zhou membawa tubuh mungil Min ke kamar, untuk segera beristirahat, udara dingin tak baik untuk kesehatan,
Flashback on
Kaisar Zhou masih menatap wajah permaisurinya dalam diam, wajah yang terlihat pucat itu membuat sang kaisar begitu frustasi dan memilih untuk tinggal bersama sang permaisuri, kaisar Zhou tak akan membiarkan siapapun membiarkan siapapun merebut permaisurinya, tidak ada yang bisa memisahkan mereka bahkan dewa sekali pun, kaisar zhou tak percaya jika permaisuri meninggalkannya, permaisuri hanya tertidur karena kelelahan, kaisar tentu saja akan menunggunya terjaga, dan menyambut paginya dengan senyuman dan kecupan selamat pagi yang menyenangkan
“Ternyata kau sangat kelelahan, aku tak menyangka jagoan ku membuat seorang permaisuri kuat sepertimu kewalahan, tidur yang nyenyak agar kau ******terjaga****** dengan segar besok” Ucap Kaisar Zhou mengecup kening min dengan lembut,
sudah dua hari berlalu namun min belum membukakan matanya, kaisar zhou melarang siapapun masuk ke valium bulan permaisurinya sedang beristirahat dan tak ada yang boleh mengganggunya, ia mempererat pelukanya,
Pangeran Lan dan Yu Fang hanya menatap gerbang valium bulan dalam diam, sosok yang menjadi malaikat dalam kehidupan mereka telah meninggalkan dunia ini, keduanya tentu saja sedih namun?,
yah takada yang bisa berbuat jika kaisar Zhou tak mengizinkan siapapun menemui istrinya, ia akan sangat marah jika ada yang bernyali membahas masalah pemakaman, ia percaya permaisurinya akan membuka matanya, permaisuri hanya tertidur karena kelelahan,
__ADS_1
“Tak menyangka akan berakhir seperti ini” Ucap Yu Fang menghela nafas pelan,
siapapun tak akan mau di tinggalkan, begitupun kedua pangeran, Min adalah kakak mereka, sosok yang selalu memberi mereka kebahagiaan dan kasih sayang, sosok yang selalu mengerti keinginan mereka tampa meminta, namun?, Min pergi setelah melahirkan penerus kekaisaran, permaisuri yang kuat dan kakak yang penuh hangat sudah benar benar meninggalkan mereka.
Di tempat lain Min membuka matanya dengan sedikit mengeluh
“Sialan, sakit sekali, tubuh ku terasa remuk, eh tunggu di mana ini?, auu pinggang ku” ia Meringis Memegangi Pinggangnya Yang Terasa Sedikit Nyeri, Min Menatap Sekeliling ia kenal tempat ini
“Tempat ini lagi?” Ucap Min pelan, tempat yang sama saat ia terjaga saat kejadian penembakan di masa lalu,
Ruangan sunyi sepi tampa tanda tanda kehidupan, hanya ada cahaya putih tampa hal apapun, selain ruang cahaya apa lagi, Min sudah berada di sini, dan yah ia masih ingat betul saat dewa sialan itu mengejeknya dan melemparkannya di masa kuno, namun kali ini entah mengapa Min terasa sedikit sedih bercampur lega,
Sedih karena meninggalkan putranya di usia muda dan lega karena kemungkinan neraka sudah tak menolaknya lagi, yah Min sudah mengurangi aksi membunuh dan memperbanyak perbutan baik, ia sudah berusaha dengan keras agar tak kembali mendapat penolakan dari neraka yang menyebalkan itu
“Akhirnya kembali ke sini lagi, dimana?, dimana dewa sialan yang berani mengusirku dari neraka?” Ucap Min pelan, ia memilih untuk duduk diam di tempatnya, tak ada guna mencari jalan keluar, toh tak akan pernah di temukan, hal ini bukan yang pertama bagi Min, Min sudah berpengalaman dan ia hanya mendapatkan hasil yang mengecewakan, ia tak mau menghabiskan waktu dan tenaga untuk sebuah hasil yang sia sia
“Bagai mana kabar mu?” Suara itu membuat Min berbalik melihat si pemilik suara,
“Ah kau, seperti yang kau lihat” Ucap Min tersenyum kecil, di depan sana Chen Mian Li sudah berdiri dengan senyuman lembutnya, sama sekali tak berubah, masih tetap begitu cantik dan mempesona seperti waktu lalu
