
Langit perlahan menepis kegelapan malam, sang mentari masih terihat malu menujukan dirinya, yah sudah satu minggu berlalu, semua berjalan dengan baik kehidupan yang sangat min impikan selama ini, dan mian li pun pasti merasakan itu kan?, yang ia inginkan hanyalah kebahagian dan ketenangan tak lebih dari itu,
Min sedang duduk di gazebo di temani oleh chen qing dan chen ling, mereka sudah berbaikan, seminggu yang lalu saat ini tak ada suasana mencengkam di mision jendral, hanya ada suara canda tawa dari tiga wanita yang hampir sebaya itu, mereka bercerita sangat girang, tak ada kebusukan di hati masing masing, semua sudah berlalu, masalalu yang gelap itu sudah menemukan cahanya, tak ada kesedihan hanya ada kebahagiaan di setiap helaan nafas mereka, semua telah selesai, darama sudah berakhir, untuk kesekian kalinya min harus berusaha menata kehidupanya, meski terkadang min berfikir mengapa?, mengapa takdir selalu mempermainkanya,
"Kakak tau?, pelayan tua itu sangat meyebalkan, ia selalu mengawasi kami setiap waktu, mengajari hal hal buruk, menyebalkan, untung ibu selalu menasehati kami, tapi kami bahkan tak bisa menjadi baik begitu saja, pengajaran yang kami Terima sejak kecil adalah kejahatan makan maafkan kami karena keterlaluan, ibu sudah mengatakan semuanya, namun yah?, apalah daya ku, melakukan kejahatan memang lah menyengakan meskipun kau harus merasakan sakit setelah itu" Ucap chen ling
"Lupakan, semua sudah selesai, semua sudah berlalu, aku bersyukur semua membaik, tak ada dendam tak ada saling menjatuhkan, mari kita hias mision jendral dengan kebahagian dan canda tawa, taka da lagi persaingan dalam mencari perhatian, taka da hal yang menjengkelkan dan lain sebagainya, mari nikmati hidup yang nyaman " Ucap Min
"Terimakasih kakak pertama, hm mengingat ini aku menjadi kesal, bagai mana jika kita memulaingkan pelayan yi ke istana, " Ucap chen qing pelan
"Ku dengar istana akan mengukum mati seluruh valium bulan karena telah lalai menjaga permaisuri, kau tau?, seluruh kekaisaran sedang sibuk saat ini, karena kau yang menghilangn dan kaisar yang semakin kejam, hm baiklah, aku sudah bicara sangat banyak ya?, bagai mana jika kita menghentikanya? " Ucap chen ling
"Apakah itu benar?, penhuni valium bulan akan di eksekusi? "
"Ia kak, aku mendengar jika kaisar akan menghukum mati dua pelayan yang telah lalai bertugas, di antaranya fei yang"
"Ini tak bisa di biarkan, aku harus menghentikan ini" Ucap Min cepat
"Bersabarlah kak, kau tak perlu panik kami akan menyelamatkan fei yang, kau tak boleh banyak bergerak, keponakan ku sedang tidur di sana" Ucap chen ling terkekeh pelan
__ADS_1
"Aku tak bisa diam jika Anda fei dalam bahaya"
"Bersabar lah, kita akan mengembalikan pelayan tua itu dan mengambil fei yang kembali, " Ucap chen qing meyakinkan, semua penghuni mision jenderal sudah menerima Min dengan senang hati, dan masalah yang membuat Min kalut pun sudah tak ada, ibu Gu nya menjadi pendengar yang baik di setiap cerita, ia bahkan memberi nasehat yang sangat membantu Min, bagai manapun Min masih terlalu kecewa pada kaisar, menjadikanya sebagai alat balas dendam, mereka telah mengambil ibunya dan membuatnya menderita dalam waktu yang lama, rasa sakit ini tak bisa hilang begitu saja, Min terlihat sangat ceria di luar, namun hanya Gu xin lah yang tau bagai mana pahitnya kehidupan seorang Chen Mian Li,
"Kakak beristirahat lah, kami akan menangkap kelinci tua itu, dan mengembalikannya ke istana, sebagai gantinya ia akan mengambil fei yang," Ucap chen ling pelan, setidaknya ia hanya mengenal fei yang, yang merupakan pelayan Min sejak kecil
"Benar kak, kau tak boleh banyak bergerak, keadaan mu masih lemah"
"Baik lah, aku akan menunggu, semoga fei yang baik baik saja" Ucap Min menghela nafas pelan, semenjak kehamilan ia menjadi mudah lelah dan sangat perlu istirahat, hatinya semakin rapuh, tak ada sosok yang kejam, ia selalu saja menagis dalam diam, ia ingin sekali memaafkan dan membangun kehidupan yang bahagia bersama kaisar, namun rasa egonya mengatakan biarkan kaisar merasakan bagai mana sakitnya di campakan,
"Kami pamit, harap kakak segera beristirahat, udara musim dingin tak baik untuk kesehatan mu dan keponakan kecil" Ucap chen ling dengan tersenyum lebar, ia tak ingin ke hangatan ini berlalu, ia sangat bahagia, mision jendral kini sangat nyaman hangat dan menyenagkan, tak mencekam dan penuh persaingan seperti beberapa tahun lalu
Di alun alun sudah terlihat ramain, para penduduk sudah berdatangan dan saling berbisik, menggosipi kedua pelayan yang akan di hukum pancung ini, seorang pria nampak begitu kacau, lagi lagi ia hanya bisa menghela nafas, wanita yang ia cintai akan di hukum mati, namun sayang, ia tak bisa mencegah hukuman itu, ia hanya anjing kaisar, ia tak bisa menolak dan melawan perintah kaisar,
"Ternyata sangat menyakitkan" Ucap pangeran lan pelan, sebentar lagi ia akan kehilangan fei yang, gadis yang membuatnya jatuh hati saat pertama kali ia lihat, tapi apalah dan hanya, ia tak bisa mencegah bencana ini, kakak iparnya telah menghilang selama beberapa bulan, bahkan tak ada tanda tanda keberadaanya, kaisar semakin kejam dan menjadi semakin dingin, bahkan ia tak segan membunuh siapapun yang melakukan kesalahan, walau kesalahan kecil sekalipun, ia sudah kembali menjadi sosok kaisar tiran yang tampa toleran, kehilangan sang cinta memang sangat tak mengenakan
"Uh aku tak menyangka jika tiga dewa perang di kalahkan oleh para gadis" Ucap yu fang menghela nafas pelan, keadaanya tak jauh lebih baik dari kedua saudaranya, Ling Shi menghilang, ia sudah mencari namun tak menemukan gadis Ling itu, dan yah pada akhirnya ketiga dewa perang jatuh dalam keterpurukan, jika seperti ini pertahanan istana akan goyah dan tentu saja akan memudahkan pemberontak menyerang istana, negri besar Xianyang akan lenyap dalam sekejap, namun siapa yang sanggup menahan sikasaan cinta yang bahkan lebih buruk dari kematian
"Pada akhirnya kita jatuh" Ucap angeran Lan tersenyum getir, di sana sudah berdiri dia gadis yang sudah siap di pancung, tinggal menunggu kedatangan kaisar, bahkan dirinya tak dapat mengatakan perasaanya,
__ADS_1
"Kaisar tlah tiba" Teriakan itu mengenai di seluruh alun alun, jantung pangeran Lan berdegup dengan kencang, hari ini ia akan kehilangan cintanya, ia tak yakin, ia tak yakin untuk kembali mencintai orang lain, ia sudah terlanjur jatuh pada gadis pelayan itu, ia tak akan mungkin jatuh cinta lagi, jika gadisnya mati hari ini maka hatinya pun ikut mati, semua yang ada di dunia tak berarti, kehidupan akan terasa kosong dan selalu di temani dengan penyesalan dan penderitaan sepanjang hidup, jantungnya semakin tak terkendali saat algojo sudah mengangkat pedangnya, hukum pancung akan di mulai, dan "ting" Dua belati kecil berhasil membuat kedua pedang algojo terlepas, pangeran Lan menghela nafas lega, ia masih memiliki kesempatan, ia masih memiliki kesempatan untuk menolong gadisnya, ia sudah berfikir tadi, ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti gadisnya, ia bahkan sanggup menentang kaisar, ia tak boleh bodoh, hidup tampa cinta hanya akan menyiksa diri, pangeran Lan berjalan mendekati kermaian untuk segera mendekap gadisnya, memastikan jika ia tak terluka sedikitpun