“Terimakasih” Ucap Mian Li pelan, Min hanya mengguk sebagai jawaban, Min hanya ingin di bawa Ke Neraka secepatnya, tak perlu ada drama perpisahan segala, hidupnya sudah penuh dengan drama, ia sudah merasa sedikit lelah dengan drama yang selalu saja mempermainkannya
ia hanya memiliki dua kemungkinan, kembali ke tubuhnya di masa modern atau di seret ke neraka mempertanggung jawabkan segala perbuatannya di masalalu, dua pilihan yang sama sama akan membuat Min merugi, Ia hanyalah pemeran pengganti, jika sudah selesai, tentu saja ia harus segera kembali ke tempatnya, Min sudah bahagia dengan segala ingatan yang ada ia tak ingin menjadi mahluk yang serakah dan egois, biarkan kenagan menjadi miliknya
Mian Li tersenyum lembut berjalan mendekati Min
“Aku tak bisa kembali” Ucap Mian Li pelan, pada kenyataanya tubuh itu sudah bukan miliknya, yah ia sudah bahagia hidup di alam ini bersama ibunya, sosok yang selalu ia rindukan setiap saat, sosok yang akan selalu menyayanginya tampa syarat, sosok yang tak akan pernah membuat hatinya terluka, sosok yang selalu menatapnya dengan hangat tampa kepalsuan di dalamnya
“Jangan mempermainkan ku, kembali ke tubuh itu, aku sudah menolong mu menyelesaikan semuanya, aku tak ingi putra ku tumbuh tampa kasih sayang dari keluarga yang lengkap, aku sudah memenuhi keinginan mu, aku meminta balasan dengan merawat putraku dengan baik” protes Min, ia tak masalah meninggalkan semua kebahagiaan itu, karena sejak awal tubuh itu bukan miliknya, tapi, jika Mian Li tak mau menerima tubuhnya?, bukankah itu berarti putranya akan benar benar kehilangan sosok Ibu?, min tentu saja tak bisa menerima hal itu
“Min, putramu tak akan kehilangan kasih sayang dari orang tua, kembalilah, semua sudah menunggu kepulangan mu, di sini bukan tempat mu, tubuh itu milik mu dan selamanya akan seperti itu, terimakasih telah memberikan ku keadilan, membuka mataku untuk tak membenci ayah dan keluarga ku”
“Jikapun aku kembali, aku harus kembali ke tubuhku, banyak hal yang belum terselesaikan banyak masalah yang belum memiliki titik terang, mengapa kau sangat egois, kau menyuruhku menyelesaikan keinginan mu, dan kau?, kau membalas ku seperti ini?, bagai manapun aku adalah manusia aku memiliki masalah ku sendiri, apakah mahluk masa kuno pantas bersikap seperti itu, aku tak menginginkan banyak hal, biarkan aku ke neraka dengan tenang” Ucap Min pelan, ia tentu saja sangat kesal, apakah menuju neraka sesulit ini?, apakah dewa tak memiliki pekerjaan lain selain menyulitkan kan ku, apakah mereka punya dendam pribadi pada ku?, mengapa semua terasa sangat sulit bahkan menuju neraka
“Tubuh ini sudah menjadi milik mu seutuhnya, aku sudah meninggalkan tubuh itu terlalu lama hingga akhirnya jiwa ku menghilang, yah jiwa ku akan hancur, aku harap kau menjalani hidup yang bahagia,” Ucap Mian Li pelan, ia tentu tak bisa menerima hasil kerja keras Min begitu saja, dan pada kenyataanya raga itu sudah lama di isi oleh jiwa lain, mereka telah menyatu seiring perjalanan waktu, Mian Li tak mungkin bisa kembali tubuhnya meski ia mau
“bagaimana mungkin” Ucap Min menatap Mian Li dengan Tanya,
__ADS_1
Ini pasti bohong kan?, bagai mana mungkin ia tak bisa kembali ke dunianya, ia sudah membaca beberapa novel transmigrasi, di sana tertulis dengan jelas jika pemeran utama wanita akan kembali ke tempatnya setelah menyelesaikan misinya, mengapa tidak dengan Min?, mengapa Mian Li menolak untuk kembali ke tubuhnya,
“Semua sudah berlalu sangat lama, kembalilah dan bangun kehidupan yang damai dan sejahtera seperti yang kita cita citakan” Ucap Mian Li, hingga tubuh itu perlahan memudar
“Hey, tunggu, kau kemana?, bagai mana dengan ku?"