"Ampuni hamba yang mulia," Ucap seorang gadis yang kini menekuk lutunya di tengah panggung, kini terdengar bisik bisik dari para penduduk, awalnya mereka penasaran, tapi nyatanya kedua putri dari jendral Chen, apa ia bodoh, mengapa ia menghentikan hukuman ini, apkah ia ingin mati?, sungguh nasib yang malang, bahkan mereka belum menikah,
"Ampuni atas kelancangan hamba ini, kami dari keluarga chen mendengar jika kakak pertama kami telah menghilang, kami datang untuk mengambil pelayan Fei yang dan membawanya kembali ke mision jendral" Ucap chen Qing dengan anggun dan lembut
"Siapa kau, hingga berani mengacaukan hukum yang telah di tetapkan" Suara angkuh itu berasal dari selir bai, ia tak sabar melihat kehancuran wanita sampah itu, tapi apa ini?, lagi lagi buruan ya lolos, jika seperti ini rencananya akan kacau
"Selir, ah nona muda ini dapat melaklumi, mengingat usia selir janda yang sudah cukup berumur, hingga hal yang wajar jika memiliki maslah pada penglihatan" Ucap chen ling dengan wajah polosnya, ia tak perduli, siapa suruh selir tua itu mengusiknya, maka siap untuk jatuh dan di permalukan
"Kau?," Ucap selir bai menunjuk chen ling, chen ling menyanbut wajah kesal itu dengan tersenyum manis, dan wajah polosnya, chen ling tak sama dengan chen Qing yang memiliki pengendalian yang baik, chen ling masih sangat naif dan sangat polos
"Jika tak salah ingat pelayan fei bukan pelayan mahar, jika tuanya telah tiada, maka pelayan fei harus dikembali ke mision, harap kaisar mengabulkan keinginan kecil hamba, jika tidak maka hamba akan tetap melakukanya dengan atau tampa persetujuan yang mulia" Ucap chen ling
"Kau memiliki banyak stok nyawa nona?, sehingga Kau berani mengancam seorang kaisar" Teriakan itu berasal dari seorang mentri, chen Ling terseyum kecil, menatap remeh mentri bodoh bersama pertanyaan konyolnya itu, setiap manusia hanya memiliki satu nyawa, jika hilang maka cerita kehidupan akan selesai,
"Ah tuan mentri, saya hanya memiliki satu nyawa layaknya manusia biasa, hm sepertinya anda lupa dengan garis keturunan kami, kami merupakan gadis bermarga Chen, kami akan mempertahankan hak kami, kami juga tak mengusik apa lagi berbuat licik, harap mentri memahami ucapan nona muda ini dengan baik, jika tidak maka jangan salah kan diri karena tak memiliki pengetahuan yang luas" Ucap chen qing dengan sangat lembut, semua orang menggeram kesal, sedangkan pangeran lan ia hanya menatap chen qing dalam diam, apakah seluruh gadis chen seperti ini?, bahkan mereka dengan terang terangan mengancam kaisar,
Kaisar Zhou?, ia memilih untuk sibuk memperhatikan seorang gadis di antara keramaian penduduk, Kaisar tak perduli dengan hukuman itu, ia segera melompat dari singgasananya memasuki kerumunan warga, warga awalnya kaget, tak ada yang berani bergerak, mengapa Kaisar menghampiri mereka, apa Kaisar akan membunuh mereka semuan?, mereka hanya diam dengan wajah yang pucat ketakutan
__ADS_1
"Kau di mana? " Ucap Kaisar Zhou lirih, ia sangat yakin gadis yang ia lihat adalah permaisuri, tapi kemana dia?, mengapa sangat cepat menghilang?, kaisar Zhou mengibas lengan bajunya dan meninggalkan alun alun, ia harus mencari permaisuri, tentu permaisuri pasti belum pergi jauh, ia harus menemukan permaisurinya sesegera mungkin