“kau tentu saja kembali ke tempatmu seharusnya, rohmu tidak di terima di sini” Ucap seorang pria yang entah sejak kapan berdiri di belakangnya, ia menjergit pelan, ia tentu saja mengenali sosok menyebalkan yang seenak jidatnya menolak keberadaan rohnya
“Kau lagi, dewa menyebalkan, bisakah kau bicara hal yang enak di dengar, sejak awal kau sangat menyebalkan, membuat ku bertanya Tanya, benarkah kau seorang dewa, atau iblis tengil yang sedang mengelabuhi ku”
“Tentu saja, aku adalah dewa, dan di akui secara resmi, kau tau itu?, dasar roh menyebalkan, sekarang kembali ke tempatmu, berdoalah agar kau di terima setelah percobaan ketiga, “
“kesempatan ketiga?, yang benar saja?” Ucap Min memegangi kepalanya yang berdenyut keras,
sangat menyakitkan, dan min sudah melewatinya beberapa kali, mati di tembak berakhir di usir dan di lempar ke masa antah berantah, dan yah setelahnya ia harus melewati masa persalinan berujung mati dan yah berakhir dengan penolakan lagi, min jadi bertanya Tanya bagai mana cara takdir membunuhnya untuk yang ketiga kali?,
Ia hanya bisa berharap, semoga yang ketiga lebih baik dari sebelumnya, seperti mati dalam ke adaan cantik, jangan sampai semakin buruk Min akan memarahi dewa habis habisan, enak saja membuat takdirnya menjadi begitu buruk, di buang sana sini, dan yah pada akhirnya ia harus tetap kembali ke tempat itu kan?, pada dasarnya dunia ini hanyalah hal yang fana, takada yang abadi,
Flashback off
“Yang mulia, tubuhku sudah lebih baik”
“Permaisuri, beristirahatlah lebih lama,”
“Yang mulia” Rengek Min,
Ia merasa bosan sejak kejadian penolakan itu Min kembali membuka mata, dengan tubuh yang sudah terbaring di atas tumpukan kayu, beruntung min membuka mata di waktu yang tepat jika tidak ia akan mati dengan menggemaskan,
Mati terbakar?, oh tidak ia sudah mati dua kali dengan cara yang tak enak, jangan sampai mati dengan tubuh yang hancur, ia akan malu menghadapi dewa menyebalkan itu, dewa menyebalkan itu pasti akan kembali mengejeknya dan menertawainya
“Permaisuri, bukankah kau sudah berjanji?, kedua pangeran akan kembali ke kerajaan mereka besok lusa, jika ingin ikut mengantar maka jadilah baik” Ucap Kaisar Zhou pelan,
(yu fang dan pangeran lan masih pake status pangeran yah karena belum di resmikan mengangkatnya oleh tetua kerajaan mereka masing masing) Min mengguk malas, jika tak beristirahat kaisar tak akan mengizinkan nya keluar saat hari pelepasan kedua pangeran, min tentu tak mau hal itu sampai terjadi, ia ingin mengantar kepergian adik adiknya,
“Gadis baik” Ucap kaisar Zhou pelan,
dalam satu gerakan tirai turun kaisar Zhou merebahkan tubuhnya dengan memeluk sang , membiarkan malam berlalu dengan segera,
__ADS_1
Kaisar zhou tentu saja bahagia, ia tak ingin hal apapun terjadi pada permaisurinya, sang permaisuri sudah menderita sejak muda, ia tak akan membiarkan hal itu kembali terulang, yah begitulah tekat kaisar zhou, tekat suami untuk membahagiakan istrinya.